Thursday, January 15, 2009

We Will Never Stop to Support You My Brother!!


WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


picture taken from: http://palestineblogs.net

Tuesday, January 13, 2009

sebuah keprihatinan untuk Palestina..

Terus terang saya betul-betul sedang kecewa dengan berbagai pihak yang dulu saya kenal sebagai lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi yang begitu powerful..

Lihatlah bagaimana mereka bereaksi keras terhadap pengembangan nuklir Iran yang hingga kini tidak terbukti dipergunakan untuk kepentingan yang membahayakan bangsa lain..
Lihatlah bagaimana mereka bersikap terhadap Irak dengan dalih adanya pusat pemproduksi senjata biologis yang hingga kini tidak terbukti keberadaannya..
Lihat pula bagaimana mereka menggembar-gemborkan demokrasi di atas segalanya..

Namun, apa yang terjadi kini?
Setelah Israel yang kini secara terang-terangan melakukan "penjajahan" terhadap bumi palestina meluncurkan bom biologis yang sangat membahayakan warga sipil?
Setelah kaum zionis sama sekali tidak menggubris sedikit pun statement Ban-Ki Moon, sekjen PBB?
Ke mana perginya demokrasi yang diagung-agungkan, ketika hanya satu negara yang dipimpin oleh pemimpin yang tidak berprikemanusiaan berhasil menggagalkan resolusi dewan keamanan PBB yang disepakati oleh sebagian besar negara?
Mengapa nuklir Israel sama sekali tidak pernah dikritisi oleh seseorang yang kini masih bungkam dengan "Change We Can"nya?
Lalu kemana gigi runcing kalian ketika truk-truk pengirim bantuan kemanusiaan ditembaki dan telah menewaskan supir di dalamnya?
Bahkan ketika mobil Palang Merah Internasional turut diserang dan berada di bawah ancaman Israel la'natullah alaih?
Wahai Presiden Mesir... apa yang anda lakukan setelah bertubi-tubi Israel menjatuhkan bom di perbatasan negara anda di rafah beberapa ratus meter dari teritori negara anda?
Apakah anda begitu saja menerima permintaan maaf mereka setelah salah satu bom mereka jatuh ke teritori anda?
beruntung Allah masih membiarkan bom tsb tidak meledak setelah menghantam tanah air anda. Tapi apakah hal tsb menutup kemungkinan bahwa sangat mungkin bom-bom lainnya akan kembali jatuh di tanah air anda?

Wahai pemimpin Arab Saudi, mengapa Anda menolak untuk menghentikan pasokan minyak Anda ke Israel sebagai bentuk tekanan bagi mereka untuk berhenti melakukan penjajahan terhadap bumi palestina? Apakah Anda tega, minyak Anda dipergunakan oleh tank-tank dan pesawat tempur untuk menggempur saudara Anda sendiri?
Sungguh ironis, bila Anda mengirimkan bantuan kemanusiaan sementara di sisi lain Anda terus menyuplai bahan bakar bagi mesin monster Israel!

Sekarang, siapa yang patut kita sebut sebagai teroris? apakah Hamas yang secara legal formal telah memenangkan pemilu yang dirancang AS sebagai bagian dari proses demokrasi? atau Israel?

Manusiawikah andaikan negara kita, Indonesia diserang negara tetangga dengan dalih karena kita memiliki satu-satunya pusat peluncur roket sebagai sistem pertahanan kita?
Toh, Singapura, negara kecil yang jauh lebih baik perangkat pertahanannya dari kita tidak pernah mengusik kita dengan serangan militer brutal, bukan?

Semua ada aturannya. Mengapa tidak bagi Israel?

Jadi apa yang bisa kita lakukan, sahabat?

Berdoa memang menjadi salah satu hal penting yang harus senantiasa kita lakukan bagi mujahidin di sana.
Meng-Infaqkan sebagian harta kita mungkin dapat melegakan hati saudara kita di sana.
Demonstrasi damai yang dengan tulus kita lakukan semoga dapat menjadi pressure untuk membuka mata para penguasa yang kini masih tertutup..

Apalagi yang bisa kita lakukan kawan?

Mari selamatkan warga Israel dan warga Amerika dari pemimpin mereka!

Wahai pemuda, mari persiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya.. insya Allah kita akan penuhi bangsa ini dengan orang-orang berkualitas yang memiliki mental tangguh dan nurani yang tulus! amin.

BERGERAK!!

Tuesday, December 23, 2008

Hari Ibu..

Peringatan hari Ibu tahun ini bertepatan dengan hari senin tanggal 22 desember yang lalu. Tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan hari Ibu tampak kurang begitu semarak. Namun ada satu pengalaman yang menurut saya menarik mengenai hari itu. Sesuatu yang sederhana namun bagi saya begitu luar biasa.. Menggambarkan seberkas kemuliaan hati seorang ibu.

simak ceritanya..


Hari senin pagi yang lalu, matahari tampak cukup cerah dan bersemangat. Baru tadi malam saya sampai di jakarta setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang tiga jam dari pusat kota Bandung. Jujur, bukan Hari Ibu memang yang menggerakkan saya untuk pulang, melainkan sebuah telepon mendadak dari Nurul Fikri Jakarta yang meminta saya melakukan presentasi microteaching pada hari senin pukul 10.00 di kantor Nurul Fikri di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Singkat cerita, pagi itu saya memutuskan untuk mengabulkan niat saya untuk memulai pengalaman pertama saya menyusuri jalanan jakarta dengan mengendarai motor (maklum, selama ini saya lebih banyak menghabiskan waktu & masa studi saya di luar ibukota). Ibu saya yang kebetulan pada hari yang sama memiliki kegiatan "les menjahit kebaya", meminta saya untuk mengantarnya terlebih dahulu ke tempat kursus di Pasar Minggu, sebelum saya menuju ke Mampang Prapatan. Kebetulan lagi, satu jalur sehingga saya tidak perlu bersusah payah untuk memutar kembali (haha.. tidak ada kebetulan yang kebetulan!).

Kami pun mulai berangkat.Melewati jalan Moh.Kahfi II (Sebuah jalan yang menghubungkan depok dengan jakarta) menuju ke arah Lenteng Agung. Dari sana saya mengambil jalur lurus ke arah Pasar Minggu dan belok kiri di Jalan Gereja, tepat sebelum stasiun Pasar Minggu. Akhirnya sampailah di tempat yang dimaksud. Setelah meminta doa dan restu beliau, maka saya segera pamit melajukan motor setelah sebelumnya berjanji akan kembali menjemput beliau di tempat yang sama pukul 12.00.

Alhamdulillah, berkat doa dari ibu dan kawan-kawan, presentasi microteaching berjalan dengan sangat lancar. Hanya satu feedback yang diberikan terhadap saya: "tulisan saya di papan tulis masih kurang besar". Hanya itu.. dari segi yang lain alhamdulillah penguji bilang sudah cukup baik. Saya beruntung sekali karena akumulasi jam terbang berorasi di jalanan dulu,ditambah dengan sesi-sesi sharing pelatihan yang saya lakukan di kampus benar-benar membantu saya untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Seluruh sesi microteaching plus diskusi & tanya jawab selesai sekitar pukul 11. Setelah itu, saya pun segera berkendara ke arah Pasar Minggu. Ternyata saya tiba di sana lebih awal: pukul setengah dua belas. Saat saya datang, ibu saya tampak bersama dengan dua orang teman kursusnya yang didampingi oleh seorang guru, masih belum selesai membuat pola. Maka saya memutuskan untuk masuk dan duduk sejenak, terlebih karena ruangan berAC ini terasa lebih nyaman daripada udara panas yang cukup menyengat di luar sana.

Dan obrolan santai pun berjalan. Di ruangan tersebut, saya berbincang-bincang dengan empat ibu di hari Ibu=D Mulai dari pertanyaan mengenai proses microteaching saya; sukses atau tidak, saya kuliah di mana, semakin mahalnya biaya pendidikan, cerita tentang anak salah seorang ibu yang berkuliah di ITB dan menjalani masa tahun pertamanya, bahkan sampai ke persoalan mengapa warna kulit saya sedikir berbeda dengan ibu saya=b dan masih banyak lagi.. apalagi ketika mereka tahu bahwa saya memiliki latar belakang sarjana psikologi.

Perbincangan kami tiba-tiba terhenti sejenak karena seorang ibu teringat anak perempuannya yang pergi berjalan-jalan ke Dufan (sebuah tempat wisata bermain di jakarta) bersama dengan kawan-kawannya. Beliau berkata, "kok anak saya ga telpon-telpon ya? padahal tadi saya sudah pesan sama dia untuk telpon saya kalau sudah sampai..", sambil mendekatkan telpon genggamnya ke telinga. Namun , sayang ternyata hp anaknya tidak dapat dihubungi. "HPnya ga aktif..". Saya tersenyum melihatnya. "Ya begini, kebiasaan anak-anak.. HP kok dimatikan!". Mendengar pernyataan tersebut , ibu-ibu yang lain pun berujar, "Mungkin sudah lupa Bu.. keasikan main sama teman-temannya..". Semuanya tertawa kecil. Ibu tersebut kemudian menatap saya sesaat.. "Ya beginilah.. namanya ibu-ibu bawaannya selalu khawatir kalau anak tidak ada kabarnya. Mudah-mudahan ga ada apa-apa". Setelah itu beliau kembali melanjutkan pekerjaannya.

Dalam hati saya berkata, "luar biasa para ibu ini.. selalu senantiasa memberikan yang terbaik.. mengirimkan doa yang terbaik, perhatian yang terbaik, penuh kasih sayang.. namun bagaimana sebaliknya dengan sang anak?".. hmm.. saya mencoba membayangkan kira-kira apa yang sedang dilakukan oleh anak ibu tsb tepat ketika beliau menelponnya? apakah dia tengah mengingat ibunya?=D bagaimana menurutmu kawan?

Selamat hari Ibu untukmu ibu, dari ananda yang sangat mencintaimu..!!


gambar diambil dari: http://upload.wikimedia.org

Tuesday, December 16, 2008

Insiden Pelemparan Sepatu terhadap Bush

Peristiwa ini dilakukan oleh seorang reporter berita Irak, Muntader al-Zaidi ketika Bush yang didampingi oleh Perdana Menteri Irak,Nouri al-Maliki menggelar konferensi pers 14 desember yang lalu. Tepat setelah Bush mengucapkan "khairan katsiran" (ucapan terima kasih dalam bahasa arab), satu sepatu pun melayang ke mukanya, disertai dengan ucapan : This is a gift from the Iraqis; this is the farewell kiss, you dog!”. Bush berhasil menghindar. Merasa tidak puas, selang beberapa detik kemudian Sang empunya sepatu melancarkan "serangan kedua" dan sepatu kedua pun kembali melayang disertai dengan ucapan: This is from the widows, the orphans and those who were killed in Iraq!. Untuk kedua kalinya Bush berhasil menghindar.

Berdasarkan informasi yang saya peroleh, perilaku "melempar sepatu" merupakan sebuah ekspresi yang ditunjukkan oleh orang Arab terhadap sesuatu yang sangat mereka benci. Dengan melemparkan sepatu, hal ini menyiratkan bahwa obyek sasaran mereka memiliki derajat yang lebih rendah daripada sepatu yang mereka kenakan.

Beragam respon pun mengemuka dari berbagai masyarakat di seluruh dunia. Sebagian di antaranya lebih kurang memberikan penilaian bahwa perilaku ini merupakan tindakan barbar yang tidak bermoral, sehingga patut untuk dijatuhi hukuman berat. Namun, tidak sedikit pula masyarakat dunia yang menilai perilaku ini sebagai perilaku yang wajar, positif, bahkan patut untuk diberikan penghargaan. Seperti yang dilakukan oleh Kelompok amal Wa Attassimou dibawah pimpinan putri pemimpin Libya Muammar Gaddafi, Aicha Gaddafi. Ia mengatakan, "... penghargaan keberanian karena apa yang telah dilakukannya mencerminkan kemenangan atas HAM di seluruh dunia". Tidak hanya itu, ribuan warga Irak menyerukan dibebaskannya reporter tersebut yang saat ini tengah ditahan oleh pihak keamanan Irak.

Terlepas dari prokontra mengenai benar atau salahnya perilaku tersebut, menurut saya nampaknya sudah menjadi rahasia umum bahwa Bush memiliki potensi untuk diadili sebagai seorang penjahat perang. Walaupun memang membutuhkan upaya yang serius untuk memperkarakannya ke mahkamah internasional. Nampaknya hampir tidak ada beda antara kejahatan yang dilakukan oleh Saddam Hussein dibandingkan Bush, kecuali pada satu hal: rekor jumlah korban yang satu jauh lebih banyak dari yang lain!

Ke depan, para agen intelijen AS harus benar-benar harus mulai "sedia payung sebelum hujan"; payung dalam ukuran yang agak besar mungkin akan lebih aman. Tidak menutup kemungkinan bahwa peristiwa pelemparan tsb dapat terjadi kembali di tempat lain, mengingat tidak sedikit orang yang memiliki antipati mendalam terhadap dirinya.

Bagaimana dengan SBY? Saya berharap, semoga tidak terjadi hal yang demikian. Maka, melalui tulisan ini saya sampaikan kepada para pemimpin negeri untuk lebih mawas diri dan banyak melakukan introspeksi. Agar terjalin hubungan tulus yang saling mencintai antara pemimpin dan rakyatnya, jangan pernah khianati amanah! Jadi, sederhana saja pertanyaan saya: Kapan konglomerat hitam pelaku BLBI akan benar-benar diadili & dihukum? Sudah terlalu lama rakyat menunggu. Saya pikir timpukan sepatu terlalu mahal untuk rakyat lakukan, timpukan sandal mungkin lebih tepat untuk ditujukan kepada para konglomerat hitam tersebut!

Disarikan dari : Detik News, International Herald Tribune & New York Times

Monday, December 15, 2008

"INTO THE WILD"


Here we go again.. I will recommend you another two thumbs up film to be watched. Honestly I'm not a good popular movie watcher, I prefer to watch some classical films or unpopular films that really inspired me a lot in my square room than go to the theater. haha.. Actually this movie has came to my 'must see film list" for a quite long time ago when I was still on my studying in Jatinangor. But who knows then, a man at the cinema store, reminds me to watch this film now.

Have you ever imagine about being free from all of your rush life time? This is a true story about a man, he called him self as an aesthatic voyager,who leaves his comfort zone and take a decision to start his step north toward alaska and viewing his life from another side. Living in natural world as a solitaire, trying to keep survive on-site by "the edible plants" book at his hand. Me and him, both of us, have the same age on 23, just graduated from our university. Such a nice serendipity, right?haha...

As a whole, this movie excavates the self-actualization sides of human being. Finding a freedom and respecting more to the God. Furthermore, It is a great story that tells us about how to face our own-selves and know it better. Yes indeed, it is an adolescense's things. Many lesson he possessed along the journey from one area to another, meet some foreigners and doing a very rare choice (compared with the other man on his ages). What a guts! Here I cite an example of the nice words on film which I remember and I straightly agree about it: "Happiness is real when shared". Nice view of natures supported by such a strong story, so what else to expect? U better watch it guys!

picture taken from: http://www.myglendalechurch.org/wp-content/uploads/2008/04/into-the-wild.jpg

Quote of The Day :

"Mantapkanlah diri untuk mengakui kealfaan diri saat kritikan tajam datang menyapa.. terasa berat,namun sesungguhnya meringankan!"

Label Cloud


 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips