<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021</id><updated>2012-02-16T15:44:53.749-08:00</updated><category term='perjalanan'/><category term='momentum'/><category term='referensi film'/><category term='gerakan'/><category term='refleksi'/><category term='referensi buku'/><category term='religius'/><title type='text'>A Little Piece of Reza...</title><subtitle type='html'>hari ini saya kembali tersadar bahwa 

      saya harus lebih banyak menulis, berbuat,berbagi dan menerima banyak hal..
   
semoga blog ini dapat menjadi sarana 

   bagi kita semua untuk lebih berkembang..


selamat membaca!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>70</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-360496193567719785</id><published>2012-01-18T15:36:00.000-08:00</published><updated>2012-01-18T15:40:00.603-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan'/><title type='text'>A Train Boy Story</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Die beste Bildung findet ein gescheiter Mensch auf Reisen - Goethe&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;span class="photo_left"&gt;&lt;img class="photo_img img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/402311_3057584161673_1325451796_3745785_1296509217_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="photo_left"&gt;&lt;span class="caption"&gt;Di depan Stasiun kota Pisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;'Train  Boy' adalah nama belakang baru saya kini, setelah sebelumnya  'Conference Boy' terlebih dahulu dilekatkan oleh salah seorang tetangga  saya yang gemar melihat saya berceloteh sendirian di dalam kamar,  'melompat' dari satu conference ke conference lainnya:D Kereta adalah  salah satu bagian penting dari hidup saya sebagai seorang pelajar di  Jerman. Di atas kuda besi inilah saya melewatkan sebagian hidup saya.  Bahkan tidak jarang saya membawa serta sejumlah buku dan laptop tua saya  tuk memenuhi berbagai tenggat deadline, mencari inspirasi tuk menulis,  membaca referensi presentasi dan bahkan mempersiapkan materi ujian. Saya  sepakat dengan apa yang Goethe sampaikan sekian dekade yang lalu,  (meskipun saya jauh dari ungkapan 'gescheiter Mensch'), bahwa perjalanan  adalah salah seorang guru terbaik saya! Darinya saya belajar begitu  banyak hal:D &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Langit Dunia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat  kecil dulu saya percaya bahwa langit yang memayungi setiap negara  berbeda-beda (antara satu dengan lainnya) :D Kesimpulan ini saya peroleh  dari pengamatan mata kecil saya dalam kunjungan pertama saya ke negeri  tetangga, Singapura, sekira tujuh belas tahun yang lalu. What's an old  story to share ya?:D haha.. Saya masih ingat betul kala itu saya  mengajukan sejumlah pertanyaan pada diri saya sendiri, "Mengapa langit  Singapura tampak lebih dekat dengan gumpalan awan-awan yang lebih besar  dibandingkan dengan langit Indonesia? Mengapa senja datang lebih lambat  di langit Singapura?". Dari sanalah saya menarik sebuah kesimpulan  sederhana bahwa langit bumi ini pasti berbeda-beda! Dan lucunya,  kesimpulan lugu itu masih senantiasa saya simpan dalam memori dan hati,  hingga kini!:D&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Enam belas tahun berikutnya barulah saya  betul-betul sadar bahwa kita sesungguhnya hidup di bawah langit yang  sama, meskipun sedikit berbeda! :D  Di tahun pertama ketibaan saya di  negerinya Merkel, tepatnya menjelang peralihan ke musim dingin, rasa  penasaran saya pun kembali hadir. Saya betul-betul penasaran! Mengapa?  Karena saya dengar dari orang-orang di sekitar saya bahwa "waktu akan  mundur satu jam!" Loh, kok bisa? Lalu bagaimana caranya memastikan bahwa  jam yang dimiliki oleh semua orang dapat serempak berganti? Apakah akan  menjadi masalah bila saya memiliki sebuah janji keesokan hari di pukul  10 pagi (yang saya buat sebelum waktu dimajukan) dan datang esok pada  pukul 10 pagi (yang sebenarnya pukul 11 di waktu sebelumnya)??  Belakangan saya ketahui bahwa inilah sebuah fenomena dwi tahunan yang  secara rutin dilakukan dan biasa dikenal dengan istilah 'Daylight Time  Saving" :D &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Motto Bersama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img class="photo_img img" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/408305_3057801047095_1325451796_3745874_1082793402_n.jpg" alt="" /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="caption"&gt;Menjajal topeng di Venice&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di  kalangan kami para pelajar asal Aceh yang tengah menempuh studi Master  maupun Doktor di berbagai kampus di seluruh penjuru Jerman, ada sebuah  motto yang dikenal luas dan disepakati oleh kami semua. Motto tsb kurang  lebih berbunyi, "We are part-time student, full-time tourist!" :D Eropa  memang 'surganya' para traveller, utamanya bagi para pelajar Indonesia  di Jerman. Dengan visa yang kami miliki, kami bisa menembus tapal batas  negara-negara tetangga dengan leluasa. Kecuali UK, seluruh negara  sekitar semisal Perancis, Belanda, Belgia, Swiss, Austria, Spanyol,  Italia, dsb dapat dicapai dengan berbagai penerbangan super murah  seharga tiket kereta antar kota! Salah satu maskapai penerbangan kami  para 'backpacker mania' bahkan menawarkan rute ke beberapa destinasi  wisata terkemuka dunia seharga 30 EUR pp! Tidak ada nomor bangku seperti  di 'penerbangan normal' lainnya:D Prinsipnya adalah 'siapa cepat, dia  dapat!'. Meskipun tentu tidak ada seorang pun yang berdiri alias tidak  kebagian tempat duduk di dalam pesawat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau bicara  mengenai 'Reise Plan' (Rute Perjalanan), wah jangan ditanya! Sejumlah  kolega Jerman mesti akan geleng-geleng kepala melihatnya. Bayangkan  saja, dulu ketika baru tiba di Jerman, kami tinggal di sebuah kota kecil  yang indah bernama Marburg, sekira 1 jam perjalanan ke arah utara kota  Frankfurt am Main. Saat akhir pekan, dalam temaram fajar sembari menahan  dinginnya kabut pagi, kami rela berlelah-lelah berjamaah menuju  'Bahnhof' (stasiun kereta) dengan berjalan kaki selama lebih kurang 30  menit demi mengejar 'kereta pertama'. Mengapa harus 'kereta pertama'?  Karena kami berharap dapat singgah di tiga atau empat kota dalam satu  hari penuh dan kembali ke rumah dengan kereta terakhir:D Kini, meskipun  kami tidaklah 'segila' itu lagi, namun pada prinsipnya Reise Plan kami  masih mengacu pada satu prinsip yang sama: "Sebanyak-banyaknya kota  dalam tempo yang sesingkat-singkatnya!" :D Mengapa harus singkat? Karena  setiap tambahan satu hari berarti tambahan pengeluaran bagi saku kami  yang tipis. Bila perjalanannya tergolong jauh dan panjang, bila  memungkinkan kami pun akan mengambil kereta tengah malam, berharap  melepas lelah di atas kereta, dan tiba di kota tujuan berikutnya di pagi  hari buta. Namun, rencana ini tidak selalu berjalan ideal :D&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam  perjalanan terakhir kami dari Venice menuju Roma, selama enam jam  perjalanan kereta, kami betul-betul tidak bisa beristirahat karena (di  luar dugaan) kereta ternyata penuh sesak! Satu-satunya tempat yang  tersisa hanyalah sebuah lorong panjang selebar satu badan orang dewasa,  jalur penghubung tempat orang lalu-lalang. Setiap kali hampir terlelap,  selalu ada saja orang yang membangunkan kami karena langkahnya terhalang  oleh tubuh-tubuh kami:D      &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Travelling dari satu tempat  ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain tentu menghadirkan  sensasi yang berbeda-beda. Setiap kota menawarkan atmosfirnya  masing-masing dan menyisakan kesan yang berbeda dalam catatan perjalanan  hidup kami nanti:D Salah satu hal yang sangat saya nikmati adalah di  sepanjang perjalanan kami mendengar beragam bahasa, menjumpai beragam  peristiwa. Terlepas dari apapun perbedaan yang melekat di antara kami  para 'backpacker', menghormati dan menghargai sesama adalah sebuah harga  mati. Keramahan yang kita dapati di tempat asing dari seorang yang  asing merupakan sebuah fenomena yang sangat menenangkan. Meskipun  perjalanan tidak melulu diliputi oleh hal-hal yang menyenangkan, namun  ia selalu menyisakan sebuah cerita menarik untuk dikenang:D&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menghormati Budaya, Menjunjung Prinsip&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="photo_right"&gt;&lt;img class="photo_img img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/401475_3057706164723_1325451796_3745841_1349779324_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="photo_right"&gt;&lt;span class="caption"&gt;Menunaikan Shalat Fardhu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Mungkin kita masih ingat sebuah pribahasa klasik yang kurang lebih berbunyi, &lt;em&gt;"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung"&lt;/em&gt;.  Sebuah pesan moral yang disampaikan dalam pribahasa tsb sangatlah  penting untuk disimak. Di setiap tempat ada sebuah norma yang harus kita  hormati dan pahami. Namun, di sisi lain kita pun tentunya memiliki  prinsip-prinsip yang perlu dijaga, di mana pun kita berada. Sebagai  Traveller muslim misalnya, kita harus senantiasa berupaya menjaga  makanan yang kita pangan, menjaga kewajiban shalat kita, senantiasa  saling mengingatkan dan menjaga. Terkadang mungkin kita lupa, secara  tidak disadari, di sebuah tempat yang jauh dari rumah, kita menjadi  seorang yang betul-betul berbeda. Karena jauh dari rumah, tidak ada  keluarga yang biasa mengingatkan, lalu kemudian dengan dalih sudah cukup  dewasa mengambil 'jalan suka-suka'. Dalam realita backpacker muslim,  fenomena 'merasa malu', 'tidak enak' untuk menunaikan shalat di kamar  hostel yang dipenuhi oleh sesama backpacker dari berbagai negara tak  jarang muncul. Padahal pada prinsipnya, setiap kita menghormati sesama.  Selama kita tidak mengganggu yang lain, maka tunaikanlah shalat. Bila  ditanya, "kamu sedang apa?", maka jawab saja "saya sedang beribadah!:D"  selesai. Dalam kasus lainnya, bila seandainya ada yang bertanya, "Kenapa  kamu tidak ikut minum (bir)?". Jawab saja, "Saya tidak minum  (alkohol)!:D". Selesai.     &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari kultur yang berkembang  di masyarakat Jerman, saya belajar untuk lebih menghargai perbedaan dan  berterus-terang. Saya dan kamu mungkin berbeda pandangan, namun kita  tetap berteman:D Setiap diri tentu memiliki pengalaman subjektifnya  masing-masing. Terlepas dari itu semua, menurut saya penting bagi kita  untuk belajar melihat dari cakrawala dan sudut pandang yang lebih luas,  tanpa kehilangan pijakan. Menyampaikan, tanpa perlu menyakiti. Enam  bulan tersisa, mohon doa semoga Allah karuniakan selalu jenak waktu yang  penuh manfaat. Karena hidup adalah perjalanan, maka mulailah dengan  menetapkan tujuan, kemudian siapkan perbekalan dan atasi setiap dinamika  persimpangan jalan:D &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Erfurt, 18 Januari 2012&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reza  &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-360496193567719785?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/360496193567719785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=360496193567719785' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/360496193567719785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/360496193567719785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2012/01/train-boy-story.html' title='A Train Boy Story'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5573286293588971565</id><published>2012-01-18T15:34:00.001-08:00</published><updated>2012-01-18T15:36:29.555-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Waktu dan Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/387150_2637150731100_1325451796_3557952_1929770842_a.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 242px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/387150_2637150731100_1325451796_3557952_1929770842_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sahabat, perkenan saya untuk berbagi kegundahan tentang waktu dan kebahagiaan:D&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut sahabat, siapakah orang yang cenderung lebih berbahagia dengan waktunya:&lt;strong&gt;&lt;em&gt;  'seorang yang memiliki begitu banyak waktu (luang)' atau justru  sebaliknya 'seorang yang memiliki beragam aktivitas dan hanya memiliki  sedikit waktu luang'?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa waktu lalu  seorang kawan di kampus yang saya mintai tolong untuk mengirimkan sebuah  file via email menyampaikan pada saya bahwa ia sangat sibuk. ia  mengatakan,&lt;em&gt; "saya akan mengirimkannya saat saya menemukannya, kawan!"&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;"menemukan apa?"&lt;/em&gt;,  tanya saya kebingungan (karena filenya jelas-jelas sudah ada, hanya  perlu diattach dlm sebuah email dan klik send! selesai.). ia pun  menjawab,&lt;em&gt; "menemukan waktu luang!"&lt;/em&gt;. saya hanya tersenyum  mendengarnya:D ia tampak begitu terbebani dengan beragam tugas kuliah  yang menanti untuk diselesaikan, sampai-sampai seakan ia betul-betul  kehilangan waktu luang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya pun mencoba berkaca. kami  berada dalam semester yang sama, dengan beban mata kuliah yang kurang  lebih sama. semester ini, bahkan bisa dikatakan 'lebih ringan'; jumlah  kredit yang kami ambil pada semester ini jauh lebih sedikit dibandingkan  dua semester yang telah lalu. namun, mengapa ia merasa begitu  terbebani?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Belakangan saya ketahui, bahwa ia tidak  sendirian. sejumlah kawan yang saya tanyai merasakan hal yang sama:  'mereka merasa begitu terbebani dengan berbagai tugas yang mendera'.  bila sudah begini, biasanya orang menjadi terlampau sensitif, mudah  marah, dsb.alasannya ternyata sederhana: "karena semester ini memberikan  lebih banyak waktu bagi 'self-time management' (baca: utk dikelola  sendiri) dengan tugas-tugas mandiri dibandingkan dengan  semester-semester sebelumnya dimana kami memiliki sejumlah kelas yang  sudah ditentukan jadwalnya dan harus dihadiri secara periodik setiap  minggunya".&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana dengan saya?saya pun sebenarnya sama  saja, hanya secara teknis sedikit berbeda: saya merasa memiliki begitu  banyak waktu luang,yang sayangnya belum terkelola dengan baik:b&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh  karena itu berminggu-minggu lamanya saya berpikir keras bagaimana  caranya untuk mengoptimalkan waktu yang tersedia scr lebih efektif. maka  saya memutuskan untuk lebih banyak terlibat dalam berbagai kegiatan,  hadir dalam beragam seminar di luar kampus, meminjam sejumlah buku di  perpustakaan kampus, dsb.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;namun, belakangan saya menyadari  bahwa itu tidak cukup. saya masih lebih sering menghabiskan banyak  waktu luang saya untuk berpikir 'mengapa saya tidak produktif' daripada  'melakukan sesuatu' agar betul-betul produktif. sejumlah buku yang saya  pinjam tertumpuk rapi di sudut kamar (mungkin sekedar utk menghadirkan  rasa 'aman':D haha..), sejumlah tugas kampus (dgn deadline yg masih  cukup lama) menanti untuk dikerjakan, dan saya tidak bisa merespon  dengan cepat sejumlah kesempatan menarik (untuk menumbuh kembangkan  diri) yang datang karena '&lt;em&gt;my time-management is simply chaotic!!&lt;/em&gt;'' :b &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini  saya perlahan mulai mencoba untuk mengubah persepsi saya,berupaya untuk  benar-benar melakukan sesuatu. setiap tugas kuliah yang saya peroleh  kini saya labeli: 'happy tasks':D mencoba mengundang lebih banyak  'kebahagiaan' dalam keseharian saya yang luang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;belakangan  bahkan di akhir pekan saya cukup sering melakukan perjalanan seorang  diri dari satu tempat ke tempat lain guna bertemu dan berguru dengan  kawan-kawan yang menurut saya luar biasa. perjalanannya sendiri  seringkali lebih lama daripada waktu yang tersedia untuk duduk  berbincang, mendengar, bertukar wawasan dan gagasan. namun, saya  menemukan lebih banyak inspirasi ketika saya 'bergerak' daripada ketika  saya 'diam'. Di atas kereta yang melaju, saya justru menemukan waktu  untuk menghabiskan buku yang biasanya tidak pernah saya sentuh,  mengerjakan tugas yang lama saya tunda utk dikerjakan. aneh ya?:D haha..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah,perihal "siapa yang lebih berbahagia: mereka yang begitu luang atau mereka yang begitu sibuk?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biarlah  sahabat masing-masing yang menjawabnya:D namun, satu hal yang saya  sadari bahwa mereka yang merasa berbahagia dengan apa yang mereka  lakukan, secara alamiah tentu akan bersemangat utk melakukan lebih  banyak hal dengan waktu yang ia miliki. apresiasinya terhadap waktu  luang yang berkualitas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari berbagai  aktivitas dan kesibukannya. ah, andai saja saya bisa mjd sosok seperti  itu suatu saat nanti:D&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adakah di antara sahabat sekalian  yang (pernah) merasakan kegundahan yang sama akan waktunya?seperti apa  strategi yang telah diterapkan untuk mengatur waktu secara lebih baik?  mungkin ruang ini bisa menjadi sarana untuk berbagi. dan tentu saja saya  akan sangat senang sekali untuk mendengarnya:D&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam semangat,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reza&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;picture has been taken from http://blog.iqmatrix.com/mind-map/time-management-mind-map&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5573286293588971565?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5573286293588971565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5573286293588971565' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5573286293588971565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5573286293588971565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2012/01/waktu-dan-kebahagiaan.html' title='Waktu dan Kebahagiaan'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-4127861093431111105</id><published>2012-01-18T15:29:00.000-08:00</published><updated>2012-01-18T15:33:44.616-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Stereotype</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/296067_2591402747429_1325451796_3534864_2020150619_a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 262px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/296067_2591402747429_1325451796_3534864_2020150619_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;"Don't ever judge a book (merely) by its cover!"&lt;/strong&gt; - anonym&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mungkin  ini sebuah ungkapan yang pas untuk menggambarkan pengalaman yang saya  peroleh kemarin malam ketika saya terlibat dan menghadiri sebuah acara  yang digagas bersama dengan rekan-rekan muslim dari sejumlah negara  untuk memperkenalkan makna dan pengalaman ber-Idul Adha di negara kami.  rasanya? luar biasa menyenangkan:D&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah menyimak  sejumlah slide mengenai Idul Adha yang disampaikan secara bergiliran  oleh tiga orang kawan asal Afghanistan, China dan Kosovo, maka para  hadirin hadirat pun dipersilakan untuk beralih ke ruangan lain di mana  telah tersaji sejumlah makanan khas muslim di beberapa negara. selain  sejumlah makanan khas asal timur tengah seperti nasi briyani &amp;amp;  'martabak' (saya tidak tahu namanya:b) Afghanistan, ayam khas Pakistan  dan manisan khas Mesir, tidak ketinggalan pula  'rendang', buah karya  salah seorang kawan asal indonesia:D&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di tengah hiruk pikuk  inilah saya berjumpa dengan seorang berambut gimbal sedang menikmati  segelas besar bir berwarna pekat dan asyik bersandar sendiri ke tembok  kayu di sudut ruangan. interaksi kami bermula ketika ia memperhatikan  ekspresi saya saat mencoba mencicipi minuman sejenis susu khas asia  tengah. sekilas minuman tersebut terlihat seperti susu putih yang  dicampur dengan butir-butir kecil oreo, sehingga asosiasi pertama saya  adalah 'manis':D tegukan pertama betul-betul meluluh lantahkan  stereotype bahwa susu putih = manis. rasanya kecut, seperti di campur  yoghurt!:b spontan saya bertanya, 'apakah ini susu jerman?'. ia pun  menggeleng, 'bukan!', jawabnya singkat. seorang kawan asal uzbekhistan  yang kebetulan mendengar percakapan kami menjelaskan bahwa tidak ada  campuran yoghurt di dalamnya. ah, meskipun terasa aneh, tapi saya  menikmatinya.. menenggaknya sekali lagi sembari memejamkan mata menahan  asamnya, dan menghabiskannya sekaligus pada tenggakan ketiga:D rasanya  seperti minum obat!:b haha..&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Dan obrolan kami pun  berlanjut.. 'anda terlihat sangat menikmatinya', ujarnya sembari  tersenyum. 'ya!', jawab saya singkat. 'apa kamu orang jerman?', tanya  saya, mengingat cukup banyak bule yang hadir malam itu dari sejumlah  negara (saya pun juga bule, hanya saja tidak pirang:b). ia pun menjawab,  'ya, saya berasal dari sebuah kota kecil di perbatasan thueringen dan  sachsen-anhalt'. belakangan saya ketahui bahwa ia seorang mahasiswa S1  di bidang pendidikan dan bahasa inggris. saya yang selalu mengagumi para  penggiat pendidikan sedikit kaget, 'pendidikan?' ia pun kembali  menegaskan, 'ya! pendidikan untuk anak TK!':D wow! ia bercerita betapa  menyenangkannya menjadi pengajar, terutama bagi anak-anak kecil. namun,  dalam hati saya sempat terbersit, 'luar biasa sekali! seorang berambut  gimbal seperti beliau, yang biasanya identik dengan gaya hidup yg  terkesan 'free-style' ternyata jatuh cinta pada dunia anak-anak:D  (punten, lagi-lagi stereotype:b).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;pikiran saya sejenak  melanglang buana ke tanah air. seperti apa kiranya bila ada seorang guru  berambut gimbal sepertinya mengajar di sebuah TK nol kecil di  indonesia?:D ah, tetapi hatinya tampak ramah.. wajahnya pun sumringah.  anak-anak kecil pasti senang berada dan bermain dengannya. ia sempat  berbagi kisah, bahwa seringkali para polisi jerman menghentikannya hanya  karena seorang pengedar narkotika (mungkin) memiliki wajah yang 'mirip'  dengannya. itulah sebab mengapa ia seringkali mengenakan tudung  jaketnya, terutama di kala malam tiba. sekilas saya perhatikan kembali  wajahnya.. ah,sama sekali tidak ada tanda-tanda pengguna narkoba.  wajahnya terlihat segar, nada bicaranya pun mengalun jelas, dengan  senyum yang sesekali mengembang (beginilah susahnya kalo pernah jd mhsw  a.k.a mantan psikologi.. selalu saja nalurinya 'otomatis'  menganalisa:b). haha..        &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Kami menemukan sebuah  kesamaan dalam hal ini! saya pun terkadang merasa dirugikan dengan  stereotype semacam ini. sebagai seorang asia yg hobi berkereta, polisi  jerman paling hobi bertanya, 'selamat pagi! tolong perlihatkan paspor  anda? anda mau kemana?' bla bla bla... dan ini pun berkali-kali terjadi.  terkadang cukup mengesalkan, karena sangat diskriminatif: hanya saya  seorang yg diperiksa! meskipun, alhamdulillah, selalu bisa melewatinya  tanpa masalah:D  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hmm.. jadi seperti apa ya sebaiknya kita  bersikap terhadap 'stereotype'?:D saya pun belum memiliki jawaban yang  tepat. namun, satu hal yang menurut saya perlu kita sadari bahwa  stereotype ini merupakan sesuatu yang kita peroleh dari pengalaman di  sepanjang hidup kita; keluarga kita, lingkungan sekitar kita, dsb.  sehingga adalah hal yang wajar bila kita terkadang ber-stereotype.  bahkan suatu waktu bisa membantu kita untuk 'waspada' terhadap hal-hal  yang tidak kita inginkan. hanya saja, yang perlu kita sadari adalah  'stereotype' tsb memiliki kemungkinan untuk mengalami  'kekeliruan',terutama bila kita kemudian melakukan 'over-generalisasi'  terhadap stereotype yg buruk dan memberikan 'labelling' yang sama kepada  semua orang dgn ciri-ciri tertentu yang kita anggap sama. oleh karena  itu pada waktu-waktu tertentu memerlukan pembuktian utk menguji  keabsahannya (bila diperlukan).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi apa yang dilakukan  oleh para polisi tsb terhadap saya atau terhadap kawan baru saya tsb  ternyata adalah hal yang wajar! karena mereka perlu melakukan  pembuktian. yang ga wajar itu kalau polisi-polisi tsb main tangkap,  tanpa proses dialog di antara kami. bila terbukti saya tidak memiliki  catatan yang salah, maka polisi tsb pun mengucapkan terima kasih dan  berlalu (masalah 'nada pengucapannya' itu bagaimana, itu perkara  'selera':b hehe..). Jadi mekanisme idealnya, stereotype-&amp;gt;uji -&amp;gt;  bila salah, perlu diperbaiki.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang saya jadi  tersadarkan bahwa  sudut pandang saya terkadang mungkin terlalu  saya-sentris a.k.a egois:D haha.. begitulah kita manusia. jadi nampaknya  tepatlah kalau di awal tulisan tadi saya mulai dengan 'jangan menilai  buku (hanya) dari covernya'. buku jangan hanya dinilai dari covernya.  tapi perlu disadari juga, supaya tidak mengundang penilaian yang  tidak-tidak, 'cover' kita pun tidak perlu yang 'neko-neko' (baca:  macam-macam). terlebih karena tidak banyak orang yang memiliki waktu  untuk membaca isinya dengan seksama:D haha..&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Mohon pencerahannya!:D oya, selamat idul adha bagi rekan-rekan yang merayakannya!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;the pic was taken responsibly from http://pandhuwiguna.wordpress.com/page/3/&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-4127861093431111105?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/4127861093431111105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=4127861093431111105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4127861093431111105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4127861093431111105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2012/01/stereotype.html' title='Stereotype'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-6480812310359349542</id><published>2011-11-24T15:04:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T15:07:42.104-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Pemuda Muslim Masa Kini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/261932_2118507725349_1325451796_3071110_1539086_a.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/261932_2118507725349_1325451796_3071110_1539086_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Seorang yang mampu menemukan makna hidupnya  adalah seorang yang mampu untuk mengambil jarak dari dirinya sendiri&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt; -  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;terinspirasi dari Viktor Frankl&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membaca  berita bertajuk "LSI: Minat Salat &amp;amp; Baca Al Quran Kaum Muda Muslim  Rendah "  (http://us.detiknews.com/read/2011/06/14/152950/1660063/10/lsi-minat-salat-baca-al-quran-kaum-muda-muslim-rendah),  membuat saya teringat pada perjumpaan pertama saya dengan salah seorang  tetangga asal Afghanistan sekira 9 bulan yang lalu. Ketika itu kami  saling bertegur sapa, bertukar nama dan ia pun mengucapkan selamat  datang sembari tak lupa dengan senyum lebar ia menyampaikan "I am a  muslim!". Tak lupa saya membalas senyum dan mohon pamit utk berbenah di  hari pertama saya tiba di kota Erfurt tercinta ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selang  beberapa waktu kemudian waktu shalat zuhur pun tiba. Sebagai pendatang  baru yang tak tau menau kemana arah kiblat, saya pun memutuskan untuk  mengetuk pintu tetangga baru saya dan bertanya padanya. Saya bertanya  kepadanya, "are u praying?". Beliau pun dgn ramah merespon, "ya,  sometimes =D". Saya pun lanjut bertanya, "where's the qiblah  direction?". Ia pun hanya tertawa kecil sembari mengangkat kedua  pundaknya, &lt;em&gt;speechless..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Belakangan saya ketahui  bahwa sepanjang tinggal selama beberapa bulan di ibukota negara bagian  Thüringia ini, ia belum pernah sekalipun pergi ke masjid atau bahkan  belum ada motivasi untuk mencari tahu di mana lokasi masjid terdekat  berada. Sekali dua kali alhamdulillah berhasil ia saya bujuk ikut ke  masjid untuk bersama-sama melaksanakan shalat jumat. Namun, pada  kesempatan lain, atas nama 'produktivitas', ia tak mau berkompromi  dengan agenda diskusi kelompok yang berbentrokan dgn jadwal shalat  jumat. Meskipun sebenarnya adalah hal yang mudah baginya untuk  mengondisikannya dan sedikit menyesuaikan waktu pertemuan dgn  kawan-kawan lainnya. Setelah itu cukup lama ia tak pergi bersama untuk  menunaikan shalat jumat. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampai suatu ketika ia tiba-tiba  datang ke saya dengan bersemangat dan bertanya, "Reza, kemana arah  kiblat?". Saya yang masih tertegun, spontan menjawab: "Terbentur apa  kepalamu barusan?". Ia pun meneruskan, "saya kini tengah berada di dalam  pencarian.. saya ingin lebih dekat dengan Tuhan! kehidupan dunia  seharusnya tak membuat kita lupa akan akhirat, reza!". Mendadak kini ia  mengajari saya. Saya pun tersenyum=D Semalam saat saya mencuci priring  seusai makan malam, tampak ragu ia bertanya kepada saya: "Reza,  pernahkah kamu meminum bir?". Sepertinya saya paham kemana arah  pembicaraannya karena beberapa saat sebelumnya sempat saya lihat sebotol  bir tergeletak di dalam lemari pendingin. Sambil tersenyum, saya  katakan padanya, "sebagai seorang muslim, kita perlu memegang  prinsip=D". Mendengar perkataan saya, sekilas ia menatap botol bir yang  kini telah berada di dalam genggamannya, tampak keraguan untuk  melanjutkan niatnya atau menghentikannya saat itu juga. "Ya.. terkadang  ada kalanya kita 'lupa'..", sembari menuang segelas bir dan menegaknya  hingga habis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitulah gambaran kita: "Lupa-Lupa Ingat"=D  seringkali lupa, jarang ingat. Salah seorang guru saya pernah bertutur  menyitir petuah baginda Rasulullah SAW, "iman itu &lt;em&gt;yazid wa yanqus..&lt;/em&gt;  iman itu naik dan turun". Kalau kita mencoba jujur pada diri kita  sendiri, "iman kita ini lebih sering naik, atau lebih sering turun?"=D&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya  pribadi berkaca, bahwa saya pun masih jauh dalam gambaran muslim yang  baik. Dari indikator yang sederhana saja: shalat dan quran. Terkadang  bila ada rangkaian &lt;em&gt;block-seminar&lt;/em&gt; yang biasanya berada pada hari jumat-sabtu dan berlangsung selama dua hari penuh dari pagi hingga petang, saya meminta &lt;em&gt;rukhsah &lt;/em&gt;(baca:  keringanan) kepada Tuhan utk mengganti ibadah shalat jumat dgn shalat  zuhur. Itu pun saya lakukan dengan 'mencuri-curi' waktu jeda makan  siang, &lt;em&gt;menggoes &lt;/em&gt;sepeda secepat-cepatnya agar dapat menggelar  sajadah dengan nyaman di kamar dan berdialog dengan-Nya. (Lihatlah  bagaimana saya membuat justifikasi dengan memberikan penekanan pada  frase " ..'mencuri-curi' waktu jeda.." agar terkesan 'saya telah  berupaya duhai Tuhan, duhai kawan-kawan..'=b). Interaksi dengan quran  pun demikian.. Baru menyentuh lembar kedua, mata saya mendadak terasa  begitu berat, mengantuk. Kapankah kita bisa berinteraksi dengan quran  seperti interaksi kita dengan Facebook?=D   &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalaulah bukan karena kemurahan Allah untuk menutupi aib saya dengan &lt;em&gt;husnuzhan&lt;/em&gt;  (prasangka baik) yang ditampilkan oleh kawan-kawan yang lain, tentulah  saya tiada dapat memperoleh kesempatan untuk menjadi lebih baik.  Momentum-momentum perbaikan diri itu seringkali hadir lewat berbagai  peristiwa, namun terkadang kita kurang peka untuk bergegas menyambutnya.  Seperti kejadian berikut ini: mendadak salah seorang kawan yang belum  pernah saya kenal sebelumnya mengontak bahwa ada seorang kawan yang  tertarik untuk mengenal lebih banyak tentang Islam. Ia begitu  bersemangat untuk mencari tahu lebih banyak tentang kebenaran Islam.  Sementara saya lebih sering terhenti pada pertanyaan (apakah Islam ini  agama yg benar?; apa betul Quran itu kitab Tuhan?,dsb), bukan pada  pencarian jawaban. Ah, ini mungkin cara Tuhan menegur hambaNya yang  sudah begitu lama terlupa, seakan berucap "&lt;em&gt;Mari.. kenali Aku lebih dekat!&lt;/em&gt;".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa  unik lainnya pun saya alami ketika saya begitu berat melangkah guna  menghadiri sebuah acara keislaman di daerah selatan yang digagas oleh  organisasi masyarakat muslim Indonesia di Jerman (FORKOM  http://www.forkom-jerman.org/), terutama karena jarak yang jauh  terbentang (sekira 7,5 jam perjalanan kereta). Tiada angin tiada hujan,  seorang kawan di tanah air mendadak menghubungi dan meminta saya untuk  menengok kabar seorang kerabatnya di kota yang persis sama dgn kota  pelaksanaan acara tsb. Wajah seorang adik kelas yang sudah begitu lama  tak berjumpa di kota tsb pun terlintas, menanti utk disilaturahimi.  Rangkaian peristiwa ini, seolah-olah mencoba berkata, "Sudah &lt;em&gt;bismillah.. &lt;/em&gt;kamu  harus berangkat!",maka  saya pun bulat untuk berangkat. Sepulang dari  sana saya membawa serangkaian titipan salam untuk disampaikan.. begitu  indah=D&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah kawan-kawan sekalian mengalami kejadian  serupa?=D  terkadang saya menduga, boleh jadi momentum-momentum semacam  ini hadir atas doa orang tua-orang tua kita, guru-guru kita,  sahabat-sahabat kita agar kita tetap senantiasa terjaga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Viktor Frankl, seorang psikolog yang justru menemukan makna hidupnya di dalam kamp konsentrasi Nazi, menuturkan dalam karyanya  &lt;em&gt;Man's Search for Meaning  &lt;/em&gt;(yang diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dari judul aslinya &lt;em&gt;Ein Psychologe erlebt das Konzentrationslager&lt;/em&gt;; seorang psikolog yang mengalami kamp konsentrasi) bahwa eksistensi manusia ditandai oleh setidaknya tiga hal: &lt;strong&gt;Spritualitas&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Kebebasan&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;Tanggung Jawab&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal  yang pertama, "spiritualitas" adalah sesuatu yang abstrak, tiada dapat  terlukis oleh materi. Namun dapat dipengaruhi oleh 'dunia material'.  Selanjutnya "kebebasan" merupakan sebuah keadaan dimana manusia memiliki  kecenderungan untuk tidak mau &lt;em&gt;didikte&lt;/em&gt;; terlebih kita sebagai  'anak muda' yang katanya berada pada 'masa-masa pemberontakan'=D haha..  Hal terakhir inilah yang harus selalu kita ingat, bahwa setiap pilihan  yang kita buat mestilah mengandung 'tanggung jawab'. Sehingga ada  baiknya, sebelum mengambil sebuah keputusan kita pertimbangkan apa  konsekuensi selanjutnya bagi kita, orang-orang terdekat kita, dan  lingkungan. Tidak perlu risau dengan ucapan sebagian orang yang  berpendapat, "&lt;em&gt;menjadi bijak itu adalah haknya orang-orang tua&lt;/em&gt;".  Dikotomi 'tua' dan 'muda' tentu perlu kita letakkan dalam koridor yang  tepat, dalam konteks yang sesuai. Bukan begitu kawan?=D&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi,  sekarang kalau ada yang bertanya kepada kita "gimana caranya supaya  eksis sebagai pemuda (muslim)?", maka jawablah: "dengan lebih dekat  kepada Tuhan, bebas, namun tetap bertanggung jawab". Bagaimana?=D haha..&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan. Please enjoy ur life!=D&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;salam pemudi-pemuda!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;#dari saya yang tiba-tiba dpt inspirasi nulis note pas lagi 'stuck' bikin outline presentasi minggu depan!=b&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;pic taken from: http://www.inpursuitofmeaning.com/wp-content/uploads/2010/01/stairway-to-heaven.jpg&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-6480812310359349542?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/6480812310359349542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=6480812310359349542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/6480812310359349542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/6480812310359349542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2011/11/pemuda-muslim-masa-kini.html' title='Pemuda Muslim Masa Kini'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-8953924955042961445</id><published>2011-11-24T14:56:00.000-08:00</published><updated>2012-01-18T15:29:05.353-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Berdialog dengan Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/228227_2032439093687_1325451796_2962363_8123252_a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/228227_2032439093687_1325451796_2962363_8123252_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;blockquote&gt;Kesuksesan yang terbesar adalah keberhasilan menerima diri sendiri - Ben Sweet&lt;/blockquote&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesuksesan  merupakan sebuah kata yang begitu mempesona. Bagaimana tidak, ia begitu  didambakan oleh banyak orang. Adakah seorang diantara kita yang tidak  ingin sukses? Saya meyakini, &lt;em&gt;haqqul yaqiin&lt;/em&gt; bahwa anda, saya, dan kita semua ingin sekali menjadi seorang yang sukses! &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Baik..  Kalau kita ingin menjadi sukses, apa sesungguhnya arti sebuah  kesuksesan? Sekali waktu, terutama bila kita belum pernah mencobanya,  ada baiknya kita meluangkan waktu tuk benar-benar menjawabnya. Cobalah  pejamkan mata kita kemudian maknai, resapi sejenak, &lt;strong&gt;seperti apa diri kita yang 'sukses'&lt;/strong&gt; itu?=D&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mungkin  sebagian kita melihat dalam imajinasinya, bahwa gambaran ia yang sukses  adalah ia yang sedang tersenyum.. tulus sekali.. hingga nampak giginya  yang putih berseri-seri, raut kegembiraan wajah orang-orang yang ia  cintai, berpadu dalam sebuah nuansa yang begitu damai, tenteram,  bahagia!=D&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentu masing- masing kita memiliki penghayatan yg  berbeda tentang arti sebuah kesuksesan. Gambaran yang telah saya  sampaikan sebelumnya hanyalah sebuah contoh tuk menunjukkan bahwa pada  dasarnya kesuksesan merupakan sesuatu yang lahir dari dalam hati kita  untuk mengapresiasi kita yang bahagia=D&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan selanjutnya yang mungkin menarik untuk kita ajukan adalah lantas &lt;strong&gt;bagaimana caranya meraih kesuksesan&lt;/strong&gt;?  Saya pribadi berpendapat bahwa cara-cara tuk menggapai kesuksesan pada  hakikatnya telah kita ketahui, namun sayangnya seringkali tidak kita  sadari. Kita sebenarnya tahu, hanya tidak jarang kita tidak mau  betul-betul tahu. Hmm.. apa iya begitu?=D sekarang begini.. coba  tuliskan secara spontan (dalam waktu 30 detik), apa yang terpikir di  dalam benak kita, bila kita ditanya mengenai hal-hal apa saja yang kita  perlukan untuk menjadi sukses? mulai!=D&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;bekerja keras,  disiplin, memperbanyak doa, planning yang terencana, mencari lingkungan  yang mendukung , meningkatkan kualitas diri, mengevaluasi diri di  setiap penghujung hari.. ga ada ide ga ada ide.. tetap menjaga  semangat..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;ini beberapa hal yang terlintas secara  spontan di dalam benak saya sendiri. bagaimana dengan anda?=D tentu  beragam hasilnya.. 30 detik tentu tidaklah cukup tuk merumuskan strategi  pencapaian kesuksesan, tapi terlepas dari itu semua, simulasi tsb  merupakan sebuah ilustrasi utk membuat kita kembali tersadarkan..  (semoga=D)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;sadarkah kita bahwa sesungguhnya Tuhan telah  mengaruniai kita sebuah akal yang begitu mengagumkan, yang dengannya  bahkan kita bisa menjawab hal-hal yang awalnya nampak begitu asing bagi  kita, semisal kesuksesan? saya berasumsi bahwa kita mampu melakukannya  karena kita yang saat ini adalah kita yang telah berproses.. kita yang  tiada henti belajar dari lingkungan tentang nilai-nilai; apa yang baik  dan buruk untuk kita terapkan di dalam hidup kita. Seandainya saja kita  mau jujur kawan, dengan karunia seluar biasa ini, mengapa kita masih  belum saja sukses kawan? Opini saya, itu terjadi karena kita terlalu  sering memperhatikan 'keluar', namun begitu jarang 'ke dalam'.. terlalu  sibuk berkaca pada 'kesuksesan orang lain' dan terlupa tuk memberikan  apresiasi yang cukup terhadap diri kita sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kembali  ke deretan kata yang berhasil kita ungkap sebelumnya secara spontan  tentang cara meraih kesuksesan, maka ada baiknya bila kita  mengevaluasinya satu per satu.. sudahkah kita mewujudkannya?=D&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diri saya menyebutkan kata pertama: 'bekerja keras'.. sudahkah saya tergolong sbg seorg pekerja keras?&lt;em&gt;self-evaluation&lt;/em&gt;..  hmm.. tampaknya belum. Di pagi hari saya terbangun dgn malas  menyongsong hari.. kasur yang empuk membuat saya sulit bergerak. Yang  kedua, 'disiplin'. hmm.. juga belum. saya menjalani hari sesuka hati,  tanpa ada arahan yang jelas, tiada prioritas. agenda harian hanyalah  agenda yang bila tidak dikerjakan hari ini, dikerjakan pada hari  berikutnya, atau pada hari setelah hari berikutnya. prokrastinasi masih  setia mengikuti hari-hari saya.. dan seterusnya..&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila  kebanyakan hasil evaluasi saya terhadap kriteria tsb ternyata 'belum  terpenuhi', maka pantaslah saya tidak kunjung sukses! maka dengan  demikian tepatlah apa yang disampaikan oleh Sweet di awal perjumpaan  kita tadi, bahwa &lt;em&gt;'kesuksesan yang terbesar adalah keberhasilan menerima diri sendiri'&lt;/em&gt;  ; diawali dengan menerimanya, mendengarnya sepenuh hati, kemudian  menjadikannya sebagai pondasi untuk mengembangkan diri dan  bersungguh-sungguh menjadi lebih baik dari hari ke hari,waktu ke waktu  melalui perilaku nyata kita sendiri. Kalau sudah begitu, masa sih kita  tidak sukses juga?=D haha..&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;salam hangat untukmu para pendamba kesuksesan! semoga berkenan..&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;source picture: http://shouzyie.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-8953924955042961445?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/8953924955042961445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=8953924955042961445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/8953924955042961445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/8953924955042961445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2011/11/kesuksesan-yang-terbesar-adalah.html' title='Berdialog dengan Kesuksesan'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-3456062457040793018</id><published>2011-11-24T14:44:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T14:55:36.529-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Eropa kini di mata saya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/226403_2021779587206_1325451796_2947372_6103429_a.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 120px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/226403_2021779587206_1325451796_2947372_6103429_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Manusia merasa terganggu bukan oleh hal lain, melainkan oleh cara pandangnya akan hal-hal tersebut” – Stoic Epictetus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, telah lewat pukul dua dini hari dan saya belum bisa tertidur menyimpan sejumlah tanda tanya besar di kepala.. Serangkaian diskusi maupun berbagai obrolan hangat di sepanjang minggu lalu tiba-tiba kembali menyadarkan saya, bhw dunia kita ini sesungguhnya masih menyediakan begitu banyak ‘ladang potensial’ utk dikembangkan=D jd bagi sahabat sekalian, baik yg masih berstatus mahasiswa, baru saja menyandang gelar sarjana, maupun telah lama menghirup udara dunia kerja.. jangan pernah khawatir kehabisan ladang berkontribusi! Sebagian topik di antaranya berkisah tentang kondisi di berbagai negeri Eropa maupun institusinya (baca: Uni Eropa), tidak lupa pula tentang masa depan negeri=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh saya bertanya kepada sahabat sekalian, “Apa kesan yang terlintas di benak kita saat pertama kali mendengar kata ‘Eropa’?” Dahulu, di benak saya negeri-negeri Eropa merupakan sebuah ‘negeri tanpa cela’, terutama bila kita mencoba memandang mereka dari sisi kalkulasi ekonomi. EU (atau yg dikenal dengan Uni Eropa) merupakan area yg sangat atraktif bagi para pelaku bisnis dunia, wa bil khusus karena Uni Eropa dianggap sbg sebuah ‘kawasan model’ (baca: percontohan) yg dianggap paling berhasil dlm dengan menggenjot roda perekonomian regionalnya dibandingkan dgn kawasan lainnya. Faktanya memang demikian.. namun, apabila kita telisik lebih jauh ternyata EU pun menyisakan berbagai ‘kebimbangan’ yang amat sangat kompleks untuk diatasi, bahkan bisa saya katakan ‘jauh lebih serius’ dibanding permasalahan yang dihadapi oleh bangsa-bangsa dunia ketiga di kawasan Asia maupun Asia Tenggara secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebimbangan yang pertama, menyangkut ketimpangan tingkat kesejahteraan berbagai negara di kawasan eropa. Bila ada di antara sahabat sekalian yang masih berpikir bahwa seluruh negara eropa merupakan negara ‘maju’, maka barangkali tulisan ini bisa sedikit memberikan gambaran bahwa eropa tidaklah ‘semaju’ yang kita duga.  Di antara 27 negara anggota EU, ada beberapa negara yang kini masih memiliki permasalahan serius dengan perekonomiannya dan tingkat kesejahteraan warganya, sebut saja rangkaian krisis finansial di negeri ‘saint seiya’ Yunani (info lbh lanjut bisa dilihat disini:&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; http://www.cnn.com/2010/BUSINESS/02/10/greek.debt.qanda/index.html&lt;/span&gt;), di negeri ‘matador’ spanyol (info lebih lanjut bisa dilihat disini: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://www.guardian.co.uk/commentisfree/2011/mar/30/eurozone-crisis-spain-pain-editorial&lt;/span&gt;), maupun di ‘negeri asal Ronan Keating’ Irlandia (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://www.guardian.co.uk/business/ireland-business-blog-with-lisa-ocarroll/2011/apr/01/ireland-banking-crisis&lt;/span&gt; atau di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/2008%E2%80%932011_Irish_financial_crisis&lt;/span&gt;). Semuanya mendekati titik nadhir alias ‘collapse’! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebimbangan kedua, jauh lebih filosofis daripada yang pertama.. mengapa? Ketika beberapa negara Eropa bersepakat untuk membentuk EU, maka ada sekian hal yang harus ‘dikorbankan’ dari kedaulatan (baca: sovereignty) masing-masing bangsa tsb. Kalau dulu, proses pengambilan keputusan hanya melibatkan berbagai institusi ‘dalam negeri’, kini proses pengambilan keputusan harus dilakukan bersama-sama pada tingkat ‘supra-nasional’. Salah satu implikasi nyatanya, tentu membuat proses pengambilan keputusan menjadi jauh lebih kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi lain yang juga tidak kalah penting, menyangkut siapa yang sesungguhnya berhak untuk mewakili EU di mata internasional? Scr de jure, memang disebutkan bahwa EU secara eksternal direpresentasikan oleh the Presidency of the Council of the European Union. Namun scr de facto, kepemimpinan EU di mata internasional (khususnya di Asia Pasifik, simak ‘lecture on The EU through The Eyes of Asia’ berdasarkan penelitian terkini Chaban &amp;amp; Holland di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=-K7XwhbZw2w&amp;amp;feature=related&lt;/span&gt;) masih menyisakan tanda tanya besar dan lebih banyak diperankan oleh trio EU (Jerman, Inggris &amp;amp; Perancis). Kondisi ini menjadi lebih kompleks karena ketiga negara ini memiliki ‘kepentingan’-nya masing-masing. Merujuk kepada salah seorang prof saya, prof Weisskirchen (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Gert_Weisskirchen&lt;/span&gt;), masing-masing negara tsb memiliki kecenderungan natural untuk ‘lebih mengutamakan kepentingan negara dibandingkan kepentingan EU itu sendiri’, gejala ini terutama (menurut beliau) secara konsisten ditunjukkan oleh Sarkozy, dari Perancis (baca: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://www.ecfr.eu/page/-/documents/Torreblanca-Sarkozy-Foreign-Policy.pdf&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan memprihatinkan lainnya, terlihat pula dari nilai-nilai yang berkaitan dengan kepedulian antara sesama. Contoh yang tepat, salah satunya mungkin bisa tercermin dari bagaimana kebijakan Berlusconi, Italy dalam merespon gelombang pengungsi dari afrika, sebagian besar Tunisian (belakangan membuat hubungan Italy-France ‘memanas’), yang kurang lebih dapat disimpulkan sebagai berikut: “Para pengungsi yang tiba di perbatasan Italy, silakan langsung ambil kereta menuju perancis!” (baca: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://24worldnews.net/world-news/france-stops-italy-migrant-trains/&lt;/span&gt;). Prof. Weisskirchen menggambarkannya sebagai sebuah fenomena ‘saling lempar tanggung jawab’, yang memperlihatkan ketidak-acuhan satu negara dengan negara lainnya (di dalam EU) untuk saling menanggung masalah bersama-sama (sebagai konsekuensi mjd anggota EU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleksitas ini belum ditambah dengan kondisi geopolitik EU, terutama dalam relasinya dengan negara-negara tetangganya. Prof. Mahbubani (dekan LYSPP, singapore) dalam bukunya ‘The New Asian Hemisphere’ bahkan menempatkan EU di posisi ‘kedua dari bawah’ setelah ‘the Soviet Union’ dalam ‘Rangking of Geopolitical Incompetence’ (simak perdebatan menarik bertajuk ‘Asia vs Europe: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Which Region is More Geopolitically incompetent?’ di http://www.youtube.com/watch?v=K6wblfoRb14&amp;amp;feature=BFp&amp;amp;list=WL2D1CC90353BF712F&amp;amp;index=10&lt;/span&gt; atau pidato beliau dlm versi yang lebih ringkas di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=4GEcXVbsEX8&lt;/span&gt;). I would recommend his book, definitely!=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan diskusi saya di kelas dengan beberapa kawan yang kesemuanya berasal dari beberapa negara Eropa (Jerman, Rumania, Macedonia &amp;amp; Rusia) plus dua orang asal Afghanistan, Kondisi EU ini nampaknya bisa dirangkum dalam pernyataan Mc Cormick (1999) berikut: &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“The world does not yet quite know what to make of the European Union, in large part because the European Union does not yet quite know what to make of itself”&lt;/span&gt;. Di akhir diskusi, saya sampaikan kepada prof Weisskirchen &amp;amp; kawan-kawan, bahwa “Asia (dengan berbagai permasalahannya) nampak masih jauh ‘lebih beruntung’ daripada Eropa!=D” (akhirnya, saya sbg ‘Asian’ bisa menemukan sebuah poin yg membuat kita sedikit lebih ‘unggul’ dibandingkan kawan-kawan ‘European’).  Europe is now simply at the point of ‘no return’.. kalau dalam bahasanya ‘Warkop DKI’: maju kena, mundur kena!=b&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kawan mungkin berpendapat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“ini adalah waktu yang tepat bagi muslim untuk menjadi bagian dari solusi&lt;/span&gt;=D” Tapi, nanti dulu.. Mengamati bagaimana dinamika muslim, di Eropa &amp;amp; Middle-East pada khususnya, muslim pun kini masih berlomba dengan waktu untuk mengatasi berbagai tantangan internal (baca: diantaranya tingkat pengangguran &amp;amp; pendidikan) maupun eksternal (baca: ‘Islamophobia). Keduanya, kini menurut saya, menghasilkan sebuah kondisi ‘mistrust’ (baca: ketidakpercayaan) terhadap solusi yang dapat dihadirkan oleh Islam. Bila sahabat (yang beragama Islam) ditanya, apa yang bisa ditawarkan Islam sebagai solusi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban apa yang akan anda berikan dalam tataran konkrit?=D Saya pribadi, masih belum memiliki solusi yang nyata, misalnya ketika kawan-kawan bertanya mengenai bagaimana mengatasi kondisi ‘Islamophobia’ yang kini melanda eropa, khususnya di Inggris dan Perancis  (semoga ada sahabat di Inggris maupun Perancis yang berkenan berbagi=D). Saya pribadi baru mampu memberikan saran yang bersifat umum dengan mendorong terjadinya komunikasi yang lebih terbuka dengan komunitas muslim guna mengatasi prejudice yang didasari oleh keterbatasan dalam hal informasi. Namun, belum mampu memberikan konsep yang lebih ‘real’, misalnya dalam mengatasi perilaku sekelompok ‘oknum’ pemuda Turki kaya (yang dikategorikan oleh masyarakat jerman sebagai ‘muslim’) di sebuah kawasan tertentu di Berlin, yang kerap menampilkan perilaku berlalu-lintas yang meresahkan warga sekitar dengan arogansi ‘mainan’ mobil mercedez-nya. Wallahua’lam. ‘Uncertainy’ nampaknya menjadi sebuah kata yang mewakili seluruh rangkaian diskusi saya minggu lalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan negeri kita?=D Hingga saat ini, saya masih belum bisa menemukan jawaban yang memuaskan (minimal bagi diri saya sendiri) terhadap pertanyaan berikut: “Mengapa negara sepotensial Indonesia masih belum juga mampu menjadi sebuah negara maju?”. Saya memang mendengar bahwa kita ini masih belum kompak, krisis kepemimpinan dan keteladanan, dan sekelumit permasalahan lainnya. Tapi coba telaah bagaimana perjalanan historis negara tetangga kita, Singapura (semoga di lain kesempatan saya dapat berbagi tentangnya). Dari sebuah negeri ‘tanpa nama’, ‘tanpa nasionalisme’ hingga kini menjadi salah satu negara super kaya.. dan Singapura ibarat sebuah titik dibandingkan pulau-pulau di sepenjuru Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita harus mulai dari mana? Seringkali saya khawatir bahwa sepulangnya saya nanti pun tidak mampu memberikan sumbangsih apa-apa bagi masyarakat. ‘Zona nyaman’ ini betul-betul membuat saya terlena. The problems are simply too complicated! Rasa-rasanya, berkontribusi di sebuah desa kecil dan berupaya mengembangkan masyarakatnya sepenuh hati jauh lebih baik daripada ‘terjun’ ke sebuah area yang penuh konflik, sarat berbagai ‘kontaminasi negatif’. Sekiranya sahabat berada di posisi saya, memperoleh kesempatan studi di Jerman, apa yang akan sahabat sekalian lakukan?=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan nampaknya ada dalam ‘sistem’, bukan ‘orang’. Sehingga secara teoritis, keteguhan dalam mengemukakan &amp;amp; bertahan dalam prinsip-prinsip kebaikan, seharusnya menjadi keniscayaan sebagai pondasi berkarya kita. Dalam tataran praktis, tentu sahabat sekalian yang kini sudah terjun ke dalam institusi-institusi pemerintahan maupun swasta yang lebih mafhum dari saya baru belajar beretorika. Terima kasih atas kesediaannya untuk menjadi sahabat berbagi kegamangan=D selamat beraktivitas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;picture source: http://www.europeword.com/blog/tag/european-union-countries/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-3456062457040793018?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/3456062457040793018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=3456062457040793018' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3456062457040793018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3456062457040793018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2011/11/eropa-kini-di-mata-saya.html' title='Eropa kini di mata saya'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-1334481752918296708</id><published>2011-01-18T02:02:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T02:12:16.766-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gerakan'/><title type='text'>Rektor &amp; Professor Turun Kejalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/TTVnXm_YG5I/AAAAAAAAAEQ/RHW9GZFQuPg/s1600/0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/TTVnXm_YG5I/AAAAAAAAAEQ/RHW9GZFQuPg/s200/0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563466569987136402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posting salah seorang kawan di Milis PPI Jerman ini sepertinya sangat menarik untuk ditelaah.. Rektor menghimbau Professor &amp;amp; Civitas Akademika utk turun ke Jalan? Ini bersejarah ini! Langsung saya taruh di kategori "Gerakan". hehe.. Selamat membaca=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa turun kejalan? Biasa.. berita yang cukup sering kita dapati. Bagaimana&lt;br /&gt;dengan berita rektor dan professor turun ke jalan? Ini mungkin berita yang cukup&lt;br /&gt;unik dan luar biasa. Berita ini datang dari negeri rantau Belanda. Reportase ini&lt;br /&gt;diawali dari status fb seorang kawan yang berkuliah di universitas tetangga (TU&lt;br /&gt;Delft) yang menyatakan bahwa rektornya mengajak seluruh professor untuk&lt;br /&gt;berdemonstrasi. Menarik.. Saya beri jempol (namun diri belum sepenuhnya "ngeh",&lt;br /&gt;mengenai berita ini:p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya buka email universitas saya (Uni Erasmus Rotterdam), ternyata saya&lt;br /&gt;juga mendapati tembusan email dari rektor saya yang mengajak para fakultas dan&lt;br /&gt;civitas akademika untuk turun ke jalan pada tanggal 21 Januari depan di Den&lt;br /&gt;Haag. Untuk menyukseskan agenda ini, Sang Rektor membolehkan pembatalan kuliah&lt;br /&gt;pada hari ini. Aksi ini dilakukan berkaitan dengan rencana pemerintah Belanda&lt;br /&gt;untuk memotong anggaran pendidikan sebesar 370 Juta Euro. Hal ini ditengarai&lt;br /&gt;akan memiliki efek yang signifikatif pada kegiatan riset, operasi pendidikan,&lt;br /&gt;dan hajat hidup civitas akademika. Berita ini juga saya temukan di weblink&lt;br /&gt;universitas kota tetangga (&lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="yshortcuts" id="lw_1295344486_7"&gt;Universitas&lt;/span&gt; Groningen). (buka url ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menarik karena Rektor dan Professor yang sering dikiaskan dengan&lt;br /&gt;ketenangan kali ini ikut turun kejalan bersama mahasiswa untuk mengekspresikan&lt;br /&gt;perhatian mereka terhadap rencana pemerintah yang bertentangan dengan nurani&lt;br /&gt;mereka. Untuk kasus tanah air kita, kalau boleh menyusun skala prioritas, tentu&lt;br /&gt;transparansi dan asessment efektifitas penyaluran anggaran pendidikan sebesar&lt;br /&gt;20% APBN menjadi prioritas utama, karena anggaran kecil yang akuntabilitas&lt;br /&gt;dananya jelas sering kali lebih terasa manfaatnya dari anggaran yang besar namun&lt;br /&gt;tidak akuntabel. Semoga alokasi dana sebesar itu dapat dirasa manfaat&lt;br /&gt;kongkritnya bagi seluruh kalangan masyarakat. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar berbagi cerita menarik dari rantau. Jadi teringat wejangan dari suatu&lt;br /&gt;buku yang saya lupa judulnya, "Bila civitas akademika dan kaum rohaniwan sudah&lt;br /&gt;akrab dengan kekuasaan maka kehancuran suatu negara adalah resikonya". Bagaimana&lt;br /&gt;dengan negeri kita? hehehe..;) Semoga civitas akademika dan rohaniwan di negara&lt;br /&gt;kita tetap netral dan berkiblat pada kebenaran. Amin. "Semoga Tuhan meridhoi&lt;br /&gt;kita untuk menghamba dan hanya tunduk pada Yang Maha Esa saja". Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr Wb&lt;br /&gt;Meditya Wasesa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Milis PPI Jerman, tulisan serupa dapat ditemukan juga di / http://meditya-wasesa.blogspot.com/2011/01/rektor-professor-turun-kejalan.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar berasal dari : http://i.ytimg.com/vi/3e5eUmTyxGE/0.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-1334481752918296708?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/1334481752918296708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=1334481752918296708' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1334481752918296708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1334481752918296708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2011/01/rektor-professor-turun-kejalan.html' title='Rektor &amp; Professor Turun Kejalan'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/TTVnXm_YG5I/AAAAAAAAAEQ/RHW9GZFQuPg/s72-c/0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5596132380203771472</id><published>2010-11-16T16:43:00.000-08:00</published><updated>2010-11-16T16:45:52.764-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religius'/><title type='text'>Berbagi Makna Idul Adha</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Malam Takbiran dan Kebebasan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sangat berbeda dengan pengalaman yang biasa terjadi di tanah air, saya melewati malam takbiran Idul Adha tahun ini di dalam ruang baca &lt;em&gt;Bibliothek&lt;/em&gt; (baca: Perpustakaan) kampus Uni Erfurt. Saya terduduk seorang diri di sana hingga pukul sembilan malam lebih lima puluh lima menit, ditemani laptop tua saya &amp;amp; sebuah buku bertajuk “Freedom” karya Nigel Warburton.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terdiam mendengarkan celoteh beberapa tokoh semisal John Locke, John Stuart Mill dan Isaiah Berlin mengemukakan argumen mereka tentang makna sebuah kebebasan. Mill dan Berlin, tidak ada satu pun di antara mereka yang berhenti sejenak tuk mengucapkan selamat hari Raya Idul Adha yang akan tiba keesokan hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hanya Locke seorang yang di penghujung malam, sempat berpesan: &lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Without genuine belief, prayers and religious ceremonies are just empty words and insincere action.."&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Saya pun mengangguk, diiringi alunan nada yang memecah hening malam diikuti rangkaian kalimat, “Perpustakaan akan tutup dalam waktu sepuluh menit”. Hmm.. waktunya berkemas pulang=D&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di perjalanan pulang menuju rumah, sembari mengatasi dinginnya malam musim dingin, pikiran saya pun melayang memaknai  arti sebuah kebebasan. Sudahkah saya benar-benar memiliki kebebasan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Malam ini misalnya.. Apakah desakan membaca buku sebagai sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi seorang mahasiswa, yang (mungkin) tidak sepenuhnya merupakan cara yang &lt;em&gt;afdhal&lt;/em&gt; (baca: utama) untuk melewati malam takbiran termasuk kategori “mengekang kebebasan” saya (sebagai seorang muslim)? Atau beberapa mahasiswa muslim yang esok pagi memiliki jadwal mata kuliah yang berbenturan dengan waktu pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha di masjid terdekat termasuk yang tidak memiliki kebebasan?  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hmm.. Dalam hal ini nampaknya saya lebih cenderung melihat dari sudut pandang Berlin dalam “Two Concept of Liberty” mengenai apa yang dikatakannya sebagai “Positive Freedom”. Berbeda dengan konsep “Negative Freedom” yang selalu menekankan tentang ‘&lt;em&gt;Freedom from interference &lt;/em&gt;’ (kebebasan dari segala bentuk intervensi pihak lain) &lt;em&gt;an sich&lt;/em&gt;, konsep ‘kebebasan positif’ lebih melibatkan penilaian rasional akal; memprioritaskan aktivitas yang lebih berfaedah di atas aktivitas yang (kita nilai) lebih kurang tak berfaedah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pilihan saya untuk menghabiskan ‘malam takbiran’ di perpustakaan kampus, merupakan pilihan rasional saya, yang saya nilai lebih baik daripada pilihan aktivitas lain yang tersedia semisal: terpaku di depan &lt;em&gt;Facebook&lt;/em&gt; selama sekian jam, pergi bersosialisasi ke pub-pub malam, atau bahkan yang lebih parah lagi: melamun memikirkan kapan saya bisa merasakan kiriman ketupat, opor dan rendang dari tanah air untuk panganan esok hari=b Bagaimana pun situasinya, pilihan tetap ada di tangan saya. Inilah kebebasan yang saya pahami.. Tidak kurang dan tidak lebih. Dan saya pun terlelap dalam damai..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Makna Idul Adha&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Idul Adha di Jerman tahun ini, berdasarkan informasi dari persatuan ulama muslim Jerman, KRW (&lt;em&gt;Koordinationrat der Muslime&lt;/em&gt;) di Köln, jatuh pada hari selasa, 16 November 2010. Usai pelaksanaan ibadah Shalat Jumat pekan yang lalu, Imam masjid Erfurt pun sudah menginformasikan bahwa Shalat Idul Adha insya Allah akan dilaksanakan pada hari selasa pukul 08.00 CET.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada hari yang ditentukan, saya bersama dengan beberapa orang kawan muslim asal Pakistan, Bangladesh, Tajikistan dan seorang muslimah asal Indonesia terlebih dahulu bertemu di lobi asrama mahasiswa pada pukul 07.15 CET, untuk kemudian bersama-sama berangkat menuju masjid. Setelah menunggu selama lebih kurang 15 menit, akhirnya kami pun mulai melangkah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti hari biasa pada umumnya, di sepanjang jalan yang dilewati &lt;em&gt;Tram&lt;/em&gt;, tidak ada satu pun umbul-umbul ucapan selamat hari Raya Idul Adha dari pemda setempat, juga tidak ada poster maupun spanduk berbagai lembaga &amp;amp; panitia pengelola hewan Qurban yang biasa meramaikan berbagai ruas jalan ibukota.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesampainya kami di pintu masjid, angka di jam tangan saya telah menunjukkan pukul 08.00 CET. Alhamdulillah, kami beruntung karena ibadah shalat Ied belum dimulai. Di dalam ruangan tsb, sudah hadir lebih kurang empat puluh hingga lima puluh jamaah laki-laki dari berbagai usia dan berbagai warna kulit. Para Muslimah memiliki ruangan tersendiri. Salah seorang di antara pengurus masjid memegang &lt;em&gt;mic, &lt;/em&gt;mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid.. diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir. Persis seperti di tanah air, meskipun dengan alunan nada yang sedikit berbeda=D&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Shalat Ied pun dimulai. Rakaat pertama tujuh kali takbir, dan rakaat kedua lima kali takbir. Setelah shalat usai, imam pun menyampaikan khutbahnya dalam bahasa Jerman dengan sesekali beralih ke bahasa Turki. Sepenggal khutbah beliau adalah, &lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Makna Idul Adha adalah untuk mendekatkan kita satu sama lain.. saling mengetahui bagaimana kabar sesama. Pada hari ini, kita mengundang kerabat dan kawan, yang dalam keseharian dekat maupun tidak terlalu dekat, untuk hadir ke rumah kita.. kita sajikan makanan dan minuman sekedarnya. Inilah bagian dari makna Idul Adha”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.  &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dilanjutkan dengan sesi ramah tamah, para jamaah saling berpelukan &amp;amp; bersalaman dengan hangat, tersenyum sembari mengucap “&lt;em&gt;Happy Ied Mubarak, Bruder&lt;/em&gt;”=D Cukup lama saya peluk tubuh Imam yang besar, sembari mengaminkan doa yang beliau bisikkan pelan ke telinga.. “&lt;em&gt;Barakallahulii wa lakum, ya ustadz&lt;/em&gt;”, jawab saya singkat. Di luar ruangan shalat, berbagai panganan kue dan minuman ringan plus teh hangat telah tersedia. Momen ini saya manfaatkan untuk bersilaturahim &amp;amp; berkenalan dengan beberapa mahasiswa muslim tahun kedua, yang tengah menempuh studi di tempat yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sayangnya saya tidak sempat bertanya mengenai bagaimana tradisi pemotongan hewan qurban di kalangan muslim Jerman. Yang jelas, saya tidak melihat lubang-lubang yang biasa dibuat di sekitar masjid di Indonesia untuk pemotongan hewan Qurban. Tapi pekan yang lalu, saya sempat mendengar bahwa pengurus masjid bersedia menerima sumbangan uang untuk membeli hewan Qurban dari para jamaah dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Opor Ayam “Alhamdulillah”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada peringatan Idul Adha tahun ini, saya cukup beruntung karena mendapatkan undangan makan siang dari seorang kawan asal Indonesia untuk mencicipi berbagai masakan khas Indonesia semisal Rendang, Gulai dan Opor. Ia juga turut mengundang beberapa kawan mahasiswa non muslim yang kebetulan studi di tempat yang sama untuk turut mencicipi racikan bumbu Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, sayangnya pada jam yang ditentukan saya tidak dapat turut hadir. Seorang kawan mendadak membutuhkan pertolongan. Tak sanggup saya menolak. Mencoba sedikit berempati, di tempat yang sangat jauh dari sanak keluarga, siapakah yang dapat membantu kita di tengah kesulitan selain seorang teman bukan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya pun mengestimasi, mungkin 30 menit cukup untuk membantu kawan tsb hingga tuntas sehingga bisa segera bergabung menikmati santapan istimewa hari raya=D Waktu pun bergulir, satu jam.. dua jam.. hingga akhirnya, alhamdulillah, terselesaikanlah permasalahan kawan tsb. Namun, sayang beribu sayang, sekira setengah jam yang lalu, sang empunya acara menginformasikan bahwa panganan sudah habis!=b Diiringi derai rintik air hujan yang seolah mencoba berempati, saya berjalan menahan lapar menuju rumah.. Tepat ketika saya memegang gagang pintu menuju lobi, hp saya pun berdering dan suara di ujung sana bersahut, &lt;em&gt;“Za, ternyata masih ada sisa opor dan nasi!”&lt;/em&gt;. Alhamdulillah.. Kalau udah rezeki emang ga akan kemana=D AHA, Inilah makna Idul Adha..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Happy Ied Mubarak, my Friends!&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5596132380203771472?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5596132380203771472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5596132380203771472' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5596132380203771472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5596132380203771472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2010/11/berbagi-makna-idul-adha.html' title='Berbagi Makna Idul Adha'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-412891631734768464</id><published>2010-08-29T17:16:00.003-07:00</published><updated>2010-08-29T17:25:42.176-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>ANOTHER RAMADHAN STORY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/THr5_GcWfYI/AAAAAAAAAEE/jWOJJcgq30E/s1600/28082010149.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/THr5_GcWfYI/AAAAAAAAAEE/jWOJJcgq30E/s200/28082010149.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510991956497825154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;"Sampai seseorang memiliki komitmen selalu akan ada keraguan, kemungkinan untuk mundur, ketidakefektifan. Ketika seseorang sudah berkomitmen kepada dirinya sendiri, takdir baik akan mengikutinya. Berbagai hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya akan muncul dengan sendirinya untuk membantu. Berbagai peristiwa akan muncul dari keputusan yang dibuat untuk mendukung orang tersebut dalam bentuk aneka kebetulan, pertemuan, dan bantuan materi yang tak terduga. Hal-hal yang tak terimpikan sebelumnya, akan muncul ke hadapannya begitu saja!” – Goethe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Mungkin ini adalah cerita seputar Ramadhan kesekian yang pernah kawan-kawan temukan di Ramadhan tahun 2010 ini. Namun saya berharap masih ada sedikit ruang yang tersisa untuk meluangkan waktu dan menikmati sharing pengalaman Ramadhan saya di tanah air sang Goethe=D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Sengaja saya membuka tulisan ini dengan rangkaian kata seorang yang sangat dihormati di negerinya. Kemana pun ia pergi, di sanalah dibuatkan prasasti dan museum sebagai pengingat bahwa ia pernah hidup sekali waktu di kala itu. Kini saya paham mengapa.. karena ia telah melalui sebuah jalan yang istimewa, penuh dengan &lt;i style=""&gt;“... aneka kebetulan, pertemuan, dan bantuan materi yang tak terduga..”&lt;/i&gt;, yang mungkin tidak dialami oleh kebanyakan orang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Saya sepakat bahwa aneka kebetulan yang luar biasa ini dimulai dengan sebuah komitmen. Komitmen inilah yang secara kebetulan (lagi-lagi kebetulan=D) memungkinkan saya untuk terbang dan memperoleh sensasi pengalaman Ramadhan pertama saya di negeri Jerman. Meskipun sebagian kawan saya menyebutnya dengan istilah yang sedikit berbeda: &lt;i style=""&gt;“Keras kepala”&lt;/i&gt;=b Mungkin komitmen yang saya miliki masih jauh dari kadar komitmen Goethe saat itu, namun setidaknya saya merasakan betul bahwa kutipan inilah yang paling logis untuk menjelaskan keajaiban yang tengah saya alami saat ini=D Dan kini saya percaya bahwa keberuntungan tidak hanya datang sesekali.. bahkan berkali-kali! Begitu banyaknya hingga saya pun terkadang ragu untuk menyebutnya sebagai “keberuntungan”. Bukankah keberuntungan hanya datang sesekali? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Menjaga Komitmen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Serupa dengan komitmen, begitu pulalah kita memulai rangkaian ibadah puasa kita dengan sebuah niat. Sebuah niat yang baik tentu harus berlaku di mana pun kita berada. Bukan hanya ketika kita berada di lingkungan yang mayoritas, namun juga minoritas. Kalau saya boleh beropini, memang jauh “lebih mudah” untuk melaksanakan ibadah puasa di Indonesia daripada di Jerman. Mengapa? Ada beberapa fakta yang mendasari opini saya tsb=D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Yang pertama, dari segi durasi atau lamanya waktu berpuasa, kaum muslimin di sini tahun ini berpuasa lebih lama 3 jam dibandingkan di Indonesia. Pada hari-hari awal Ramadhan, kami mulai berpuasa sekira pukul 4 di pagi hari dan berbuka pada pukul 9 malam. Tentu lebih “menantang”, bukan?=D Entah mengapa, baru di sini saya mengalami sensasi “perut berbunyi”=b Bunyinya krg lebih begini: “&lt;i style=""&gt;Krutuk krutuk krutuk.. nguk nguk..&lt;/i&gt;” (baca: bunyi “nguk nguk” di akhir sptnya mrpkn efek resonansi dr yg irama pertama=b hehe..) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kedua, terkait dengan “godaan” di kala berpuasa. Di sini adalah sangat lumrah bila ada sepasang muda-mudi slg bermesraan, beradu bibir di depan umum, termasuk di dalam bis. Bahkan sekalipun bila di sebelah pasangan muda-mudi tsb berdiri, terdapat seorang anak kecil di bawah umur! (baca: terkadang saya dan beberapa kawan asal Aceh mencoba mengingatkan mereka dengan sindiran terbuka smacam ini: “Ehem.. maaf mbak, mas kami ini sedang berpuasa!”. Tapi entah mgkn karena &lt;i style=""&gt;roaming&lt;/i&gt; bahasa, mrk pun ttp tidak tergugah=b hehe..)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Begitu pula ketika kita memasuki toko buku. Di sebagian toko buku di Jerman, terkadang dipajang secara terbuka berbagai kalender dan majalah dengan model tanpa busana.. pria maupun wanita! tp alhmd di kota Marburg tempat saya tinggal, tidak ditemukan hal yg demikian=D &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Mengenai bab ini, suatu kali karena terdorong rasa penasaran, maka saya memberanikan diri untuk bertanya kepada guru kami, seorang perempuan muda berkebangsaan jerman. Saya bertanya kepadanya, &lt;i style=""&gt;“Mengapa kalender tanpa busana tsb dipajang scr terbuka tanpa sensor di sebuah toko buku yg ramai dikunjungi, termasuk oleh banyak anak-anak kecil?Ini adalah sesuatu yang aneh bagi kami orang-orang Asia.. Dapatkah anda membayangkan, bila seseorang berniat membeli “produk” tsb dan melakukan pembayaran di kasir sementara di sebelahnya berdiri seorang anak kecil?”&lt;/i&gt;. Jawaban beliau cukup sederhana: &lt;i style=""&gt;“Karena hal tsb adalah sesuatu yang dianggap umum &amp;amp; wajar.. Dan kami tidak pernah mempermasalahkan hal tsb&lt;/i&gt;”. That’s all. So, Herzlich willkommen in Deutschland=D &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Selain itu, tentu saja hampir seluruh orang di sekitar saya makan dan minum ketika kami tengah berpuasa.. karena ini bukan negeri yg mayoritasnya muslim, maka sebagian besar warganya makan dan minum=D tidak ada lantunan azan ketika waktu shalat tiba, tidak ada ceramah pengantar berbuka, tidak ada berbagai program khas Ramadhan seperti di “kampung halaman” kita, juga tidak ada panganan &lt;i style=""&gt;ta’jil &lt;/i&gt;semisal kolak, es timun suri, es belewah, dsb.. Hanya kurma yang tersedia di beberapa supermarket tertentu. Tapi alhmd, saya berhasil melepaskan kerinduan saya thd kolak ketika kemarin berkesempatan untuk berbuka puasa di KJRI Frankfurt=D hehe.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Menikmati Sekian Banyak Kebetulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Di hari-hari awal, saya menemukan kesulitan untuk menemukan panganan halal selain Kebab berukuran besar dan sejenisnya yang banyak tersedia di toko-toko kebab milik orang Turki. Namun, seiring dengan berjalannya waktu,dilandasi oleh faktor “penghematan” (mengingat harga satu porsi Kebab “sangat mengkhawatirkan”=b) &amp;amp; keinginan untuk mencari “alternatif makanan halal” (baca: mencegah gejala perubahan wajah menjadi mirip Kebab akibat kebanyakan mengkonsumsi Kebab=b), maka saya pun menemukan kebetulan yang pertama=D &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kebetulan, di sebuah supermarket terdekat bernama Aldi dijual produk ayam berlabel halal (perlu dicatat bhw produk halal tidak tersedia di setiap daerah di Jerman, biasanya hanya tersedia di kota-kota besar) plus produk beras yg dijual dalam kemasan kotak berisi kantong-kantong beras berukuran 4 x 125 gram/kotak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kebetulan lainnya datang seiring dengan ditemukannya beberapa Toko Asia yg menjual berbagai bumbu instan, sambal ulek, dan berbagai barang-barang khas Asia. Meskipun tentu saja barang-barang yang dijual di toko tsb relatif agak mahal. Dengan seluruh bahan yang tersedia, tiba-tiba mendadak saya bisa memasak!=D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Khusus untuk bulan Ramadhan, organisasi muslim setempat kebetulan membuka sebuah acara buka puasa bersama selama tiga hari berturut-turut. Acara ini dihadiri oleh banyak orang, termasuk warga Marburg non muslim. Dibuka pula sebuah stand khusus yang menjual buku-buku Islam dan Al-Quran yang seluruhnya berbahasa jerman. Di stand ini pula, tersedia semacam pelayanan bagi warga non muslim yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Meskipun termasuk kota kecil yang hanya memiliki satu buah masjid (lbh tepatnya: “sebuah rumah dgn kmr yg disulap mjd tempat shalat”), namun komunitas muslim di sini menurut saya sangat baik. Mereka memiliki hubungan yang baik dengan walikota setempat. Saat ini bahkan mereka berencana untuk membangun sebuah masjid atau semacam &lt;i style=""&gt;Islamic Center &lt;/i&gt;yang lebih besar di pusat kota.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Masjid yang ada saat ini terletak agak ke pinggir kota. Tentu saja cukup sulit ditemukan oleh orang asing yang baru saja beberapa waktu tiba di kota ini. Tapi alhamdulillah, kebetulan tiga orang kawan sekelas saya di tempat kursus asal Chechna seluruhnya muslim. Dan kebetulan mereka telah tinggal di Marburg selama lebih kurang 8 bulan, sehingga merekalah yang menunjukkan kepada saya dan kawan-kawan di mana letak masjid. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Saya dan kawan-kawan biasa mengunjungi masjid ini untuk melaksanakan shalat Jumat dan shalat tarawih ketika akhir pekan. Masjid ini dikelola oleh orang Arab. Sehingga khutbah jumat disampaikan &lt;i style=""&gt;full&lt;/i&gt; dalam bahasa Arab, dengan ringkasan dalam bahasa Jerman pada jeda di antara dua khutbah. Di dalam masjid ini kami berinteraksi dengan muslim dari berbagai negara termasuk Turki, Pakistan, Yaman, Somalia, Chechnya, Khirgistan, Afghanistan, dsb. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Salah satu kegiatan favorit kami di akhir pekan pada bulan Ramadhan adalah “berbuka puasa di masjid”. Alasannya sederhana saja: karena “seluruhnya gratis!”=b hehe.. Menu yang ditawarkan biasanya khas Arab, dengan hidangan utama berupa semacam nasi briyani, sayur dan daging (ayam/sapi). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Setelah berbuka, dilanjutkan dengan shalat Isya dan Tarawih. Tarawih di sini sama spt di Indonesia, berjumlah 8 rakaat plus Witir 3 rakaat. Salah satu hal yang menjadi tantangan kami pasca shalat tarawih adalah udara malam yang sangat dingin dan bis yang datang sekira satu jam sekali pada halte tertentu=D Untuk mencapai tempat tinggal, biasanya kami harus berjalan kaki antara 10-15 menit menuju halte terdekat, menunggu bus datang selama 15-20 menit, dan kemudian melanjutkan perjalanan selama lebih kurang dua puluh menit. Biasanya kami baru dapat tiba di kamar sekira pukul ½ 1 pagi=D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Seorang Kawan Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Saya cukup beruntung karena di lantai saya tinggal, terdapat tiga orang muslim lainnya; dua asal aceh dan satu asal Afghanistan. Yang terakhir inilah yang seringkali membuat waktu-waktu sahur dan berbuka kami di dapur terasa lebih menyenangkan. Di negeri asalnya, tampaknya beliau adalah orang yang sangat dikenal luas. Bagaimana tidak, ia muncul di televisi nasional setidaknya lima kali dalam sehari! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kebetulan, jurusan Kimia tempat ia mengajar di Afghanistan tengah melakukan promosi besar-besaran mengenai kampus mereka terutama laboratorium yang mereka miliki. Sebagai seorang yg memperoleh gelar master dari Inggris, ia mendapatkan kepercayaan untuk menjadi kepala lab di sana. Saat ini di Jerman, beliau berencana untuk mengambil Doktor. Selain sebagai dosen, beliau juga dipercaya oleh pamannya untuk menjadi semacam supervisor jarak jauh sebuah perusahaan besar di Afghan dengan 1300 tenaga kerja! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Meskipun cukup disegani di negaranya, beliau di mata kami adalah seorang kawan yang rendah hati,baik dan humoris. Dengan bahasa inggris seadanya, kami berinteraksi dan bertukar cerita. Tentang apa pun yang terlintas.. Tentang keseharian kami, kultur kedua negara, politik, sejarah,dsb. Begitu banyak hal baru yang saya peroleh darinya=D Termasuk di antaranya tips menikmati Yoghurt (yang menurut kami agak aneh=b) dengan menambahkan bawang putih, bawang merah, dan sedikit jeruk nipis. Tidak jarang kami pun menawarkannya beberapa jenis makanan Indonesia hasil “ramuan” kami. Perlu diketahui bahwa menjelang waktu berbuka, maka area dapur berada dalam genggaman kekuasaan kami para lelaki=D hehe.. Terkadang beberapa orang penghuni lainnya, termasuk orang jerman yang tinggal satu lantai dengan kami bergabung untuk turut mencicipi hidangan utama, ataupun sekedar untuk mengambil buah/kurma. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Puasa bukanlah Hambatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Aktivitas favorit lain di akhir pekan adalah melakukan perjalanan keliling jerman. Kebetulan ada sebuah tiket khusus yang ditawarkan hanya pada akhir pekan seharga 37 Euro yang dapat digunakan untuk melakukan perjalanan ke seluruh jerman. Tiket ini berlaku satu hari penuh hingga pukul tiga pagi keesokan harinya dan dapat dipakai bersama-sama hingga max 5 orang. Dan puasa tentu saja tidak menghalangi hobi baru kami yang satu ini=b Biasanya kami melakukan perjalanan seharian penuh, non stop! Berangkat dari asrama sekira pukul ½ 7 pagi untuk mengejar kereta pukul ½ 8. Dalam satu hari, kami bisa mengunjungi hingga maksimal tiga kota. Jarak antara satu kota ke kota lainnya pun bervariasi; antara 2 jam hingga 3 jam perjalanan. Untuk pulang, biasanya kami menumpang kereta paling akhir yang sampai di stasiun Marburg. Lumrahnya kami sampai di Marburg sekira pukul 12 dini hari=b Orang jerman akan tergeleng-geleng melihat cara kami mengatur perjalanan kami.. hehe.. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Namun, sayangnya tidak setiap muslim yang saya kenal menjalankan puasa. Alasannya pun beragam. Namun, saya biasanya tidak ambil pusing dengan hal tsb. Di sini, di sebuah tempat yang sangat jauh dari rumah, saya telah memutuskan untuk tetap berkomitmen. Karena dengan komitmen inilah (insya Allah) berbagai takdir baik kan mengikuti.. Mohon doa, agar kami senantiasa istiqomah=D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya...” &lt;b style=""&gt;―&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;QS.65:3 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-412891631734768464?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/412891631734768464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=412891631734768464' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/412891631734768464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/412891631734768464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2010/08/another-ramadhan-story.html' title='ANOTHER RAMADHAN STORY'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/THr5_GcWfYI/AAAAAAAAAEE/jWOJJcgq30E/s72-c/28082010149.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-3453008659360592993</id><published>2010-08-08T12:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T12:33:57.388-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan'/><title type='text'>Kabar dari Marburg</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" line-height: 22px;  font-family:Verdana;font-size:15px;"&gt;&lt;img src="http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/01/03/d2/23/marburg-old-town.jpg" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 550px; height: 412px;" border="0" alt="" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" line-height: 22px;  font-family:Verdana;font-size:15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" line-height: 22px;  font-family:Verdana;font-size:15px;"&gt;                                                                                             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" line-height: 22px;  font-family:Verdana;font-size:15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" line-height: 22px;  font-family:Verdana;font-size:15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="line-height: 22px; font-size:-webkit-xxx-large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="line-height: 22px;  font-size:15px;"&gt;Saya ingin berbagi tentang apa saja yang saya rasakan tentang lingkungan baru yang saya peroleh tepat ketika saya menjejakkan kaki di bumi Allah Deutschland ini. Tentu saja begitu banyak pengalaman baru, orang-orang baru dan terutama budaya baru. Yang terakhir ini meliputi banyak hal! Mulai dari gaya hidup, cara makan, perilaku orang-orang di sekitar, dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; text-transform:uppercase;mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; text-transform:uppercase;mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Perjalanan ke Thueringen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Hari ini tepat satu minggu sejak saya melangkahkan kaki keluar dari bandara internasional Frankfurt. Dan di hari yang bisa dibilang masih terhitung jari ini, kami kemarin melakukan sebuah perjalanan yang bisa dibilang merupakan perjalanan yang “tidak biasa” sekaligus “menantang”. Bagaimana “tidak biasa”, kami baru saja beberapa hari sampai, kemudian kami langsung mengadakan sebuah perjalanan jauh sepanjang 4,5 jam perjalanan (pulang pergi: 9 jam) dengan menggunakan kereta api menuju Thueringen, khususnya Erfurt (ibukota negara bagian Thueringen, tempat saya akan melanjutkan studi) dan Weimar (salah satu kota seni terkemuka di dunia yang sangat indah). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;“Menantang” karena inilah momen pertama kami melakukan perjalanan ke negara bagian yang lain tanpa ditemani oleh seseorang yang sudah memiliki perjalanan sebelumnya. Seluruhnya betul-betul dimulai dari “nol”=D &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Inilah momen bagi saya dan empat kawan lainnya utk belajar dan mengalami berbagai macam hal baru. Mulai dari hal yang sangat teknis seperti bagaimana cara membeli tiket dari sebuah mesin penjual tiket dan merancang perjalanan (untuk sampai di Erfurt, kami harus turun di 3 Bahnhof/Stasiun Kereta Api yang berbeda, di mana jeda antara kereta yang kami tumpangi dengan kereta yang akan membawa kami ke stasiun berikutnya hanya selisih sekira 30 menit!); hingga hal yang bersifat praktis semisal bagaimana mengelola &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;self confidence &lt;/i&gt;dan melafalkan bahasa jerman dengan tepat untuk&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt; &lt;/i&gt;bertanya kepada orang asing bila kami mengalami kebingungan (tentu saja “auf Deutsch”=D ) dan menemukan tempat makanan halal di sekitar Bahnhof bila perut kami mulai terasa lapar. Kami menggunakan sebuah tiket murah yang dinamakan “Wochenende Ticket” seharga 37 Euro yang dapat dipakai oleh maksimal 5 orang untuk melakukan perjalanan di akhir pekan ke seluruh negara bagian di jerman. Tiket ini berlaku selama satu hari penuh hingga jam3 dini hari di hari berikutnya.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Karena suara yang berasal dari pengeras suara di dalam kereta terdengar seperti orang kumur-kumur=b, kemarin kami sempat salah turun saat sedang menuju salah satu stasiun transit, maka kami pun harus berlari mengejar kereta berikutnya menuju stasiun yang seharusnya kami tuju. Alhamdulillah masih terkejar=D Di sini kereta terkadang mengalami Verspaetung/keterlambatan sekitar 3-10 menit. Namun, pada umumnya kereta tiba tepat waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Kami berangkat dari asrama pada pukul 7 pagi menuju Hauptbahnhof (Stasiun Utama) Marburg. Kereta pun mulai melaju meninggalkan Marburg tepat pada pukul 08.21. Kami sampai di Erfurt Hauptbahnhoff sekira pukul 13 siang. Di sana telah menunggu beberapa kawan asal Aceh yang juga menerima beasiswa DAAD pada tahun yang lalu dan tengah melakukan studi master/doktor di negara bagian Thueringen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Kami mengadakan perjalanan keliling kota Erfurt dan Weimar selama lebih kurang 6 jam (waktu yg tersedia nampaknya terlalu singkat untuk melakukan perjalanan ke seluruh kota=b). Setelah makan siang di kedai milik orang arab terdekat dan mencicipi nasi dan ayam pertama di jerman, kami melakukan perjalanan ke Nordhaeuser Strasse dengan menggunakan Strasse-Bahn (trem). Di jalan inilah Willy Brandt School of Public Policy, Universitaet Erfurt berada=D Setelah melihat salah satu Kaufszentrum/pusat perbelanjaan terdekat, maka kami pun melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya: Weimar. Weimar berada di negara bagian yang sama dan dapat ditempuh dengan menggunakan kereta selama lebih kurang 15 menit. Keluar dari Weimar Hauptbhanhoff, kami langsung disuguhkan dengan bangunan yang indah, yang biasanya kami lihat di buku-buku pelajaran bahasa Jerman kami dahulu di Goethe Institut, Jakarta. Setelah lebih kurang berkeliling Weimar dengan berjalan kaki selama lebih kurang 1 jam, maka kami pun bergegas menuju stasiun untuk mengejar kereta yang akan membawa kami pulang menuju kota Marburg. Kami pun akhirnya tiba di Marburg Hauptbahnhof sekira pukul 12 malam. Terlampau banyak hal yang bisa diceritakan di Erfurt dan Weimar.. Mungkin foto-foto akan dapat menjelaskan lebih banyak hal=b hehe.. Meskipun sangat kelelahan, namun kami sangat menikmati perjalanan panjang kami hari itu yang sangat padat, efektif dan efisien=D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;BUDAYA MANDIRI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Segala sesuatu di sini harus dilakukan secara mandiri: “Alles sind selbst-verantwortlich sein”. Misalnya ketika berada di dalam sebuah restoran.. Setelah selesai makan, maka kami harus membawa dan meletakkan piring kami di tempat piring kotor (tidak dibiarkan berada di atas meja dan menunggu pelayan mengangkatnya spt di Indonesia). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Selain itu, botol/kaleng bekas minuman ringan tidak boleh sembarangan dimasukkan ke dalam tong sampah. Di sini tiap jenis sampah memiliki tong sampahnya masing-masing. Jadi harus betul-betul cermat, bahkan untuk sekedar membuang sampah=D Perilaku membuang sampah seperti ini merupakan sebuah perilaku yang sangat mendasar bagi Deutschen (orang Jerman). Bahkan dalam sebuah kesempatan, seorang berkebangsaan jerman yang merupakan salah satu pegawai di tempat kursus kami (S+W Deutschkurs Unternehmen) pernah menyampaikan sebuah guyonan bahwa hal lain yang wajib dipahami oleh seorang yang lahir di Jerman selain “bagaimana cara untuk membuat dan memiliki sebuah KTP Jerman” adalah mengenai “bagaimana cara memilah dan memasukkan sisa sampah ke dalam tong sampah yang tepat”=D &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Di Supermarket tertentu terdapat sebuah mesin yang berfungsi sebagai tempat untuk mengolah botol plastik/kaca yang dapat didaur ulang. Setiap botol yang kita masukkan ke dalamnya dihargai sebesar 50 Sen yang dapat digunakan untuk mengurangi total belanja kita saat melakukan pembayaran di kasir. Selain itu, orang-orang disini terbiasa membawa sebuah kantong plastik untuk membawa barang belanja mereka. Karena supermarket tidak menyediakan plastik setiap kali kita berbelanja. Di kasir memang terdapat beberapa jenis kantong plastik, namun untuk memperolehnya kita diharuskan membayar sekitar 50 sen hingga 1 Euro sekian. Sebagai pendatang baru a.k.a orang asing, tentu saja saya dan kawan-kawan di sini harus belajar memperhatikan berbagai aturan tsb dengan baik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;AKTIVITAS KEAGAMAAN&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Mengenai pengalaman yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan seperti shalat tentu sangat berbeda dibandingkan dengan di Indonesia. Di kampung halaman kita tercinta, banyak tersedia masjid yang senantiasa melantunkan azan setiap azan tiba. Sejauh yang saya ketahui, di kota Marburg ini (yg mungkin hanya sebesar Jatinangor=D), hanya terdapat dua buah masjid. Satu adalah masjid miliki orang-orang Arab dan sisanya adalah masjid milik jamaah Ahmadiyah. Alhamdulillah pada hari jumat yang lalu, saya dapat menunaikan ibadah Shalat Jumat di masjid Umar Ibnul Khattab yang dikelola oleh orang-orang Arab. Kebetulan kami memiliki tiga orang teman muslim yang berasal dari Chechnya (negara pecahan uni soviet). Merekalah yang mengantarkan kami menuju masjid tsb. Masjid tempat kami shalat, merupakan sebuah bangunan biasa (spt sebuah rumah pada umumnya) yang dinding luarnya tampak didominasi oleh bata dan tidak terdapat kubah di atasnya. Kawan baru saya mengatakan bahwa bangunan ini terdiri dari 3 lantai. Lantai dasar (Erdgeschoss) adalah tempat yang digunakan sbg tempat wudhu, lantai pertama adalah tempat bagi jamaah laki-laki, dan lantai teratas diperuntukkan untuk kaum wanita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Pada hari jumat tsb, kaum muslimin dengan berbagai warna kulit berkumpul utk bersama-sama melaksanakan shalat jumat. Karena didominasi oleh orang-orang Arab, maka khutbah jumat yang disampaikan full dalam bahasa Arab (disarikan sedikit dlm bahasa Jerman pada jeda antara khutbah pertama dan kedua). Alhamdulillah, bekal bahasa Arab tingkat dasar yang diajarkan semasa di Madrasah Ibtidaiyah (SD) &amp;amp; Tsanawiyah (SMP) dulu masih membekas dan berhasil membantu saya utk ikut “manggut-manggut” mendengarkan sepenggal kata yang diucapkan khatib bersama dengan beberapa orang Arab yang tidak tertidur selama khutbah berlangsung=b hehe..&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Waktu shalat yang berlaku di sini pun juga sangat berbeda. Subuh dimulai sekira pukul 4 pagi, Zuhur sekira pukul 13.30, Ashar sekira pukul 17.20, Maghrib sekira pukul 20.30, dan Isya sekira pukul 22.30. Hal ini tentu merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi saya. Terutama pada waktu Zuhur &amp;amp; Ashar. Karena di kedua waktu ini biasanya saya masih melakukan kegiatan di tempat kursus dan sampai saat ini sangat sulit untuk menemukan tempat untuk melakukan shalat. Tempat shalat selain masjid yang baru saya temukan di kota Marburg terdapat di lantai dua sebuah kedai turki. Namun, tidak enak bila saya menggunakan tempat tsb tanpa membeli makanan/minuman di tempat tsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:Verdana;font-size:130%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" line-height: 22px;font-size:15px;"&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;TANTANGAN UNTUK DIATASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Selain kondisi yang berkaitan dengan rutinitas keagamaan, situasi yang menurut saya memerlukan “upaya lebih” untuk diatasi adalah yang berkaitan dengan makanan dan (maaf) WC. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Hal yang pertama, tentu saja berkaitan dengan tantangan untuk menemukan makanan halal untuk dimakan. Hari-hari belakangan ini makanan yang terus-menerus kami kunyah adalah “Kebab”=D Selain kebab berukuran sangat besar seharga 3,5 Euro yang tersedia di kedai milik orang Turki di beberapa sudut kota, terdapat pula beberapa jenis Roti semisal roti keju, strawbery,coklat,dsb yang juga tersedia dibanyak Baeckerei/Toko Roti. Di kota Marburg memang tersedia banyak pilihan restoran, termasuk McD. Namun, tentu saja tidak &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;eligible &lt;/i&gt;utk dimakan oleh saya yang beragama Islam. Adapun pilihan lainnya adalah Mensa/Kantin Mahasiswa. Dari senin hingga jumat, Mensa biasanya menyediakan lebih kurang empat jenis paket makanan yang salah satunya merupakan makanan bagi Vegetarian. Makanan bagi vegetarian inilah yang merupakan satu-satunya pilihan=D Sekira tiga hari yang lalu, saya pun penasaran untuk melangkahkan kaki ke Mensa, dan menemukan bahwa satu-satunya menu yang dapat saya makan terdiri dari paprika (yang diramu sedemikian rupa sehingga terasa spt kentang berisi daging), salad, kacang polong dan segelas susu=D Pilihan terakhir yang menurut saya cukup bijak adalah “masak sendiri”! Untuk mendapatkan beras, kita harus menemukan sebuah toko Asia yang menjual berbagai bumbu dan bahan-bahan makanan Asia. Namun, selain agak mahal, biasanya juga jarang terdapat daging yang berlabel halal. Oh ya, di berbagai restoran kita tidak akan menemukan “saos sambal” yang dapat dengan mudah kita temukan di restoran-restoran di Indonesia. Inilah tantangan kami terutama menjelang Puasa Ramadhan yang insya Allah akan mulai dilaksanakan pada hari Rabu esok=D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Nah, satu hal lain adalah yang berkaitan dengan urusan “buang air”. Toilet tempat buang air yang tersedia di sini tidak menyediakan air dan hanya menyediakan Tissue! Untuk mengatasi hal ini, tentu memerlukan upaya-upaya yang cerdik=b selain itu, tidak seperti di Indonesia, di sini sangat sulit untuk menemukan Toilet di tempat-tempat keramaian. Kalaupun ada, mungkin hanya orang-orang yang sudah mengenal daerah tsb yg mampu menemukannya=b karena jarang sekali terlihat tanda yang menunjukkan ke mana arah Toilet. Selain itu, biasanya kita diharuskan untuk membayar sekira 50 sen hingga 1 Euro untuk menggunakan jasa toilet tsb. Inilah salah satu pengalaman “buang air” termahal di dunia=b hehe..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;KOTA MARBURG &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Selain berbagai tantangan yang perlu diatasi, saya menemukan bahwa kota Marburg, tempat saya tinggal dua bulan ke depan, merupakan kota yang sangat indah. Dikelilingi oleh bukit-bukit hijau yang asri dan cuaca yang cukup bersahabat (cuaca pada dini hari/malam hari sekitar 16 derajat celcius dan siang hari saat matahari bersinar: 23-24 derajat celcius. Smg berlanjut hingga 2 bulan ke depan=D). Kota ini dapat dicapai dengan jalan darat sekira 1 jam perjalanan dari Frankfurt International Airport. Orang-orang di sini cukup hangat dan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;welcome. &lt;/i&gt;Meskipun tergolong kota kecil di jerman yang dihuni lebih kurang 30.000 penduduk, kita dapat dengan mudah menemukan berbagai hal yang kita perlukan di kota ini. Termasuk bioskop, kedai, supermarket, restoran &amp;amp; kafe, berbagai toko perlengkapan,dsb. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Tempat saya tinggal adalah sebuah asrama mahasiswa yang terletak di “gunung”. Alhamdulillah, saya mendapatkan sebuah kamar yang bisa dikatakan cukup besar yang sudah siap ditempati. Adapun wc dan kamar mandi, serta dapur tersedia di luar untuk digunakan bersama. Di dapur tersedia kulkas, freezer, oven, kompor listrik dan microwave yang dapat diakses kapan pun. Di dapur inilah biasanya saya berinteraksi dengan pelajar dari berbagai bangsa=D Selain itu, tersedia juga mesin cuci dan mesin pengering pakaian di lantai bawah, yang dapat digunakan dengan memasukkan koin sebanyak 1,50 Euro utk mesin cuci dan sekira 50 sen hingga 1,70 Euro utk mesin pengering. Satu-satunya kekurangan adalah di dalam kamar tidak tersedia koneksi internet. Hal ini merupakan sebuah hal yang kurang lazim bagi asrama mahasiswa di Jerman. Namun, di halte bus&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;terdapat free wifi.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span lang="IN"   style="line-height:150%; mso-ansi-language:INfont-family:Verdana;font-size:11.0pt;"&gt;Sebagai sarana transportasi, tersedia sebuah halte bus yang terletak sangat dekat dengan asrama. Untuk mencapai kota, saya memerlukan lebih kurang 30 menit dengan bus. Bus yang tersedia beroperasi dari sekira pukul 6 pagi hingga 12 malam. Bus di sini memiliki jadwal tertentu dan sangat tepat waktu. Kita dapat menemukan jadwal tsb ditempel di sebuah papan pengumuman di tiap halte. Untuk lebih hemat, saya membeli sebuah kartu bis bulanan. Di dalam bus, memang jarang dilakukan pemeriksaan tiket. Pemeriksaan tiket dilakukan secara random dan tiba-tiba. Semisal dua hari yang lalu; seorang yang berpakaian sipil persis seperti penumpang masuk ke dalam bis di sebuah halte. Setelah pintu ditutup dan bis berjalan, orang tsb mengeluarkan tanda pengenal dan meminta setiap penumpang yang ia jumpai untuk menunjukkan tiket. Schwarzfahrer/penumpang gelap yang tidak memiliki tiket diwajibkan membayar sebesar 40 Euro! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph; line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" line-height: 22px;  font-family:Verdana;font-size:15px;"&gt;Kalau ada kawan yang bertanya: “Bagaimana rasanya sekarang tinggal di Jerman?” Mungkin saya hanya dapat menjawab singkat: “Rasanya kurang lebih seperti mimpi dengan mata terbuka!=D”. Mengapa? Karena terkadang bahkan saya masih merasa tidak percaya bahwa saat ini, hari ini, detik ini saya sudah berada di Jerman=b Malam pertama saya tidur di kamar, persis rasanya dengan malam pertama ketika saya tidur di dalam kamar kos di Jatinangor. Segala sesuatunya terasa begitu mengagumkan.. karena kini orang-orang di sekitar saya berbahasa asing (jerman, inggris atau arab). Dan inilah saya, mendadak menjadi bule di negeri orang=D hehe.. Segala puji bagi Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada saya. Mudah2an saya dapat memanfaatkan kesempatan yang luar biasa ini dengan sebaik-baiknya! Amiin... So, das ist Deutschland in meinem ersten Ueberblick=D&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-3453008659360592993?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/3453008659360592993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=3453008659360592993' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3453008659360592993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3453008659360592993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2010/08/kabar-dari-marburg.html' title='Kabar dari Marburg'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-1499691194908416152</id><published>2010-03-11T05:51:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T05:53:28.952-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religius'/><title type='text'>"Doa Rasulullah di Langit Pertama..."</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs257.snc1/10428_1240352052006_1325451796_1270894_7299938_a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 118px; height: 118px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs257.snc1/10428_1240352052006_1325451796_1270894_7299938_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Dan apabila hamba-hambaKu bertanya tentangKu, maka katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu.."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (QS. Al-Baqarah:186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumulakan dengan NamaMu yang Maha Pengasih Maha Penyayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini terinspirasi dari tausiyah singkat ba'da shubuh yang disampaikan oleh seorang ustad di mushalla dekat tempat saya tinggal di Banda Aceh. Tausiyah ini memberikan sebuah nasehat yang mengenai bagaimana kita bersikap terhadap berbagai musibah yang akhir-akhir ini melanda negeri. Beliau memberikan penekanan terhadap pentingnya memanjatkan sebuah doa. Jangan-jangan kita telah sekian lama lupa berdoa untuk keselamatan negeri kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk orang yang percaya bahwa doa yang secara konsisten dipanjatkan oleh semakin banyak orang akan sangat mustajab dan mendatangkan begitu banyak kemudahan dan keajaiban.. Saya sering membayangkan bahwa setiap kadar doa yang kita panjatkan bersama secara konsisten (akan terwujudnya suatu kebaikan spesifik) akan menggumpal menjadi suatu gumpalan doa besar yang "tiada tertolak Tuhan". Terlebih bila turut serta di antara barisan para pendoa tersebut, orang-orang yang shaleh-shalehah seperti sahabat sekalian=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah pernah berwasiat:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Tidak ada yang dapat mencegah takdir kecuali doa, tiada yang memberi tambahan pada umur kecuali kebaikan, dan seseorang benar-benar dihalangi dari rizki disebabkan oleh dosa yang diperbuatnya."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat sekalian yang dirahmati Allah, sang ustad menutup sesi tausiyah pagi tsb dengan mengajarkan kepada para jamaah sebuah doa.. Doa ini konon merupakan sebuah doa yang diajarkan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW saat peristiwa Isra Mi'raj sebagai "senjata" untuk membinasakan jin ifrit yang berupaya mengejar dan mencelakakan beliau di langit pertama. Ketika Rasulullah membacakan doa ini, jin ifrit yang terkenal sangat kuat pun hancur luluh lantah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ini menurut saya begitu indah, begitu komprehensif dan saya pikir akan mendatangkan dampak yang sangat luar biasa bagi kemaslahatan negeri kita bila sahabat sekalian berkenan untuk membacanya secara periodik di waktu-waktu mustajab. terutama usai melaksanakan shalat fardhu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sahabat sekalian dapat menambahkannya ke dalam redaksi doa yang biasa sahabat panjatkan=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan, dalam tulisan ini saya kutipkan artinya saja. Namun, bila sahabat tertarik untuk mengetahui bacaan aslinya (dlm bhs arab), insya Allah dapat ditemukan dalam berbagai referensi mengenai doa-doa rasulullah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Aku berlindung dengan wajah Allah yang Maha Agung dan dengan kalimat-kalimat Allah yang Maha Sempurna yang tidak dilewatkan oleh orang baik atau orang fajir..&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;dari kejahatan apa yang Dia ciptakan; dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan yang naik kepadanya... dari kejahatan yang merayap di muka bumi, dan dari kejahatan yang keluar darinya.. dari kejahatan fitnah malam dan siang, dan dari kejahatan pengetuk malam dan siang.. kecuali jalan yang mengetuk dengan kebaikan wahai Yang Maha Rahmah...&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemarahanNya, dari kejahatan hamba-hambaNya dan dari bisikan-bisikan syetan dan dari kedatangan mereka.."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amiin.. Allahumma amiin..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berdoa! semoga bermanfaat=D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-1499691194908416152?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/1499691194908416152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=1499691194908416152' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1499691194908416152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1499691194908416152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2010/03/doa-rasulullah-di-langit-pertama.html' title='&quot;Doa Rasulullah di Langit Pertama...&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5927328955977593000</id><published>2010-03-11T05:47:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T05:50:28.368-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>"Sa'labah-kah kita?"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs257.snc1/10428_1242603548292_1325451796_1278774_6287734_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 141px; height: 106px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs257.snc1/10428_1242603548292_1325451796_1278774_6287734_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berdasarkan sebuah riwayat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah di zaman Rasulullah SAW, hiduplah seorang sahabat yang sangat miskin. Rasulullah mengenalnya sebagai seorang pribadi yang unik. Mengapa?Karena tiap kali ia melakukan shalat berjamaah bersama dengan Rasulullah dan para sahabat, tepat setelah rasulullah mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri (tanda rangkaian shalat usai) maka ia segera bergegas pergi meninggalkan masjid dan segera pulang ke rumah. Demikian yang terjadi berulangkali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Rasulullah bertanya kepada Sa’labah, &lt;b&gt;”Wahai Sa’labah, mengapa tiap kali aku selesai mengucapkan salam engkau segera bangkit dan bergegas pulang ke rumah?”&lt;/b&gt;. Sa’labah pun menjawab, &lt;b&gt;“Betul, wahai Rasulullah.. Aku bergegas pulang karena aku khawatir bila aku tidak bergegas pulang, maka istriku di rumah akan terlambat shalat. Karena ini kain kami satu-satunya, maka kami bergantian memakainya untuk shalat...”&lt;/b&gt;. Ternyata,terlampau miskinnya Sa’labah sehingga ia hanya memiliki satu kain yang dipakai bergantian dengan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tibalah suatu hari.. Sesampainya di rumah, Sa’labah mendapati istrinya yang telah begitu lama menemaninya dalam kemiskinan memiliki sebuah gagasan cemerlang untuk melepaskan kehidupan mereka dari belenggu kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Wahai suamiku, kita telah begitu lama berada dalam kemiskinan.. “&lt;/b&gt;, ungkap istrinya. Sang istri pun melanjutkan, &lt;b&gt;“Aku memiliki sebuah gagasan untuk membuat kita terlepas dari kemiskinan!”&lt;/b&gt;. Mendengar ungkapan Sang istri, Sa’labah pun bertanya, &lt;b&gt;“Wahai istriku, katakanlah gagasan apa yang engkau miliki?”&lt;/b&gt;. Sang istri menjawab, &lt;b&gt;“Bagaimana kalau kita meminta Rasulullah untuk mendoakan agar kita diberikan kelapangan rizki oleh Allah?Doa beliau pasti makbul..”&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Sa’labah pun menyetujui usulan istrinya tersebut. Saat berjumpa dengan Rasulullah, ia pun segera mengutarakan keinginannya untuk meminta doa dari Rasulullah. Rasulullah pun menjawab, &lt;b&gt;“Wahai Sa’labah.. Aku khawatir bila Allah memberikan kepadamu kelapangan rizki, kamu akan menjauh dari Allah!”&lt;/b&gt;. Cepat-cepat Sa’labah merespon, &lt;b&gt;“Tidak wahai Rasulullah.. justru ketika aku kaya, maka Aku akan menjadi lebih dekat kepada Allah SWT”&lt;/b&gt;. Namun, Rasulullah memutuskan untuk tidak memenuhi permintaan Sa’labah pada kali pertama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’labah tidak menyerah.. Berkali-kali ia mencoba meyakinkan Rasulullah bahwa kekayaan dunia tidak akan membuatnya lupa diri dan melupakan kedekatannya kepada Allah. Hingga pada kali kelima, Rasulullah pun akhirnya luluh juga. Maka beliau pun berdoa agar Allah memberikan kelapangan dan kemurahan rizki kepada Sa’labah. Sebelum pulang, Rasulullah pun menghadiahi Sa’labah seekor kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama berselang, Allah pun mengabulkan doa Rasulullah. Dengan modal seekor kambing yang diberikan Rasulullah, Sa’labah kini telah menjadi seorang yang kaya raya. Ia berhasil memiliki ratusan kambing. Namun, wajah Sa’labah semakin hari semakin jarang terlihat di antara barisan shalat berjamaah yang Rasulullah pimpin. Hingga akhirnya tidak pernah terlihat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Rasulullah pun bertanya kepada para sahabat, &lt;b&gt;“Wahai Fulan, kemana perginya Sa’labah?Mengapa ia kini tidak pernah terlihat hadir dalam shalat berjamaah?”&lt;/b&gt;. Maka seorang sahabat pun menjawab, &lt;b&gt;“Sa’labah sedang sibuk menggembalakan kambingnya di sebuah tempat yang jauh.. mungkin karena itulah ia tidak sempat untuk datang kemari”&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, turunlah perintah Allah untuk berzakat. Namun, ternyata apa yang dikhawatirkan Rasulullah dahulu betul-betul terjadi. Sa’labah telah lupa diri, dan ia termasuk orang yang menolak untuk mengeluarkan zakat dari harta yang ia miliki..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naudzubillah min dzaalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat sekalian yang dicintai Allah..&lt;br /&gt;Konon para sahabat dan shalihiin yang telah mendahului kita, lebih senang mendapati dirinya berada dalam sebuah ujian atau musibah yang menyulitkan dalam keterbatasan. Daripada berada dalam ujian atau musibah yang diperoleh saat mereka berada dalam keadaan yang lapang dan senang.. Karena yang kedua dipandang lebih sulit untuk mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana, seorang ulama besar, Syekh Hasan Albanna justru mengucapkan hamdalah ketika beliau mendapatkan musibah.. Karena beliau yakin akan kebenaran sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari, &lt;b&gt;“Dan tidaklah seorang muslim mendapatkan musibah meskipun (sekedar) tertusuk duri, melainkan Allah gugurkan dosa-dosanya”&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa menjadi pengingat buat saya, anda dan kita semua=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua’lam bishshawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5927328955977593000?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5927328955977593000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5927328955977593000' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5927328955977593000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5927328955977593000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2010/03/salabah-kah-kita.html' title='&quot;Sa&apos;labah-kah kita?&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5390638851130326480</id><published>2009-07-31T01:47:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:49:55.667-07:00</updated><title type='text'>"Usia Bumi Tinggal 60 tahun Lagi!"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs164.snc1/6160_1188953407072_1325451796_1111708_7613031_a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 111px; height: 111px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs164.snc1/6160_1188953407072_1325451796_1111708_7613031_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekedar berbagi berita=D Kemarin, hari jumat (24/7) saya iseng-iseng membaca koran media&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Nala/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt; indonesia. Ada beberapa info yang menurut saya cukup menarik untuk kita renungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita yang pertama, terkait dengan &lt;b&gt;"usia bumi"&lt;/b&gt;. Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Bid.Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Henry Bastaman menyampaikan bahwa &lt;b&gt;60 tahun lagi bumi dan kehidupannya akan punah!&lt;/b&gt; Beliau menambahkan, "Sebelum punah, pada 2020, suhu bumi akan naik 4 derajat celcius. Akibatnya, permukaan laut naik, banyak badai, banyak penyakit baru akan muncul. Akhirnya akan menyerupai kehidupan di Planet Mars. Itu semua akibat perbuatan manusia, bukan alam semesta." Pernyataan beliau ini mengacu pada laporan penelitian 2500 ilmuwan &lt;i&gt;Intergovermental Panel of Climate Change 2007, sebuah lembaga di bawah PBB.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati pernyataan beliau yang terakhir, &lt;b&gt;"Itu semua akibat perbuatan manusia, bukan alam semesta"&lt;/b&gt;, tersirat bahwa &lt;b&gt;kenaikan suhu iklim global dipengaruhi oleh perbuatan manusia di berbagai aspek&lt;/b&gt;. Baik yang berdampak langsung terhadap lingkungan, maupun yang turut berkontribusi secara tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Secara langsung berarti perilaku yang berkaitan dengan pola hidup masyarakat yang tidak ramah lingkungan&lt;/b&gt;; pendirian bangunan sesuka hati, pembuangan limbah pabrik tanpa sistem pengendalian yang baik, penggunaan kendaraan bermotor berlebihan, dsb . Sedangkan yang &lt;b&gt;secara tidak langsung, berkaitan dengan perilaku yang minim moral&lt;/b&gt;. Termasuk di dalamnya kerusakan moral para pemimpin atau para pemegang amanah di berbagai sektor (baik yang bergerak di area lingkungan, maupun tidak). Bahkan, menurut saya, faktor yang disebut terakhir merupakan ancaman yang lebih berbahaya bagi keselamatan bumi a.ka. pemanasan global!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ketika masyarakat membaca berita kedua berikut ini: "Rumah Dinas Wagub Diminta di Menteng". Berita ini mengabarkan bahwa saat ini sedang diajukan anggaran untuk membeli rumah dinas baru bagi Wagub DKI, Prijanto. Disebutkan bahwa &lt;b&gt;dalam usulan APBD-P 2009 Pemprov DKI, dialokasikan anggaran senilai 28 miliar rupiah untuk membeli rumah di Jl.Teuku Umar 47, Menteng, Jakpus bagi Wagub. Padahal, menurut salah seorang anggota DPRD DKI Jakarta, rumah dinas lama Wagub yang sekarang di Jl. Denpasar, Mega Kuningan, Jaksel dinilai masih cukup bagus dan tidak kalah elite!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,berita-berita semacam ini saya pikir berkontribusi besar terhadap pemanasan iklim global! Mengapa? karena masyarakat banyak kemungkinan besar akan &lt;i&gt;ngedumel&lt;/i&gt; (baca: mengeluh) melihat para pemimpinnya jauh dari pola hidup sederhana. Akibatnya, kalor (energi panas) yang diciptakan dari &lt;i&gt;dumelan&lt;/i&gt; tersebut akan menguap ke udara dan berkumpul di atmosfer dan meningkatkan suhu bumi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ditambah berita semisal, "mewahnya mobil dinas untuk kepala dinas, walikota dan pejabat setingkat lainnya". Salah seorang Anggota komisi C DPRD DKI, Tatang Rusfandi juga menyampaikan bahwa saat ini dewan juga sedang mempertanyakan &lt;b&gt;alokasi anggaran sebesar Rp 14.495.695.000 untuk pembelian 42 mobil dinas eselon II (Rp 345.135.595 per unit)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau eselon II saja sudah senilai ini, bagaimana eselon I dan terus ke atas? Semakin banyaklah kalor yang menguap ke angkasa. Apalagi mengingat, kejadian serupa berpotensi besar terjadi di lebih dari 33 propinsi yang tersebar di seluruh Indonesia.Tentu, akumulasi kalor yang muncul dari kegemasan sebagian besar rakyat Indonesia akan memperparah kondisi iklim global. Tapi ingat.. ini belum termasuk akumulasi kalor para politisi dan warga terkait suhu politik yang kian memanas!=b Dengan demikian, jelaslah sudah, mengapa Jakarta kian hari kian panas..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5390638851130326480?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5390638851130326480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5390638851130326480' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5390638851130326480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5390638851130326480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/07/usia-bumi-tinggal-60-tahun-lagi.html' title='&quot;Usia Bumi Tinggal 60 tahun Lagi!&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-8531959990438828166</id><published>2009-07-31T01:45:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:46:49.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>"Membayangkan Generasi Tua Kita.."</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;Tadi siang ketika sedang melaju di atas motor, di bawah terik matahari siang kota depok,         &lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1105141&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=117133526467&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=117133526467&amp;amp;id=1325451796"&gt;&lt;img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs184.snc1/6160_1186600748257_1325451796_1105141_8091279_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_right"&gt; melintas seorang nenek dan cucu laki-lakinya. Sambil memperlahan laju kendaraan, sekilas saya menatap wajah sang nenek yang renta tampak khawatir melihat cucunya menyeberang mendahuluinya. Sementara sang cucu, asyik berjalan di depan tanpa menoleh sedikit pun ke arah sang nenek yang berjalan lebih lamban, tampak agak terseok di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena tersebut, entah kenapa, tiba-tiba terlintas di benak saya &lt;b&gt;seperti apa kelak generasi kita, termasuk saya (bila Allah memberikan usia yang panjang) menjalani masa-masa tua kita?&lt;/b&gt; Apakah akan tetap ada seorang nenek atau kakek yang masih memiliki kesempatan untuk mengkhawatirkan cucunya?atau jangan-jangan tanpa kita sadari, kita sudah mulai menjalani proses menjadi seorang cucu yang (akan) tumbuh menjadi seseorang yang sama sekali menghiraukan orang yang lebih tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran saya beralasan. Utamanya karena pola pendidikan anak yang kini semakin menekankan kepada kemandirian anak dan pelimpahan “wewenang” pengasuhan anak kepada orang-orang di luar keluarga inti. Entah hal ini terjadi &lt;i&gt;by design&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;by accident&lt;/i&gt;, yang jelas kini orang-orang tua terlalu sibuk terhadap diri mereka sendiri. Terutama, pada keluarga-keluarga dengan tingkat ekonomi yang memadai. Akibatnya, kini terjadi degradasi (baca: penurunan) kualitas hubungan orang tua terhadap anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita coba membayangkan kembali masa kecil kita (generasi yang lahir antara awal 80an hingga awal 90)dengan masa kecil generasi sekarang adakah hal-hal yang dulu (kita rasakan) menjadi poin-poin penting dalam pengasuhan orang tua kita terhadap kita, tapi saat ini sudah mulai berkurang atau bahkan hilang sama sekali? Apalagi bila kita membandingkannya dengan masa kecil generasi orang tua kita. Tentu kita akan menemukan lebih banyak lagi nilai yang hilang dalam pola asuh orang tua terhadap anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, terkait dengan pendampingan belajar. Dulu, saya masih ingat ketika saya SD, ibu saya sering mendampingi saya di malam hari selepas maghrib, untuk membahas PR-PR sekolah yang saya peroleh di hari tersebut. Namun, seiring dengan waktu, (ketika SMP) ibu saya mulai bekerja di kantor sehingga hampir tidak pernah beliau mendampingi saya untuk belajar lagi. Dewasa ini,(bagi anak-anak generasi kini) bahkan sudah lebih parah lagi.. Lembaga bimbingan belajar kini menjamur di mana-mana. Menjadi semacam tempat-tempat penitipan anak modern. Jadi, semakin terbukalah kesempatan “pelimpahan wewenang” dari orang tua ke guru-guru bimbingan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin mempersalahkan kemajuan zaman dan teknologi. Namun,&lt;b&gt;adakah sebuah cara untuk mengembalikan kesadaran kita untuk “kembali ke jalan yang benar”?&lt;/b&gt; Saya khawatir, bila kondisi ini terus dibiarkan di usia tua kita nanti (mungkin) akan semakin banyak panti-panti jompo yang menampung kakek &amp;amp; nenek seusia kita. Menampung orang-orang yang terlupakan, karena kita kini pun melupakan.&lt;br /&gt;Bukankah apa yang kita tanam hari ini akan kita tuai di hari nanti?Menanam padi, menuai padi.. Menanam jagung, menuai jagung.. Jadi, apa yang kita tanam hari ini kawan?=D Mungkin ada di antara kawan yang berkenan untuk berbagi? Lebih khusus terhadap kawan-kawan yang kini telah mulai memasuki fase baru dalam hidupnya: membina sebuah keluarga, sekolah peradaban yang sesungguhnya=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;QS.17:23&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-8531959990438828166?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/8531959990438828166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=8531959990438828166' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/8531959990438828166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/8531959990438828166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/07/membayangkan-generasi-tua-kita.html' title='&quot;Membayangkan Generasi Tua Kita..&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-7677673595249087459</id><published>2009-07-31T01:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:44:51.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>"Azas Kepatutan.."</title><content type='html'>Dua hari ini, saya mengalami serangkaian peristiwa yang beberapa di antaranya mengajak saya untuk merenungi sebuah hikmah yang berkaitan dengan &lt;b&gt;"Azas Kepatutan"&lt;/b&gt;. Demikian sebuah frase yang saya dapat dari bapak saya. Peristiwa terakhir terjadi beberapa saat sebelum pesawat yang kami tumpangi tadi pagi lepas landas dari medan menuju jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, para penumpang satu per satu mulai memasuki kabin pesawat dan mengisi kursi masing-masing sesuai dengan nomor kursi yang tertera pada tike. Selang beberapa waktu kemudian, sebagian besar penumpang telah menempati kursinya masing-masing. Menyisakan beberapa kursi kosong yang belum terisi. Hingga datanglah, seorang ibu muda yang sedang menggendong anak bayinya yang masih sangat kecil.Tempat duduk beliau berselang dua baris kursi di depan tempat duduk kami (saya dan bapak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap baris terdiri dari 3 buah kursi.Ujung kursi yang satu berada di dekat jalur masuk penumpang, satu kursi di tengah, sementara ujung lainnya merapat ke jendela pesawat.Sang ibu mendapatkan kursi di tengah.Sedangkan suaminya,(mungkin karena situasi bandara Polonia ketika itu sedang sangat ramai) ternyata hanya berhasil mendapatkan kursi yang terpisah satu baris di belakang sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena satu dan lain hal yang kurang saya ketahui, sang istri bersama bayi di dalam dekapannya telah tiba lebih dahulu sebelum sang suami. Saat itulah terjadi perbincangan antara ibu tsb dengan seorang bapak paruh baya yang duduk di kursi, tepat di sebelah kursi beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sang Ibu&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;"Maaf pak, apa boleh bila saya duduk di pinggir?jadi bapak pindah ke kursi saya yang berada di tengah.Karena saya khawatir, di tengah perjalanan nanti saya akan keluar masuk karena anak saya mungkin butuh ke kamar mandi.Sedangkan suami saya duduk di belakang.. Jadi mungkin agak repot.."&lt;/i&gt; (alasan ini menurut saya cukup logis untuk dipahami mengingat jarak antara baris kursi yang satu dengan baris di depannya cukup sempit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sang Bapak&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;"Waduh.. bagaimana ya?Saya ini sudah tiga kali pindah kursi bolak-balik.. Ibu di tengah saja lah ya.."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(beberapa penumpang tampak memperhatikan percakapan tersebut,termasuk saya dan ayah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sang Ibu&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;"Apa benar-benar tidak bisa pak?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sang Bapak&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;"....."&lt;/i&gt; (tidak ada komentar).&lt;br /&gt;Seorang perempuan muda yang duduk persis satu kursi di belakang sang bapak,dan memiliki kursi yang juga persis di posisi luar pun tidak ada reaksi.Hanya terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, bapak saya yang duduk di samping saya cukup terganggu dengan sikap bapak tsb. Dan bersikeras untuk membantu ibu tsb, padahal tidak seorang pun di antara kami yang duduk di kursi pinggir dekat dengan jalur penumpang.Akhirnya beliau meminta kesediaan seorang remaja perempuan yang duduk di sebelahnya untuk bertukar ke kursi tengah yang beliau duduki,sehingga kursi remaja tsb yang berada di pinggir bisa ditempati oleh ibu tsb. Sedangkan bapak saya akhirnya duduk di kursi awal sang ibu, persis di sebelah bapak tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian,datanglah sang suami. Melihat posisi ibu tsb dan sang suami duduk terpisah, sang pramugari mencoba membujuk perempuan muda yang duduk persis di belakang bapak yang tidak mau memberikan kursinya tadi untuk pindah satu baris ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Apa ibu bersedia pindah satu baris ke belakang,bu? sama-sama di pinggir kok.. hanya beda baris.Supaya ibu ini bisa duduk di sebelah bapak (suaminya)"&lt;/i&gt;, ujar sang pramugari. Alhamdulillah, perempuan tsb bersedia sehingga sang istri, suami dan anak bayi tsb bisa duduk berdampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah mendarat di bandara soekarno hatta, bapak saya pun beceritera pada saya, &lt;i&gt;"Tadi papa iseng tanya sama bapak tadi..&lt;b&gt;'kenapa sih pak, kok ga mau tukar kursi?padahal mudah kan.. tinggal geser satu kursi.. apalagi ibu tadi bawa bayi'&lt;/b&gt;?"&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jawab bapak tsb: &lt;b&gt;'Anda tahu.. saya ini punya hak.. saya punya hak untuk mendapat privacy!"&lt;/b&gt;, ujar bapak tsb. Perbincangan antara bapak saya dan bapak tsb tidak dilanjutkan karena penumpang yang duduk di sebelah bapak saya menarik sisi kanan baju bapak saya. Seolah mencoba berkata, &lt;i&gt;"Sudah pak, tidak usah diteruskan.."&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau kemudian berkata kepada saya.. "Inilah yang disebut dengan 'Azas Kepatutan'. Sebenarnya, bapak tsb (yang tidak mau memberikan kursinya) memang memiliki hak atas kursi tsb. Namun, tidak patut bila seorang ibu yang membawa bayi meminta kesediaannya untuk bertukar kursi justru bersikukuh untuk tidak bergerak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian semacam ini juga sering terjadi di dalam &lt;i&gt;bus way&lt;/i&gt;. Ketika seorang laki-laki, yang duduk di depan seorang ibu hamil berpura-pura tidur supaya (dikira) tidak melihat bahwa ibu hamil itu berdiri persis di depan hidungnya.Meskipun para penumpang yang lain, terutama ibu-ibu,memberikan komentar negatif atas perilakunya, ia tetap asyik dengan tidur (pura-pura)nya!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terlintas bayangan sang bapak tsb, yang mengenakan topi haji putih, persis sebelum meninggalkan kabin untuk turun dari pesawat. Ya Allah, mengapa harus dengan topi haji? &lt;i&gt;astaghfirullah&lt;/i&gt;... saya mohon ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sebagai pengingat bagi kita semua.amin    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                &lt;b&gt; Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:&lt;/b&gt;                             &lt;br /&gt;                                  &lt;b&gt;"Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah &lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;                                      &lt;b&gt;niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                                &lt;b&gt;Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                      &lt;b&gt;niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                            &lt;b&gt;dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                                                           (QS.Al-Mujaadilah: 11)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-7677673595249087459?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/7677673595249087459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=7677673595249087459' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/7677673595249087459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/7677673595249087459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/07/azas-kepatutan.html' title='&quot;Azas Kepatutan..&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-356595045144970166</id><published>2009-07-31T01:42:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:43:51.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>"Bapak dan Ibu Capres-Cawapres: Jadilah Anomali!"</title><content type='html'>Setelah beberapa lama berhenti menulis mengenai hiruk-pikuk politik, akhirnya saat ini saya kembali memutuskan untuk menulis.Bukan dalam kapasitas saya sebagai rakyat yang mendukung salah satu pasangan capres-cawapres, tapi lebih sebagai rakyat yang ingin agar bangsa ini dapat menjadi lebih baik.Tentunya dengan dukungan kawan-kawan, utamanya para bapak dan ibu capres-cawapres. Saya berharap bapak dan ibu serta kawan-kawan sekalian berkenan mempraktekkan perkataan Ali RA yang dikutip pak JK di salah satu baligho kampanyenya: &lt;b&gt;"Dengarkanlah nasehat meskipun dari seorang anak kecil"&lt;/b&gt;=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak dan Ibu capres-cawapres yang terhormat,saya ingin bertanya: &lt;b&gt;(dalam dunia politik) Bolehkah kita memutuskan untuk menjadi anomali (dalam kebaikan)?&lt;/b&gt; karena tidak sedikit kawan saya yang memberikan &lt;i&gt;labelling&lt;/i&gt; (baca: cap) tertentu bagi dunia politik. Sebagian kawan-kawan bilang, &lt;b&gt;"Politik itu kejam!"&lt;/b&gt;.. sebagian lagi mengatakan,&lt;b&gt; "di dalam dunia politik tidak ada kawan yang abadi.. satu-satunya kawan yang abadi bagi para politisi adalah kepentingan mereka sendiri"&lt;/b&gt;.. &lt;i&gt;ceunah&lt;/i&gt; (baca: katanya=b).Inilah persepsi yang ada di dalam benak sebagian besar mayarakat terhadap dunia politik dan politisi kita.. yang tumbuh melalui perilaku populer (baca: perilaku yang umum dilakukan) yang ditampilkan oleh (tidak sedikit) politisi bangsa kita. Dan pada akhirnya menguatkan rasa &lt;i&gt;hopeless&lt;/i&gt; akan terwujudnya kondisi yang lebih baik di negeri kita.Berdasarkan asumsi sederhana ini, saya pikir cukup untuk mulai mempertimbangkan menjadi seorang pemimpin yang anomali (dalam kebaikan)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang guru saya pernah bilang, bahwa orang-orang terdepan merupakan orang-orang minoritas.. sedikit jumlahnya! Mereka ini adalah orang-orang yang masuk dalam kategori "anomali" di tengah masyarakatnya.Istilah asingnya: &lt;b&gt; "Creative Minority"&lt;/b&gt;! Klo berdasarkan referensi psikologi yang pernah saya baca, orang-orang terdepan ini bahkan termasuk ke dalam golongan &lt;b&gt;"orang-orang abnormal secara statistik"!&lt;/b&gt;=b ya,karena secara statistik, mereka ga seperti kebanyakan orang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari keren atau tidak keren,wajar atau tidak wajar.. menurut saya, status "anomali" ini penting banget pak,bu.. karena yang saya pahami, seorang &lt;i&gt;great leader&lt;/i&gt; umumnya memiliki sesuatu yang membedakannya dari kebanyakan orang.Menurut saya,&lt;b&gt; "A great leader is a truly distinguish person!"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekaranglah waktu yang paling tepat bagi bapak &amp;amp; ibu untuk menjadi seorang "anomali", berani membuat sesuatu yang berbeda (dalam kebaikan). Paparan berita utama di halaman media-media terkemuka tentang politik negeri kita sesekali perlu dihebohkan dengan suatu hal sederhana yang berbeda (karena sudah lama tidak dilakukan) yang ditularkan melalui keteladanan pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, &lt;b&gt;setelah prosesi penghitungan KPU tentang PILPRES selesai ada baiknya bapak dan ibu kembali berkumpul untuk bertukar gagasan program yang konstruktif bagi perbaikan bangsa ini&lt;/b&gt;.Mungkin sekaligus sebagai sarana silaturahim sederhana dalam suasana yang hangat. Meskipun bapak dan ibu adalah 6 orang warga negara terbaik, sebaik-baiknya gagasan yang bapak ibu miliki, tentunya mungkin antara satu sama lain ada yang bisa luput toh?Ada hal baik yang dimiliki kandidat no.1, tidak dimiliki no.2 &amp;amp; 3.. Atau mungkin saja ada yang dimiliki kandidat no.2 tidak dimiliki kandidat no.1 &amp;amp; no.3.. Atau mungkin ada ide menarik yang dimiliki kandidat no.3, tidak dimiliki kandidat no.1 &amp;amp; 2. Jadi saling berbagi hal positif=D Bagaimana pak, bu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide lain yang sempat terpikir oleh saya, adalah dengan &lt;b&gt;membuka kesempatan bagi seluruh warga negara Indonesia untuk memberikan masukan nyata terhadap program strategis pemerintah 5 tahun ke depan&lt;/b&gt;.Buka salurannya, dengan bantuan lembaga terkait, media elektronik (utamanya TV dan Radio) dan mungkin juga mahasiswa.Lihat secara lebih arif, apa hal fundamen yang selama ini menjadi hambatan bagi kita untuk menjadi negara besar.. kemudian dari sana pilih prioritas dan laksanakan dengan sebaik-baiknya. Atau bisa juga dikembangkan melalui program-program strategis yang bapak dan ibu janjikan dalam kampanya.. Para capres-cawapres bem berbagai universitas bahkan sudah melakukannya sejak jauh-jauh hari pak, bu.. menampung aspirasi 'masyarakat kampus' sebelum menentukan proker fix=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, satu harapan sederhana yang seringkali terlintas di benak saya.. &lt;b&gt;tentang budaya hidup sederhana pak,bu..&lt;/b&gt; dapatkah bila salah seorang dari Anda telah resmi menjadi presiden &amp;amp; wakil pres RI periode 2009-2014 memberikan contoh nyata keteladan budaya hidup sederhana? Saya yakin masih banyak pos-pos anggaran-anggaran yang terlalu besar terkait jabatan bapak bisa diefisienkan.. sehingga bisa dialokasikan untuk saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan. Bila bapak dan ibu mau melakukan ini,Insya Allah pak,bu.. semangatnya akan menjalar ke seluruh lapisan masyarakat.. Pundak maupun dada bapak dan ibu pun akan terasa lebih lapang dalam menjalani amanah ke depan=D yakin pak,bu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai inspirasi ringan pak,bu.. kita rame-rame nonton bareng film "CHANGE " yuk pak,bu=D Mengisahkan sebuah cerita fiksi tentang seorang yang menjadi perdana menteri jepang dalam usia yang sangat muda.. menurut saya, pesan moralnya penting pak,bu.. Kalo mau nonton sendiri juga boleh=D nanti didiskusikan di rapat kabinet=b hehe.. sekilas infonya bisa dilihat di sini pak,bu: &lt;a href="http://reza-fathur.blogspot.com/2008/12/lets-change-indonesia.html" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://reza-fathur.blogspo&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;t.com/2008/12/lets-change-&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;indonesia.html&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir pak,bu.. &lt;b&gt;Jangan pernah ragu untuk meminta maaf bila kita memiliki kekeliruan&lt;/b&gt;.Baik yang disengaja maupun tidak.. Meskipun saya tahu, terkadang berat kita untu kita lakukan.. Apalagi bila sudah menyangkut "nama baik" (baca: gengsi) kita. Tapi, yakin pak.. bu.. perkataan yang baik, dan pemberian maaf itu begitu berarti bagi diri dan sesama=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi mohon maaf pak,bu.. kadang2 suka gemes melihat bapak dan ibu.. jadi suka ngomongin yang enggak-enggak di belakang bapak dan ibu=b ya,mungkin karena saya tidak punya cukup ruang untuk menyampaikan pandangan saya secara langsung kepada bapak dan ibu sekalian. Jalan yang bisa saya pilih selain lewat mimpi hanyalah lewa tulisan semacam ini=D maaf ya pak,bu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat hal yang saya sebutkan sebelumnya adalah gagasan-gagasan sederhana yang masih anomali (untuk ukuran seorang pemimpin bangsa). Namun, sebagian besar justru telah begitu populer di kalangan para penggerak kegiatan kemahasiswaan di kampus-kampus.&lt;br /&gt;Saya yakin, kawan-kawan yang lain pun punya banyak ide-ide konstruktif lainnya.. jadi nanti bisa menambahkan ide lainnya=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, maukah bapak dan ibu memutuskan untuk menjadi seorang anomali dalam kebaikan? saya pikir pak,bu.. rakyat kini tengah menanti gebrakan nyata bapak dan ibu sekalian.. sesuatu yang berbeda! maka &lt;b&gt;jangan ragu untuk menjadi "anomali" dalam kebaikan! Inilah sebabnya kini kata "perubahan" menjadi begitu dirindukan di seluruh belahan dunia.. karena perubahan itu dimulai dari sesuatu yang baru, sesuatu yang tampak aneh justru karena belum pernah dilakukan!&lt;/b&gt;=D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-356595045144970166?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/356595045144970166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=356595045144970166' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/356595045144970166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/356595045144970166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/07/bapak-dan-ibu-capres-cawapres-jadilah.html' title='&quot;Bapak dan Ibu Capres-Cawapres: Jadilah Anomali!&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5278141334880326126</id><published>2009-06-08T21:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T21:24:53.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>"The Genuine Master"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://life.halcode.com/wp-content/images/penguin_leadership.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 308px; height: 221px;" src="http://life.halcode.com/wp-content/images/penguin_leadership.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sahabat, pernahkah anda membayangkan dalam benak anda bahwa sesungguhnya bangsa sebesar ini (mungkin) hanya dikendalikan oleh beberapa orang saja&lt;/b&gt;. Apakah Anda pernah membaca sebuah literatur yang menyatakan bahwa arah nasib bangsa ini memang berada di tangan sekira 5% dari total penduduk bangsa ini? Dengan asumsi bahwa total penduduk indonesia saat ini mencapai 250 juta jiwa, 5% berarti setara dengan 12,5 juta jiwa. Namun, jumlah tersebut nampaknya masih terlalu banyak bagi saya.. dalam benak saya bahkan jauh lebih kecil. Mungkin masih dalam kisaran hitungan jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini bukanlah orang-orang yang sering tampil di permukaan, jauh dari hingar bingar media. Namun, mereka inilah sesungguhnya orang-orang yang memiliki kendali penuh terhadap polah orang-orang yang kita kenal sebagai "orang-orang hebat" bangsa ini. Mereka sepi dari sorotan, namun mereka sesungguhnya adalah yang paling signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat sebuah buku yang bertutur tentang gerakan freemansory yang termasyhur kemudian sebagai gerakan zionis. Pada salah satu bagian buku, sang penulis menyebutkan bahwa utusan yang membawa "dokumen super rahasia" dirampok dalam perjalanannya menuju Istana salah seorang bangsawan di Inggris. Dari peristiwa tsb, terpaparlah &lt;i&gt;grand design&lt;/i&gt; sejumlah pemimpin gerakan tsb yang jauh menembus ruang dan waktu. Bahkan, beberapa poin di antaranya kini terbukti terwujud. Penguasaan media, realisasi strategi adu domba sebagai pelemahan basis-basis kekuatan dunia, dsb. Para pemimpin tsb hanyalah sekian kecil dari total penduduk dunia kala itu. Namun, pengaruh mereka melingkupi sebagian besar dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda pernah membayangkan bahwa hal serupa mungkin terjadi di negeri kita? saya tidak mengatakan bahwa tidak ada resistensi terhadap mereka, namun kekuasaan yang mereka miliki sesungguhnya sangat powerful. Termasuk dalam mengendalikan berbagai skenario drama kehidupan sebagai upaya tarik-ulur dalam mempertahankan hegemoni. Bukan dalam skala partai, namun dalam cakupan yang lebih makro lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertemu secara periodik untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang dan menetapkan keputusan-keputusan sebagai arahan strategis operasional bagi operator-operator lapangan kelas satu yang mereka miliki. Termasuk, saya membayangkan, dalam skala kecil terkait dengan berita apa yang perlu diangkat selama kurun waktu tertentu. Untuk menjalankan peran ini, tentu kompetensi personal mereka tidak diragukan lagi.. sehingga jarak antara visi &amp;amp; mimpi tidak beranjak jauh dengan implementasi &amp;amp; realisasi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, seorang petinggi KPK yang kebetulan mengisi sebuah seminar bersama saya beberapa waktu lalu, memberikan justifikasi terhadap pandangan saya. Beliau menyebut orang-orang tsb dengan istilah &lt;b&gt;"The Mind Master"&lt;/b&gt;. Bahkan, beliau kini sudah selangkah lebih maju dari saya yang baru sampai pada level &lt;b&gt;"menyadari"&lt;/b&gt; fenomena. Beliau telah sampai pada level &lt;b&gt;"berbuat"&lt;/b&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini beliau sedang mewujudkan mimpi untuk membuat sebuah sekolah khusus yang mendidik anak-anak berkemampuan luar biasa di dalam sebuah tempat di jawa barat. Anak-anak ini, biasa kita kenal dengan sebutan &lt;b&gt;"Anak Indigo"&lt;/b&gt;. Saking yakinnya, beliau bahkan menyisihkan sebagian besar penghasilan yang ia terima sedikit demi sedikit untuk membangun pusat pengembangan diri khusus tersebut. Beliau menambahkan kepada saya bahwa berdasarkan penelitian, selama kurun waktu beberapa waktu ke depan jumlah kelahiran anak-anak indigo akan mengalami peningkatan. &lt;b&gt;"Saya yakin bahwa mereka ini seharusnya dididik untuk bukan sekedar menjadi juara-juara lomba matematika atau fisika, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan!&lt;/b&gt;", papar beliau. Ucapan beliau ini membuat saya teringat dengan figur &lt;i&gt;super heroes&lt;/i&gt; semisal dalam film &lt;b&gt;X-Men&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya mungkin tidak sepenuhnya paham perihal rencananya dengan anak-anak indigo tsb. Namun, &lt;i&gt;concern&lt;/i&gt; saya lebih kepada bagaimana mengembangkan orang-orang yang akan menjadi &lt;b&gt;"The Genuine Mind Master"&lt;/b&gt; tandingan bagi &lt;b&gt;"The Bad Mind Master"&lt;/b&gt; yang saya yakini kini bercokol di negeri kita. Mungkin beberapa lembaga semisal Nurul Fikri dan Republika telah memulainya. Namun, saya pikir perlu upaya yang lebih terintegrasi, lebih sistematis, lebih strategis dan lebih komprehensif untuk mewujudkan &lt;b&gt;"The Genuine Mind Master"&lt;/b&gt; sebagai sebuah solusi bagi negeri. Mungkin saya sepakat dengan singkatan SOLUSI yang diberikan oleh petinggi KPK tsb: &lt;b&gt;Stratejik Operasional Luwes Sistematis Integrasi!&lt;/b&gt;. Saya yakin ini nyata, bukan sekedar khayalan belaka.Bagaimana menurut Anda, sahabat? Wallahua'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5278141334880326126?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5278141334880326126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5278141334880326126' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5278141334880326126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5278141334880326126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/06/sahabat-pernahkah-anda-membayangkan.html' title='&quot;The Genuine Master&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5673166559292823474</id><published>2009-06-08T19:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T20:00:59.252-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>"Cahaya di Atas Cahaya"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs005.snc1/4157_1159190063007_1325451796_1010012_657636_a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 180px; height: 298px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs005.snc1/4157_1159190063007_1325451796_1010012_657636_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang kawan pada beberapa kesempatan mengatakan kepada saya bahwa &lt;b&gt; apa pun, siapa pun bisa menjadi guru bagi diri selama kita telah siap memposisikan diri sebagai murid &lt;/b&gt;. Saya sangat sepakat akan hal ini, meskipun tidak pada titik yang terlampau liberal (baca: ekstrem). Kita memang bisa belajar dimana pun, kapan pun, dan dari apa &amp;amp; siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam opini saya, tetap bahwa manusia yang ingin belajar, praktis membutuhkan seorang guru yang mampu membantu kita untuk mendapatkan rangsangan-rangsangan berpikir baru untuk mengembangkan apa yang sudah kita ketahui, minimal sebagai kawan diskusi yang baik. Singkat kata, manusia pembelajar tidak bisa (dan tidak akan mampu) belajar seorang diri.&lt;br /&gt;Karena saya kini meyakini bahwa &lt;b&gt; a greatman must always be a great learner, a great teacher, as well as a great disciple &lt;/b&gt;; &lt;i&gt; seorang yang mampu melakukan pencapaian hidup yang tinggi tentulah seorang pembelajar sejati yang juga merupakan guru yang baik sekaligus murid yang baik &lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Ini pandangan saya, pandangan anda tentu saja boleh berbeda. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sesungguhnya bukan perdebatan seputar itu yang ingin saya &lt;i&gt; share &lt;/i&gt; dalam tulisan ini. Saya ingin berbagi sebuah pengalaman sederhana yang mengundang saya untuk mencoba memaknainya lebih banyak.Mungkin kawan-kawan sekalian bisa menemukan hal lain di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sederhana ini diawali dengan kebiasaan yang saya lakukan di saat saya sedang membutuhkan inspirasi. Di kala saya membutuhkan tempat berpikir untuk menemukan sebuah ide yang segar. Biasanya dalam kondisi tsb saya melakukan perjalanan seorang diri. Dan siang itu saya memutuskan untuk mencari inspirasi di kantin salman itb, sambil menyantap sarapan siang sederhana: nasi secukupnya, telor, sayur dan tempe plus segelas susu=D kemudian saya bergegas melihat sekeliling mencari meja yang masih luang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun duduk di meja yang terletak di posisi sebelah selatan kantin, dekat dengan udara. Setelah menikmati makan siang, sambil menikmati susu dingin lengkap dengan angin sepoi-sepoi, saya pun mulai mempersiapkan sebuah pulpen dan sebuah notes bersampul biru untuk menulis.Dan baru saja, saya mau mulai menulis, datanglah beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya mencurahkan fokus pada lembar kertas di hadapan saya, saya tidak menoleh sedikit pun ke arah kanan sumber pergerakan baru tsb.Tapi jelas cukup mengganggu.. karena ia menggeser-geser kursi kosong di sebelah saya, dan tampak mondar-mandir antara meja tempat saya berada dan meja di belakang.&lt;br /&gt;Sepertinya beliau sedang bingung memutuskan duduk dimana. Tanpa sedikit pun menoleh, lintasan pikiran buruk di kepala saya sejenak bergumam, "orang yang aneh..".. Akhirnya, ia memutuskan duduk jenak satu kursi di sebelah saya, dan meletakkan tasnya persis di sebelah tempat duduk saya. Ia pun mulai makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun menarik napas lega karena "gangguan kecil" telah reda.&lt;br /&gt;Namun, beberapa detik kemudian ia kembali beraktivitas dan kali ini membuat saya menolehkan pandangan saya: "kang...", kata dia. Saya pun menoleh, dan ia kembali melanjutkan, "punten kang, boleh nitip tas saya sebentar?". refleks saya pun langsung merespon dengan anggukan dan senyuman kecil=D Dan ia pun pergi.. entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya berpikir, "kenapa ia mempercayakan tasnya kepada saya, seorang yang tak dikenal? apakah ia tidak takut kalau tasnya saya bawa kabur? padahal kasus semacam ini kan sedang marak terjadi.. terutama di tempat-tempat ramai publik". Dan ia pun kini telah kembali, "makasi kang..=D".&lt;br /&gt;Saya pun tersenyum. Alhamdulillah.. trnyata impresi awal orang thd saya masih masuk dalam kategori orang baik=b haha.. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tiba-tiba gagasan lain pun muncul.. Bagaimana kalau amanah menjaga tas ini kita jadikan sebagai perumpamaan ke dalam konteks mempercayakan amanah kepada seorang pemimpin negara? apakah kita bisa memutuskan untuk memberikan kepercayaan terhadap seorang yang tidak kita kenal berdasarkan impresi pertama? ah.. mungkin saja. Terkadang, manusia-manusia yang berhati mulia memiliki pancaran wajah yang sejuk menyejukkan.. mulai dari pandangan pertama. Terutama ketika satu dengan yang lainnya tampak serupa tapi sama.. semoga sama-sama dalam kebaikan. amin. Nah, sekarang mulailah kita melakukan pencarian cahaya pada ketiga pasangan capres-cawapres kita. Adakah yang memancarkan cahaya amanah? wallhua'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Allah (pemberi) cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendak, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu"&lt;/b&gt; (QS.An-Nuur: 35)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5673166559292823474?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5673166559292823474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5673166559292823474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5673166559292823474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5673166559292823474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/06/cahaya-di-atas-cahaya.html' title='&quot;Cahaya di Atas Cahaya&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-3174261443721354593</id><published>2009-06-08T19:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T19:50:48.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>"Sebuah Telpon yang Tidak Biasa.."</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs005.snc1/4157_1154533066585_1325451796_993384_6097367_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 101px; height: 133px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs005.snc1/4157_1154533066585_1325451796_993384_6097367_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemarin shubuh, saya dikejutkan dengan sebuah telpon yang tidak biasa..&lt;br /&gt;HP saya berdering.. Saya melihat sebuah nomor yang tidak dikenal tampil di layar HP saya.Nomor jakarta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara orang diseberang sana terdengar agak serak-serak basah..&lt;br /&gt;"Halo.. apa betul ini dengan mas reza?".&lt;br /&gt;Saya yang masih agak kurang connect  (karena baru saja terjaga) menjawab, "Ya, betul.. ini reza.. maaf ini dengan siapa Pak?".&lt;br /&gt;Suara tsb menjawab, "Ini dengan X (saya samarkan demi kesantunan), aspri RI-1".&lt;br /&gt;Dalam hati saya bergumam, "ngaco aja nih orang..", akhirnya saya berkata, "Pak, anda jangan main-main!"&lt;br /&gt;Bapak tsb melanjutkan, "Saya serius, saya X, aspri RI-1. Bapak presiden menginstruksikan saya menghubungi mas reza untuk menyampaikan bahwa beliau ingin bertemu empat mata dengan mas!"&lt;br /&gt;Karena merasa sedang dipermainkan, saya pun semakin jengkel, "Pak, anda ini apa tidak ada kerjaan lain? Pagi-pagi begini nelpon ngerjain orang.. model penipuan semacam ini sudah marak, pak!", kata saya sekenanya dan hp pun saya tutup.&lt;br /&gt;Hp saya kembali berdering. Satu kali.. dua kali.. saya biarkan sampai mati sendiri. Tapi entah kenapa ia ternyata masih ngotot, mengganggu sekali. Akhirnya terpaksa saya angkat kembali untuk menyudahi pembicaraan. Namun, sebelum saya sempat berkata.. Bapak tsb sudah nyeletuk, "Saya tidak menipu mas! Anda mau menolak instruksi bapak Presiden?”.&lt;br /&gt;Sayup-sayup pada suara backsound penelpon tsb saya mendengar seorang bertanya, “Bagaimana x, apa ada kendala?”. Kemudian sang penelpon menjawab, “Siap pak, ijin bicara. Mas Reza tidak percaya bila saya Aspri bapak!”. Org tsb pun merespon, “Baik, biar saya yang bicara..”.&lt;br /&gt;“Halo, Assalamua’laikum mas reza..”, suara ini nampaknya akrab di telinga saya. “Mas reza?”, wah ini betul-betul suara RI-1! Saya yakin sekali.. Namun, kepala saya tiba-tiba pusing sambil terus berpikir, “waduh, ada apa ini sampai RI-1 menelpon seorang rakyat jelata.. Apa mungkin karena tulisan saya di blog atau di facebook ada yang kurang etis?”.&lt;br /&gt;R : “Waalaikum salam pak..” .&lt;br /&gt;RI-1:  “Mas Reza, saya Y, Presiden RI.. Bila Anda tidak keberatan, saya ingin bertemu empat mata dengan saudara besok pagi..”&lt;br /&gt;R: “Wah, bukannya saya menolak untuk menjadi warga negara yang baik pak. Tapi, mohon maaf besok pagi saya sudah ada jadwal mengisi pelatihan mahasiswa.. Dan bagi saya, janji adalah janji.. jadi harus ditepati”&lt;br /&gt;RI-1: “mm.. baik bagaimana kalau lusa sekitar jam8 pagi?”&lt;br /&gt;R: “sebentar pak, saya lihat jadwal dulu.. mm.. jadwal saya minggu ini di pagi hari cukup padat pak. Kunjungan ke panti jompo, diskusi pendidikan, mengisi di rumah belajar, les bahasa inggris.. Bagaimana kalau via telpon saja pak? Line ini saya pikir cukup aman.”&lt;br /&gt;RI-1: “Sebenarnya agak sulit kalau via telpon. Tapi baiklah.. karena ini sangat mendesak, jadi harus segera saya sampaikan.” “Begini.. Saya ingin mengetahui pandangan saudara mengenai kualitas kepemimpinan saya?”&lt;br /&gt;R: “Kalau menurut saya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pak!”&lt;br /&gt;RI-1: “Perlu bagaimana maksud mas reza?Bisa tolong dijelaskan lebih lanjut?”&lt;br /&gt;R : “Menurut saya, saat ini.. mohon maaf sebelumnya bila saya berbicara apa adanya pak.. menurut saya, rakyat Indonesia butuh pemimpin yang benar-benar tulus dan memiliki visi yang nyata &amp;amp; terjamin!”&lt;br /&gt;RI-1: “baik, saya mendengarkan.. lanjutkan!”&lt;br /&gt;R : “wah, kampanye terselubung ke saya nih pak!”&lt;br /&gt;RI-1: “Ya, maaf! Bukan begitu maksud saya.. Lanjutkan mas!”&lt;br /&gt;R: “ada 3 hal yang ingin saya sampaikan pak.. Yang pertama, &lt;b&gt;visi Bapak itu masih terlalu mengawang-awang.. absurd dan sulit dipahami. Bagaimana kalau hal-hal prioritas dalam kepemimpinan bapak dibuat menjadi poin per poin sehingga dapat diskusikan lebih lanjut?&lt;/b&gt; Setidaknya, buatlah kami para mahasiswa bisa lebih mudah memahami arah kepemimpinan Bapak! ”&lt;br /&gt;“kemudian yang kedua, &lt;b&gt;andai bapak terpilih berjanjilah untuk hidup sederhana dimulai sejak hari awal bekerja. Ciptakan keteladanan yang dimulai dari Istana, perlahan ke kantor wapres dan para menteri kabinet&lt;/b&gt;. Kurangi anggaran rumah tangga istana yang berlebihan.. termasuk, tidak membeli mobil dinas RI-1 baru, Infakkan 50% gaji bapak ke lembaga pengelola infak untuk dikelola secara profesional, memotong tunjangan yang tidak perlu, dan lain sebagainya.. Bapak tentunya lebih tahu daripada saya. Buatlah rakyat mencintai bapak, dengan mulai benar-benar mencintai rakyat bapak sendiri..”&lt;br /&gt;Dan yang ketiga, &lt;b&gt;tepatilah janji dan peliharalah rasa malu, pak! Laksanakan janji-janji yang Bapak sampaikan kepada rakyat semasa kampanye dengan sebaik-baiknya.. . kontrak politik dengan masyarakat terkait poin-poin strategis yang menurut Bapak menjadi prioritas periode kepemimpinan Bapak mungkin bisa menjadi pengingat yang baik bila suatu kali Bapak terlupa&lt;/b&gt;.. Ingat Pak, setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya di akhirat kelak! Berdoalah pak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mohon sama Allah, sekiranya amanah kekuasaan yang diberikan bisa membuat Bapak dan Bangsa Indonesia menjadi lebih baik, maka dekatkan.. Namun, bila ternyata amanah kekuasaan justru membuat Bapak dan Bangsa Indonesia menjadi lebih buruk, maka jauhkan.. Allah yang lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kita.&lt;/b&gt; Tuluskan niat pak! Demikian Pak, pandangan saya..”&lt;br /&gt;RI-1: O begitu ya?Baik, masukan saudara saya tampung.&lt;br /&gt;R : wah jangan ditampung pak.. mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Krriiiiiing….. weker saya tiba-tiba berbunyi! Saya mengucek mata.. Pukul 4 pagi! Ah, ternyata cuma mimpi=b Mimpi kali ye…!&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-3174261443721354593?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/3174261443721354593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=3174261443721354593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3174261443721354593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3174261443721354593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/06/sebuah-telpon-yang-tidak-biasa.html' title='&quot;Sebuah Telpon yang Tidak Biasa..&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-8325737044865807227</id><published>2009-05-06T19:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T19:55:36.858-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>"Sebuah Pengingat Bagi Para Pengamat Politik"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SgJMxdlbNDI/AAAAAAAAADQ/7ZGiRG9a0kQ/s1600-h/checkmate.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 188px; height: 203px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SgJMxdlbNDI/AAAAAAAAADQ/7ZGiRG9a0kQ/s200/checkmate.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332909321398989874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jujur.Saya sebenarnya enggan tertawa dalam mengamati berbagai hasil analisa capres-cawapres yang ditampilkan di TV akhir-akhir ini. Apalagi, boleh dikatakan bahwa saya termasuk orang yang senantiasa menantikan ide-ide segar dari kacamata para pengamat politik (baca: &lt;i&gt;political analyst&lt;/i&gt;) sebagai 'second opinion' yang mampu memberikan sebuah 'penyegaran' terhadap fenomena politik yang sedang hangat di republik ini. Hasil analisa tsb menjadi menarik ketika disampaikan dengan &lt;b&gt;gagasan sederhana yang realistis mencerahkan&lt;/b&gt;, dan mampu &lt;b&gt;mengundang para pembaca untuk larut 'menerka-nerka' kemana sebenarnya alur pikir sang pengamat kan membawa kita&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa boleh buat.. ketika akhir-akhir ini analisa-analisa tersebut menjadi terlalu mudah ditebak. &lt;b&gt;Dorongan saya untuk tertawa kini menjadi kian menguat!&lt;/b&gt; Sebagian terlalu mudah ditebak dalam hal keberpihakannya pada salah satu calon. Sementara sebagian yang lain, entah karena kehabisan gagasan atau apa, mulai mengeluarkan analisa-analisa yang sebenarnya sudah tidak &lt;i&gt;up-to-date&lt;/i&gt; (baca: kurang layak diterbitkan).Apakah sekedar upaya mempertahankan eksistensi? Hilang sudah minat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja misalnya hasil analisa yang dirilis oleh FISIP UI mengenai popularitas capres baru-baru ini. Dikabarkan bahwa popularitas Prabowo menngejar SBY. Menurut saya, untuk sebuah institusi yang cukup kompeten, topik ini kurang 'mencerdaskan'. Mengapa?Sederhana saja: Prabowo sudah tidak mungkin menjadi capres. Mau memakai berbagai struktur &amp;amp; gaya pembahasaan apa pun,tetap saja sangat tidak memungkinkan.Perolehan suara Gerindra (plus katakanlah, dukungan partai-partai kecil yang dikantongi) masih sangat jauh di bawah ambang batas 20%. Inilah yg disebut &lt;b&gt;'kurang mencerdaskan'&lt;/b&gt;. Isu yang sebenarnya tidak perlu dibahas lagi kok dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain misalnya sorotan mengenai analisa terhadap elektabilitas pasangan JK-Wiranto. Berita pagi ini mengabarkan bahwa seorang peneliti di Makassar menyampaikan bahwa peluang pasangan tsb sangat besar. Menarik. Namun, kurang ilmiah. Mengapa?Kurang data! Saya pikir tantangan terbesar pasangan tsb saat ini adalah bagaimana caranya untuk lolos dari treshold 20% sbg prasyarat untuk maju menjadi capres. Tapi mengapa tidak ada media yang menyoroti?Silakan Anda simpulkan sendiri.Saya pikir para pengamat tentunya jauh lebih cerdas dalam menyadari isu ini. Oleh karena itu, sampai dengan saat ini saya masih meyakini bahwa hanya 2 pasangan capres-cawapres yang berkemungkinan besar untuk maju dalam PILPRES 2009 : Mega-Prabowo dan SBY-?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambung tulisan saya sebelumnya (baca "Menakar Kekuatan Partai Politik Besar Jelang PILPRES 2009), bagaimana kalau sekarang para pengamat mulai fokus menyoroti perihal &lt;b&gt;"Visi Kekuasaan"&lt;/b&gt; (baca: prioritas agenda bila berkuasa). Menurut saya, isu ini jauh lebih menarik untuk dibahas daripada isu popularitas capres-cawapres yang melulu disoroti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tawaran Kontrak Politik PKS&lt;/b&gt;, misalnya. Kenapa tidak dipublish secara terbuka dan mulai diperbincangkan? Atau misalnya &lt;b&gt;Kontrak Politik PDIP&lt;/b&gt; yang disampaikan saat kampanye PILEG kemarin, saya pikir sangat menarik untuk dikerucutkan lebih spesifik lagi sehingga tidak terlalu umum dan mengawang. Atau &lt;b&gt;visi kekuasaan SBY&lt;/b&gt; yang secara &lt;i&gt;de facto&lt;/i&gt; (berdasarkan perolehan suara PILEG) dipastikan akan kembali menjadi presiden periode 2009-2014?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide lain yang cukup penting untuk dikaji adalah mengenai fenomena &lt;b&gt;menurunnya kontribusi (atau menurunnya sorotan dan publikasi?) para lembaga kemahasiswaan atau organ-organ ekstra pemuda terhadap pengawalan proses PILPRES 2009 yang baik&lt;/b&gt;. Sejauh mana mereka mengkritisi "Visi Kekuasaan"   para kandidat capres-cawapres, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,demikian opini saya dari kacamata rakyat jelata. Bagaimana menurut anda ?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;picture taken from: http://lovesandcares.files.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-8325737044865807227?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/8325737044865807227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=8325737044865807227' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/8325737044865807227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/8325737044865807227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/05/sebuah-pengingat-bagi-para-pengamat.html' title='&quot;Sebuah Pengingat Bagi Para Pengamat Politik&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SgJMxdlbNDI/AAAAAAAAADQ/7ZGiRG9a0kQ/s72-c/checkmate.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5611238009081708201</id><published>2009-04-26T10:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T10:30:43.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gerakan'/><title type='text'>"Antara Roti dan Sejumput Asa" (Part 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SfSZpn9Mh3I/AAAAAAAAADI/54LlSy2FsiQ/s1600-h/Dream+Big.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 144px; height: 144px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SfSZpn9Mh3I/AAAAAAAAADI/54LlSy2FsiQ/s200/Dream+Big.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329053199465482098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia,      &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya..."         &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Qur'an Surat 5:32 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bada shalat isya tadi malam, Allah mempertemukan kami kembali..&lt;br /&gt;Dan kini saya mendapati namanya:  Muhammad. Kali ini ia bertutur lebih banyak.. Tentang cita, tentang keluarga,tentang hidup, tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Muhammad adalah seorang pemuda yatim piatu, lulusan salah sebuah madrasah aliyah di pemalang, jawa tengah enam tahun yang lalu. Usia kami sebaya, tahun ini menginjak usia 24 tahun. Yang membedakan kami hanyalah bahwa saya menemukannya sebagai seorang pemuda yang jauh lebih baik daripada saya. Allah memberikannya keistimewaan yang mungkin tidak diberikan kepada kebanyakan hambaNya. Keistimewaan untuk tidak pernah berputus asa.. tidak pernah mengenal kata menyerah.. dan tidak pernah berburuk sangka terhadap sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia datang ke jakarta dan mulai mencari sesuap nasi dengan bekerja sebagai seorang tukang cuci piring di sebuah restoran milik seorang manado di Kali Malang. Bisa dikatakan bahwa ia adalah karyawan kesayangan sang pemilik restoran. Betapa tidak, sang majikan pun sampai meneteskan air mata ketika sahabat baru saya ini menyatakan bahwa ia ingin berhenti bekerja dan pulang kembali ke kampung. Mungkin sang majikan melihat satu hal yang sama dengan saya pada dirinya: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keistimewaannya!&lt;/span&gt; Namun, ia kini lebih jujur menceritakan kepada saya perihal alasan dibalik keputusannya untuk berhenti bekerja sebagai seorang pencuci piring. Ia risih karena kedua telapak tangannya seringkali diliputi semacam lendir yang berasal dari minyak babi. Maklum, restoran tempatnya berjualan memang memiliki sajian andalan dengan menu utama yang terbuat dari babi. Ia seringkali muntah karenanya. Ada faktor psikosomatis mungkin, mengingat babi adalah makanan yang tergolong haram bagi umat muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak memutuskan untuk berhenti, ia pernah merasakan kesulitan menemukan sesuatu untuk dimakan. Beliau bertutur bahwa ketika itu yang beliau lakukan adalah menyendiri ke masjid dan memperbanyak tilawah (bacaan quran).. Beliau yakin, bahwa Allah akan senantiasa mengasihi hambaNya yang dekat. Dan keajaiban pun terjadi tepat ketika perutnya sudah tidak sanggup lagi menahan lapar, dan memutuskan untuk berkunjung ke salah satu warteg terdekat. "Ah, makannya hutang dulu..", pikirnya. Namun, apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Sang empunya warteg, perantau asal lampung justru menggratiskan makanannya! sekali.. dua kali.. dan setiap kali ia datang, sang pemilik warung nasi tidak pernah meminta bayaran sepeser pun. Bahkan kini ia mengaku sudah dianggap sebagai adik sendiri oleh sang malaikat pemilik warung tersebut (Allahu yarham.. amin). Hingga suatu saat ia diperkenalkan kepada seorang pemilik usaha roti dan dipekerjakan sebagai seorang penjual roti di daerah srengseng sawah, dekat rumah tinggal saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda rotinya, sangatlah klasik. Sejenis dengan sepeda milik ustad oemar bakri dalam lagu bang Iwan Fals. Berwarna hitam, dengan sebuah kotak besi di belakangnya. Modal dari bos roti. Ia berjualan dua kali sehari: dari pukul 5 pagi hingga pukul 7 pagi.. kemudian dari pukul 5 sore hingga pukul 7 malam. Jaringan konsumen langganan yang telah ia miliki, membuat ia cukup bekerja selama 4 jam per hari. Sisa waktu yang tersisa inilah yang ingin ia optimalkan sebagai momen untuk belajar lebih giat menembus seleksi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Indonesia, depok. Ia membutuhkan sebuah kampus negeri, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari areanya berjualan roti, dengan biaya yang terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginannya yang terakhir inilah yang membuat saya sedikit khawatir.Terlebih di era BHP semacam ini. Namun, saya pikir tidak ada yang tidak bisa selama senantiasa giat berupaya dan berdoa! Plus, bantuan dari para aktivis mahasiswa! Inilah kombinasi strategi efektif hadapi BHP: berupaya, berdoa, plus sedikit 'pressure' dari mahasiswa=b&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kenyataan yang ada semakin menantang saja.. Berdasarkan brosur yang ia dapatkan dari hasil berkunjung dua kali ke rektorat UI, saya mendapati bahwa ia tidak memenuhi syarat untuk mengikuti SPMB, UMB ataupun berbagai jalur khusus berprestasi yang ditawarkan oleh UI. Terutama terkendala karena ia sudah melebihi rentang tahun kelulusan yang diperbolehkan.Satu-satunya peluang jalur yang terbuka untuknya hanya 1: "Jalur Paralel". Baru sampai situ yang saya tahu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya berharap ada kawan-kawan yang bersedia membantu Mas Muhammad untuk mewujudkan mimpinya berkuliah di UI. Terutama kawan-kawan dari UI. Adakah yang siap turun tangan untuk membantu beliau? Saya sudah mencoba menghubungi adik sepupu saya di FE UI. Beliau bilang ada kegiatan dari Dept Pengmas (Pengabdian Kepada Masyarakat) BEM FE UI yang memberikan latihan soal menghadapi ujian masuk UI bagi anak-anak SMA yang kurang mampu. Namun, sepertinya kini sudah berada di akhir program. So, I need your help guys!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini menurut hemat saya, yang ia butuhkan terkait dengan TIGA hal:&lt;br /&gt;1) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INFORMASI YANG TEPAT MENGENAI "JALUR PARALEL"&lt;/span&gt; yang tersedia di UI&lt;br /&gt;  (inc. Bagaimana prosedur &amp;amp; persyaratan pendaftarannya, kapan harus mendaftar dan materi apa saja    yang akan diujikan dalam seleksi tes masuknya)&lt;br /&gt;2) &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAMPINGAN BELAJAR SBG PERSIAPAN MENGIKUTI TES MASUK UI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   (inc.mahasiswa pendamping belajar dan soal-soal)&lt;br /&gt;3)&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; ADVOKASI KERINGANAN BIAYA STUDI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   (inc. pendampingan untuk melengkapi berbagai persyaratan yang diperlukan hingga 'goal'&lt;br /&gt;   mendapatkan keringanan, bahkan bila memungkinkan pembebasan biaya kuliah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai info tambahan, beliau tertarik untuk kuliah di Fakultas Ekonomi (Jurusan Ilmu Ekonomi atau Akuntansi) dan Fakultas Sastra (Jurusan Sastra Inggris).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, any suggestion? Bantu saya untuk membuktikan bahwa seorang penjual roti bisa masuk UI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Sungguh sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat&lt;br /&gt;bagi sesamanya!"&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                                                                         (Alhadits)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5611238009081708201?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5611238009081708201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5611238009081708201' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5611238009081708201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5611238009081708201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/04/antara-roti-dan-sejumput-asa-part-2.html' title='&quot;Antara Roti dan Sejumput Asa&quot; (Part 2)'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SfSZpn9Mh3I/AAAAAAAAADI/54LlSy2FsiQ/s72-c/Dream+Big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-7724831325429085195</id><published>2009-04-24T20:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T21:17:23.312-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Antara Roti dan Segenggam Asa..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.explorex.net/sites/explorex/uploads/Spirit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 219px; height: 306px;" src="http://www.explorex.net/sites/explorex/uploads/Spirit.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi ini rumah saya kedatangan tamu istimewa. Seorang pemuda yang memiliki optimisme yang luar biasa! Ia mungkin tidak seperti pemuda kebanyakan, yang terlahir ke dunia dalam kondisi serba ada. Ya.. minimal, tidak seperti kebanyakan kita (termasuk saya) yang tidak pernah berpikir panjang untuk memikirkan akan makan apa esok hari. Sorot matanya tajam, wajahnya cerah, dengan optimisme yang luar biasa! lengkaplah sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang tidak terlalu banyak mengenalnya, namun pada beberapa kesempatan ketika saya mudik ke rumah, saya mendapatinya berdiri di depan pagar rumah, tersenyum menawarkan jajanannya. Saya belum pernah tau betapa istimewanya ia, hingga pagi hari ini. Ia datang ke rumah untuk meminta seberkas doa dari bapak saya. Seberkas doa sebagai dukungan moril untuk mengumpulkan butir-butir asa untuk kembali meraih mimpi besarnya: duduk di bangku kuliah sebuah perguruan tinggi ternama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat ia berkata, "Saya mau pulang kampung ke Pemalang, Pak! Mau melegalisir ijazah aliyah saya! Melengkapi berkas dokumen sebagai prasyarat untuk mengikuti SPMB. Mohon doanya, pak!", sayup-sayup saya mendengar lantunan semangat lisannya di teras rumah saya.   "Saya mau coba daftar di jurusan Akuntansi UI, pak! jadi siangnya saya bisa tetap jualan roti!", lanjutnya. "Kamu sebaiknya jangan di jurusan akuntansi,  jadwalnya padat!  kamu masuk jurusan matematika saja! supaya ilmunya bisa dipakai untuk kamu jualan!", tanggap bapak saya. "Ah, ada-ada saja.. Kalau memang dia sukanya pada akuntansi, mengapa harus dilarang?", gumam saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menolak dengan halus hadiah roti yang ingin sang pemuda berikan sebagai bentuk ucapan terima kasih, bapak saya kembali masuk ke dalam rumah. Beliau tersenyum dan berkata kepada saya, "Hebat juga dia! Tukang roti tapi memiliki semangat untuk menjadi Mahasiswa UI!". Saya teringat gumaman saya dan berkata, "Kenapa dilarang masuk akuntansi UI?". Bapak saya menjawab singkat, "Dia tadi megang buku matematika! Jualan roti, sambil belajar matematika!". Ah, ada-ada saja! Menyesal tadi saya tidak ikut nimbrung ngobrol bersama sang tamu istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berdoa semoga Allah mudahkan langkahnya untuk mewujudkan mimpinya dan menjadi mahasiswa yang menghadirkan kebahagiaan bagi dirinya, keluarganya dan orang-orang di sekitarnya yang bangga akannya. Seperti saya=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omong-omong, adakah kawan yang bisa membantunya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian SPMB? Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;picture taken from: http://www.explorex.net&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-7724831325429085195?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/7724831325429085195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=7724831325429085195' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/7724831325429085195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/7724831325429085195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/04/antara-roti-dan-segenggam-asa.html' title='Antara Roti dan Segenggam Asa..'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-940694791292181089</id><published>2009-04-24T08:57:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T09:01:18.623-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>"MENAKAR KEKUATAN PARTAI POLITIK BESAR JELANG PILPRES 2009"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SfHhxSKiLCI/AAAAAAAAADA/6k7xDw2EOjg/s1600-h/KamiBangsaIndonesia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 232px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SfHhxSKiLCI/AAAAAAAAADA/6k7xDw2EOjg/s200/KamiBangsaIndonesia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328288070961867810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kondisi absurd dalam geliat manuver koalisi partai-partai besar di Indonesia menuju pemilihan kursi RI-1 &amp;amp; RI-2 bulan Juli mendatang, merupakan waktu yang tepat bagi kita untuk mengetahui kekuatan sebenarnya dari partai-partai besar. Mengapa? Karena dalam posisi kritis seperti inilah (yang berkaitan dengan kekuasaan), keluarlah tabiat dasar sesungguhnya dari para penggerak partai!   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Momentum ini adalah kesempatan yang sangat tepat (bagi masyarakat) untuk mendapatkan gambaran yang memadai mengenai &lt;b style=""&gt;KESOLIDAN SDM INTI PARTAI&lt;/b&gt; (baca: &lt;b style=""&gt;KESOLIDAN INTERNAL PARTAI&lt;/b&gt;) sekaligus &lt;b style=""&gt;KEJELASAN VISI KEKUASAAN&lt;/b&gt; (baca: &lt;b style=""&gt;PRIORITAS AGENDA BILA BERKUASA&lt;/b&gt;) dari partai-partai besar. Dua hal inilah yang menurut penulis merupakan dua indikator yang sangat signifikan dalam mengukur keterandalan sebuah partai politik dalam mewujudkan kekuasaan yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat banyak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hukumnya sederhana saja:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;KETIDAK SOLIDAN SDM INTI PARTAI&lt;/b&gt; terhadap kebijakan formal partai (terlihat dari banyaknya perpecahan di dalam tubuh partai) mengindikasikan bahwa sebuah partai &lt;b style=""&gt;"BELUM SIAP UNTUK MEMIMPIN NEGERI!"&lt;/b&gt; mengapa? sederhana saja, bagaimana mungkin bisa optimal memberikan kebermanfaatan bagi rakyat banyak bila untuk mengatur dirinya sendiri saja belum mampu??&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;VISI KEKUASAAN YANG TERLALU MENGAMBANG&lt;/b&gt; dan &lt;b style=""&gt;TERLALU NORMATIF&lt;/b&gt; mengindikasikan bahwa sebuah partai &lt;b style=""&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase;"&gt;tidak memiliki gagasan yang aplikatif terhadap berbagai permasalahan bangsa&lt;/span&gt;!&lt;/b&gt; Sebagai warga negara yang optimis, kita boleh saja berbaik sangka bahwa (mungkin) ada sedikit fungsionaris partai yang memiliki kompetensi untuk menyumbangkan sumbangsih gagasan yang solutif bagi bangsa, namun tidak ada pengaruhnya sama sekali bila ide dan gagasan brilian tsb hanya "membeku di kepala"! Inilah kejahiliahan model baru: &lt;b style=""&gt;kebodohan yang dikemas dalam kepala kecerdasan&lt;/b&gt;! Jadi bagi partai yang seperti ini, jangan salahkan bila partai anda diberi label besar-besar sebagai PARTAI YANG TIDAK KOMPETEN!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengacu kepada dua poin utama yang saya kemukakan di atas, marilah kita mulai melihat kondisi &amp;amp; realita terkini dari partai-partai besar yang ada saat ini. Inilah analisa sederhana saya menyangkut kondisi partai-partai besar dewasa ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertama, KESOLIDAN INTERNAL PARTAI. Secara umum, (hingga saat ini) saya melihat bahwa partai-partai besar belum memiliki kesolidan internal partai yang memadai! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kita lihat bagaimana PAN (terindikasi) terpecah akibat manuver Amien Rais yang mengumpulkan fungsionaris partai tanpa persetujuan Sutrisno Bachir, kemudian GOLKAR yang semakin terlihat kurang harmonis dengan adanya "pertemuan tandingan" yang dimotori oleh Akbar Tanjung tepat ketika Rampinassus partai Golkar yang dipimpin JK berlangsung, PKB sempat diwarnai dengan perseteruan antara Muhaimin &amp;amp; Gusdur beberapa waktu lalu, PPP dengan perseteruan antara Suryadarma &amp;amp; Bachtiar Cahmsyah yang dirasionalisasi sebagai 'miskomunikasi' tingkat elite, DEMOKRAT sempat diterpa angin kurang sedap antara ketua dewan pembina dengan wakil ketua dpp, potensi ketidakharmonisan diprediksi bertambah besar seiring dengan terlalu dominannya peran ketua dewan pembina dibandingkan ketua umum partai tsb). Kesolidan PKS, meskipun tergolong sepi dari isu perpecahan internal, masih perlu diuji kembali mengingat masih beragamnya nada dari para elite kadernya dalam memberikan statement terhadap arah koalisi, sedangkan PDIP pun saya nilai memiliki potensi ketidakharmonisan mengingat adanya historis pecahan kader inti PDIP yang membuat partai baru.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya pikir&lt;b style=""&gt;,"ketidakharmonisan" perlu dibedakan dengan "dinamika pendapat/gagasan"&lt;/b&gt;. Perbedaan dari kedua terminologi ini adalah pada &lt;b style=""&gt;ketepatan waktu/situasi&lt;/b&gt; &amp;amp; &lt;b style=""&gt;efeknya terhadap perbaikan partai&lt;/b&gt;.Artinya, dinamika pendapat yang sehat tidak akan berujung pada ketidakharmonisan hubungan antara individu partai, terlebih antara seorang &lt;i style=""&gt;significant person&lt;/i&gt; di dalam partai dengan &lt;i style=""&gt;significant person&lt;/i&gt; lainnya di dalam partai tsb, yang membawa pada penurunan kualitas partai!.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dinamika pendapat dapat terjadi pada waktu &amp;amp; situasi dimana individu partai berada pada sesi brainstorming atau sharing, namun bukan pada sesi pengambilan sikap final partai! Ketika sikap final partai (setelah menampung berbagai dinamika pendapat yang ada) memutuskan bahwa sikap partai adalah A, maka seluruh fungsionaris partai mampu bersikap dewasa dan mengatakan A!! itulah makna soliditas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kedua, KEJELASAN VISI KEKUASAAN (Prioritas Agenda bila Berkuasa). Menurut hemat saya, belum ada satu partai pun yang memberikan sosialisasi yang memadai mengenai poin ini! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat selayaknya berhak mendapatkan porsi yang lebih memadai mengenai VISI KEKUASAAN dari partai-partai besar yang berpotensi memegang kekuasaan. Namun sekali lagi, bukan slogan atau obrolan-obrolan normatif yang mengambang! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Partai diharapkan mampu untuk memaparkan suatu gagasan yang SOLUTIF, SEDERHANA &amp;amp; NYATA. SOLUTIF&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berarti memberikan jawaban yang terukur &amp;amp; realistis terhadap penyelesaian masalah strategis bangsa, SEDERHANA berarti applicable dan terpaparkan dengan jelas sehingga memungkinkan terjadinya fungsi controlling yang optimal dari publik, sedangkan NYATA berarti sesuatu yang bukan bualan atau angan-angan yang berpotensi untuk segera dilupakan, langsung dapat mulai diaplikasikan sejak hari pertama berkuasa (tanpa menafikan konsep gradualitas dan kontinuitas) dan memiliki jaminan sosial terhadap terlaksananya gagasan tsb!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selaras dengan konsep KONTRAK SOSIAL, maka sesungguhnya kekuasaan itu pada hakikatnya adalah sesuatu yang dipercayakan oleh rakyat kepada seorang pemimpin yang amanah, sehingga (kekuasaan tsb) dapat ditarik kembali bila sang pemimpin kelak mengkhianati nilai-nilai kebenaran &amp;amp; merugikan kepentingan masyarakat!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di poin inilah seharusnya lembaga mahasiswa, semisal BEM SE-INDONESIA memiliki tanggung jawab besar!! Bagaimana untuk membantu mengondisikan agar rakyat bisa mengenal lebih banyak terhadap pemimpinnya. Bukan sekedar menjadi pengamat pasif yang hanya bisa memberikan statement terhadap perilaku politisi!!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lebih dari itu, BEM SE-INDONESIA diharapkan mampu untuk mewujudkan TRUST dan OPTIMISME rakyat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; terhadap keberlangsungan bangsa ini ke depan! Ayo bangun dan tunjukkan geliatmu kawan!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan momentum ini sebagai momentum untuk menemukan kembali &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;ISLAND&lt;/st1:placetype&gt; OF &lt;st1:placename st="on"&gt;INTEGRITY&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt; (baca: Titik Awal Perbaikan) yang telah lama hilang dari dunia perpolitikan kita. Inilah waktunya untuk kembali menciptakan optimisme baru akan kondisi bangsa yang lebih baik!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Siagakan mata, telinga dan hati kita! Berdasarkan dua indikator tadi, nyatalah bahwa hingga kini PARTAI-PARTAI POLITIK BESAR TERBUKTI BELUM MAMPU MENUNJUKKAN KESIAPANNYA UNTUK MEMIMPIN NEGERI!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semoga tulisan ini sedikit banyak dapat menjadi alat bantu untuk menoropong absurditas kondisi perpolitikan bangsa kita secara lebih proporsional! amin.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;picture taken from: http://media.photobucket.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-940694791292181089?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/940694791292181089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=940694791292181089' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/940694791292181089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/940694791292181089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/04/menakar-kekuatan-partai-politik-besar.html' title='&quot;MENAKAR KEKUATAN PARTAI POLITIK BESAR JELANG PILPRES 2009&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SfHhxSKiLCI/AAAAAAAAADA/6k7xDw2EOjg/s72-c/KamiBangsaIndonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-55024424049157672</id><published>2009-04-24T02:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T09:18:52.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Meredefinisi Makna Jahiliah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.bukumuslim.com/image-product/img141.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 291px;" src="http://www.bukumuslim.com/image-product/img141.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Sungguh simpul ikatan Islam akan pudar satu-persatu manakala&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;orang di dalamnya tumbuh tanpa mengenal jahiliah&lt;/span&gt;!&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;(Umar Ibn Khattab RA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi siapa pun yang mengenal sosok Al-Faruq (demikian julukan yang diberikan kepada Umar RA) tentunya meyakini bahwa beliau bukanlah sosok yang gemar mengumbar ucapan sembarang ucap. Terlebih karena beliau adalah seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amirul mu'minin&lt;/span&gt; yang memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab atas segala perangainya, termasuk lisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan beliau yang saya kutip di atas, nampaknya masih sangat relevan sebagai sebuah pengingat bagi kita dalam berinteraksi dengan kondisi kekinian umat Islam masa kini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quote&lt;/span&gt; tsb, sekilas kita bisa menangkap sebuah pesan penting bagi tiap insan muslim, khususnya para pemuda Islam, untuk menyadari urgensi dari "mengenal jahiliah" sebagai langkah awal untuk menahan diri dari segala bentuk kejahiliahan masa kini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alfahmu qobla amal&lt;/span&gt;; pemahaman (dahulu) sebelum beramal. Benarlah perkataan salah seorang sahabat; "alangkah berbahayanya bila semangat keislaman kita yang menggebu-gebu, tidak dibingkai oleh pemahaman yang memadai!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kiranya kesan yang muncul secara spontan dalam benak kita ketika mendengar kata "Jahiliah"? Kemungkinan besar kesan yang timbul berkisar pada kata-kata semisal: kebodohan, keterbelakangan, ketidakmampuan, ketidaktahuan, dsb. Memang kesan-kesan tsb tidak jauh dari makna bahasa "Jahil" yang berarti: bodoh. Namun, satu hal yang sangat penting untuk kita pahami bersama adalah bahwa "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jahiliah tidak selalu identik dengan kebodohan, keterbelakangan, ketidakmampuan ataupun ketidaktahuan!&lt;/span&gt;"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bila kita coba mengingat kembali sosok "Tokoh-Tokoh Jahiliah" yang terekam dalam sirah, sama sekali tidak ada tanda-tanda "keterbelakangan" dalam diri mereka. Bahkan kita mendapati sebaliknya! kita mendapati mereka sebagai "orang-orang istimewa" di masanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah kita dengan sosok Amr bin Hisyam yang lebih dikenal dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nickname&lt;/span&gt; Abu Jahal; "Bapak Kejahiliahan"? Beliau adalah seorang pemuka yang memiliki kemampuan baca tulis (kemampuan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang  kala itu), seorang hakim yang memiliki kewenangan legislasi untuk memutuskan perkara masyarakat, seorang yang dikenal dengan kelimpahan hikmah yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula bila kita berkaca kepada sosok Fir'aun dengan kedigdayaan kerajaannya, Qarun dengan kelimpahan hartanya,  Bal'am bin Ba'uraa dengan sosok kealimannya, dan lain sebagainya. Namun, terlepas dari semua keistimewaan yang mereka miliki, mereka tetap dicatat dalam sejarah sebagai para Tokoh Jahiliah! Kecerdasan, kekuasaan, keilmuan yang mereka miliki tidak serta merta menjadikan mereka sebagai orang-orang yang menyejarah sebagai "seorang yang mulia", justru sejarah mencatat mereka sebagai orang-orang yang lupa diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, nyatalah bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jahiliah tidaklah selalu tampil dalam 'kemasan' kebodohan&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahkan kejahiliahan kini bertransformasi menjadi kejahiliahan  yang dilakukan oleh orang-orang cerdik cendikia&lt;/span&gt;. Inilah jenis Jahiliah yang paling berbahaya! Yakni, orang-orang yang tahu, tapi tidak mau tahu. Orang-orang yang meyakini suatu kebenaran, tetapi senantiasa mencari alasan untuk tidak mengimplementasikan kebenaran tsb. Mereka menjadi menjadi jahiliah, justru setelah mereka mendapatkan ilmu yang memadai atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sahabat sekalian.. Mari kita perbaharui kembali definisi kita mengenai terminologi "Jahiliah" sehingga kita mampu bermawas diri dari segala bentuk kejahiliahan, terutama dari jenisnya yang paling berbahaya: kejahiliahan yang dibungkus dalam berbagai keistimewaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahua'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;terinspirasi dari : "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim", Salim A.Fillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;picture taken from: http://www.bukumuslim.com/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-55024424049157672?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/55024424049157672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=55024424049157672' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/55024424049157672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/55024424049157672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/04/meredefinisi-makna-jahiliah.html' title='Meredefinisi Makna Jahiliah'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-1560613647165579387</id><published>2009-04-08T06:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T06:57:30.670-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>Doa Kemenangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://dodiprananda.files.wordpress.com/2009/02/4568020_8198cb0f7e_b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 343px; height: 311px;" src="http://dodiprananda.files.wordpress.com/2009/02/4568020_8198cb0f7e_b.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.habibieafsyah.com/wp-content/uploads/2009/02/kampanye-damai-pemilu-indonesia-2009.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://www.habibieafsyah.com/wp-content/uploads/2009/02/kampanye-damai-pemilu-indonesia-2009.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ya Allah, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Engkau pencipta dan pelindungnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ya Allah, perbaiki hubungan antar kami&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Rukunkan antar hati kami&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Tunjuki kami jalan keselamatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Jadikan kami orang muda yang menghormati orang tua&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Dan orang tua yang menyayangi orang muda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ya Allah, wahai yang memudahkan segala yang sukar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Wahai yang menyambung segala yang patah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Wahai yang menemani semua yang tersendiri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Wahai pengaman segala yang takut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Wahai pengkuat segala yang lemah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Mudah bagimu memudahkan segala yang susah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Engkau Maha Tahu dan Melihatnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ya Allah, kami takut kepada-Mu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Jaga kami dengan mata-Mu yang tiada tidur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Kasihi kami dengan kuadrat kuasa-Mu atas kami&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ya Allah, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ya Allah, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Ya Allah, jadikan kami kebanggaan hamba dan Nabi-Mu Muhammad SAW  di padang masyhar nanti&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku, ummatku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Pemimpin bagi para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;—————————————————————————————————&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;dan kokohkanlah pendirian kami...” (QS. Al-Baqarah: 250)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(QS. Al-Baqarah : 201&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Amiin Yaa Rabbal’Alamiin********&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;picture taken from: http://dodiprananda.files.wordpress.com dan http://www.habibieafsyah.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-1560613647165579387?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/1560613647165579387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=1560613647165579387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1560613647165579387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1560613647165579387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/04/doa-kemenangan.html' title='Doa Kemenangan'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-4436111247476980125</id><published>2009-04-02T23:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T23:24:32.292-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>re: too serious..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://us.st12.yimg.com/us.st.yimg.com/I/yhst-97718449268349_2048_4864380"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 172px; height: 237px;" src="http://us.st12.yimg.com/us.st.yimg.com/I/yhst-97718449268349_2048_4864380" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERMEZZO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah, ada kawan yang protes kalau tulisan saya di milis terlalu panjang dan terlalu serius..=b&lt;br /&gt;too long and to serious.. haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;politik.. politik.. politik.. hidup.. politik lagi..&lt;br /&gt;punten, kok belakangan ini saya jadi politikisasi gini ya..?!=b&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas masukannya.. insya Allah akan saya tanggapi secara proporsional=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw setuju sama ungkapan pada gambar di atas: "Life is much too serious to be taken seriously..". Jangan serius gitu dong!=b Smile=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup serius! loh?=b&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;picture taken from http://us.st12.yimg.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-4436111247476980125?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/4436111247476980125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=4436111247476980125' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4436111247476980125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4436111247476980125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/04/re-too-serious.html' title='re: too serious..'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-1212772759413316766</id><published>2009-03-26T20:16:00.001-07:00</published><updated>2009-03-26T20:52:43.950-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Saatnya Mencari Negarawan yang Santun!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://kebumendiary.info/Pemilu2009/wp-content/uploads/2009/03/kampanye-damai-pemilu-indonesia-2009-tom-and-jeery.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 356px; height: 266px;" src="http://kebumendiary.info/Pemilu2009/wp-content/uploads/2009/03/kampanye-damai-pemilu-indonesia-2009-tom-and-jeery.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi politik yang kian memanas mendekati pemilu legislatif tanggal 9 April nampaknya memberikan sebuah kekhawatiran tersendiri bagi saya sebagai anak muda. Betapa tidak, perilaku yang ditampilkan di dalam layar kotak bergambar dari waktu ke waktu mencerminkan betapa bangsa ini mengalami krisis pemimpin negarawan yang santun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mungkin bukanlah seorang ahli politik, saya juga bukan seorang ahli perilaku... namun saya melihat bahwa perilaku yang ditampilkan oleh beberapa tokoh politik belakangan ini benar-benar jauh dari prinsip kesantunan dalam berpolitik. Lihatlah apa yang terjadi pada konflik elite antara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;partai oposisi (PDIP) &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;partai yang kini berkuasa (Demokrat)&lt;/span&gt;. Perselisihan pandangan mengenai BLT membuat elite kedua partai menampilkan perilaku yang kurang sedap di pandang di hadapan masyarakat luas yang terus mengamati layar kotak televisi. Begitu pula ketidakharmonisan yang kian jelas antara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;presiden SBY&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wapres JK &lt;/span&gt;(menjelang akhir periode kepemimpinannya) terkait dengan intensnya statement JK yang merasa dapat bekerja lebih baik dan lebih cepat daripada SBY, yang kemudian direspon dengan tersebarnya berita (beberapa waktu yang lalu) bahwa SBY meng-sms seluruh menteri (melalui sekretaris kabinet) terkait pernyataan wakilnya tsb. Apakah yang sebenarnya sedang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling serang, saling merendahkan, nampaknya menjadi hal yang (dianggap) sangat wajar belakangan ini. Kemanakah perginya rasa saling menghargai dan saling menghormati antara para pemimpin bangsa ini? Bukankah para pemimpin itu ibarat bintang di langit yang akan menjadi penunjuk bagi masyarakatnya yang kehilangan arah? Namun, apa yang terjadi ketika kini bintang-bintang tsb perlahan semakin pudar cahayanya dan semakin kehilangan karismanya?Tentu rakyat bangsa ini semakin bersedih hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para pemimpin bangsa, kembalilah kepada ranah asalmu..! yaitu menjadi pemimpin yang santun, yang mencintai rakyatnya melebihi kecintaannya kepada jabatan, harta dan kekuasaan. Kami menanti pemimpin-pemimpin baru yang mampu memberikan keteladanan yang baik dalam bersikap, kesederhanaan dalam bertutur, dan kelurusan hati dalam mengemban amanah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini butuh penyegaran! Mungkin telah menjadi rahasia bersama bahwa bangsa ini sedang krisis "Negarawan yang Santun".. Tapi saya yakin.. saya, anda, dan kita masih menyimpan sebuah harapan bahwa dari sekian ratus juta penduduk bangsa ini, masih ada para pemimpin yang mampu dan tulus dalam mengemban kebesaran bangsa ini.. yang perlahan membawa bangsa ini menuju titik puncak kejayaannya! Wahai negarawan santun di manakah engkau berada? Kami kini benar-benar menantikan kehadiranmu di tahun ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahua'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;picture taken from: http://kebumendiary.info&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-1212772759413316766?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/1212772759413316766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=1212772759413316766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1212772759413316766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1212772759413316766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/03/saatnya-mencari-negarawan-yang-santun.html' title='Saatnya Mencari Negarawan yang Santun!'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-4094039300793195797</id><published>2009-03-24T22:15:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T22:29:13.015-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gerakan'/><title type='text'>Menyikapi Golput..</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://inohartono.files.wordpress.com/2009/01/ada-apa-dengan-golput-300x225.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://inohartono.files.wordpress.com/2009/01/ada-apa-dengan-golput-300x225.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Fatwa golput MUI memang kurang bijak dari segi “pemilihan bahasa”. Seharusnya tidak berbunyi, “golput itu haram!”. Tetapi, mungkin bisa disederhanakn dengan bahasa yang lebih mudah dicerna. Misalnya, “Dalam pemilu ini, jangan memilih pemimpin yang zalim. Pilihlah pemimpin yang memahami Islam sebagai solusi dan rahmat bagi bangsa kita.”, dsb. Pesannya sampai, tetapi dengan cara yang lebih santun.&lt;/span&gt;  &lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Konsep Golput muncul saat zaman tirani suharto sebagai bentuk ekspresi kekecewaan para aktivis yang bosan dengan “monotonisasi politik”, dimana setiap kali pemilu sudah dapat ditebak siapa pemenangnya: Golkar. Jadi sudah tidak lagi menarik.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Namun, menurut saya sikap GOLPUT kini sudah tidak lagi relevan. Dan saya memandang sikap tsb sebagai sikap yang tidak solutif dan tidak memiliki efek jangka panjang. Sekarang pertanyaan saya adlh “kalau seandainya, sebagian besar rakyat Indo GOLPUT, apa kemudian yang akn dilakukan selanjutnya?” (tentunya ketika kondisi tsb terjadi situasi politik di Indo pasti kacau balau, karena tidak adanya kepercayaan masyarkat kepada partai politik) Namun, selanjutnya apa? REVOLUSI untuk mengganti system politik? Konsepnya seperti apa? Dan kita harus menghitung berapa banyak kemunduran yang harus terjadi bila REVOLUSI terjadi karena prinsip revolusi (yang saya pahami) adalah “hancurkan dulu bangunannya kemudian bangun kembali!”. Namun, apa yang kiranya akan terjadi ketika kondisi Negara ini sedang ricuh?Siapa yang akan menjadi korban paling banyak? Adlah keniscayaan bahwa para ahli politik akan menngeluarkan berbagai jurusnya untuk berkuasa. Namun, tentunya (dalam situasi tsb) politik berlaku tanpa adanya peraturan/hukum. Bukan begitu?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Tentunya orang-orang yang dikenal sebagai pencetus golput (selayaknya) juga memiliki metode dan kepentingannya masing-masing. Atau bahkan, mungkin ada di antara para pencetus golput tidak memiliki konsep yang memadai sebagai tindak lanjut golput! Pokoknya yang penting golput. Inikan reaktif namanya. Sebaiknya para pelopor golput ini memaparkan seperti apa langkah selanjutnya setelah golput dilancarkan. Sehingga masyarakat bisa lebih tepat dalm menyikapi anjuran golput yang mereka galakkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Oleh karena itu, sampai sekarang saya menganggap bahwa golput itu bukanlah sebuah keputusan yang solutif. Saya memegang prinsip yang diajarkan kaidah Islam, sesuai pemahaman saya, bahwa “menghindari kerusakan adalah lebih utama daripada mengambil manfaat”. Ketika partisipasi dalam pemilu ini masih memiliki harapan akan kondisi bangsa yang lebih baik dan memiliki setidaknya (mungkin) sedikit manfaat, mengapa harus ditinggalkan?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Saya menghormati pilihan politik setiap individu. Namun, saya mengajak kawan2 (terutama aktivis) yang berkeyakinan golput untuk meredefinisi konsep yang mereka miliki tentang bagaimana golput akan berdampak kepada kebaikan Negara dan apa langkah selanjutnya yang akn dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Saya meyakini bahwa untuk saat ini fenomena golput tidak dapat dikurangi hingga angka nol, namun saya berharap golpu&lt;/span&gt;t tetap menjadi minoritas selama belum memenuhi dua hal yang saya sebutkan di atas tadi. Wallahua’lam.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.91cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-4094039300793195797?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/4094039300793195797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=4094039300793195797' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4094039300793195797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4094039300793195797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/03/menyikapi-golput.html' title='Menyikapi Golput..'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5736239912755502739</id><published>2009-03-13T07:49:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T08:40:17.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Lingkaran Orang-Orang Besar!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://fun.portal.bg/jokes/middle%20circle.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 276px; height: 261px;" src="http://fun.portal.bg/jokes/middle%20circle.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan nama Allah yang meninggikan atau merendahkan derajat hambaNya..&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saya baru benar-benar tersadar bahwa saya sudah cukup jauh tertinggal. Orang-orang besar atau orang-orang yang berpotensi (menjadi) besar, ternyata memiliki lingkaran sosial yang besar. Jauh lebih besar dari orang kebanyakan. Cukup sederhana memang, dan seharusnya ini suatu hal yang terdengar sangat logis dalam konteks orang-orang besar. Tapi entah mengapa, saya baru benar-benar terhenyak ketika kawan-kawan di sekitar saya yang tampak "menjadi" memiliki sirkulasi lingkungan sosial yang lebih besar dari kebanyakan orang. Dan ini membuat mereka lebih banyak menemukan "peluang", dan jalur-jalur untuk menjadi besar! Lingkaran besar ini secara natural akan menyediakan berbagai informasi yang sangat mendukungnya untuk menjadi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya memperhatikan secuil fenomena yang saya lihat pada diri salah seorang kawan saya. Saya perhatikan, misalnya setiap kali ada seminar nasional ataupun diskusi-diskusi nasional maka ia akan menjadi orang pertama yang hadir di sana. Dari sana ia membangun pola pikir berdasarkan stimulus-stimulus gagasan atau loncatan-loncatan ide, dan meraih lebih banyak air untuk ia tuangkan ke dalam gelas yang ia miliki. Ia membuka dan bermain wacana dengan "sparing partner" yang kompeten, jauh melebihi masanya. Namun, perlahan ia akan mendapatkan akselarasi peningkatan yang pesat. Ibarat besi yang tertarik kuat kepada medan magnetnya. Dan tidak menutup kemungkinan, bahwa dua-tiga-empat-lima tahun kemudian ia bukan lagi menjadi sekedar "besi", namun ia berkembang menjadi "medan magnet" baru yang (mungkin) lebih kuat dibandingkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang memilih untuk menyalahkan lingkungan ketika ia merasa bahwa dirinya "tidak terfasilitasi" untuk berkembang. Ia meminta agar berbagai informasi yang penting untuk kemajuan dirinya diberikan kepadanya secara cuma-cuma, tanpa usaha ekstra. Inilah yang saya pikir membuat kebanyakan diri kita tidak mengalami kemajuan yang  signifikan dari masa ke masa. "Bukankah berlian, sekalipun di dalam lumpur akan tetap menjadi berlian?", begitu lebih kurang yang disampaikan salah seorang guru saya beberapa tahun yang lalu. Namun, tentunya  berlian yang cantik dan indah merupakan akumulasi dari tahapan-tahapan kerja keras, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkaran yang kecil membuat kita "terlalu cepat" merasa besar.. akibatnya kurang motivasi untuk lebih  baik kembali. Namun, lingkaran-lingkaran besar yang dinamis akan mengondisikan kita untuk terus merasa perlu untuk secara konsisten memperbaiki kualitas diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sahabat, melalui tulisan ini saya ingin mengajak kita semua, yang mungkin tanpa sadar masih puas berada dalam lingkaran yang kecil, mari keluar dan ciptakan lingkaran yang lebih besar! Hadiri majlis-majlis ilmu yang tersedia.. kembangkan orang lain.. bangun networking pembelajar sejati.. yang tidak pernah lupa  mengembangkan diri sembari  membangun  sesama.  Ubah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mindset&lt;/span&gt; berpikir kita.. inilah saatnya untuk lebih proaktif meraih harapan dan kesempatan untuk menjadi jauh lebih besar dan jauh lebih baik! Ambillah peluang untuk terus menerus menantang diri kita untuk lebih baik. Jangan pernah takut kalah! Kita adalah pemenang yang belajar dan bangkit dari kekalahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: italic; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"I believe (indeed) that a greatman must always &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;be a great learner, a great teacher, as well as a great disciple!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;wallahu'alam bishshowab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;picture taken from http://fun.portal.bg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5736239912755502739?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5736239912755502739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5736239912755502739' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5736239912755502739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5736239912755502739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/03/lingkaran-orang-orang-besar.html' title='Lingkaran Orang-Orang Besar!'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-4813780203894848563</id><published>2009-03-13T01:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T01:48:20.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gerakan'/><title type='text'>Peluang ikut Pelatihan Kepemimpinan Nasional! for FREE!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://forumindonesiamuda.files.wordpress.com/2008/04/fim21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 292px; height: 172px;" src="http://forumindonesiamuda.files.wordpress.com/2008/04/fim21.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="entry-head"&gt;     &lt;h3 class="entry-title"&gt;&lt;a href="http://forumindonesiamuda.wordpress.com/2009/02/07/pendaftaran-training-leadership-and-lifeskill-forum-indonesia-muda-angkatan-vii/" rel="bookmark" title="Tautan Tetap ke &amp;quot;Pendaftaran Training Leadership and Lifeskill Forum Indonesia Muda Angkatan VII&amp;quot;"&gt;Pendaftaran Training Leadership and Lifeskill Forum Indonesia Muda Angkatan VII&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;      &lt;small class="entry-meta"&gt;      &lt;span class="chronodata"&gt;       Diterbitkan &lt;abbr class="published" title="2009-02-07T07:29:55+0000"&gt;Februari 7, 2009&lt;/abbr&gt;     &lt;/span&gt;       &lt;span class="entry-category"&gt; &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/essay/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Essay" rel="category tag"&gt;Essay&lt;/a&gt; ,  &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/fim-vii/" title="Lihat seluruh tulisan dalam FIM VII" rel="category tag"&gt;FIM VII&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;                      &lt;br /&gt;        &lt;/small&gt; &lt;!-- .entry-meta --&gt;    &lt;/div&gt; &lt;!-- .entry-head --&gt;     &lt;div class="entry-content"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:11;"&gt;Training Leadership and Lifeskill Forum Indonesia Muda Angkatan VII&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Menyongsong kepemimpinan pemuda: Think Globally, Act Locally”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Apa itu Forum Indonesia Muda (FIM)?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah forum independen yang beranggotakan pemuda dan mahasiswa dari berbagai aktivitas, universitas maupun lembaga kepemudaan, dari seluruh Indonesia; dari Aceh sampai Papua dengan cita-cita bersama membangun bangsa dengan semangat kontribusi bersama. Forum ini sebagai sarana peningkatan kompetensi pemuda dan mahasiswa dalam rangka menyiapkan pemimpin masa depan dan wadah silaturahmi untuk membangun kontribusi bersama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Siapa saja alumni Forum Indonesia Muda ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemuda dan mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan latar belakang minat dan aktivitas: pendidikan, kerelawanan, pemberdayaan masyarakat, lingkungan, sosial politik ekonomi, dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ingin bergabung bersama Kami???&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Persyaratan Calon Peserta :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. CV lengkap dengan menggunakan format yang terlampir &lt;a href="http://fitrasani.files.wordpress.com/2009/02/format-pendaftaran-fim-vii.doc"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Surat rekomendasi resmi dari organisasi (organisasi tidak dibatasi dari latar belakang tertentu; dapat berupa organisasi mahasiswa/LSM/Karang taruna/dll)&lt;br /&gt;3. Sebuah Essay dengan tema “aku untuk bangsaku”, yang mencakup:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;a. sebaiknya menceritakan tentang tiga hal:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aktivitasku dimasyarakat (LSM, Kemahasiswaan, kelurahan, tempat ibadah, dll)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Visi besar untuk Indonesia dan apa yang sudah dilakukan untuk mengarah kesana&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ide konkrit yang bisa dilakukan untuk pengembangan wilayah/daerah sekitar tempat tinggal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;b. penulisan sesuai dengan teknis:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Format kertas A4, huruf Arial 11pt., 1.5 spasi, batas margin atas&amp;amp; kiri 4 cm dan bawah&amp;amp; kanan 3 cm, dalam aplikasi Microsoft Word 2003.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panjang essay minimal 3 halaman penuh dan maksimal 5 halaman penuh, tidak termasuk gambar atau halaman judul (bila ingin menyertakan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketik judul essay di dalam batas margin dengan letak di tengah atas dan jarak antara judul dan teks adalah 3 spasi, huruf judul Arial 14 pt bold.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama dan instansi diketik di bagian header kanan atas pada setiap halaman essay.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Persyaratan Pendaftaran dikirimkan ke:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;email: forumindonesiamuda@yahoo.co.id&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengiriman dokumen pendaftaran paling lambat: &lt;strong&gt;31 Maret 2009&lt;/strong&gt;, pukul &lt;strong&gt;18.00 WIB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman 100 peserta terpilih: &lt;strong&gt;13 April 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan FIM 7: &lt;strong&gt;30 April-3 Mei 2009&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contact person: Fitrasani (085220331070)&lt;br /&gt;Ivan Ahda (08818112850)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Info lebih lanjut bisa buka http://forumindonesiamuda.wordpress.com atau klik aja dari "recommended sites di sebelah kanan layar blog ini" : Forum Indonesia Muda&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-4813780203894848563?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/4813780203894848563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=4813780203894848563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4813780203894848563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4813780203894848563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/03/peluang-ikut-pelatihan-kepemimpinan.html' title='Peluang ikut Pelatihan Kepemimpinan Nasional! for FREE!'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-3021647709220571438</id><published>2009-03-09T22:02:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T22:31:10.746-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>Peluang Seminar International Gratis ke Luar Negeri!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.iief.or.id/images/front/head1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 316px; height: 110px;" src="http://www.iief.or.id/images/front/head1.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kawan-kawan, berikut ada info yang cukup menarik untuk diikuti.. terlebih bagi kawan-kawan yang tertarik dengan isu ekonomi atau kebijakan publik yang berkaitan dengan "Resesi Ekonomi Global". Kalo kawan-kawan lulus seleksi, bisa diberangkatkan ke beberapa negara loh! termasuk Amerika dan Vietnam kalo ga salah.. Persyaratannya juga ga terlalu neko-neko. APPLICATION DEADLINE: 1 APRIL 2009. Saya lagi pasang kuda2 juga nih=b kalo Singapura ga lolos, mungkin saya mau coba ikut daftar juga program ini. Mungkin kita bisa berangkat sama-sama kawan2=D Mangga di bawah ini infonya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="align-left" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt; text-align: center;"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:10;"  lang="EN" &gt;The 19th New Generation Seminar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:10;"  lang="EN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="align-left" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt; text-align: center;"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:10;"  lang="EN" &gt;"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;"  lang="EN"&gt;The Global Economic Crisis: Impacts and Responses in &lt;st1:place st="on"&gt;Asia&lt;/st1:place&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;"  lang="EN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="align-left" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt; text-align: center;"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:10;"  lang="EN" &gt;October 4-18, 2009&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:10;"  lang="EN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="align-left" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt; text-align: center;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:10;"  lang="EN" &gt;Honolulu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:10;"  lang="EN" &gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;Hawaii&lt;/st1:state&gt;; &lt;st1:city st="on"&gt;Seoul&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Korea&lt;/st1:country-region&gt;; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Hanoi&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Vietnam&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;Now accepting applications for the 2009 Program. Deadline: April 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;Each year the &lt;st1:placename st="on"&gt;East-West&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt; invites rising young leaders from the &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;United States&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; and Asia Pacific to participate in The New Generation Seminar (NGS), a two-week intensive educational, dialogue and study tour travel program. The program is developed around a thematic focus and provides participants with an opportunity to strengthen their understanding of Asia Pacific-U.S. developments and challenges, build a regional network and to become leaders with a more international perspective. The first week of the program is held in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Hawaii&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;. In discussions with &lt;st1:placename st="on"&gt;East-West&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt; researchers, other experts in the &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Hawaii&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; community and one another, participants are introduced to key regional policy issues such as international relations, security, economics, population, health and environment. The second week involves field travel to either the &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;United States&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; or Asia Pacific for exploration of the program theme. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;2009 Theme: "The Global Economic Crisis: Impacts and Responses in &lt;st1:place st="on"&gt;Asia&lt;/st1:place&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;The world is facing what may be the first truly global economic crisis. The financial meltdown that began on Wall Street has become a crisis that reaches deep into the globally integrated financial and trading systems, posing very serious challenges for countries around the world. &lt;st1:place st="on"&gt;Asia&lt;/st1:place&gt;’s vastly diverse economies have experienced the fallout in different ways, all of which are testing political, economic and social structures across the region. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;The 19&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; New Generation Seminar will provide an opportunity for policy and decision-makers from Asia Pacific and the &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;United States&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; to develop a comprehensive perspective of how the financial crisis is affecting regional economies, how countries are responding nationally, and what countries are doing together. Participants will travel to &lt;st1:country-region st="on"&gt;Korea&lt;/st1:country-region&gt; and &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Vietnam&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; to compare the challenges and policy responses in two Asian countries representing different stages of economic development and different political systems. In &lt;st1:country-region st="on"&gt;Korea&lt;/st1:country-region&gt; participants will examine how the crisis has affected a newly industrialized economy that has been one of &lt;st1:place st="on"&gt;Asia&lt;/st1:place&gt;’s success stories since the 1997 Asian financial crisis. &lt;st1:country-region st="on"&gt;Vietnam&lt;/st1:country-region&gt; offers a view of the impact on an emerging economy that has had the second highest growth rate in &lt;st1:place st="on"&gt;Asia&lt;/st1:place&gt; for several years, but still remains a developing nation. Meetings and visits will expose participants to a wide range of perspectives from government, private sector, labor, academia, civil society and the media to better understand the causes, consequences and future implications of this unprecedented challenge to the global economy. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;For full information about the NGS please download the &lt;a title="Initiates file download" href="http://www.eastwestcenter.org/fileadmin/resources/seminars/New_Generation_Seminar/19th_NGS_Background_Summary.pdf"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);"&gt;19th NGS Background Summary&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h1 style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span  lang="EN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;!--  Text: [end] --&gt;&lt;!--  CONTENT ELEMENT, uid:735/text [end] --&gt;&lt;!--  CONTENT ELEMENT, uid:8043/text [begin] --&gt;&lt;!--  Header: [begin] --&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);"&gt;Who Can Apply&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;!--  Header: [end] --&gt;&lt;!--  Text: [begin] --&gt;&lt;span class="biasa"&gt;The New Generation Seminar involves 12-14 participants aged mid-20’s to late 30’s, approximately 8-10 from Asia Pacific and 4 from the &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;United States&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. The program seeks to engage “communicators” and “leaders,” those individuals who are in a position to shape and influence policy and decision-making in their countries, regions or local communities. Primarily these leaders will be involved in political processes. Past participants have included members of national, state or provincial government assemblies or ministries, young mayors or governors, city council members, up and coming members of political parties, leaders of political party youth wings, political advisers and other elected officials. The NGS also includes leaders from civil society organizations, media, business and law. The program is geared toward professionals working outside of academia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;The strongest candidates for the program will be:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 18.7pt; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: -18.7pt; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Symbol;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="biasa"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;Working professionals in their mid-20s to late 30s; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 18.7pt; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: -18.7pt; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Symbol;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="biasa"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;Political and community leaders or communicators with broad-based policy knowledge and influence; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 18.7pt; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: -18.7pt; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Symbol;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="biasa"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;Individuals with limited opportunity for international travel; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 18.7pt; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: -18.7pt; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Symbol;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="biasa"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;Fluent in English.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Candidates need not be specialists in the program theme; indeed, as stated above, we prefer candidates with broad based policy profiles who could benefit from deepening their understanding of the current economic crisis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;h1 style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span  lang="EN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);"&gt;How to Apply&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;!--  Header: [end] --&gt;&lt;!--  Text: [begin] --&gt;&lt;span class="biasa"&gt;Participation in the New Generation Seminar is a competitive process. Nominations are received from a variety of &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;U.S.&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; and Asia Pacific organizations and qualified individuals are welcome to submit applications on their own. The applications and nominations are reviewed by an East-West Center Selection Committee, which makes the final selection of candidates. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;To apply, please submit the following:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: -0.25in; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Symbol;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="biasa"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;The&lt;a title="Initiates file download" href="http://www.eastwestcenter.org/fileadmin/resources/seminars/New_Generation_Seminar/NGS09_Application_Instructions_and_Cover_Sheet_01.DOC"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Initiates file download" href="http://www.eastwestcenter.org/fileadmin/resources/seminars/New_Generation_Seminar/NGS09_Application_Instructions_and_Cover_Sheet_01.DOC"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);"&gt;Application Cover Sheet &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;(Click here to download. You may type directly into this Word document).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: -0.25in; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64); font-style: normal;font-family:Symbol;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;A brief written statement about why you wish to participate in the 19th New Generation Seminar &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;(not more than one typewritten double-spaced page, please).  &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;In responding please consider what you feel that you can contribute to the program and what you hope to gain from participating given your current leadership positions/roles, especially with regard to this year’s program theme.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: -0.25in; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Symbol;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="biasa"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;One-paragraph professional biography&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt; summarizing your current work and highlighting your leadership experience and those aspects of your resume you think are most important for the selection committee.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: -0.25in; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Symbol;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="biasa"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;Copy of resume to include professional and educational background&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;.&lt;br /&gt;Resume or CV should clearly indicate years and type of education, title of position held, name of employer, dates spent at each position, and most importantly a brief outline of specific responsibilities or accomplishments in each position.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-indent: -0.25in; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Symbol;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="biasa"&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;Two (2) letters of professional recommendation on official letterhead&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt; with current contact information for each person writing a recommendation. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;For a printed summary of the application requirements, please download the &lt;a title="Initiates file download" href="http://www.eastwestcenter.org/fileadmin/resources/seminars/New_Generation_Seminar/NGS09_Application_Instructions_and_Cover_Sheet_01.DOC"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);"&gt;Application Instructions and Cover Sheet&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;APPLICATION DEADLINE: APRIL 1, 2009 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 0, 32);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;You may send applications via:  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="FR" &gt;E-MAIL: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="FR" &gt;ngs@eastwestcenter.org &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="FR" &gt;FAX: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="FR" &gt;(808) 944-7600 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;POST:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt; New Generation Seminar, &lt;st1:placename st="on"&gt;East-West&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Seminars&lt;/st1:placename&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;East-West&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;1601 East-West Road, &lt;st1:city st="on"&gt;Honolulu&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;Hawaii&lt;/st1:state&gt;, &lt;st1:postalcode st="on"&gt;96848-1601&lt;/st1:postalcode&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;USA&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;For questions or confirmation of receipt, please contact: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;TEL:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt; (808) 944-7682 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;We will confirm receipt of the application within 5 working days. If you do not hear back from us, please follow up. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;Applications must be received at the &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;East-West&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; by the application deadline&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;in order to be considered. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;You will be notified of the results by June 15, 2009.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;info lengkap dapat dilihat di: http://www.iief.or.id (pilihan strata non-gelar)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="bodytext" style="margin: auto 0in; background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; line-height: 12.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(61, 63, 64);font-family:Arial;font-size:9;"  lang="EN" &gt;&lt;span class="biasa"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;Saya akan sangat senang sekali kalau ada di antara kawan-kawan yang berhasil lulus ikut program ini sehingga bisa lebih banyak berkontribusi bagi diri, keluarga dan masyarakat ini. Mari tumbuh bersama kawan! Sukses!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-3021647709220571438?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/3021647709220571438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=3021647709220571438' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3021647709220571438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3021647709220571438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/03/peluang-seminar-international-gratis-ke.html' title='Peluang Seminar International Gratis ke Luar Negeri!'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5593334664579349827</id><published>2009-03-07T06:32:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T09:22:36.432-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>Hari Ini Saya Sedikit Bermimpi... Haha...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pheakdey2u.files.wordpress.com/2007/09/dsc00193.jpg?w=400&amp;amp;h=400"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 344px; height: 258px;" src="http://pheakdey2u.files.wordpress.com/2007/09/dsc00193.jpg?w=400&amp;amp;h=400" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini.. sabtu, 7 maret 2008 adalah hari yang mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu hari yang cukup penting dalam hidup saya. Bagaimana tidak, mungkin hari ini adalah salah satu titik persimpangan jalan yang menjadi faktor penentu kehidupan saya di masa yang akan datang. Bagaimana saya berkontribusi, bagaimana saya membangun diri. Meskipun memang hari ini bukanlah segalanya, namun tidak ada salahnya untuk menghargai setiap jenak waktu yang terlewati hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pengalaman pertama saya mendapatkan "panggilan resmi" dari sebuah institusi formal untuk hadir dan menjalani interview. Pengalaman pertama ini menjadi semakin menarik karena interviewer saya (orang yang mewawancarai saya) bukanlah sembarang orang. Beliau adalah seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;associate professor&lt;/span&gt; lulusan Princeton University, yang saat ini diamanahkan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;vice dean of academic affair&lt;/span&gt; di Lee Kuan Yew School of Public Policy Singapore. Akademisi berusia 38 tahun yang bernama lengkap Scott Fritzen, PhD ini adalah seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;expert &lt;/span&gt;dalam bidang pengembangan kebijakan pengentasan kemiskinan, kebijakan antikorupsi dan analisa organisasi di negara-negara berkembang di asia, termasuk Indonesia. It must be a great moment to learn!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuansanya menjadi semakin dramatis karena bisa dikatakan saya kurang tidur tadi malam. Tiba di jakarta sekitar pukul 1/2 12 malam, dan baru tidur sekitar pukul 1 pagi. Alhasil, ketika bangun untuk mengambil air wudhu untuk shalat shubuh, tampak cekungan di mata saya yang merah. Butuh upaya yang sedikit lebih dari biasanya untuk membuat mata saya terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, berangkatlah saya dari rumah jam 6.30 pagi. Ditemani oleh ayah saya, lengkap dengan pakaian berdasi kami pun memulai perjalan menuju Hotel Sari Pan Pacific  di bilangan  Jl. Thamrin, jakarta pusat dengan menggunakan angkutan umum. Saya mendapatkan jadwal interview pukul 10 pagi, yang kemudian dilanjutkan dengan tes matematika &amp;amp; tes  reading+writing  pada pukul 12 siang. Saya mengajak ayah saya untuk ikut serta sebagai penunjuk jalan menuju ke tempat tujuan. Maklum, saya tidak begitu hafal jalan-jalan di jakarta. Meskipun memang bundaran HI-Thamrin-Istana adalah salah satu "rute wajib" para aktivis penggemar aksi yang cinta damai.  haha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di Lenteng Agung, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Kereta Api Ekonomi AC menuju Gondangdia. Satu hal yang bisa saya katakan sebagai keuntungan bila berjalan bersama dengan ayah saya adalah karena semangat silaturahimnya yang begitu luar biasa. Mulai dari supir angkot, tukang ojek sampai penjaga toilet dan mushola di stasiun lenteng agung menyapa beliau. Bahkan yang terakhir sampai rela meminjamkan mejanya sebagai tempat bagi saya untuk meluangkan waktu sejenak membaca beberapa bahan yang belum sempat saya baca di sela jenak waktu menanti kedatangan kereta kami. Entah apa yang beliau lakukan sehingga sedemikian banyak orang yang tak sungkan menyapa kami. Jujur saya mengaku tidak ada apa-apanya dalam hal ini dibandingkan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kereta api pun tiba, dan kami pun bergegas masuk. Semilir AC di dalam kabin kereta ekonomi pagi itu cukup melegakan. Terutama mengingat tidak terlalu banyak orang yang memanfaatkan sarana transportasi publik tsb ketika itu. Mungkin sebagian di antaranya pergi ke luar kota atau sejenak menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta di rumah atau di tempat-tempat rekreasi. Akhirnya sampailah kami di stasiun Gondangdia. Dari sana kami memutuskan untuk naik ojek menuju tempat tujuan. Masih saja ada tukang ojek yang menyapa ayah saya beberapa saat setelah ojek kami mulai meninggalkan stasiun=b&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tiba di tempat pukul 8 pagi, dua jam lebih awal dari jadwal yang semestinya. Tapi saya pikir ini lebih baik, dibandingkan harus terburu-buru menjelang waktu yang ditentukan. Ketika saya datang, sudah ada tiga orang yang hadir lebih awal. Plus, sang profesor yang profile,foto &amp;amp; backgroundnya memang sudah saya telusuri sebelumnya. Dan alhamdulillah.. beliau menyapa saya dengan sangat ramah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya duduk dan berkenalan dengan beberapa orang yang lebih dulu hadir di sana. Applicant Master of Public Policy memang didominasi oleh anak-anak muda.. rata-rata angkatan 2002-2005.. (meskipun ada satu orang yang berasal dari angkatan 96). Selain  saya (Unpad), dan adik kelas saya di smu IC yang secara tidak sengaja kembali bertemu di momen tsb (Berasal dari Sekolah Teknologi Petronas di Malaysia, saya lupa nama inggrisnya=b), seluruh aplikan berasal dari UI! FH, FISIP, ANTROPOLOGI, dsb. Yang lebih menarik adalah background yang mereka miliki. Ada yang sedang bekerja di lawfirm, ada yang bekerja sebagai praktisi di WHO, seorang peneliti sosial, ada yang sudah bekerja di perusahaan  multinasional, bahkan ada seorang penyiar TV One yang  biasa tampil di layar kaca berita  malam. Sementara saya siapa ya?=b  jawaban pamungkas saya kalo ditanya mengenai kesibukan saya: "freelancer". udah.  haha... "Luar biasa anak-anak muda ini", pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang menanti giliran untuk dipanggil ke dalam sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;private room &lt;/span&gt;untuk melakukan interview empat mata dengan Mr. Fritzen selama lebih kurang 20 menit. Waktu untuk menunggu, saya habiskan untuk berbincang-bincang dengan peserta yang lain. Terutama mengenai aktivitas mereka sehari-hari. Salah satu yang paling menarik adalah apa yang diceritakan oleh sang penyiar TV One yang kebetulan duduk di sebelah saya. Ia mengaku sudah beberapa hari ini kurang tidur. Ia mengatakan bahwa resiko menjadi seorang  reporter adalah  harus siap untuk dihubungi kapan pun 24/7. Tapi ia mengaku, bahwa keuntungan yang ia rasakan adalah "networking". Misalnya dalam hal meminta surat rekomendasi untuk keperluan S2. Cukup mendatangi salah seorang tokoh dan bilang, "Bang, bantuin dong.. buatin surat rekomendasi". Ungkapnya sambil tertawa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia menceritakan sedikit cerita "behind the scene" yang berkaitan dengan siaran langsung berita malam yang ia lakukan setiap senin malam sampai jumat malam, kecuali rabu malam. Ia menceritakan bahwa penampilannya harus benar-benar perfect. "Kalau seandainya pemirsa di rumah tahu apa yang ada di bawah jangkauan kamera..", lanjutnya. "Di bawah itu banyak kabel yang berseliweran di bawah dan sewaktu-waktu bisa membuat kita tersandung.. Di bawah kursi kita itu ada bantal.. supaya kita terlihat lebih proporsional di depan kamera! haha..".   Saya sempat menanyakan mengenai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"owner intervention" &lt;/span&gt;terhadap berita yang disampaikan. Dia bercerita bahwa para kru biasanya me&lt;span style="font-style: italic;"&gt;warning&lt;/span&gt; bila&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ada berita yang berkaitan dengan owner.. "awas hati-hati jangan sampai salah ucap! berita dewa.. berita dewa!", guyon mereka. Kalau berita tokoh yang lain mungkin masih bisa ditoleransi kalau ada sedikit kesalahan. Tapi kalau berita yang menyangkut owner, ga boleh ada kesalahan sedikit pun. Kalau ada kesalahan biasanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;owner&lt;/span&gt; langsung negur pimpinan siaran melalui telpon. "Menarik juga ya dinamika para jurnalis ini.. haha",pikir saya ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya giliran saya pun tiba. Sebelumnya saya diberikan sebuah lembar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;study-case &lt;/span&gt;yang berisi sebuah persoalan yang harus dipecahkan. Pendapat yang saya kemukakan di dalam interview akan menjadi salah satu bagian dari penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu pun terbuka dan beliau mempersilahkan saya untuk masuk. Beruntung karena saya berada di urutan tengah, sehingga saya bisa lebih mengatasi kondisi. Terutama karena saya sudah berada di dalam posisi "nothing to lose" terhadap aplikasi ini, saya benar-benar tidak merasa gugup untuk mengikuti proses wawancara. Alhamdulillah, situasi pun semakin kondusif karena sang profesor bukan seorang yang kaku.. beliau adalah seorang yang sangat bersahabat. Bahkan ia menyediakan segelas air putih untuk saya. Nice=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membuka percakapan dengan mengatakan, "it's an honor to meet you sir.. I've read few of your publication!". Beliau tampak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excited&lt;/span&gt; dan menanyakan publikasinya yang mana yang sudah saya baca. Saya bilang, "I read your publication about "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Transforming Asian Governance&lt;/span&gt;" and about "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Government's Political Will toward Anti-Corruption Movement in Vietnam&lt;/span&gt;". Dia menanyakan bagian mana yang menarik bagi saya; apakah ada hal yang saya setujui atau tidak setujui. Saya melanjutkan, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I am interested with your statement about 'the orthodox paradox' in vietnam's anti-corruption movement.. the government is police themselves. I think, we have the same situation comparing with Indonesia situation.&lt;/span&gt;" ('orthodox paradox' adalah ungkapan yang beliau berikan terhadap pemerintah Vietnam yang setengah hati dalam melakukan gerakan pemberantasan korupsi dengan membuat 'KPK ' atau pengawas pemerintah berada di bawah kekuasaan mereka; tidak independen). Beliau menyatakan senang karena saya sudah meluangkan waktu untuk membaca publikasinya karena jarang orang yang mau menyempatkan waktu untuk membaca publikasi yang ia miliki. Dia juga mengatakan, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;this is the best first impression I ever had today&lt;/span&gt;!", sambil tersenyum. (Untuk hal ini, saya harus berterima kasih kepada Rizal, Panji dan Windu atas kesediaan mereka untuk melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roleplay&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;interview&lt;/span&gt; dan memberikan banyak&lt;span style="font-style: italic;"&gt; feedback&lt;/span&gt; bagi saya=D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan pun terus mengalir. Mulai dari alasan saya memilih S1 di psikologi, apa rencana karir saya ke depan, kontribusi nyata yang telah saya lakukan, aktivitas saya setelah lulus dari fapsi, motivasi yang saya miliki, backup plan kalau seandainya tidak lulus NUS, dsb. Alhamdulillah, dari pandangan saya secara pribadi wawancara berjalan dengan lancar. Bahkan lebih lancar dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roleplay&lt;/span&gt;! Alhamdulillah.. mungkin ini karena berkat doa dari kawan-kawan semua. Nuhun ya=D Special thanks untuk Windu atas saran sederhananya untuk lebih mengalir dalam interview: "Dengan menghilangkan kesan bahwa kita sedang dinilai!". Trust me, it works!=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari menunggu jadwal tes tertulis, saya menyempatkan diri untuk pergi ke masjid sesaat. Shalat mutlak sebentar untuk menenangkan hati. Untuk tes selanjutnya, jujur persiapan saya tidak terlalu memadai. Khususnya dalam hal matematika dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;writing&lt;/span&gt;. Saya berdoa mudah-mudahan Allah lancarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masuk ke dalam ruangan tes pukul 12.10. Saya memiliki waktu untuk menyelesaikan set soal pertama (reading &amp;amp; writing+essay) selama 1 jam 20 menit. Diberikan sebuah artikel mengenai "peristiwa bom di Mumbai, India dan dampaknya terhadap situasi sosial, politik &amp;amp; ekonomi di India". Artikelnya cukup panjang; menghabiskan sekitar 4 halaman. Cool ya?=D Pertanyaannya juga lumayan banyak.. ada 14 pertanyaan yang harus dijawab! Terakhir ditutup dengan Essay bebas tentang strategi pengentasan kemiskinan yang efektif di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sebagian besar pertanyaan (insya Allah) bisa saya jawab dengan baik, meskipun ada beberapa pertanyaan yang masih saya terka jawabannya. Tapi sayangnya, karena mungkin saya kurang baik dalam memanfaatkan waktu yang tersedia, saya baru bisa memulai menulis essay di detik-detik akhir dari sesi tersebut! Alhasil, saya baru menuliskan dua paragraf dan waktunya sudah habis. Padahal diminta sekitar 500 kata=b It's been a really hard situation to consider. But, I did my best, insya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tes set pertama tersebut selesai, dilanjutkan dengan tes matematika dasar. Soalnya hanya 5, disediakan waktu selama 20 menit. Tidak boleh menggunakan kalkulator. Awalnya saya agak lupa-lupa ingat untuk menyelesaikan persoalan yang diberikan. Bahkan ada pertanyaan yang keliru saya pahami pada awalnya. Tapi, syukur alhamdulillah Allah masih memberikan saya kesempatan untuk menyadari dan memperbaikinya kembali. Soal yang diberikan mengenai pertidaksamaan, mengenai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mean&lt;/span&gt; (rata-rata), dan sedikit logika.  Alhamdulillah, setelah diperiksa oleh sang profesor, jawaban saya alhamdulillah mendapatkan skor maksimal 5 (betul semua). "Well done!", kata beliau. Alhamdulillah, otak saya masih bisa dipake buat ngitung=b&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's all for today guys.. Hari ini merupakan bagian dari upaya saya untuk mengejar mimpi.. LKY NUS merupakan sebuah institusi yang dikenal baik di dunia internasional. Bahkan terakhir secara peringkat, NUS setara dengan Tokyo University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.. tidak ada salahnya bukan?Hari ini saya sedikit bermimpi..&lt;br /&gt;May Allah give the very best. Amin. Mohon doanya kembali kawan=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut saya share beberapa foto yang menggambarkan suasana kampus LKY NUS yang saya dapatkan (&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:78%;" &gt;picture taken from &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;pheakdey2u.files.wordpress.com&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;. &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Benar-benar layak untuk diperjuangkan!&lt;/span&gt; Beda dikit sama kampus fapsi unpad!=b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pheakdey2u.files.wordpress.com/2007/09/dsc00384.jpg?w=400&amp;amp;h=500"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 457px; height: 300px;" src="http://pheakdey2u.files.wordpress.com/2007/09/dsc00384.jpg?w=400&amp;amp;h=500" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pheakdey2u.files.wordpress.com/2007/09/dsc00404.jpg?w=500&amp;amp;h=500"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 459px; height: 375px;" src="http://pheakdey2u.files.wordpress.com/2007/09/dsc00404.jpg?w=500&amp;amp;h=500" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pheakdey2u.files.wordpress.com/2007/09/dsc00395.jpg?w=500&amp;amp;h=500"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 461px; height: 375px;" src="http://pheakdey2u.files.wordpress.com/2007/09/dsc00395.jpg?w=500&amp;amp;h=500" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5593334664579349827?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5593334664579349827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5593334664579349827' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5593334664579349827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5593334664579349827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/03/hari-ini-saya-sedikit-bermimpi-haha.html' title='Hari Ini Saya Sedikit Bermimpi... Haha...'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-3296962180117247956</id><published>2009-03-01T20:24:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T21:48:05.857-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Kayuhan Penuh Kegigihan...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://ikhsanumuslim.files.wordpress.com/2009/01/orang-tua-yogya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 348px; height: 487px;" src="http://ikhsanumuslim.files.wordpress.com/2009/01/orang-tua-yogya.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belum selesai saya merenung mengenai kerendahan hati dan semangat berbagi, saya mendapatkan  kabar lainnya yang  benar-benar membuat saya  malu..  benar-benar malu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah nyata tentang seorang bapak dengan lima orang anak di sebuah desa di kabupaten sumedang. Kegigihannya, ketulusannya.. membuat saya merasa harus lebih banyak  mengintrospeksi diri.  Bagaimana tidak.. saya seringkali mengeluh setiap kali diminta berbagi di jatinangor atau tempat-tempat lain yang menurut saya: "agak" jauh. Memang, dada saya akhir-akhir ini agak sedikit sakit karena sering menerjang dinginnya malam dan basah hujan dengan motor bandung-jatinangor pp.. tapi sebenarnya bukan itu yang seringkali membuat saya begitu berat untuk berangkat.  Lebih karena faktor psikologis lainnya (intelektualisasi nih..) : "rasa malas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jauh berbeda apa yang dilakukan oleh bapak lima orang anak yang sangat istimewa ini. Beliau menjadi istimewa bukan karena harta yang melimpah.. tapi karena kegigihan beliau yang begitu luar biasa. Another great story to be learned..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari itu, beliau memutuskan untuk kembali berjuang mencari sumber penghidupan untuk istri dan kelima buah hatinya. Pagi itu, beliau memutuskan untuk mencari pekerjaan di daerah cibiru. Tanpa mengeluh, ia kayuh sepeda yang ia miliki.. Namun bukan dengan alasan yang sama dengan buruh-buruh berdasi di jakarta yang  mengikuti trend "bike to work".. atau para aktivis "hijau" yang mengampanyekan sepeda sebagai alat transportasi bebas polusi.. Hal ini beliau lakukan karena beliau benar-benar tidak memiliki uang untuk sekedar naik angkot.  sehingga  beliau memutuskan untuk memanfaatkan apa yang  beliau punya dan memulai sebuah perjalanan panjang hari itu.. menempuh panasnya aspal di sepanjang jalan raya sumedang-cibiru..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita.. Akhirnya, sampailah beliau di cibiru.. Di sana beliau mencoba untuk mendatangi beberapa tempat, sembari berharap ada lowongan pekerjaan yang bisa ia dapatkan. Tapi, ternyata Allah masih belum berkehendak untuk memberikan beliau pekerjaan. Allah masih ingin menguji kesungguhan hamba-Nya yang sangat ia cintai ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, beliau memutuskan untuk kembali menempuh sepeda kembali ke rumah.. menempuh jalan yang sama seperti ketika berangkat pagi harinya.. rute cibiru-jatinangor-sumedang.. (Sebagai catatan untuk kawan-kawan yang belum tau jarak cibiru sumedang.. Dengan motor berkecepatan rata-rata 60km/jam cibiru-jatinangor bisa ditempuh dalam waktu 20 menit "kalo ga macet", Jatinangor-Sumedang dicapai lebih kurang sekitar 1-1,5 jam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lelah mengayuh, meter demi meter.. kilometer demi kilometer.. akhirnya sampailah ia di kota sumedang. Tempat di mana istri dan anak-anaknya bermukim. Baru sampai di rumah, istrinya mengabari bahwa di jatinangor sedang ada acara yang cukup penting.. dan mengatakan bahwa sang suami mendapatkan undangan untuk dapat turut hadir di sana. Istri mana yang  tega melihat suaminya yang kelelahan mengayuh sepeda sepanjang hari..  Namun,  ia paham betul  karakter suaminya tercinta. Meskipun penuh kesederhanaan, namun ia adalah sosok yang tawadhu (rendah hati), penuh kegigihan... Setelah beristirahat sejenak, akhirnya sang Bapak memutuskan untuk memenuhi undangan tersebut, dan mulai mengayuh kembali dari sumedang menuju jatinangor.  Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah kawan-kawan membayangkan bila kita berada dalam posisi beliau? Kisah ini membuat saya berpikir dua tiga kali untuk urung berangkat ketika rasa malas itu kembali datang menggoda..  Dalam satu hari, bapak lima orang anak ini mampu mengayuh dari sumedang menuju cibiru pp.. dan tanpa mengeluh, memutuskan untuk memenuhi undangan yang ia terima dan kembali mengayuh dari sumedang menuju jatinangor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir saya mendengar beliau masih belum mendapatkan pekerjaan.. Saya berdoa semoga Allah segera memberikan beliau pekerjaan yang layak untuk menghidupi keluarganya. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih ya Allah.. atas kesempatan yang engkau berikan, sehingga aku dapat bertemu hamba-hambaMu yang begitu luar biasa! Semoga suatu hari, aku bisa memiliki ketulusan.. kegigihan.. sama seperti mereka, hamba-hambamu yang tawadhu &amp;amp; senantiasa bersyukur kepadamu. amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;picture taken from http://ikhsanumuslim.files.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-3296962180117247956?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/3296962180117247956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=3296962180117247956' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3296962180117247956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3296962180117247956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/03/kayuhan-penuh-kegigihan.html' title='Kayuhan Penuh Kegigihan...'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-7405897459126846906</id><published>2009-02-28T01:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T02:42:13.089-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Beragam Cara untuk Berbagi...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.onelegacy.org/prod/components/images/GiveThanksGiveLife_hands_rgb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 280px; height: 204px;" src="http://www.onelegacy.org/prod/components/images/GiveThanksGiveLife_hands_rgb.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Bismillahirrahmanirrahiim....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah akhirnya setelah sekian lama tidak menulis, saya bisa kembali meluangkan waktu untuk kembali berbagi.&lt;br /&gt;Tema tulisan ini sebenarnya sederhana, tentang beragam cara untuk berbagi. Setiap orang (yang ingin berbagi) memiliki beragam cara untuk menyalurkan keinginannya untuk berbagi. Dan ternyata, berbagi ini tidak terikat atau tergantung kepada sedikit atau banyaknya materi. Namun, satu hal yang menjadi kesamaan di dalam hati mereka: hati yang kaya dengan rasa peduli terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi tentunya tidak perlu terkendala dengan harta. Bahkan Rasulullah SAW pernah menghibur sahabatnya yang tidak memiliki harta benda sama sekali, namun memiliki motivasi yang tinggi untuk turut berbagi seperti para sahabat lain yang memiliki kecukupan harta. Beliau kurang lebih berkata, "memaafkan orang lain itu pun sedekah=D". Maka orang itu pun kembali bersemangat untuk lebih banyak bersedekah dengan memaafkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Sungguh menenangkan ketika kita menemukan orang-orang yang memiliki kerendahan hati dan ketulusan untuk membantu sesama di tengah berbagai kondisi negatif yang menghiasi negeri ini. Seperti Ibu Murni, yang tinggal beberapa meter dari perempatan lampu merah tol pasteur. Di sebuah bilik tembok yang berukuran lebih kurang 4 X 3 m, beliau tinggal bersama dengan ketiga  orang buah hatinya. Namun, di tengah segala keterbatasan, beliau senantiasa menyambut kami (yang beberapa waktu lalu melakukan penelitian tentang anak-anak jalanan di sana) dengan segelas kopi susu hangat atau segelas teh botol dingin sebagai penyejuk dahaga. Dan tidak pernah merelakan kami untuk membayar minuman tsb.. Setiap kali kami datang, beliau selalu menyambut dengan ramah. Di tengah keterbatasan ekonomi yang beliau hadapi, beliau bahkan mungkin lebih kaya dari kebanyakan kita.. kekayaan hati beliau benar-benar membuat saya malu. Jujur, saya benar-benar malu. Semoga Allah senantiasa merahmati beliau. Semoga keinginan beliau untuk mendapatkan modal dan membuka sebuah warung nasi bisa terwujud. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain pula cara sekelompok anak-anak orang kaya di bilangan cinere, jakarta. Saya bersyukur ini benar-benar terjadi.. di sela-sela penayangana berbagai sinetron sarat kemewahan yang menampilkan anak-anak orang kaya dengan mobil-mobil dan rumah mentereng yang angkuh sikapnya kepada sesama, mereka benar-benar membuktikan bahwa tidak semua "anak orang kaya" itu lupa diri dan tinggi hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kawan-kawan bagaimana cara mereka berbagi? sungguh unik.. setiap weekend sekelompok anak muda ini berpakaian perlente lengkap dengan mobil mewah mereka datang ke hotel-hotel berbintang di bilangan jakarta. Untuk apa? mereka bilang, kalau mereka tidak berpakaian demikian, mana mungkin mereka bisa masuk ke pesta-pesta "penuh gizi" di hotel-hotel mewah tsb. Namun, berbeda dengan para tamu VIP yang hadir malam itu.. mereka membungkus sisa-sisa makanan bekas pesta dan menyisihkan makanan-makanan mubazir yang tidak sempat dicicipi oleh orang-orang yang hadir di pesta tsb. Mereka melakukan hal yang sama di beberapa pesta malam itu.. Dan kemudian: mereka membagi makanan tsb ke anak-anak jalanan di bawah kolong jembatan.. gelandangan-gelandangan yang lama tidak makan.. melalui uluran tangan mereka, Allah berikan limpahan rizki dan kasih sayang kepada kaum terpinggir jakarta. Dan ini benar-benar terjadi! Mungkin amal mereka ini, membuat mereka lebih layak untuk memasuki pintu surga lebih dulu dibanding kita semua. Luar biasa!&lt;br /&gt;Semoga Allah merahmati mereka. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, ternyata ada beragam cara untuk berbagi.. tak terbatas pada  kekayaan, jabatan atau siapa pun kita..  kalau demikian kawan, "Sudahkah kita memiliki cara untuk berbagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat untuk kawan-kawan semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;picture taken from http://www.onelegacy.org&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-7405897459126846906?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/7405897459126846906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=7405897459126846906' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/7405897459126846906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/7405897459126846906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/02/beragam-cara-untuk-berbagi.html' title='Beragam Cara untuk Berbagi...'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-372617231232339687</id><published>2009-02-07T06:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T07:23:41.059-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>Tamu dari HAMAS silaturahim ke Jatinangor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://eramuslim.com/fckfiles/Image/hamas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 149px; height: 149px;" src="http://eramuslim.com/fckfiles/Image/hamas.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;Bismillah..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebenarnya berita ini agak mendadak saya terima.. baru kemarin siang saya menerima kabar bahwa seorang anak muda palestina kelahiran 1986 akan berkunjung ke bumi jatinangor dan berbincang dengan para anak-anak muda a.k.a mahasiswa unpad dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Alhamdulillah tadi siang beliau menyempatkan untuk bersilaturahim ke jatinangor selama lebih kurang 1 jam setengah. Beliau adalah Kang Muhammad, putra dari Abu Marzuq (Wakil Ketua Biro Politik HAMAS). Sayangnya, saya baru dapat hadir pada 30 menit terakhir. Sesi silaturahim ini berlangsung sederhana di sebuah masjid di bilangan Jatinangor dan dihadiri oleh lebih kurang 100an mahasiswa. Sebenarnya saya berpikir mungkin akan lebih baik bila bisa mengikutsertakan lebih banyak lagi masyarakat secara umum dalam silaturahim ini. Karena ada beberapa pertimbangan, pihak panitia memutuskan untuk tidak menyebarkan acara ini secara luas. Hanya dari mulut ke mulut. Insya Allah saya percaya ada alasan yang sangat penting dibalik kebijakan tsb. Saya perhatikan sebagian besar yang hadir adalah para mahasiswa, sebagian kecil di antaranya ada masyarakat dan orang "tua".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kedua orang tua saya alhamdulillah berkesempatan untuk hadir dan duduk mendengarkan tuturan dalam bahasa arab fusha' yang panjang dan penuh semangat.. meskipun tidak terlalu banyak mengerti, namun pada waktu-waktu tertentu para hadirin menggemakan takbir secara serentak.. memang ada translator, tapi mungkin keterikatan hati inilah yang membuat kami "seolah" mengerti perkataan beliau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Meskipun tidak terlalu lama memperhatikan dialog tsb, namun ada beberapa hal yang saya dapatkan dari dialog ini.. Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Yang pertama, walaupun lebih muda satu tahun dari saya, namun Muhammad (begitulah ia disebut) tampak memiliki usia psikologis yang lebih tinggi dibandingkan usia kronologisnya. Mungin tidak seperti kebanyakan anak muda di Indonesia yang mungkin menghabisan hampir seluruh waktunya dengan keduniawian, beliau memiliki &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;jiddiyah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;(kesungguhan), wawasan yang sangat luas dan pemahaman yang dalam aplikasi medan perjuangan yang sesungguhnya: di dalam peperangan fisik yang penuh tekanan dan ancaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kedua: Boleh jadi, saya pikir ini memang hanya masalah perbedaan tempat dan waktu. Bentuk perjuangan di palestina, mungkin berbeda dengan bentuk perjuangan di Indonesia yang konon katanya merupakan "surga para aktivis". Di negeri kita berbagai macam pergerakan tumbuh subur. Euforia pasca reformasi memberikan kita kelapangan untuk berkumpul dan berdiskusi bersama di sebuah tempat tanpa khawatir akan ditangkapi atau digrebek. Sedangkan di negara-negara timur tengah, berkumpulnya beberapa orang di dalam sebuah tempat bisa sangat berbahaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ketiga, ketika salah seorang hadirin bertanya mengenai apa rahasia kesuksesan HAMAS dalam pesta demokrasi, dalam memenangkan kepercayaan rakyat palestina (khususnya gaza), dan yang paling anyar kemenangan di dalam peperangan melawan Israel; beliau menyampaikan sebuah hal sederhana yang sangat signifikan di balik kesuksesan yang mereka peroleh. Apakah itu? Beliau mengatakan bahwa kesuksesan yang HAMAS dapatkan tidak akan dapat dicapai tanpa kontribusi para ummahat (para ibu)! para ibu yang mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan mentalitas seorang pemenang! "tidak akan mungkin kami bisa memenangkan peperangan ini tanpa bantuan dari para ibu", kata beliau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Beliau juga sempat menyampaikan bahwa zionis israel (la'natullah alaihim) telah melancarkan berbagai strategi untuk menggugurkan kepercayaan (rasa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;trust&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;) rakyat palestina terhadap HAMAS. Namun, ternyata semakin digencet semakin kuatlah rasa kecintaan rakyat palestina terhadap HAMAS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Strategi Pertama, dengan membuat pesta demokrasi. Zionis merencanakan agar HAMAS kalah telak. Namun, di luar skenario zionis, Allah justru memberikan kemenangan mutlak kepada HAMAS (menandakan kepercayaan rakyat palestina yang besar kepada mereka; HAMAS).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Gagal dengan yang pertama, kemudian mereka melancarkan strategi kedua: menutup semua gerbang masuk untuk mengisolasi palestina. Bila hal ini terus dilakukan, zionis berharap rakyat palestina akan mendeskriditkan (baca: menyalahkan) pemerintah mereka: Hamas. Namun, subhanallah.. yang terjadi justru sebaliknya. Justru bertambah kuatlah kecintaan rakyat palestina kepada mereka.  Gagal dengan upaya ini, selanjutnya  mereka melancarkan strategi ketiga: serangan militer secara brutal. Dengan sebuah harapan agar bom-bom dan peluru-peluru yang zionis arahan ke bumi palestina membuat rakyat palestina putus asa. Sehingga rakyat akan berpikir bahwa kondisi tsb terjadi karena kesalahan HAMAS. Namun, kembali Allah tunjukkan kebesaran-Nya: justru rakyat palestina semakin percaya bahwa HAMAS memang laya untuk diandalkan. Memang benar janji Allah dalam QS Ar-Rahman: ".. Tak ada balasan bagi kebaikan, melainkan kebaikan jua".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Beliau juga sempat memberikan paparan mengenai konflik yang terjadi antara HAMAS dan FATAH. Dengan bijak beliau mengemukakan bahwa sesungguhnya di dalam tubuh FATAH terdapat orang-orang yang memang memiliki ketulusan untuk berjuang demi kejayaan palestina. " Tidak semua anggota FATAH seperti Mahmud Abbas", kata beliau. Nampak jelas bahwa taktik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;devide et impera &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;juga turut dilakukan oleh zionis Israel dan kroco-kroconya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Demikian beberapa hal yang bisa saya bagi.. Seperti biasa sesi silaturahim ini ditutup dengan foto-foto bersama..=b khas indonesia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ana uhibbukum fillah akhii..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kami akan selalu senantiasa mendukungmu wahai saudara ku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Terus bergerak wahai pemuda!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;wallahua'lam bishshawab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-372617231232339687?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/372617231232339687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=372617231232339687' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/372617231232339687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/372617231232339687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/02/tamu-dari-hamas-silaturahim-ke.html' title='Tamu dari HAMAS silaturahim ke Jatinangor'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-2820683247869577205</id><published>2009-02-01T06:07:00.001-08:00</published><updated>2009-02-01T07:00:49.363-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>mengapa banyak orang tua kini cukup dengan dua anak?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://alvianto.com/alvin/images/stories/Album/Keluarga/KelSampit.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 343px; height: 255px;" src="http://alvianto.com/alvin/images/stories/Album/Keluarga/KelSampit.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah, setelah beberapa waktu terakhir tulisan saya lebih didominasi oleh "kegeraman" dengan dunia politik, akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk sharing tentang sebuah topik yang lebih ringan=D finally.. haha..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inspirasi ini saya dapatkan dari perbincangan dengan bibi, sebutan bagi penjaga kosan saya. Sore hari, dua hari yang lalu kebetulan saya (akhirnya) Allah berikan kelapangan rizki untuk membayar kosan bulan januari yang sempat tertunggak selama 30 hari=b Di sore hari itulah, tanpa diduga beliau mengajak saya berbincang sejenak mengenai polah tingkah laku kawan-kawan tetangga saya di lingkungan kosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya beliau menanyakan kabar salah seorang kawan yang sudah beberapa hari ini tidak singgah ke kosan. Saya pun menjawab sekedarnya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mungkin sedang urus S2, Bi...&lt;/span&gt;". Serba salah memang posisi saya.. Kalau saya katakan bahwa beliau sedang membangun bisnis, ada kemungkinan ia bisa didepak dari pondokan kami. Tapi, kemungkinan besar memang itu yang (saya dengar) ia lakukan: berbisnis. Maklum, ibu kos pernah berkata, "kos ini hanya untuk mahasiswa, bukan untuk karyawan atau orang yang sudah bekerja". Tapi, kenyataannya sebaliknya.  Beberapa kawan memang sudah mendapatkan kerja, namun mengaku masih berstatus mahasiswa. Ya.. tidak ada salahnya memang. Mengingat kosan kami cukup terjangkau, dengan fasilitas yang bisa dibilang sangat memadai bila dibandingkan dengan kos-kosan lain di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan pun terus mengalir. Tampaknya saya lebih banyak menjadi pendengar yang baik. Beliau selanjutnya bertutur dengan logat jawanya yang sesekali masih terdengar jelas, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;itu loh mas.. mas X itu loh.. suka bawa kawan perempuannya ke kamar&lt;/span&gt;". Saya masih terdiam. Beliau melanjutkan, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kadang-kadang sampai malam belum pulang-pulang! kadang datang siang-siang, kemudian pintunya ditutup. Saya sih bukannya mau buruk sangka ya mas.. tapi, mbo' ya pintunya jangan ditutup. Saya juga dulu kan pernah muda.. paham kalo sekali waktu sedang suka dengan lawan jenis. Tapi ya bagaimana kalau pintu ditutup kemudian ada setan yang lewat?&lt;/span&gt;". "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya percaya kalau penghuni kosan sini orangnya baik-baik, tapi ya tolonglah mas..&lt;/span&gt;"  Saya agak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speechless&lt;/span&gt; memang menghadapi kawan saya yang satu ini.. terakhir ketika ibu saya datang, sempat disindir pulalah dia ketika ibu saya siang-siang melihat ia membawa kawan perempuannya (berjilbab pula) ke kamar dan kemudian ditutup. Tapi ya begitulah, tiada bergeming. Semoga Allah memberikan hidayah untuk membukakan hati beliau dan kita semua. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa lama juga sudah saya berdiri berbincang dengan beliau. Perbincangan terus berlanjut ke tingkah laku kawan-kawan yang lain, para penghuni lama (yang datang sebelum saya).  Awalnya saya agak kurang enak karena Bibi ini bercerita dengan penuh semangat, terutama dengan volume suaranya yang keras dan jelas. Ini memang gaya khas beliau: kalau ngomong tidak bisa pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga keluarlah salah seorang kawan saya dari kamarnya di lantai bawah, dan kemudian ikut menanggapi. Ia menanggapi kawan yang tidak kunjung pulang, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya.. ga boleh juga kita menjudge yang bukan-bukan.. mungkin dia memang sedang ada tugas kuliah di tempat kawannya&lt;/span&gt;". Kemudian ia menambahkan, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kita sudah pada besar-besarlah.. sudah bisa menjaga diri kita masing-masing&lt;/span&gt;". Bibi kemudian mengulangi pandangannya yang sempat ia sampaikan ke saya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;iya mas.. saya percaya.. tapi mbo' ya kalau ada kawan perempuan pintunya jangan ditutup!&lt;/span&gt;". "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tahu ga mas.. kenapa orang-orang zaman dulu itu senang anaknya banyak? karena anak-anaknya pada bisa saling menjaga diri..! kalau ada salah seorang di antara mereka yang bandel, yang lain mengingatkan 'ingat, kita jangan sampai menyusahkan ibu bapak'. Sehingga anak tsb pun tersadar kembali. Nah, kalau anak zaman sekarang? boro-boro... ibunya sampai nangis-nangis pun tidak sadar-sadar! itu sebabnya orang tua zaman sekarang ga pingin anaknya banyak-banyak. Cukup dua! kenapa? karena ngurus dua anak aja udah pusingnya bukan main!"   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kalimat tsb saya kemudian tersadar, "benar juga ya.. mungkin penyebabnya bukan hanya karena kendala ekonomi yang membebani untuk mewujudkan sebuah 'keluarga besar' dengan jumlah anak yang banyak. Tetapi lebih karena anak-anak zaman sekarang lebih sulit diatur dibandingkan dengan anak-anak di masa-masa sebelumnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kawan-kawan, ada yang memiliki keinginan untuk mewujudkan sebuah "keluarga besar"? ah, anak-anak zaman sekarang memang bikin pusing! (termasuk saya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar diambil dari: http://alvianto.com/alvin/images/stories/Album/Keluarga/KelSampit.gif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-2820683247869577205?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/2820683247869577205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=2820683247869577205' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/2820683247869577205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/2820683247869577205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/02/mengapa-banyak-orang-tua-kini-cukup.html' title='mengapa banyak orang tua kini cukup dengan dua anak?'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-4285750147353016124</id><published>2009-01-19T07:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T08:56:34.995-08:00</updated><title type='text'>Menanti Kesungguhan Nurani Obama...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://blogs.trb.com/news/opinion/chanlowe/blog/nov23chan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 382px; height: 285px;" src="http://blogs.trb.com/news/opinion/chanlowe/blog/nov23chan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://blogs.trb.com/news/opinion/chanlowe/blog/may15channocolor-copy.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 285px; height: 211px;" src="http://blogs.trb.com/news/opinion/chanlowe/blog/may15channocolor-copy.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selasa besok, 20 januari 2009 pukul 22.30 WIB kita akan menyaksikan prosesi inagurasi Obama sebagai Presiden AS. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, setidaknya akan ada aksi mahasiswa yang akan dilakukan di depan Gedung Sate, Bandung untuk menyikapi pelantikan tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat dunia, khususnya Indonesia memang berhak untuk merespon peristiwa ini dengan berbagai cara pandang dengan kelebihan dan kekurangannya masing. Dan saya pun memiliki cara pandang saya sendiri terhadap presiden AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontradiktif. Itu mungkin kata pertama yang terpikir oleh saya dalam menyikapi Obama. Bukan karena ia dikabarkan menggunakan pola konvensional dalam merangkai kabinetnya, tapi lebih kepada perkataan dan perbuatannya. Memang belum banyak yang ia perbuat, dibandingkan dengan perkataannya. Namun, tetap saja sampai dengan saat ini pernyataannya tetap mengundang tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utamanya mengenai sikapnya thd kekerasan &amp;amp; kejahatan perang. Nampaknya tidak jauh berbeda dengan G.W Bush. Fakta yang kita peroleh: "mengurangi jumlah pasukan di Irak, namun menambah jumlah pasukan di Afganistan"; "memotong pengeluaran yang tidak perlu untuk menghadapi krisis dan mensubsidi pajak warga miskin, namun menambah anggaran untuk belanja militer; selain itu, obama juga belum membuktikan statementnya, "Restore our moral standing": hingga kini belum ada respon yang menyejukkan mengenai konflik di Palestine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geram sekali saya ketika dua hari yang lalu saya mendengar paparan ketua BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) yang baru saja pulang dari Timur Tengah, usai mengantar bantuan kemanusiaan dari Indonesia. Salah satu hal yang benar-benar mengusik saya adalah apa yang beliau sebut dengan "perjanjian Camp David" (Camp David Accord).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian ini dilakukan oleh Mesir (Anwar Sadat) dan Israel (Menachem Begin) pada 17 september 1978 dengan perantara Jim Carter, Presiden AS saat itu.  Hingga kini, Israel dan Mesir masih mendapatkan subsidi sekian puluh miliar dollar dari AS sebagai kompensasi demi terlaksananya perjanjian tsb (Apa sebenarnya kepentingan AS?). Sejak saat itu, hingga kini perjanjian tsb telah menyebabkan perpecahan di antara bangsa-bangsa arab. Utamanya karena sebagian besar negara Arab memandang bahwa Mesir tidak memberikan tekanan yang memadai terhadap Israel dalam menyelesaikan permasalahan dengan rakyat Palestina. (baca: &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Camp_David_Accords#Terms_of_the_agreements&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita ketua BSMI tadi, perjanjian ini membuat tim khusus pembawa bantuan kemanusiaan Indonesia harus berputar rumit ke Kairo (8 jam perjalanan ke Rafah), padahal perjalanan dari pelabuhan tempat tim dari Indonesia berlabuh ke Rafah (perbatasan palestina-mesir) dapat ditempuh selama 3 jam perjalanan. Di Kairo, urusan pun semakin berbelit. Wakil menteri luar negeri mesir mengatakan bahwa "karena palestina adalah wilayah jajahan, maka Anda harus meminta izin kepada 4 pihak: Mesir, Israel, PBB dan Uni Eropa!". Entah bagaimana reasoningnya, tapi yang jelas saya sudah semakin lelah mendengarnya. Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi warga Palestine.amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta di atas memberikan sebuah keraguan bagi saya (secara pribadi) mengenai realisasi slogan "Change We Can" yang ia usung. Mengingat betapa ironisnya beliau. Melalui forum ini, justru saya ingin bertanya pada Obama: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Can We Change?"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-4285750147353016124?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/4285750147353016124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=4285750147353016124' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4285750147353016124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4285750147353016124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/01/menanti-kesungguhan-nurani-obama.html' title='Menanti Kesungguhan Nurani Obama...'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5719604096523271798</id><published>2009-01-15T22:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T22:57:16.624-08:00</updated><title type='text'>We Will Never Stop to Support You My Brother!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://palestineblogs.net/images/palestineblogs_org.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 117px; height: 124px;" src="http://palestineblogs.net/images/palestineblogs_org.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;WE WILL NOT GO DOWN&lt;/strong&gt; (Song for Gaza)&lt;br /&gt;(Composed by Michael Heart)&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://palestineblogs.net/images/pro-palestine-blogger-gold-guarantee-seal-01.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 154px; height: 154px;" src="http://palestineblogs.net/images/pro-palestine-blogger-gold-guarantee-seal-01.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Copyright 2009 &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;A blinding flash of white light&lt;br /&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;Not knowing whether they’re dead or alive&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;Debated on who’s wrong or right&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;picture taken from: http://palestineblogs.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5719604096523271798?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5719604096523271798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5719604096523271798' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5719604096523271798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5719604096523271798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/01/we-will-never-stop-to-support-you-my.html' title='We Will Never Stop to Support You My Brother!!'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-2803007088658800714</id><published>2009-01-13T23:22:00.001-08:00</published><updated>2009-01-14T00:02:03.217-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gerakan'/><title type='text'>sebuah keprihatinan untuk Palestina..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.goalsforamericans.org/wp-content/uploads/2008/08/2008_08_saving_israel_cvr-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 314px; height: 405px;" src="http://www.goalsforamericans.org/wp-content/uploads/2008/08/2008_08_saving_israel_cvr-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terus terang saya betul-betul sedang kecewa dengan berbagai pihak yang dulu saya kenal sebagai lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi yang begitu powerful..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana mereka bereaksi keras terhadap pengembangan nuklir Iran yang hingga kini tidak terbukti dipergunakan untuk kepentingan yang membahayakan bangsa lain..&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana mereka bersikap terhadap Irak dengan dalih adanya pusat pemproduksi senjata biologis yang hingga kini tidak terbukti keberadaannya..&lt;br /&gt;Lihat pula bagaimana mereka menggembar-gemborkan demokrasi di atas segalanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa yang terjadi kini?&lt;br /&gt;Setelah Israel yang kini secara terang-terangan melakukan "penjajahan" terhadap bumi palestina meluncurkan bom biologis yang sangat membahayakan warga sipil?&lt;br /&gt;Setelah kaum zionis sama sekali tidak menggubris sedikit pun statement Ban-Ki Moon, sekjen PBB?&lt;br /&gt;Ke mana perginya demokrasi yang diagung-agungkan, ketika hanya satu negara yang dipimpin oleh pemimpin yang tidak berprikemanusiaan berhasil menggagalkan resolusi dewan keamanan PBB yang disepakati oleh sebagian besar negara?&lt;br /&gt;Mengapa nuklir Israel sama sekali tidak pernah dikritisi oleh seseorang yang kini masih bungkam dengan "Change We Can"nya?&lt;br /&gt;Lalu kemana gigi runcing kalian ketika truk-truk pengirim bantuan kemanusiaan ditembaki dan telah menewaskan supir di dalamnya?&lt;br /&gt;Bahkan ketika mobil Palang Merah Internasional turut diserang dan berada di bawah ancaman Israel la'natullah alaih?&lt;br /&gt;Wahai Presiden Mesir... apa yang anda lakukan setelah bertubi-tubi Israel menjatuhkan bom di perbatasan negara anda di rafah beberapa ratus meter dari teritori negara anda?&lt;br /&gt;Apakah anda begitu saja menerima permintaan maaf mereka setelah salah satu bom mereka jatuh ke teritori anda?&lt;br /&gt;beruntung Allah masih membiarkan bom tsb tidak meledak setelah menghantam tanah air anda. Tapi apakah hal tsb menutup kemungkinan bahwa sangat mungkin bom-bom lainnya akan kembali jatuh di tanah air anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pemimpin Arab Saudi, mengapa Anda menolak untuk menghentikan pasokan minyak Anda ke Israel sebagai bentuk tekanan bagi mereka untuk berhenti melakukan penjajahan terhadap bumi palestina? Apakah Anda tega, minyak Anda dipergunakan oleh tank-tank dan pesawat tempur untuk menggempur saudara Anda sendiri?&lt;br /&gt;Sungguh ironis, bila Anda mengirimkan bantuan kemanusiaan sementara di sisi lain Anda terus menyuplai bahan bakar bagi mesin monster Israel!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, siapa yang patut kita sebut sebagai teroris? apakah Hamas yang secara legal formal telah memenangkan pemilu yang dirancang AS sebagai bagian dari proses demokrasi? atau Israel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusiawikah andaikan negara kita, Indonesia diserang negara tetangga dengan dalih karena kita memiliki satu-satunya pusat peluncur roket sebagai sistem pertahanan kita?&lt;br /&gt;Toh, Singapura, negara kecil yang jauh lebih baik perangkat pertahanannya dari kita tidak pernah mengusik kita dengan serangan militer brutal, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ada aturannya. Mengapa tidak bagi Israel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yang bisa kita lakukan, sahabat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa memang menjadi salah satu hal penting yang harus senantiasa kita lakukan bagi mujahidin di sana.&lt;br /&gt;Meng-Infaqkan sebagian harta kita mungkin dapat melegakan hati saudara kita di sana.&lt;br /&gt;Demonstrasi damai yang dengan tulus kita lakukan semoga dapat menjadi pressure untuk membuka mata para penguasa yang kini masih tertutup..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi yang bisa kita lakukan kawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari selamatkan warga Israel dan warga Amerika dari pemimpin mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pemuda, mari persiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya.. insya Allah kita akan penuhi bangsa ini dengan orang-orang berkualitas yang memiliki mental tangguh dan nurani yang tulus! amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERGERAK!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-2803007088658800714?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/2803007088658800714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=2803007088658800714' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/2803007088658800714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/2803007088658800714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2009/01/sebuah-keprihatinan-untuk-palestina.html' title='sebuah keprihatinan untuk Palestina..'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-7090275252874001532</id><published>2008-12-23T07:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T08:24:14.801-08:00</updated><title type='text'>Hari Ibu..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/44/Mother%27s_Day_cake.jpg/300px-Mother%27s_Day_cake.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/44/Mother%27s_Day_cake.jpg/300px-Mother%27s_Day_cake.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Peringatan hari Ibu tahun ini bertepatan dengan hari senin tanggal 22 desember yang lalu. Tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan hari Ibu tampak kurang begitu semarak. Namun ada satu pengalaman yang menurut saya menarik mengenai hari itu. Sesuatu yang sederhana namun bagi saya begitu luar biasa.. Menggambarkan seberkas kemuliaan hati seorang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simak ceritanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari senin pagi yang lalu, matahari tampak cukup cerah dan bersemangat. Baru tadi malam saya sampai di jakarta setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang tiga jam dari pusat kota Bandung. Jujur, bukan Hari Ibu memang yang menggerakkan saya untuk pulang, melainkan sebuah telepon mendadak dari Nurul Fikri Jakarta yang meminta saya melakukan presentasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;microteaching &lt;/span&gt;pada hari senin pukul 10.00 di kantor Nurul Fikri di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, pagi itu saya memutuskan untuk mengabulkan niat saya untuk memulai pengalaman pertama saya menyusuri jalanan jakarta dengan mengendarai motor (maklum, selama ini saya lebih banyak menghabiskan waktu &amp;amp; masa studi saya di luar ibukota). Ibu saya yang kebetulan  pada hari yang sama  memiliki kegiatan "les menjahit  kebaya", meminta saya untuk mengantarnya terlebih dahulu ke  tempat kursus di  Pasar Minggu, sebelum  saya menuju ke Mampang Prapatan.  Kebetulan lagi, satu jalur sehingga saya tidak perlu bersusah payah untuk memutar kembali (haha.. tidak ada kebetulan yang kebetulan!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun mulai berangkat.Melewati jalan Moh.Kahfi II (Sebuah jalan yang menghubungkan depok dengan jakarta) menuju ke arah Lenteng Agung. Dari sana saya mengambil jalur lurus ke arah Pasar Minggu dan belok kiri di Jalan Gereja, tepat sebelum stasiun Pasar Minggu. Akhirnya sampailah di tempat yang dimaksud. Setelah meminta doa dan restu beliau, maka saya segera pamit melajukan motor setelah sebelumnya berjanji akan kembali menjemput beliau di tempat yang sama pukul 12.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, berkat doa dari ibu dan kawan-kawan, presentasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;microteaching &lt;/span&gt;berjalan dengan sangat lancar. Hanya satu feedback yang diberikan terhadap saya: "tulisan saya di papan tulis masih kurang besar". Hanya itu.. dari segi yang lain alhamdulillah penguji bilang sudah cukup baik. Saya beruntung sekali karena akumulasi jam terbang berorasi di jalanan dulu,ditambah dengan sesi-sesi sharing pelatihan yang saya lakukan di kampus benar-benar membantu saya untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh sesi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;microteaching&lt;/span&gt; plus diskusi &amp;amp; tanya jawab selesai sekitar pukul 11. Setelah itu, saya pun segera berkendara ke arah Pasar Minggu. Ternyata saya tiba di sana lebih awal: pukul setengah dua belas. Saat saya datang, ibu saya tampak bersama dengan dua orang teman kursusnya yang didampingi oleh seorang guru, masih belum selesai membuat pola. Maka saya memutuskan untuk masuk dan duduk sejenak, terlebih karena ruangan berAC ini terasa lebih nyaman daripada udara panas yang cukup menyengat di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan obrolan santai pun berjalan. Di ruangan tersebut, saya berbincang-bincang dengan empat ibu di hari Ibu=D Mulai dari pertanyaan mengenai proses &lt;span style="font-style: italic;"&gt;microteaching &lt;/span&gt;saya; sukses atau tidak, saya kuliah di mana, semakin mahalnya biaya pendidikan, cerita tentang anak salah seorang ibu yang berkuliah di ITB dan menjalani masa tahun pertamanya, bahkan sampai ke persoalan mengapa warna kulit saya sedikir berbeda dengan ibu saya=b dan masih banyak lagi.. apalagi ketika mereka tahu bahwa saya memiliki latar belakang sarjana psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan kami tiba-tiba terhenti sejenak karena seorang ibu teringat anak perempuannya yang pergi berjalan-jalan ke Dufan (sebuah tempat wisata bermain di jakarta) bersama dengan kawan-kawannya. Beliau berkata, "kok anak saya ga telpon-telpon ya? padahal tadi saya sudah pesan sama dia untuk telpon saya kalau sudah sampai..", sambil mendekatkan telpon genggamnya ke telinga. Namun , sayang  ternyata  hp anaknya tidak dapat dihubungi. "HPnya ga aktif..". Saya tersenyum melihatnya. "Ya begini, kebiasaan  anak-anak.. HP  kok dimatikan!". Mendengar pernyataan tersebut , ibu-ibu yang lain pun berujar, "Mungkin sudah lupa Bu..  keasikan main sama teman-temannya..". Semuanya tertawa kecil. Ibu tersebut kemudian menatap saya sesaat.. "Ya beginilah.. namanya ibu-ibu bawaannya selalu khawatir kalau anak tidak ada kabarnya. Mudah-mudahan ga ada apa-apa". Setelah itu beliau kembali melanjutkan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya berkata, "luar biasa para ibu ini.. selalu senantiasa memberikan yang terbaik.. mengirimkan doa yang terbaik, perhatian yang terbaik, penuh kasih sayang.. namun bagaimana sebaliknya dengan sang anak?".. hmm.. saya mencoba membayangkan kira-kira apa yang sedang dilakukan oleh anak ibu tsb tepat ketika beliau menelponnya? apakah dia tengah mengingat ibunya?=D bagaimana menurutmu kawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari Ibu untukmu ibu, dari ananda yang sangat mencintaimu..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar diambil dari: http://upload.wikimedia.org&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-7090275252874001532?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/7090275252874001532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=7090275252874001532' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/7090275252874001532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/7090275252874001532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/12/hari-ibu.html' title='Hari Ibu..'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-8299325209838128198</id><published>2008-12-16T17:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T18:06:47.097-08:00</updated><title type='text'>Insiden Pelemparan Sepatu terhadap Bush</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://foto.detik.com/images/content/2008/12/15/157/bush1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 358px; height: 291px;" src="http://foto.detik.com/images/content/2008/12/15/157/bush1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Peristiwa ini dilakukan oleh seorang reporter berita Irak, Muntader al-Zaidi ketika Bush yang didampingi oleh Perdana Menteri Irak,Nouri al-Maliki menggelar konferensi pers 14 desember yang lalu. Tepat setelah Bush mengucapkan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;khairan katsiran&lt;/span&gt;" (ucapan terima kasih dalam bahasa arab), satu sepatu pun melayang ke mukanya, disertai dengan ucapan : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;This is a gift from the Iraqis; this is the farewell kiss, you dog!&lt;/span&gt;”. Bush berhasil menghindar. Merasa tidak puas, selang beberapa detik kemudian Sang empunya sepatu melancarkan "serangan kedua" dan sepatu kedua pun kembali melayang disertai dengan ucapan: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;This is from the widows, the orphans and those who were killed in Iraq!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;”&lt;/span&gt;. Untuk kedua kalinya Bush berhasil menghindar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang saya peroleh, perilaku "melempar sepatu" merupakan sebuah ekspresi yang ditunjukkan oleh orang Arab terhadap sesuatu yang sangat mereka benci. Dengan melemparkan sepatu, hal ini menyiratkan bahwa obyek sasaran mereka memiliki derajat yang lebih rendah daripada sepatu yang mereka kenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam respon pun mengemuka dari berbagai masyarakat di seluruh dunia. Sebagian di antaranya lebih kurang memberikan penilaian bahwa perilaku ini merupakan tindakan barbar yang tidak bermoral, sehingga patut untuk dijatuhi hukuman berat. Namun, tidak sedikit pula masyarakat dunia yang menilai perilaku ini sebagai perilaku yang wajar, positif, bahkan patut untuk diberikan penghargaan. Seperti yang dilakukan oleh Kelompok amal Wa Attassimou dibawah pimpinan putri pemimpin Libya Muammar Gaddafi, Aicha Gaddafi. Ia mengatakan, "&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;... penghargaan keberanian karena apa yang telah dilakukannya mencerminkan kemenangan atas HAM di seluruh dunia&lt;/span&gt;". Tidak hanya itu, ribuan warga Irak menyerukan dibebaskannya reporter tersebut yang saat ini tengah ditahan oleh pihak keamanan Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari prokontra mengenai benar atau salahnya perilaku tersebut, menurut saya nampaknya sudah menjadi rahasia umum bahwa Bush memiliki potensi untuk diadili sebagai seorang penjahat perang. Walaupun memang membutuhkan upaya yang serius untuk memperkarakannya ke mahkamah internasional. Nampaknya hampir tidak ada beda antara kejahatan yang dilakukan oleh Saddam Hussein dibandingkan Bush, kecuali pada satu hal:  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rekor jumlah korban yang satu jauh lebih banyak dari yang lain!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, para agen intelijen AS harus benar-benar harus mulai "sedia payung sebelum hujan"; payung dalam ukuran yang agak besar mungkin akan lebih aman. Tidak menutup kemungkinan bahwa peristiwa pelemparan tsb dapat terjadi kembali di tempat lain, mengingat tidak sedikit orang yang memiliki antipati mendalam terhadap dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan SBY? Saya berharap, semoga tidak terjadi  hal yang demikian. Maka, melalui tulisan ini saya sampaikan kepada para pemimpin negeri untuk lebih mawas diri dan banyak melakukan introspeksi. Agar terjalin hubungan tulus yang saling mencintai antara pemimpin dan rakyatnya, jangan pernah khianati amanah! Jadi, sederhana saja pertanyaan saya: Kapan konglomerat hitam pelaku BLBI akan benar-benar diadili &amp;amp; dihukum? Sudah terlalu lama rakyat menunggu. Saya pikir timpukan sepatu terlalu mahal untuk rakyat lakukan, timpukan sandal mungkin lebih tepat untuk ditujukan kepada para konglomerat hitam tersebut!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari : Detik News, International Herald Tribune &amp;amp; New York Times&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-8299325209838128198?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/8299325209838128198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=8299325209838128198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/8299325209838128198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/8299325209838128198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/12/insiden-pelemparan-sepatu-terhadap-bush.html' title='Insiden Pelemparan Sepatu terhadap Bush'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-4050995688533923453</id><published>2008-12-15T01:21:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T02:19:17.074-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='referensi film'/><title type='text'>"INTO THE WILD"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.myglendalechurch.org/wp-content/uploads/2008/04/into-the-wild.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 640px; height: 408px;" src="http://www.myglendalechurch.org/wp-content/uploads/2008/04/into-the-wild.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Here we go again.. I will recommend you another two thumbs up film to be watched. Honestly I'm not a good popular movie watcher, I prefer to watch some classical films or unpopular films that really inspired me a lot in my square room than go to the theater. haha.. Actually this movie has came to my 'must see film list" for a quite long time ago when I was still on my studying in Jatinangor. But who knows then, a man at the cinema store, reminds me to watch this film now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have you ever imagine about being free from all of your rush life time? This is a true story about a man, he called him self as an &lt;span style="font-style: italic;"&gt;aesthatic voyager&lt;/span&gt;,who leaves his comfort zone and take a decision to start his step north toward alaska and viewing his life from another side. Living in natural world as a solitaire, trying to keep survive on-site by "the edible plants" book at his hand. Me and him, both of us, have the same age on 23, just graduated from our university. Such a nice serendipity, right?haha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a whole, this movie excavates the self-actualization sides of human being. Finding a freedom and respecting more to the God. Furthermore, It is a great story that tells us about how to face our own-selves and know it better. Yes indeed, it is an adolescense's things. Many lesson he possessed along the journey from one area to another, meet some foreigners and doing a very rare choice (compared with the other man on his ages). What a guts! Here I cite an example of the nice words on film which I remember and I straightly agree about it: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Happiness is real when shared&lt;/span&gt;". Nice view of natures supported by such a strong story, so what else to expect? U better watch it guys!       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;picture taken from: http://www.myglendalechurch.org/wp-content/uploads/2008/04/into-the-wild.jpg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-4050995688533923453?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/4050995688533923453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=4050995688533923453' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4050995688533923453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4050995688533923453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/12/into-wild.html' title='&quot;INTO THE WILD&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-6695788209009219848</id><published>2008-12-15T00:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T02:39:17.024-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>"PUTTING THE LAST FIRST"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://z.hubpages.com/u/466673_f520.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 256px; height: 252px;" src="http://z.hubpages.com/u/466673_f520.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Courier; 	panose-1:2 7 4 9 2 2 5 2 4 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-style-parent:""; 	mso-style-next:Normal; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:1; 	font-size:16.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:Courier; 	mso-font-kerning:0pt; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-fareast-language:IN; 	mso-bidi-font-weight:normal; 	mso-no-proof:yes;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ckbu3%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Courier; 	panose-1:2 7 4 9 2 2 5 2 4 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-style-parent:""; 	mso-style-next:Normal; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:1; 	font-size:16.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:Courier; 	mso-font-kerning:0pt; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-fareast-language:IN; 	mso-bidi-font-weight:normal; 	mso-no-proof:yes;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Misorientation seems to be a very typical problem faced by every single person who is trying his best afford to achieve the long-time goals,especially for young adults who just graduated from their colleges.Considering their transitional process in searching for the best path on life journey.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;The social value has been stressed the youngman in their ages,to be responsible with their own striving for the goals.In general,there are two main types of attitudes that refer to how will they response toward the concerning situation.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Some of them are choosing to remain calm,"just follow where the water goes by",they said.The people who categorized in this first type argue that the best way to face this life is simply "putting the first first",instead of doing a deep and long time consuming of thinking about what will happen in the future time.Just do what we can do today,tomorrow will stay as tomorrow's bussineses.&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Meanwhile, another type of people are prefer to spent their time planning their future with a more sequence detail.They are counting on every details,how will the situation changes through their ways to reach for the goals and how to be prepared earlier as well.Breaking their goals into several parts of smaller plans that span from the future to the present days,which organized one by one sequencely backward. In other words,they choosed to "putting the last first".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;In my opinion,the later is greater than the former since human are subject to inconsistences and forgetfulness."Putting the last first" means that we are starting to depict a clear vision of our future goals before we&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;take the very first step to make our dreams come true.It makes us sure enough that we step on the right tracks.Imagine how sad we are when we find ourselves in the future taking wrong paths long after all problems we have faced before.The large amount of energy we spent,seems to be meaningless since there will be nothing to get.Unfortunately,it will be impossible to side back to the first step we had along time ago.&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Here are several key points to help us putting the last first:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;1. List all your hope of dreams and how old will you be in the future time when you get every single dreams?describe it clearly,in a way that easier for your own selves to imagine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;2. Create your stepping stones strategy to get your dreams come true. Break it down  into the most possible ways  according to your ages. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;3.According to the strategy,What should you do to starting from today?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;4. Write it down to help you evaluate the processes and as a reminder for you when you forget in the middle of journey.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="times new roman" style="text-align: justify; line-height: 115%; font-family: courier new;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ckbu3%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C05%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Courier; 	panose-1:2 7 4 9 2 2 5 2 4 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-style-parent:""; 	mso-style-next:Normal; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:1; 	font-size:16.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:Courier; 	mso-font-kerning:0pt; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-fareast-language:IN; 	mso-bidi-font-weight:normal; 	mso-no-proof:yes;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;We are what we t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;hink,right?thus,we are the one who choose what kind of shape for our life.Make sure we know exactly what we want at the end of our ages,plan the steping stones then evaluate the consistences.Eventually,let God do the rest with the very best afford we had.It is better to arrange your time now for a single time than get ting broke on the future time. Do not procrastinate your self neglecting your life ya!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 115%; font-family: courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 115%;font-family:times new roman;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Calibri;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:78%;"  &gt;picture taken from http://z.hubpages.com/u/466673_f520.jpg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-6695788209009219848?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/6695788209009219848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=6695788209009219848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/6695788209009219848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/6695788209009219848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/12/putting-last-first.html' title='&quot;PUTTING THE LAST FIRST&quot;'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-4837895483358018152</id><published>2008-12-07T06:21:00.001-08:00</published><updated>2008-12-09T15:59:28.907-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='referensi film'/><title type='text'>LET'S CHANGE INDONESIA !!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"... The destruction of the social, political, and economical arena has already caused many mistakes in our society. As well as their short sightness in the relation in their community..."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i302.photobucket.com/albums/nn92/bumblebeeee7/ed2a460a56b2e0_full.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 283px; height: 211px;" src="http://i302.photobucket.com/albums/nn92/bumblebeeee7/ed2a460a56b2e0_full.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                     It's the best part I could remembered of my first speech in front of many people about politics. Right there, on a podium, about eight years ago when I was trying to express  my opinion in a junior high school speech contest.&lt;br /&gt;I didn't know the reason why I choosed the topic, however it has revealed some part of the national condition today. It's still about the same topic, the same situation and the same problem we are facing: '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;the political stagnancy&lt;/span&gt;'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   What's the one that come first to your head when you are hearing about politics? I think some of you would mentioning the negative sides instantly; corruption, dishonest, shortsightness, you named it.  For you friends who's categorized in this group, sincerely I recommend "the you must see film": &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CHANGE!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      Occasionally Keita, a rural elementary teacher who had disliked politics, dramatically became a new prime minister of japan! He had no political experienced before, or a large amount of ambitions either. However fortunately he is an idealistic young man with compassion, braveness and sincerity. One kind that's rarely found right now..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   It has a really nice story to freshen up your head! So, i'm waiting for your sharing about the film to discuss=D Emptying the glass seems work as the only way for preparing us to be loaded!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have a nice day for you guys! Ganbatte!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;picture taken from: http://img108.imageshack.us/img108/6216/changepx7.jpg&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-4837895483358018152?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/4837895483358018152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=4837895483358018152' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4837895483358018152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4837895483358018152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/12/lets-change-indonesia.html' title='LET&apos;S CHANGE INDONESIA !!'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5650459319751799879</id><published>2008-11-22T19:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-22T21:41:19.549-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gerakan'/><title type='text'>Hentikan Eksploitasi Pemuda!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SSjsjnbQ1iI/AAAAAAAAACw/BnCwO2msrps/s1600-h/merah+putih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 203px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SSjsjnbQ1iI/AAAAAAAAACw/BnCwO2msrps/s200/merah+putih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271723460460074530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat ini kata 'pemuda' memang sedang naik daun. terutama menjelang tahun 2009, di mana Indonesia akan memilih nakhoda kapal selanjutnya yang akan membawa 'kapal Indonesia' selama 5 tahun ke depan. Semua mata kini melirik kepada pemuda, tidak kecuali partai-partai yang kini beramai-ramai memploklamirkan diri sebagai partainya anak muda. Bahkan beberapa 'orang tua' pun ikut-ikutan latah menyebut dirinya sebagai 'pemuda'. tapi bukan itu yang ingin saya bagi dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertegun ketika menyaksikan sebuah "acara politik" di salah satu stasiun TV di negeri ini. Acara ini menyajikan sebuah suguhan parodi dalam setting sebuah negara yang mirip dengan sebutan bangsa kita Republik Indonesia. Parodi ini menjadi tidak lucu lagi ketika sudah terlalu vulgar menyatakan keberpihakannya kepada pihak tertentu. Ya, memang saat ini sulit bagi kita untuk menemukan media yang tulus dan murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke'tertegunan' saya berawal ketika saya melihat adik-adik saya (kalau saya boleh sebut demikian) muncul di layar kaca. Lengkap dengan jas almamater biru, tanda bahwa mereka ini seperguruan dengan saya di perguruan tinggi Unpad.&lt;br /&gt;Topiknya kala itu mengusung topik populer yang bertajuk "pemimpin muda". Secara gamblang, acara ini mempromosikan (atau 'mengkampanyekan'?) seorang tokoh muda dari salah satu partai besar di negeri ini. Hanya satu, dan tidak ada tokoh lain yang ditampilkan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh ini benar dipromosikan secara ekslusif!! biografi singkat beliau, foto-foto yang diiringi lantunan musik heroik, bahkan lengkap dengan Poster Foto dan Yel-Yel khusus yang dielu-elukan oleh seluruh mahasiswa yang hadir di dalam studio, termasuk adik-adik saya!&lt;br /&gt;Perilaku yang terakhir ini benar-benar membuat saya benar-benar tertegun dan bingung. Mengapa? karena jenis perilaku yang terakhir ini benar-benar tabu dilakukan oleh seorang mahasiswa yang mengenakan jas almamater di tubuhnya!&lt;br /&gt;Bayangkan, beberapa orang adik saya tampak bersemangat dan menampilkan senyuman terbaik mereka ketika kamera kebetulan menyorot tingkah laku mereka yang sedang memegang foto sang tokoh. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Mungkin dengan polos, tanpa banyak pikir; mereka mengikuti saja intruksi yang disampaikan oleh pengarah acara ini dan tanpa disadari mereka telah 'dieksploitasi'!&lt;br /&gt;Sebuah permainan politik media dikemas untuk memberikan sebuah justifikasi bahwa "sang tokoh muda" dicitrakan sebagai tokoh yang didukung kaum muda, secara spesifik 'mahasiswa'!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sama sekali tidak keberatan dengan  pilihan politik apa pun yang dimiliki oleh seorang mahasiswa. Adalah hak setiap insan dewasa untuk memiliki kebebasan berpendapat dan berpolitik. Sah-sah saja bila kaum muda, menjatuhkan pilihannya dan memberikan komitmennya pada sebuah partai dengan berbagai motivasi yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa yang ditampilkan di dalam acara ini benar-benar menyinggung etika tak tertulis yang selama ini dijaga oleh para aktivis kemahasiswaan, terutama ketika mereka menggunakan jas almamater kampus di tubuhnya. Ketika mengenakan jas almamater kampus, tabu hukumnya untuk memberikan dukungan kepada salah satu partai. Mengapa? Hal ini terkait dengan salah satu fungsi mahasiswa sebagai pelaku sosial kontrol yang senantiasa menjadi pengingat bagi para penguasa yang dinilai 'lupa diri'.Tidak pedulo apa pun backgroundnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di acara ini, mungkin bukanlah kehendak dari adik-adik saya yang hadir di dalam acara tersebut. Mereka hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pengarah acara. Ketika diminta menyanyi mereka menyanyi, ketika mereka diminta mengelu-elukan salah satu tokoh partai maka mereka pun mengikutinya, 'tanpa pamrih'. Tapi bagaimana dengan sang empunya pemilik acara tsb? mereka telah mendapatkan keuntungan yang luar biasa besarnya, karena politisi yang mereka usung telah mendapatkan citra positif: 'memperoleh dukungan mahasiswa'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dalam acara-acara semisal ini tidak mungkin terjadi bila para mahasiswa membuka diri untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan politik. Agar tidak mudah terbawa ke mana pun arus membawanya. Saya benar-benar berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali ketika seluruh elemen mahasiswa bersatu padu untuk mengoptimalkan wadah-wadah pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kejadian ini dapat mendorong para penggiat kemahasiswaan untuk lebih banyak memfasilitasi para mahasiswa di kampusnya untuk mendapatkan lebih banyak bekal pemahaman politik, khususnya di tengah kondisi sosial politik dewasa ini. Memang bukan perkara satu tahun, dua tahun untuk menciptakan wadah diskusi yang ramai dihadiri oleh banyak mahasiswa. Hadirkan kesederhanaan, hadirkan kelapangan dalam setiap diskusi yang dihadirkan. Kini jelas terlihat bahwa begitu banyak mahasiswa yang merindukan tempat mencari ilmu yang nyaman bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum muda, berhentilah menjadi pengikut buta! berhenti mengelu-elukan obama, jadilah dirimu sendiri dan bawalah bangsa ini menuju titik puncak kejayaannya!&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt; bergerak!&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam bishshowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar diambil dari http://bp1.blogger.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5650459319751799879?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5650459319751799879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5650459319751799879' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5650459319751799879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5650459319751799879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/11/hentikan-eksploitasi-pemuda.html' title='Hentikan Eksploitasi Pemuda!!'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SSjsjnbQ1iI/AAAAAAAAACw/BnCwO2msrps/s72-c/merah+putih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-1318048341988191412</id><published>2008-11-17T23:40:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T00:11:22.181-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>catatan ringan..</title><content type='html'>ini mungkin catatan ringan saya yang pertama di blog ini (setidaknya yang saya ingat). mudah-mudahan tidak menjadi sebuah tulisan yang berat bagi Anda. Terkadang saya mencoba membaca kembali tulisan saya, mencoba mengambil jarak dari diri saya sendiri. Semoga dengan sedikit mengambil jarak dari diri saya sendiri, saya bisa lebih mengenal lebih dekat diri yang selama ini menemani hari-hari saya,hampir 23 tahun lamanya. Setidaknya itu yang saya baca dalam salah satu buku yang dulu sekali pernah saya baca.Sayang saya lupa judul dan nama pengarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bukan itu inti dari pembicaraan kita hari ini. saya membaca, dan membaca kembali. dan saya menemukan bahwa tulisan saya sudah jauh lebih "rumit" dibandingkan di waktu awal saya menulis dulu. ya, mungkin karena seiring dengan berjalannya waktu saya menjadi tidak sepolos dahulu. oleh karena itu, saya ingin menghabiskan waktu kali ini dengan membuat sebuah catatan ringan. semoga=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung hari ini kembali hujan seperti biasanya. Suasana menjadi sedikit lebih segar, basah di mana-mana. Mungkin ini salah satu hal yang membuat saya cinta kota ini. Bahkan mungkin lebih daripada cinta saya kepada kota kelahiran saya di jakarta sana. Sudah cukup lama saya tidak pulang.. ah, tapi saya rasa bandung memang lebih lapang. walaupun sekarang mobil-mobil sudah semakin penuh, saya berharap bandung tidak menjadi lebih ramai. Semoga pemkot Bandung menaruh perhatian yang lebih besar mengenai pembatasan jumlah kendaraan. Menjadi contoh yang baik sesekali saya pikir tidak ada masalah=D ah, kok jadi sedikit berbau politis.&lt;br /&gt;kita berganti topik saja lah. haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kini saya sedang menikmati hari-hari saya sembari menunggu waktu keberangkatan saya menuju negeri sana. Bila Tuhan berkenan, saya berencana untuk meneruskan pendidikan saya di bagian bumi yang lain. Tapi saya hanya bisa berencana, mengupayakan yang terbaik. Sisanya mungkin dengan banyak bantuan dan doa dari kawan-kawan, Tuhan kan benar-benar mendengar dan mengabulkan permintaan saya.&lt;br /&gt;Saya ingin menambah wawasan saya. sebagian di antaranya mungkin semacam aktualisasi diri. untuk membuat diri ini menjadi terasa lebih baik dibandingkan sebelumnya. mudah-mudahan saya bisa berbuat lebih banyak untuk sesama kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ketika masih di kampus saya sering berpikir tentang idealisme dan realita. bagaimana kita akan menjadi. Dan kini saya benar-benar baru saja memulai langkah untuk menghadapi. Semoga saja, masih tetap begitu. Semangat muda! haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah kesempatan di kelilingi kawan-kawan mahasiswa, saya pernah berbincang dengan abah iwan, salah seorang tokoh yang saya hormati, mengenai konsep tua dan muda. Beliau kurang sepakat dengan dikotomi yang saya sampaikan mengenai tua dan muda. Sampai sekarang saya masih meyakini, bahwa sebagian orang tua yang memimpin bangsa ini kehilangan semangat mudanya. Maksud saya, pikiran tua yang mereka miliki memang begitu kaya  dengan wawasan dan pengalaman. Namun, di sisi lain hal ini membuat kepala mereka menjadi terlalu kompleks. kehilangan simplisitas. di sinilah kaum muda berperan. menurut saya.&lt;br /&gt;Ketika sesuatu menjadi terlalu kaku dan dingin, maka saatnya kaum muda yang mengaliri dengan kehangatan. agar sedikit lebih cair=D haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal-hal 'sederhana &amp;amp; nyata' yang dilakukan secara konsisten kelak akan menjadi 'besar &amp;amp; luar biasa'.. begitulah yang saya yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi kawan, mari kembali kembali segarkan diri kita. mungkin kini kita lupa bahwa dulu kita pernah kecil. berpikir sederhana. tidak ada salahnya bukan untuk mencoba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi sebenarnya ke mana arah pembicaraan ini?=D&lt;br /&gt;haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih atas waktu yang diberikan untuk berbagi.. mohon terus ingatkan saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus bergerak kawan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam hangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-1318048341988191412?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/1318048341988191412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=1318048341988191412' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1318048341988191412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1318048341988191412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/11/catatan-ringan.html' title='catatan ringan..'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-4283013028181667133</id><published>2008-11-10T16:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T18:20:09.989-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>SELAMAT HARI PAHLAWAN!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://salamatahari.files.wordpress.com/2008/01/tawanan-perang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 357px; height: 369px;" src="http://salamatahari.files.wordpress.com/2008/01/tawanan-perang.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi saya, peringatan Hari Pahlawan tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sedikit berbeda karena sekira 5 hari sebelumnya, orang tua saya meminta saya untuk mengosongkan jadwal kegiatan saya pada weekend jelang peringatan Hari Pahlawan. Mereka berencana untuk melakukan ziarah kubur ke kota Sumedang. Ya, ayah saya yang memang keturunan Aceh tulen, meminta saya untuk menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;guide&lt;/span&gt; untuk mengantar beliau ke makam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tjoet Nyak Dhien&lt;/span&gt; yang terletak di jantung kota Sumedang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Tjoet Nyak Dhien&lt;/span&gt; adalah seorang pejuang wanita satu-satunya di Indonesia yang bertempur langsung secara fisik memimpin sekelompok pejuang untuk melawan Belanda. Beliau terus berjuang hingga perlahan-lahan semakin tua dan jatuh sakit. Namun, bahkan di tengah sakitnya beliau masih tetap konsisten memberikan semangat kepada para pejuang aceh di sana dalam menghadapi Belanda. Karena dianggap berbahaya dan mengancam eksistensi Belanda, maka pemerintah Belanda kala itu memutuskan untuk mengasingkan beliau ke Sumedang. Ibu Prebu (demikian beliau disapa oleh masyarakat sumedang) yang tidak bisa berkomunikasi dengan masyarakat sekitar sumedang ketika itu (karena hanya bisa berbahasa aceh), ternyata masih dapat berkontribusi dengan menjadi guru ngaji yang mengajarkan masyarakat baca tulis quran hingga menghembuskan nafas terakhir di bumi Sumedang pada tahun 1908. Tahun ini genap 100 tahun berlalu sejak peristiwa tsb berlangsung. Ketekunan, konsistensi dan ketulusan beliau dalam membantu dan mengembangkan sesama sungguh sebuah realita yang mungkin jarang sekali ditemui dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju sumedang memakan waktu lebih kurang 1 jam dari kawasan pendidikan Jatinangor, tempat saya menimba ilmu hingga kini mendapatkan gelar sarjana Psikologi. Di sepanjang perjalanan melewati Jatinangor tidak tampak sama sekali hiruk pikuk peringatan Hari Pahlawan di sana. Yang tampak hanyalah pemandangan rutin yang biasa terlihat setiap hari minggu pagi: Pasar Unpad (kami biasa menyebutnya dengan sebutan "PAUN"). Sebuah pasar "kagetan" yang penuh sesak dengan para pedagang yang menjajakan barang dagangannya di areal sekitar kampus Unpad Jatinangor. Sebuah fenomena kampus pinggir kota, mirip dengan fenomena yang terjadi di kampus UI depok. Melintasi Jatinangor kami terus meluncur melewati tanjung sari, kemudian melewati kelokan bukit dan jurang di cadas pangeran dan kami sampai di pintu makam sekitar pukul 11. Belum terlihat keramaian di pintu makam. Belakangan kami mengetahui dari penjaga makam bahwa rombongan Masyarakat Aceh dari jakarta, bandung dan sekitarnya menggelar acara seremonial dan silaturahim akbar di Pusat Dakwah Islam Sumedang dahulu sebelum melakukan kunjungan ke makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun dari kendaraan, kami langsung menaiki anak-anak tangga kecil dan menyusuri areal makam. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, kompleks pemakaman ini adalah kompleks pemakaman keluarga yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir para sesepuh sumedang. Setelah 5 menit berjalan, kami pun menemukan makam beliau. Tidak jauh dari makam, terdapat sebuah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;meunasah&lt;/span&gt;"; demikian sebutan masyarakat aceh bagi sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;langgar&lt;/span&gt; atau tempat ibadah yang berbentuk seperti panggung, biasa dipakai sebagai sebuah tempat masyarakat aceh bermusyawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kali kedua saya mengunjungi makam beliau. Terakhir saya mengunjungi makam beliau sekitar dua tahun yang lalu bersama dengan kakak dan ayah saya. Makam ini nampaknya belum diketahui oleh banyak orang. Padahal makam ini terletak tidak jauh dari pusat kota. Makam ini terletak di tingkungan pertama ke arah Taman Wisata Kampung Toga yang cukup ramai dikunjungi oleh masyarakat. Nampaknya taman wisata jauh lebih akrab di mata masyarakat dibandingkan dengan keberadaan makam salah satu pahlawan terbaik yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terkadang merasakan satu kesedihan yang cukup mendalam ketika menyadari bahwa waktu telah demikian lama berlalu melewati generasi demi generasi.. mengapa terasa sekali di benak saya bahwa dari generasi ke generasi kita terus menerus mengalami degradasi? degradasi moralitas, degradasi kualitas dan berbagai degradasi lainnya. Hal ini pun saya rasakan ketika awal mula saya menjalani amanah sebagai pelayan mahasiswa di kampus. Saya merasa bahwa kualitas saya, dedikasi saya, keshalehan dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ghirah&lt;/span&gt; saya jauh lebih rendah dibandingkan para pendahulu. Mungkin ini subjektif, tapi benar demikian yang saya rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti-bukti yang semakin menguatkan perasaaan saya ini kian jelas ketika saya menyaksikan bagaimana perjuangan seorang nenek yang sudah tua renta mengangkut sebuah karung yang berkilo-kilo beratnya, naik turun tangga pasar di jogja sana. Atau bagaimana perjuangan seorang kakek yang berjalan berkilometer jaraknya, tanpa alas kaki menyusuri dinginnya udara malam Jatinangor dengan penerangan sekedarnya dari sebuah lilin minyak tanah kecil yang ia letakkan diujung tumpukan bambu yang ia bawa. Kemana perginya para kaum muda? kemana perginya cucu atau anak beliau? tertidurkah mereka? dibalik semua itu, kegigihan dan ketekunan mereka benar-benar menggetarkan hati saya. Mampukah kita, para generasi muda Indonesia meningkatkan kembali kualitas ketekunan, kegigihan dan ketulusan kita dalam bergerak, berjuang untuk sesama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga, saya berdoa dengan sepenuh hati para pembaca yang budiman, kita semua menjadi generasi muda yang bersegera melakukan perbaikan kualitas diri dan mampu untuk mengembalikan kejayaan bangsa ini seperti sedia kala. amin. Bangkitlah para pemuda! bergerak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar diambil dari http://salamatahari.files.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-4283013028181667133?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/4283013028181667133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=4283013028181667133' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4283013028181667133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/4283013028181667133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/11/selamat-hari-pahlawan.html' title='SELAMAT HARI PAHLAWAN!'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-1462891335410949852</id><published>2008-10-19T21:09:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T21:55:00.434-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='referensi buku'/><title type='text'>BUKU BIRU..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.sulutlink.com/berita2008/buku.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://www.sulutlink.com/berita2008/buku.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu lalu saya menemani ibu ke gramedia, salah satu toko buku terbesar di Indonesia. Saya membaca beberapa buku di antara ratusan judul buku yang tertata rapi diantara etalase yang tersedia di sana. Tapi sedikit berbeda kali ini saya mampir ke bagian buku yang berlabel "buku sosial politik terlaris".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sana saya menemukan sebuah buku bersampul biru yang berjudul : "PASTI BISA!"&lt;br /&gt;Buku ini bertutur mengenai kisah di balik berita. Berita mengenai salah seorang yang dapat dikatakan sebagai tokoh Indonesia saat ini. Ditulis oleh seorang dekat yang menemani dari hari ke hari. Politis memang (mengingat pilpres 2009 sudah di muka) dan sangat mungkin tidak proporsional karena status penulis yang memiliki tugas untuk menampilkan citra positif sang figur. Tapi saya pikir tidak masalah, dan sah-sah saja. Kebetulan saya ingin (mencoba) melihat sisi positif beliau. Selama ini memang saya lebih banyak melihat dari sisi negatif.. sebuah konsekuensi yang timbul seiring dengan peran saya sebagai bagian dari sosial kontrol yang memang harus kritis dan konstruktif terhadap berbagai problematika bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari berbagai hal yang menghinggapi kepala saya ketika melihat buku ini,secara sederhana saya senang dengan buku ini. Ketertarikan saya pertama kali muncul ketika melihat kertas yang nyaman dibaca dan disertai foto-foto ekslusif di dalamnya.Selain itu, menurut saya ini termasuk buku yang tergolong cukup murah bila dibandingkan dengan buku-buku lain yang sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbersit bayangan, bagaimana rasanya menjadi pemimpin dari sebuah bangsa yang besar? kompleksitas di dalamnya, hari-hari yang dijalani, dsb. Terbayang betapa kompleksnya pengalaman saya sepanjang lima tahun terakhir sebagai abdi mahasiswa. Fiuh.. ternyata cukup menantang. Kalau tiada kawan-kawan yang setia &amp;amp; tulus ikhlas mengiringi, mungkin saya telah gagal dari dahulu. nuhun kawan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;btw kira-kira kenapa saat ini banyak orang yang berlomba menjadi presiden?&lt;br /&gt;bukankah amanah itu sangat berat? ah.. semoga saja ini pertanda bahwa semakin banyak orang hebat di negeri ini. Semoga Indonesia tahun depan dapat menemukan sosok pemimpin yang amanah, shaleh, dan bekerja dengan ikhlas. amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ada yang berminat daftar menjadi the youngest next president? haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar diambil dari http://www.sulutlink.com/berita2008/buku.gif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-1462891335410949852?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/1462891335410949852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=1462891335410949852' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1462891335410949852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1462891335410949852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/10/buku-biru.html' title='BUKU BIRU..'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-8844659329008877154</id><published>2008-10-19T20:36:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T21:00:42.764-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>REHAT SEJENAK...</title><content type='html'>Memberikan yang terbaik adalah salah satu hal yang menjadi kunci penting dalam hidup. Dengan mendengar kita menjadi tahu banyak hal, dengan melihat kita menjadi lebih banyak tahu, dan dengan berpikir kita menjadi tahu bahwa kita belum banyak tahu.&lt;br /&gt;Inspirasi datang dari berbagai arah, tersedia untuk kita tangkap. Asalkan kita mau membuka hati dan melepaskan sejenak belenggu yang membatasi diri; keterbatasan, kemahatahuan, dan kekurangan.&lt;br /&gt;Dengan berbagai nikmat yang kita rasakan, sungguh tiada berhak kita untuk tidak bersyukur. Mengapa kita tidak memilih untuk bersyukur.. seperti bersyukurnya manusia-manusia lapang, para pemimpin-pemimpin besar yang melayani dengan memberi lebih banyak lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik ini yang akhir-akhir ini menghiasi kepala saya. Terkadang sejenak saya mencoba menerka, bagaimana hidup saya akan berakhir.. dalam kelimpahan atau sebaliknya; berakhir dalam kehampaan. Dunia dan segala isinya memang benar-benar menggoda.. membuat saya tidak mau bergerak.Menikmati kenikmatan terkadang bisa sangat membahayakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan inilah yang membuat saya seringkali tidak dapat menolak untuk memenuhi undangan dari kawan-kawan di kampus untuk berbagi (meskipun memang tidak banyak yang bisa saya bagi). Alhamdulillah melalui perantaraan mereka, saya diberikan sebuah kesempatan untuk belajar lebih banyak. Setidaknya saya sangat bersyukur, bahwa Allah memberikan saya kesempatan yang lebih banyak untuk mengatur waktu luang dibandingkan kawan-kawan yang sedang kuliah atau sudah bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapat kabar bahwa hari ini salah seorang tetangga saya meninggal dunia. Padahal kemarin malam beliau masih tampak sehat dan berbincang cukup lama dengan bapak saya. Namun tadi pagi saya mendapatkan kabar bahwa beliau telah meninggal dunia.. sayangnya yang saya dengar beliau meninggal sesudah menenggak minuman keras. Sebuah kebiasaan yang tampaknya gemar dilakukan oleh beberapa orang di sekitar tempat tinggal saya ketika malam tiba. Padahal saya sering melihat ia shalat berjamaah di masjid dekat rumah. Akibat peristiwa ini, putri beliau tampak stress; mengurung diri di dalam kamar. Saya berdoa semoga keluarga almarhum dikuatkan dan ditabahkan. amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat pada apa yang disampaikan oleh bapak kosan saya yang lama ketika kemarin saya sempatkan bersilaturahim ke tempat tinggal beliau. Beliau mengatakan bahwa ada 4 makna dari musibah yang kita alami:&lt;br /&gt;1. Musibah sebagai Ujian; ujian "kenaikan tingkat" keimanan&lt;br /&gt;2. Musibah sebagai Teguran; teguran karena kita lalai dalam menunaikan kewajiban kita&lt;br /&gt;3. Musibah sebagai Adzab; hukuman di dunia atas kelalaian yang kita lakukan&lt;br /&gt;4. Musibah sebagai Penggugur Dosa; sarana untuk bertaubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengacu pada 4 makna ini, maka mungkin kita dapat mencoba untuk menerka kira-kira musibah jenis apa yang menghampiri kita? sebagai bahan introspeksi bagi jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu'alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-8844659329008877154?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/8844659329008877154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=8844659329008877154' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/8844659329008877154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/8844659329008877154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/10/rehat-sejenak.html' title='REHAT SEJENAK...'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-362055314784471406</id><published>2008-10-06T19:29:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T21:18:06.973-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>sekilas tentang LEBARAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://maswing.files.wordpress.com/2007/10/overload2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 122px;" src="http://maswing.files.wordpress.com/2007/10/overload2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;" &gt;Kabar Baik&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wisata Kuliner&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;rendang, opor, ayam gorng, ketupat, kerupuk, kue, cemilan, dsb&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mudik!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;harus siap mental dan materi, enak di rumah aja&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Oleh-oleh dari kampung&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;hasil berbagi dengan yang mudik=b&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Dapet angpao&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;tahun ini ga dapet nih.. hehe&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Silaturahmi antar&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;keluarga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bertukar kabar, topik tetap: udah lulus? udah kerja? kapan nikah? mm.. ya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Waktunya mencari rute baru&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;jadi supir keluarga, nambah wawasan, rute hari ini kemana ya?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Momen untuk memaafkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;sms, pas banget untuk minta maaf tanpa perlu sebutin kesalahan kita apa=b&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Mendengar cerita Tempo Doeloe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;perjuangan sesepuh, anak muda kalah semangat nih..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Waktunya berbagi doa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:78%;"  &gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;alhamdulillah banyak yang ngedoain.. amiin..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Parsel!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;ga boleh nih buat pejabat=b ga sebanyak tahun sebelumnya..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Ziarah kubur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;banyak mengingat mati...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Ketemu anak kecil yang lucu-lucu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;indahnya dunia...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Sejenak lepas dari rutinitas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;santai dulu ah..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;   Kabar Buruk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Ibu-ibu ngerumpi kejelekan saudara yang lain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;kebiasaan ibu-ibu kalo lagi pada ngumpul..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Pesta petasan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;hobi yang ga baik, buang-buang uang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Kehilangan Tempat Tinggal&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;kebakaran karena lupa matiin kompor, digusur satpol pp, pasar sengaja dibakar (bikin mall!)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hitung menghitung kunjungan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;dia ga pernah ngunjungin kita, kita terus yang ngunjungin dia.. loh?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Momen untuk menghindari orang yang tidak disukai&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;masih belum bisa maafin nih..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Berlebaran dalam kondisi emosi yang negatif &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;boke, kesel, panas, efek  ngerumpi, pengurus makam ga bener!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Banyak Foto Kampanye 'pengusir nyamuk'&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;males bener.. adakah cara lain yang lebih menarik?&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Akankah bertemu Ramadhan di tahun yang akan datang?&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;semoga.. amin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Pulsa habis..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;resiko pengangguran=b hehe..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Jalanan macet!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;tumplek di satu tempat.. aneh, kok pada ga mudik ya?=b&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Harga tiket mahal&lt;/span&gt;!&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:78%;"  &gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;meraih untung sebesar-besarnya untuk kemakmuran sendiri..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Jalanan rusak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;supir taksi bertanya: "jembatan di jalur pantura udah bertahun-tahun kok ga selesai-selesai ya?"&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Masih banyak yang ga seberuntung kita&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;bagaimana caranya untuk memproduktifkan mereka?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Milis sepi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ga ada berita baru, belum ada warnet di kampung=b hehe..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Berat badan naik?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;kendalikan porsi lahapan, puasa syawal aja!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Liburan udah abis!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;haha.. waktunya untuk kembali beraktivitas, kerjaan numpuk=b&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Banyak kecelakaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;supir bis ngantuk, pengendara motor bertambah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:130%;" &gt;Lebaran nih?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;makian pengendara di jalan, jangan kasih jalan untuk orang lain, kurang sabar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-362055314784471406?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/362055314784471406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=362055314784471406' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/362055314784471406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/362055314784471406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/10/sekilas-tentang-lebaran.html' title='sekilas tentang LEBARAN'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-3321533739655479364</id><published>2008-10-06T17:27:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T19:24:06.795-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>Makna Lebaran..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.propakistani.com/wp-content/uploads/2008/06/zong-sms-ad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://www.propakistani.com/wp-content/uploads/2008/06/zong-sms-ad.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebaran adalah salah satu hari yang paling istimewa bagi umat muslim sedunia, tidak terkecuali umat muslim di Indonesia. Lebaran bisa berarti saatnya untuk mudik di kampung halaman, sesaat menikmati keberhasilan( yang dicapai selama lebih kurang satu tahun di kota besar, tempat bekerja) dengan sanak keluarga. Lebaran juga dapat berarti sebagai saatnya untuk 'berwisata kuliner' sembari berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain, mengunjungi saudara yang (terkadang) hanya 'sempat' dikunjungi satu tahun sekali. Bagi sebagian yang lain, lebaran juga berarti baju baru.. atau waktunya untuk bermain petasan. Dan masih banyak lagi makna lebaran bagi umat muslim di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang tidak sedang berbicara mengenai sukses atau tidaknya  puasa  Ramadhan bagi setiap orang, karena hal tsb tampaknya adalah bagian yang sangat pribadi antara Tuhan dengan hambaNya. Dalam istilah psikologi, mungkin hal ini termasuk ke dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;covert behavior&lt;/span&gt;; sesuatu yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Yang ingin saya bagi dalam tulisan ini adalah pandangan saya yang terkait dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overt behavior&lt;/span&gt;, perilaku yang tampak oleh mata kepala saya dalam konteks pengalaman dalam berlebaran. Lebaran memang unik. Saya menemukan banyak inspirasi dan fenomena yang saya pikir layak untuk kita cermati, dan kalau memungkinkan dapat kita renungi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebaran bagi saya adalah  sebuah momentum untuk mengingat kebaikan.  bagaimana tidak, semenjak lebih kurang lima hari sebelum lebaran saya mulai menerima berbagai variasi sms yang intinya mengucapkan selamat idul fitri dan permohonan maaf. Mulai dari orang-orang yang saya kenal di kampus, orang-orang yang saya kenal ketika saya beraktivitas di organisasi, kawan-kawan seperjuangan, sampai dengan orang yang kurang saya kenal namun mereka tetap bersedia meluangkan sebagian waktu mereka yang sangat berharga untuk mengirimkan sms kepada saya. Seluruhnya saya upayakan untuk dibalas satu persatu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya sms di waktu lebaran ini, setidaknya mengingatkan saya akan dua hal. Yang pertama berkaitan dengan 'mengingat dan diingat', dan yang kedua berkaitan dengan 'kita dan orang-orang di sekitar kita'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kira-kira yang kawan-kawan rasakan bila kawan-kawan mendapatkan sms dari orang yang sangat kawan-kawan hormati, yang  sepertinya tidak mungkin mengingat kita untuk dimasukkan ke dalam daftar list sms lebaran yang akan beliau kirimkan? tampaknya kita akan bertanya-tanya bagaimana mungkin beliau bisa mengingat kita.. sebuah perasaan senang karena merasa 'diingat'. mengapa? karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk 'diingat'. hanya sebagian orang yang dianggap penting, berarti atau bermakna yang akan beliau ingat. bukan begitu kawan? kalau demikian dapatkah berapa banyak jumlah sms yang masuk ke hp kita menjadi indikator seberapa besar makna kita bagi orang lain? atau juga sebaliknya, seberapa banyak sms yang kita kirimkan merupakan indikator seberapa besar makna orang-orang di sekitar kita bagi diri kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, mendekati hari lebaran saya mulai mengingat-ingat siapa saja orang-orang yang masuk ke dalam daftar list sms lebaran. orang-orang yang telah berbagi kebaikan, mendoakan dan memiliki andil besar bagi saya untuk sampai pada hari ini. Inilah momentum bagi saya untuk mengingat kebaikan orang-orang di sekitar saya. Memang tidak bisa semua. mengingat keterbatasan pulsa juga.. bayangkan saja, untuk kawan-kawan di BEM KEMA Unpad saja ada lebih kurang 120 orang. Ga kuat.. Untuk kawan-kawan yang tidak mendapatkan sms dari saya, mohon maaf ya.. berpositif thinking bahwa sms dari saya mungkin tidak sampai =D Saya sudah mengirimkan via milis bagi kawan-kawan semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang yang saya kirimkan sms, memang tidak membalas. Tapi saya pikir tidak masalah. Mungkin mereka bermakna bagi saya, namun tidak sebaliknya. hehe.. ini pikiran buruk. ga boleh! ya, mungkin mereka sudah mengirimkan sms balasan, namun karena jaringan XL yang sering error jadi tidak sampai ke hp saya. ini yang lebih positif. alhamdulillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, apa yang kawan-kawan lakukan ketika menerima begitu banyak sms menjelang lebaran tiba? bersyukurlah.. banyak orang yang menganggap bahwa kawan-kawan adalah orang yang sangat berarti dan bermakna bagi sang pengirim. Jangan sampai tidak menyempatkan waktu untuk membaca karena menganggap terlalu  banyak.. dengan membaca setidaknya kita telah memberikan penghargaan yang cukup atas kesediaannya untuk memasukkan kita ke dalam daftar list sms di antara sekian banyak sms yang harus ia kirimkan pada hari itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngomong-ngomong, berapa ya keuntungan para perusahaan penyedia jasa sms ketika lebaran tiba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar diambil dari: http://www.propakistani.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-3321533739655479364?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/3321533739655479364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=3321533739655479364' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3321533739655479364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3321533739655479364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/10/makna-lebaran.html' title='Makna Lebaran..'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-1230493883857149406</id><published>2008-09-29T01:19:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T19:55:10.052-07:00</updated><title type='text'>Just Check it Out: New Feature in my Blog!</title><content type='html'>Dear Friends,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i would like you to know that recently i am adding some new tools to make this blog more sociable..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So just take a look at the right side of this blog and join! it's simply and worthy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks for ur time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;have a nice day!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-1230493883857149406?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/1230493883857149406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=1230493883857149406' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1230493883857149406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/1230493883857149406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/09/just-check-it-out-new-feature-in-my.html' title='Just Check it Out: New Feature in my Blog!'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-7727749589760145747</id><published>2008-09-27T02:28:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T21:19:40.259-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>jadi apa jawabmu wahai aktivis?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://blahblagadah.blogsome.com/images/thumb-tuguRakyat_blogsome.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 260px; height: 319px;" src="http://blahblagadah.blogsome.com/images/thumb-tuguRakyat_blogsome.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wahai kawan, izinkan saya berkisah....&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;hari ini seorang kawan berkata bahwa mereka tidak mengenalmu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ia mengeluh bahwa engkau ini hanya menghabiskan waktu dengan duniamu..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan aksi-aksimu yang tiada berguna!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;ia bilang ia melihatmu di TV..&lt;br /&gt;di kampus-kampus... &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;dan itu sudah cukup baginya untuk menyimpulkan bahwa perjuanganmu  sia-sia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berapa banyak perjuanganmu yang mencapai tujuannya?&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;oleh karena itu, ia merasa tidak perlu mengenalmu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;terlebih mengenal apa urusanmu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karena tiada urusan baginya untuk mengetahui urusanmu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ia berpesan padaku...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kalau engkau ingin mengenalnya maka datanglah engkau kepadanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bagaimana tanggapanmu terhadap berita ini kawan?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;apa yang sebenarnya kau cari?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;apakah dikenalnya dirimu itu penting bagimu?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;apa yang akan engkau katakan kepadanya kawan?&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;apakah engkau akan berkata..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;engkau salah besar wahai kawan!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;perjuangan kami ini besar..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;wajar kalau engkau tidak mengenalku..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;karena engkau tiada pernah menyapaku..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;aku sudah terlalu sibuk dengan urusanku yang besar-besar!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; tiada lagi waktuku untuk mengurus orang sepertimu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;biarlah kicauanmu itu mengiringi perjalanan kami&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;kami ini tulus..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;baiklah.. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kalau begitu apakah tulusmu itu dalam bahasa?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;kalau begitu, yakinkanlah aku!!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;aku sama sekali tidak percaya akan bualan ketulusanmu!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;mana mungkin!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kini katakanlah kepadaku, seberapa besar mimpimu?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;cukupkah besar untuk menggelembungkan semangatku?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;atau itu hanya cukup untukmu.. dan untuk kawan-kawanmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada sisa untuk orang-orang sepertiku.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidup mahasiswa!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;begitu teriakmu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;mahasiswa yang mana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hidup rakyat Indonesia!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;rakyat Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;apakah benderamu..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;yang kau kibarkan tinggi-tinggi dengan penuh kebanggaan itu mahasiswamu?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;atau itu rakyatmu?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;bingung aku melihat sepak terjangmu..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;kau sama saja seperti para bapakmu!!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;mereka bilang mereka yang terhormat..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;padahal tidak sedikit orang yang melaknat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jadi, apakah kamu juga sebagai yang terhormat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;apa sudah lakumu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jadi apa solusimu bagi kenaikan BBM yang begitu tinggi..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;apa solusimu untuk negeri ini yang kelaparan?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;apa solusimu akan hiruk pikuk kebosanan demokrasi?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;uang itu habis, semakin banyak mengemis&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jadi apa wujudmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kemana sebenarnya tujuanmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tunjukkan besarnya harapanmu.. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang realistis.. yang praktis..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tiada perlu mengawang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;jadi apa jawabmu?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yakinkanlah aku!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar diambil dari: http://blahblagadah.blogsome.com/images/thumb-tuguRakyat_blogsome.jpg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-7727749589760145747?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/7727749589760145747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=7727749589760145747' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/7727749589760145747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/7727749589760145747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/09/jadi-apa-jawabmu-wahai-aktivis.html' title='jadi apa jawabmu wahai aktivis?'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-3213659652498875812</id><published>2008-09-26T01:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T21:19:24.029-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='momentum'/><title type='text'>Kesempatan Beramal!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SNykmezRu6I/AAAAAAAAACE/DlaAyrz-q4U/s1600-h/beramal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SNykmezRu6I/AAAAAAAAACE/DlaAyrz-q4U/s320/beramal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250252246617275298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;assalamua'laikum kawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan ramadhan ini, saya ingin berbagi. Minimal berbagi kesempatan beramal untuk kawan-kawan sekalian. Mulai dari amal jariyah sampai amal untuk meringankan beban penderitaan terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui blog ini, saya ingin berbagi informasi mengenai kesempatan beramal baik yang "tepat sasaran". Insya Allah ini salah satu ikhtiar saya untuk senantiasa berusaha seoptimal mungkin untuk membantu sesama dan mengharap ridhoNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada kawan-kawan atau keluarga yang saat ini berniat untuk berinfaq dan menafkahkan  sebagian hartanya, saya SANGAT MEREKOMEN kawan-kawan untuk mengalamatkannya ke dua alamat ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Salah seorang saudari kita di Unpad ada yang mengalami musibah kecelakaan.&lt;/span&gt; Motor yang ia tumpangi bersama dengan suami dan anaknya tertabrak di daerah Nagrek. Kecelakaan ini menewaskan suami dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, beliau (seorang perempuan, mantan aktivis unpad yang senang membantu sesama) sampai dengan saat ini masih terbaring dalam kondisi kritis di rumah sakit.&lt;br /&gt;Dokter mengarahkan untuk segera mengamputasi kakinya. Namun, hingga saat ini operasi masih belum dapat dilaksanakan karena terbentur biaya. Dibutuhkan dana lebih kurang 50 juta rupiah untuk melakukan operasi tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi kawan yang ingin membantu meringankan penderitaan yang ia alami, berikut alamat rekening untuk membantunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bank Bukopin Syariah Melawai, rek 7701009491 a.n Widiastuti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                              atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bank BCA, rek 6330425502 a.n Niken Ayunda Latifah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Di salah satu kawasan di jalan Sayang (kol.ahmad syam), terdapat sebuah masjid yang berdiri di atas sebuah tanah wakaf. Bila kita masuk ke jalan sayang melalui jalan jatinangor raya menuju dangdeur, masjid ini terletak di sebelah kanan jalan, sekitar 100 meter sebelum komplek Puri Indah. Masjid ini dikenal dengan nama "Masjid Asaakir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, di lahan yang masih kosong di halaman masjid tsb sedang diupayakan untuk membangun sebuah&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; gedung Taman Pendidikan Quran&lt;/span&gt;. Gedung ini kelak diharapkan dapat menjadi salah  satu tempat kajian Islam yang dapat digunakan oleh anak-anak di sekitar jatinangor untuk belajar mengaji, masyarakat yang ingin menimba ilmu agama untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan terbuka pula bagi mahasiswa yang ingin  belajar lebih banyak tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah saat ini, bangunannya sudah sekitar 50% selesai. Tiang beton dan 3 ruangan kelasnya sudah mulai terlihat. Namun, karena keterbatasan dana, proses pendirian gedung Taman Pendidikan Quran tsb berlangsung sangat lambat. Pembangunannya pun terpaksa dihentikan, karena belum ada dana yang memadai. Bangunan tsb belum dapat digunakan karena lantainya masih belum dapat dipergunakan. Saat ini masih sangat sedikit orang yang memperhatikan pembangunan Gedung Taman Pendidikan Quran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melalui tulisan ini, saya ingin mengetuk pintu hati kawan-kawan yang ingin membantu mewujudkan rumah Allah tsb. menjadi salah satu amal jariyah bagi kita kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembangunan gedung Taman Pendidikan Quran ini, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;kawan-kawan bisa menyumbangkan semampu kawan-kawan&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Boleh 1000 rupiah, 2000 rupiah yang kawan-kawan sisihkan dari uang jajan atau penghasilan kawan-kawan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun juga tidak menutup kesempatan bagi kawan-kawan yang ingin menyumbang 1000 euro atau 2000 euro untuk memperlancar proses pembangunan gedung tsb. Jangka waktunya, TAK TERBATAS!! Pokoknya hingga pembangunan gedung tsb selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infak bisa disalurkan melalui saya.&lt;br /&gt;Bila kawan-kawan berkenan untuk membantu, dapat menghubungi saya,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reza di 0817.157.865&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Proposal dapat disertakan bila kawan-kawan membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai catatan, saya sebenarnya bukan panitia dari pembangunan Gedung Taman Pendidikan Quran tsb. Dan sama sekali tidak menghasilkan keuntungan finansial apa pun bagi saya.&lt;br /&gt;100% dana yang kawan-kawan sumbangkan, mengalir untuk biaya pembangunan gedung tsb! saya hanya berharap ini bisa menjadi sedikit bekal bagi saya di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, informasi ini shahih, dapat dipertanggung jawabkan dan tidak dibuat-buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, siapa yang mau beramal? (n_n)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;gambar diambil dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#008000;"&gt;www.kloster-denkendorf.de/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-3213659652498875812?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/3213659652498875812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=3213659652498875812' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3213659652498875812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3213659652498875812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/09/kesempatan-beramal.html' title='Kesempatan Beramal!'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SNykmezRu6I/AAAAAAAAACE/DlaAyrz-q4U/s72-c/beramal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-6821808789936893181</id><published>2008-09-22T02:20:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T03:02:11.325-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Lintasan pikiran hari ini..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SNdsxlOi4jI/AAAAAAAAAB8/yiV6J6qu2ck/s1600-h/Idea_Light_Bulb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SNdsxlOi4jI/AAAAAAAAAB8/yiV6J6qu2ck/s200/Idea_Light_Bulb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248783489786110514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum kawan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lintasan Pikiran Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawan, terhitung hari ini ramadhan tersisa 8 hari lagi.. mari manfaatkan dengan lebih optimal! akhir-akhir ini rasanya saya banyak berpikir tentang hari. tentang hari ini, hari kemarin, dan hari yang akan datang. Mungkin karena akhir2 ini banyak orang yang bertanya mengenai kesibukan. Biasanya saya jawab dengan sederhana: "sedang sibuk mencari kesibukan".. haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari-hari tanpa kesibukan memang membuat kita berhitung lebih banyak ya? karena pikiran kita habis untuk berpikir mengapa hari ini terasa begitu membosankan.. mengapa kita merasa tidak produktif.. mengapa kawan yang lain terasa lebih beruntung.. dan mengapa-mengapa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba bandingkan dengan situasi ketika kita sedang disibukkan dengan hal-hal yang menyenangkan.tiada terasa bahwa waktu berlalu begitu cepat. bagi yang hobi dan senang main games misalnya. atau mungkin yang hobi berchatting ria.. tiada terasa satu jam, dua jam, tiga jam terlewati. nyaris tanpa keluhan yang berarti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka bersyukur kawan, ini waktunya untuk bergerak.. berinisiatif mencari kesibukan. Kayanya tulisan ini buat saya sendiri.. haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu ketika kecil, ketika saya sedang merasa kurang bersemangat, saya sering menulis surat untuk diri sendiri. berbicara jujur dengan diri sendiri. ujung2nya ya menyemangati diri sendiri.. haha.. bukan karena saya hidup di pelosok tak berpenghuni.. tapi rasanya nyaman sekali bila kita mampu berdialog dengan diri kita sendiri. mengalir, tanpa beban... mengambil jarak sejenak dari diri sendiri.. ah, sudah lama saya tidak menulis surat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lintasan Pikiran Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesak rasanya melihat semakin membingungkannya bangsa ini.. mulai dari peristiwa pembagian zakat di pasuruan yang menewaskan lebih dari 21 orang rakyat miskin.. aksi satpol pp sebagai abdi masyarakat yang kian jauh dari masyarakat..  pengelola arisan lebaran yang membawa kabur harapan berlebaran kaum miskin.. prokontra ruu pornografi yang nampaknya semakin tidak sehat, sampai dengan dua percal-percil sejoli anak smp di taman salman itb...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini ramadhan bukan? bulan penuh hikmah.. bulan penuh ampunan.. bulannya kebaikan.. sedikit sekali yang memanfaatkan benar-benar bulan ini menjadi momentum taubat.. momentum untuk lebih cerdas... momentum untuk kembali kepada hati.. ingat mati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayangnya saya masih menjadi bagian orang yang terlalu banyak mengomentari.. belum menjadi praktisi yang melahirkan solusi.. ya, mudah2an melalui tulisan ini sedikit saya mencoba berkontribusi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Lintasan Pikiran Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang kawan, dengan penuh keyakinan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi peperangan besar.. 25 juta manusia indonesia akan mati!! jangan tanya kepada saya apa alasannya. karena yang empunya pendapat berpesan agar saya tidak bertanya dari mana ia mendapatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;celetukan&lt;/span&gt;-nya.. pokoknya begitulah.&lt;br /&gt;ajaib memang. tapi bukankah sudah banyak keajaiban yang tampak dimuka bumi ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi Hj. Irene Handono menyampaikan sesinya tentang islam dan debu-debu fitnah yang menyertainya.. mencoba meluruskan kebenaran yang nampaknya semakin jarang terlihat. Mengenai kepicikan amerika.. mengenai busuknya konspirasi-konspirasi busuk mereka.. mengenai pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan oleh presiden "Semak" dan kroni-kroninya.. Laknat Allah atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kok isi pikiran saya isinya begini semua ya? haha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mohon doanya agar Allah segera memasukkan saya kembali ke "jalur cepat"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersyukur.. introspeksi.. menggagas dan langsung saja beraksi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;produktif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini begitu luar biasa kawan!! esok hari akan lebih luar biasa! insya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat menjalani hidup kawan!=D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;gambar diambil dari http://onemansblog.com/wp-content/uploads/2007/08/Idea_Light_Bulb.jpg&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-6821808789936893181?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/6821808789936893181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=6821808789936893181' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/6821808789936893181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/6821808789936893181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/09/lintasan-pikiran-hari-ini.html' title='Lintasan pikiran hari ini..'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SNdsxlOi4jI/AAAAAAAAAB8/yiV6J6qu2ck/s72-c/Idea_Light_Bulb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-3222431255058825154</id><published>2008-09-07T15:18:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T16:29:14.838-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Justru KOSONG yang sebenarnya BERISI...!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SMRjvAz3o-I/AAAAAAAAAB0/So_TEe_W-z8/s1600-h/Wisuda18.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SMRjvAz3o-I/AAAAAAAAAB0/So_TEe_W-z8/s320/Wisuda18.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243425525488657378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiada terasa hari ini sudah hari ke delapan bulan ramadhan.. itu artinya lebih kurang dua minggu berlalu sejak rektor memindahkan tali topi toga saya ke sebelah kanan. Jujur, memang belum banyak kemajuan berarti yang saya buat selama lebih kurang dua minggu ini.&lt;br /&gt;Saya memang mengambil sebuah keputusan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan kebanyakan kawan-kawan saya yang lain. Setelah lulus dari fakultas psikologi, saya memutuskan untuk memfokuskan diri dalam mencari dan mempersiapkan diri untuk meraih beasiswa S2 ke luar negeri. Mencari pekerjaan nampaknya tidak menjadi rencana utama dalam planning saya saat ini. Namun, di tengah perjalanan awal ini saya menyadari bahwa saya membutuhkan lebih banyak kesibukan. Ya.. mungkin saya rindu kesibukan yang dulu pernah saya rasakan semasa di kampus. Hari-hari di mana saya tenggelam dalam kesibukan akademis di kampus, maupun kesibukan sosial di organisasi yang saya ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah saat ini Allah masih memberikan kepada saya kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi. Saya masih diberikan kepercayaan oleh beberapa orang sahabat untuk membantu beberapa proyek sosial mereka. Setidaknya ada dua kegiatan yang saat ini saya kerjakan sebagai proyek sosial yang saya jalani, dan keduanya luar biasa.. luar biasa karena keduanya membuat saya untuk membagi fokus diri, berpikir, merencanakan, mengarahkan dan mendengar lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saya kagum dengan kawan-kawan yang mengiringi saya dalam proyek sosial ini. kesibukan mereka tentunya lebih padat dibandingkan saya yang masih berstatus sarjana "pengangguran" ini.. haha.. tapi mereka masih mau meluangkan waktu mereka untuk berbuat bagi orang banyak. Menjadi insan penebar kebaikan.&lt;br /&gt;Sebagian di antaranya bahkan berusia jauh lebih tua dibandingkan saya. tetapi tidak ada sedikit pun kesombongan yang terpancar pada diri mereka.. tiada kesan meremehkan kepada yang lebih muda. satu sama lain saling menghargai. Sebagai salah satu pj di dalam tim, tidak jarang saya memberikan arahan kepada mereka. Terlepas dari lebih banyaknya pengalaman hidup yang telah mereka alami, mereka senantiasa mendengarkan dengan seksama dan memberikan sebuah kepercayaan yang baik bagi saya yang jauh lebih muda.&lt;br /&gt;Mengalami kisah ini, saya teringat ketika dulu rasulullah meminta amru bin ash yang usianya masih sangat muda untuk memimpin sebuah pasukan yang didalamnya terdapat para sahabat sekaliber abu bakar dan umar yang dikenal jauh lebih senior berpuluh-puluh tahun di atasnya.. namun demikian, tiada berat hati seorang abu bakar maupun umar untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sami'na wa atho'na &lt;/span&gt;(mendengar dan taat) kepada pemimpinnya meskipun mereka menyadari sepenuhnya bahwa amru bin ash masih sangat belia ketika itu. semoga kita semua bisa menjadi seperti mereka, para sahabat. amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini, saya masih harus belajar untuk lebih banyak bersyukur.. namun, terkadang saya merasa bahwa sebagai seorang yang berada di dalam fase awal peralihan (kalau boleh saya sebut demikian) pada dunia pasca kampus, perjalanan saya terasa kurang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;afdhol&lt;/span&gt; bila belum ada pekerjaan yang menghiasi hari-hari. Pekerjaan yang saya maksud adalah pekerjaan yang memberikan lembaran-lembaran hijau untuk membeli sepiring nasi=D haha.. ya. seperti pekerjaan yang dilakukan oleh kebanyakan kawan-kawan saya. Mungkin yang saya cari bukan besarnya lembaran hijau yang saya terima, namun lebih kepada pemenuhan "tugas perkembangan" bagi pemuda seusia saya. Rasa senang dan puas ketika menerima amplop di bulan pertama bekerja. Sepertinya menyenangkan. haha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, dua hari yang lalu saya tersadarkan pada dua hal. Hal yang pertama adalah bahwa "saya belum melakukan apa pun untuk mendapatkan pekerjaan tersebut". Hal yang kedua adalah: makna "kosong" bagi diri.&lt;br /&gt;Hal yang terakhir ini saya dapatkan dari salah seorang kawan saya yang tidak diragukan lagi keshalehannya.&lt;br /&gt;Pada sore hari, dua hari yang lalu beliau memberikan sebuah tausiyah sederhana bagi saya dan beberapa orang kawan. Meskipun tidak sepenuhnya diarahkan kepada saya, namun berhasil membuat saya merasa sangat tersindir.. kurang lebih begini kata-katanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"sahabat sekalian, pada masa-masa ini (masa pasca kampus).. anda berada pada titik di mana anda terlepas dari berbagai kesibukan kampus yang dulu membuat anda menjadi besar. namun perlu anda sadari bahwa tidak sedikit orang-orang yang dulu dikenal besar di kampus, mengalami kegagalan ketika melangkah ke dunia sesudah kampus. Harus anda sadari bahwa saat ini &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gengsi anda masih terlalu tinggi. anda ingin menjadi besar seperti apa yang anda inginkan. sementara.. pada titik ini, anda belum bisa apa-apa!&lt;/span&gt; anda belum memiliki kemampuan yang memadai untuk mendapatkan pekerjaan pada posisi yang tinggi. anda masih harus memulai kembali dari awal. satu-satunya solusi untuk membantu anda untuk keluar dari kondisi ini adalah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengosongkan kembali diri anda. &lt;/span&gt;kosongkan kembali diri anda, sehingga anda siap untuk diisi kembali!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan kawan saya ini membuat saya tersindir.. sangat tersindir. Saya kembali tersadar bahwa inilah dia hal yang selama ini belum saya sadari. Gengsi saya masih terlalu tinggi. Merasa "besar" dengan berbagai pengalaman yang saya dapatkan di kampus sehingga tanpa saya sadari, saya menolak untuk kembali mengosongkan diri. Astaghfirullah.. saya mohon ampun kepada Allah atas segala bentuk kesombongan diri. Mulai saat ini saya bertekad untuk kembali mengosongkan diri sehingga siap untuk diisi! insya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pesan ini dapat bermanfaat bagi kawan-kawan semua, terutama bagi kawan-kawan yang baru saja melepaskan "baju mahasiswa"-nya. sukses untuk Anda!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-3222431255058825154?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/3222431255058825154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=3222431255058825154' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3222431255058825154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/3222431255058825154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/09/justru-kosong-yang-sebenarnya-berisi.html' title='Justru KOSONG yang sebenarnya BERISI...!!'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SMRjvAz3o-I/AAAAAAAAAB0/So_TEe_W-z8/s72-c/Wisuda18.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-663011024533801728</id><published>2008-08-31T06:38:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T07:44:53.097-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religius'/><title type='text'>ramadhan dan anak kecil..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLquKTbBiHI/AAAAAAAAABs/stMF9o9emAs/s1600-h/180px-Shalatanakkecil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLquKTbBiHI/AAAAAAAAABs/stMF9o9emAs/s320/180px-Shalatanakkecil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240692608434538610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah akhirnya ramadhan tahun ini datang juga..&lt;br /&gt;malam ini adalah malam pertama umat muslim di Indonesia untuk melaksanakan shalat tarawih yang pertama. mulai besok, kita akan melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya baru saja selesai mengikuti shalat tarawih di masjid yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah.. saya datang ke masjid setelah azan isya berkumandang. saat itu  masjid tsb sudah penuh jamaahnya, bahkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meluber &lt;/span&gt;hingga nyaris ke jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari apakah fenomena ini akan bertahan lama atau tidak, namun saya pikir ini adalah sebuah fenomena yang hanya terjadi pada bulan Ramadhan. Sepatutnya kita bersyukur, karena meskipun konon katanya sebagian muslim Indonesia hanya sekedar "muslim KTP" (mungkin termasuk saya dan anda..) tapi ternyata masjid tetap penuh! saya pikir ini sebuah kesempatan besar bagi para dai dan ulama untuk memberikan penyegaran-penyegaran ruhani bagi kita semua yang selama ini haus akan ilmu-ilmu agama. kapan lagi jamaah sebanyak itu bisa meluangkan waktu untuk bertumpah ruah di masjid tsb?&lt;br /&gt;sekarang tinggal bagaimana para pengurus atau pemerhati masjid yang harus lebih kreatif untuk mengemas ceramah pasca tarawih menjadi ceramah yang berkesan dan tidak membosankan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada satu fenomena lain yang juga menarik untuk kita perhatikan: "anak-anak". ya.. anak-anak inilah yang turut "meramaikan" masjid dalam arti yang sebenarnya=D ketika ada sedikit saja celah waktu menjelang dan di antara rakaat tarawih, maka mereka hampir tidak mungkin melewatinya kecuali dengan bercanda atau mengusili teman di sebelah kanan, kiri atau depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana sudut pandang orang tua dalam mengamati ramainya mereka? beberapa di antara mereka ada yang berpendapat bahwa sebaiknya anak-anak yang selalu ramai di tempatkan di koridor luar masjid sehingga tidak mengganggu para jamaah yang sedang berada di dalam ruang utama masjid.&lt;br /&gt;sebagian yang lain bahkan lebih tegas lagi: daripada mereka membuat ribut di masjid ketika tarawih berlangsung, maka para orang tua dianjurkan untuk tidak mengajak anak mereka yang punya potensi menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trouble maker &lt;/span&gt;ke masjid.&lt;br /&gt;sementara sisanya memilih untuk tidak berkomentar dalam menyikapi fenomena ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kira-kira bagaimana dari sudut pandang sang anak?=D&lt;br /&gt;mari kita mengingat-ingat masa kecil kita.. dulu, saya ingat betul bahwa salah satu kesenangan yang dapat saya rasakan di bulan ramadhan adalah pergi bersama kawan-kawan ke masjid untuk shalat tarawih.. mungkin boleh saya akui bahwa khusyu' atau tidaknya shalat tarawih saya itu nomor dua. yang pertama? ya bisa berkumpul dan bersenang-senang bersama kawan-kawan!&lt;br /&gt;terkadang, di tengah-tengah shalat "semangat usil" datang menghampiri.. setelah itu, tergantung keadaan. bisa usil ke depan atau ke samping. seingat saya jarang mencari "obyek sasaran" ke belakang. setelah melakukan "aksi pertama" biasanya kami menanti respon dari obyek sasaran.. hehe.. nah dari situ mulailah aksi "saling usil-mengusil". tidak jarang kami sangat perhitungan terhadap balasan yang diberikan kawan kepada kami. ketika itulah kami mengenal kata "impas"! impas artinya balasan yang saya &amp;amp; kawan berikan dianggap setimpal. kalo keduanya berpendapat sama, mungkin keusilan pun berhenti (tanpa menutup kemungkinan terjadinya peralihan ke bentuk keusilan lainnya=b). tapi.. bila balasan yang diberikan dianggap tidak setimpal maka aksi saling membalas pun terus berlanjut. sampai kapan? sampai kami bosan=b&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesekali (bila tidak lupa), saya membawa serta buku "monitoring ibadah" yang diberikan oleh sekolah untuk ditanda tangani oleh imam tarawih.  mendadak para imam menjadi artis semalam bagi kami=D&lt;br /&gt;sebagai bekal untuk shalat tarawih, biasanya kami membawa uang sekedarnya. bukan untuk diinfakkan.. tapi untuk jajan!! setelah imam mengucapkan salam, maka kami segera buru-buru berlarian menuju warung terdekat. kalo sedang tidak membawa uang, biasanya saya minta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyicipin &lt;/span&gt;jajanan kawan yang lain=b haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda merasakan pengalaman yang kurang lebih sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi apa hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk menyikapi keramaian anak-anak ketika tarawih?&lt;br /&gt;kalau saya jadi orang tua, sebelum berangkat saya membiasakan untuk mengingatkan dan menjelaskan untuk tidak nakal di masjid. Saya memintanya untuk shalat di sebelah saya. tapi tergantung usianya juga.. kalau usianya masih sangat kecil dan lincah, apa daya bila sesudah di tempatkan di sebelah saya kemudian ia mulai berkeliling masjid ketika saya sedang shalat. Bila waktunya tepat, dialog yang hangat tentang "mengapa kita harus tenang di masjid" harus dimulai. Mungkin yang paling penting untuk disadari adalah saya perlu bersyukur dapat memberikan pemahaman kepada anak saya mengenai ibadah &amp;amp; Tuhan dengan mengajaknya pergi ke masjid.&lt;br /&gt;kalau saya jadi pengurus masjid, mungkin saya perlu untuk membuat sebuah program pembinaan anak-anak setiap sore hari. materinya sederhana mengenai bagaimana caranya menanamkan kesadaran kepada mereka tentang pentingnya berpuasa, mengenai adab di dalam masjid, dan keistimewaan bulan ramadhan. mungkin bisa juga memanfaatkan metode menonton film islami atau melakukan games-games yang menyenangkan. Dengan cara ini, diharapkan nanti anak-anak tsb akan saling mengingatkan bila salah satu di antara mereka ada yang "nakal" ketika tarawih. Saya pikir bila keramaian mereka sudah mulai berganti dengan suara "sstttt... jangan berisik!" di antara mereka, ini sudah merupakan kemajuan yang cukup berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sistem reward juga mungkin bisa dipertimbangkan. hadiah berupa permen akan diberikan kepada anak-anak yang berhasil menjaga dirinya untuk tetap tenang selama tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya.. mungkin belum sempurna. yang paling penting adalah kita menyikapinya dengan positif. tidak perlu marah2. . hadapi dengan senyuman=D haha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tarawih yuk nak... =D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin kawan2 ada tips lain mengenai bagaimana menghadapi "ramainya anak-anak" di kala tarawih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nuhun..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-663011024533801728?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/663011024533801728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=663011024533801728' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/663011024533801728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/663011024533801728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/08/ramadhan-dan-anak-kecil.html' title='ramadhan dan anak kecil..'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLquKTbBiHI/AAAAAAAAABs/stMF9o9emAs/s72-c/180px-Shalatanakkecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5356927025107773612</id><published>2008-08-31T00:36:00.003-07:00</published><updated>2008-08-31T01:55:27.710-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>mengapa kita memilih untuk menjadi yang biasa?</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt; dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai manusia tentunya kita memiliki banyak kekurangan yang melekat pada diri, baik itu kita sadari atau pun tidak kita sadari.. namun, kita semua pasti tau tentunya bahwa manusia memiliki akal yang tidak dimiliki makhluk lain ciptaan-Nya.. akal ini lah (yang katanya) menjadikan manusia sebagai pemimpin di muka bumi.. tapi benarkah kita telah benar-benar menggunakannya? dengan akal inilah kita mampu membuat berbagai pilihan.. bahkan kemiskinan adalah sebuah pilihan bukan? orang-orang miskin memilih untuk "memiskinkan" dirinya.. mungkin terdengar agak sedikit frontal.. tapi inilah kenyataannya. mereka bisa saja memilih untuk berusaha lebih keras, memilih untuk bercita lebih tinggi dan keluar dari segala penderitaan yang dialaminya saat ini bukan? bukankah seharusnya Tuhan tidak pernah membebani hambanya dengan suatu beban yang tiada sanggup dipikulnya? tapi apa yang biasa kita lakukan? kita senantiasa mengeluh bahwa lingkungan, orang-orang di sekitar kita yang telah menyebabkan berbagai kerugian disekitar kita.. lalu di mana akal kita? sedih rasanya melihat diri ini belum mampu untuk menggunakan akal yang saya miliki secara optimal.. tapi seringkali hal ini hanya berupa kesadaran buta.. mengapa kita tetap bersikeras memilih untuk menjadi yang "biasa" meskipun kita tau bahwa kita bisa memilih untuk menjadi "luar biasa"? seringkali kita bermimpi untuk menjadi sukses kelak di kemudian hari, mapan dalam ekonomi, dsb.. tapi apa yang kita lakukan saat ini? masih bermalas2an persis seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang di sekeliling kita.. kita pun terkadang bermimpi untuk berbahagia di dunia dan akhirat.. tapi bagaimana wajah kita saat ini? yah.. kita masih memilih untuk menjadi biasa-biasa saja seperti yang dilakukan oleh orang-orang pada umumnya.. yah.. semoga besok masih sempat melihat dunia.. (meskipun kita tau bahwa tak ada jaminan esok masih hadir menyapa kita..) bosan aku menjadi orang biasa.. mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu lakukan? astagfirullahaladzim.. barakallahulii wa lakum... &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt; &lt;br /&gt;October 29, 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5356927025107773612?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5356927025107773612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5356927025107773612' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5356927025107773612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5356927025107773612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/08/mengapa-kita-memilih-untuk-menjadi-yang_31.html' title='mengapa kita memilih untuk menjadi yang biasa?'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_SVRwEBGVRy4/SLqar4tHwVI/AAAAAAAAABM/QxexUQjeBv8/S220/CIMG1188.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17630021.post-5954461638227115342</id><published>2008-08-31T00:34:00.001-07:00</published><updated>2008-08-31T00:34:53.078-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>mari kita lihat lebih dekat...</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p&gt;dengan namaMu aku berlindung...&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;pagi itu saya berjalan melintasi jalan yang biasa kulewati untuk menikmati makanan pagiku beberapa saat setelah sampai di kampus tercinta...&lt;br /&gt;sepertinya bapak tukang bubur ayam sudah paham kalau aku sudah mengacungkan satu jariku.. itu artinya, bubur ayamnya satu pak..&lt;br /&gt;pagi itu terasa berbeda...&lt;br /&gt;tadi malam, baru saja dilaksanakan sebuah acara musik ala mahasiswa psikologi..&lt;br /&gt;ramai... dan tampaknya cukup sukses untuk sebuah acara yang baru diadakan untuk pertama kalinya..&lt;br /&gt;sayangnya, kini sampah berkeliaran di mana-mana...&lt;br /&gt;gelas-gelas aqua bekas.. plastik-plastik.. dan lain sebagainya berlimpahan di sekitar kampus..&lt;br /&gt;dan tidak ada satu pun yang peduli..&lt;br /&gt;kami memang terbiasa untuk membiarkan seorang ibu yang sudah tua renta untuk membersihkan kampus kami bersama dengan 2 orang rekan mudanya.. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;melihat ini semua, teringat akan apa yang aku saksikan beberapa waktu yang lalu..&lt;br /&gt;aku katakan pada salah seorang adik kelasku tadi malam,&lt;br /&gt;pernahkah engkau meluangkan waktumu untuk dapat hadir di kampus pada pukul 6 pagi?&lt;br /&gt;di sana kamu dapat menyaksikan seorang bapak dengan kacamata silindris yang tebal menyapu seluruh jalanan sekitar pakilun (istilah yang kami gunakan untuk tempat mangkal para pedagang yang ada di dekat kampus)...&lt;br /&gt;sejak fajar ia bekerja...&lt;br /&gt;bersama dengan istrinya, berdua ia membersihkan semuanya..&lt;br /&gt;begitu datang pagi hari, ketika deru mobil mahasiswa mulai masuk melintasi parkiran kampus kami, maka area tersebut sudah bersih..&lt;br /&gt;kemudian kembali kotor di sore harinya ketika kampus usai..&lt;br /&gt;dibersihkan kembali pagi harinya, dikotori lagi, dan begitu seterusnya tiada pernah henti..&lt;br /&gt;pernahkah kita tau berapa bayaran yang diterima oleh bapak tersebut atas kerja kerasnya tersebut?&lt;br /&gt;apakah kita yakin bahwa bayaran yang ia dapatkan jauh lebih besar dibandingkan uang jajan yang kita dapatkan dari ayah dan ibu kita?&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;dan pagi itu, setelah sekian lama.. saya kembali melihatnya..&lt;br /&gt;dengan baju batik lusuh yang sepertinya hanya satu-satunya ia miliki, ia membantu mengambilkan 2 ember air dengan sebuah kayu di pundak kanannya..&lt;br /&gt;lelah tampak di raut wajahnya..&lt;br /&gt;sepatunya bolong... mungkin karena terlalu lama ia kenakan...&lt;br /&gt;setelah itu, ia lihat sekeliling dan melihat sebuah botol aqua yang tercecer di jalan maka ia masukkan ke dalam kotak sampah..&lt;br /&gt;sungguh terharu aku melihatnya...&lt;br /&gt;ingin sekali aku menanyakan padanya, "pak sudah makan belum?? mari makan bersama saya..."&lt;br /&gt;namun aku hanya bisa terdiam menyaksikan kebodohanku sendiri...&lt;br /&gt;aku malu untuk melakukan kebaikan, namun seringkali tidak berpikir panjang dalam melakukan keburukan...&lt;br /&gt;tak terasa hidungku mulai sembab..&lt;br /&gt;mataku mulai basah..&lt;br /&gt;tak nafsu lagi sebenarnya aku menghabiskan bubur ayam yang berada di atas tangan kiriku...&lt;br /&gt;hilang sudah laparku...&lt;br /&gt;aku ini siapa?&lt;br /&gt;mengapa ia harus menerima nasib seperti itu?&lt;br /&gt;begitu banyak hal yang ia kerjakan.. namun hampir tidak ada yang memperhatikannya..&lt;br /&gt;atau mungkin hanya sekedar untuk mengucapkan "terima kasih pak..."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;tertegun aku dari kejauhan...&lt;br /&gt;aku ikuti gerak-geriknya..&lt;br /&gt;langkahnya terlihat gontai..&lt;br /&gt;perlahan aku berdoa dalam hati...&lt;br /&gt;Ya Rabb, muliakan bapak ini... muliakan bapak ini...&lt;br /&gt;berikan rizki yang cukup kepadanya..&lt;br /&gt;rahmati dia...&lt;br /&gt;dan perlahan ia pun mulai menghilang ke kejauhan...&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;setelah itu aku bangkit dari dudukku dan berjalan perlahan..&lt;br /&gt;tak berani kutatap mataku ke atas..&lt;br /&gt;aku hanya berjalan menatap ke bawah menuju ruang kuliahku..&lt;br /&gt;malu aku melihat diriku sendiri..&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;kumasuki ruang kuliah, dan ternyata belum ada siapa-siapa..&lt;br /&gt;hanya dosenku yang sedang berbicara lewat telepon genggam yang ia miliki..&lt;br /&gt;padahal ini sudah pukul 9!&lt;br /&gt;bukankah kuliah hari ini mulai pukul 9?&lt;br /&gt;sekitar pukul 1/2 10 barulah kami mulai perkuliahan hari itu..&lt;br /&gt;hilang sudah sebenarnya semangatku..&lt;br /&gt;mataku begitu ngantuk karena harus bergadang tadi malam..&lt;br /&gt;absensi belum diambil..&lt;br /&gt;maka aku menyediakan diri untuk mengambilnya seorang diri..&lt;br /&gt;aku pikir mungkin aku bisa sejenak menghirup udara segar di luar ruangan kelas..&lt;br /&gt;maka kakiku melangkah ke ruang SBP (sub bagian pendidikan)..&lt;br /&gt;ternyata absensinya tidak ada..&lt;br /&gt;temanku menyusulku ke ruangan itu..&lt;br /&gt;kami diminta untuk membuat absen tersebut di atas secarik kertas..&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;aku katakan pada temanku, "aku ingin cari angin dulu.."&lt;br /&gt;ternyata ia pun ingin membeli gorengan terlebih dahulu..&lt;br /&gt;ketika aku terduduk...&lt;br /&gt;tak sengaja kulihat seorang ibu paruh baya yang tidak asing bagiku sedang menyapu seorang diri...&lt;br /&gt;maka perlahan kudekati dia..&lt;br /&gt;aku meminta maaf karena acara tadi malam telah menyisakan banyak sampah berserakan di sekitar kampus..&lt;br /&gt;kemudian aku pun bertanya mengapa ia hanya sendirian? ke mana rekannya yang lain yang biasa membantunya...&lt;br /&gt;maka ia pun mulai bercerita..&lt;br /&gt;bahwa yang lain itu malas.. kalau diingatkan, alasannya selalu sama: lupa.&lt;br /&gt;padahal bila dibandingkan dengan ibu di hadapanku ini,&lt;br /&gt;mereka jauh lebih muda...&lt;br /&gt;seharusnya jauh lebih kuat dan sehat..&lt;br /&gt;memang kita yang muda seringkali kalah pada yang tua..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;maka aku pun menawarkan diri untuk membantunya menyapu teras kampus..&lt;br /&gt;tanpa pikir panjang lagi, maka aku pun segera mengambil sapu lidi yang tergeletak di bawah..&lt;br /&gt;pikirku, kuliah kutunda dulu...&lt;br /&gt;ini jauh lebih penting dibandingkan tumpukan teori yang selalu kudapatkan di kelas tanpa pernah sempat kuterapkan dalam hidupku..&lt;br /&gt;pokoknya masa bodo, pikirku..&lt;br /&gt;aku mau membantu ibu ini menyapu..&lt;br /&gt;temanku yang baru datang membawa gorengan, memutuskan untuk ikut membantuku menyapu teras kampus kami..&lt;br /&gt;ternyata lelah juga ya?&lt;br /&gt;selama ini, saya hanya bisa mengotori..&lt;br /&gt;dan jarang sekali menyempatkan diri untuk membersihkannya..&lt;br /&gt;baru terasa saat itu oleh ku, seperti apa rasanya menyapu teras kampusku..&lt;br /&gt;butir keringat pun mulai bermunculan di keningku, dan membasahi bagian belakang baju kemejaku..&lt;br /&gt;tapi aku senang...&lt;br /&gt;aku tidak peduli dengan apa kata orang-orang di sekitarku..&lt;br /&gt;kuluruskan niatku untuk membantu ibu ini membersihkan kampusku sendiri..&lt;br /&gt;setelah itu selesai, maka aku pun pamit dan segera memasuki kelas...&lt;br /&gt;maka aku pun kembali duduk di kursi itu..&lt;br /&gt;sambil sesekali memejamkan mataku,&lt;br /&gt;atau merebahkan kepalaku ke atas meja di hadapanku..&lt;br /&gt;itulah aku=D&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;       November 24, 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17630021-5954461638227115342?l=reza-fathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reza-fathur.blogspot.com/feeds/5954461638227115342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17630021&amp;postID=5954461638227115342' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5954461638227115342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17630021/posts/default/5954461638227115342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reza-fathur.blogspot.com/2008/08/mari-kita-lihat-lebih-dekat.html' title='mari kita lihat lebih dekat...'/><author><name>reza fathur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01362220061825481732</uri><email>noreply@blogger.com</email
