Thursday, March 26, 2009

Saatnya Mencari Negarawan yang Santun!

Bismillah..

Situasi politik yang kian memanas mendekati pemilu legislatif tanggal 9 April nampaknya memberikan sebuah kekhawatiran tersendiri bagi saya sebagai anak muda. Betapa tidak, perilaku yang ditampilkan di dalam layar kotak bergambar dari waktu ke waktu mencerminkan betapa bangsa ini mengalami krisis pemimpin negarawan yang santun!

Saya mungkin bukanlah seorang ahli politik, saya juga bukan seorang ahli perilaku... namun saya melihat bahwa perilaku yang ditampilkan oleh beberapa tokoh politik belakangan ini benar-benar jauh dari prinsip kesantunan dalam berpolitik. Lihatlah apa yang terjadi pada konflik elite antara partai oposisi (PDIP) dan partai yang kini berkuasa (Demokrat). Perselisihan pandangan mengenai BLT membuat elite kedua partai menampilkan perilaku yang kurang sedap di pandang di hadapan masyarakat luas yang terus mengamati layar kotak televisi. Begitu pula ketidakharmonisan yang kian jelas antara presiden SBY dan wapres JK (menjelang akhir periode kepemimpinannya) terkait dengan intensnya statement JK yang merasa dapat bekerja lebih baik dan lebih cepat daripada SBY, yang kemudian direspon dengan tersebarnya berita (beberapa waktu yang lalu) bahwa SBY meng-sms seluruh menteri (melalui sekretaris kabinet) terkait pernyataan wakilnya tsb. Apakah yang sebenarnya sedang terjadi?

Saling serang, saling merendahkan, nampaknya menjadi hal yang (dianggap) sangat wajar belakangan ini. Kemanakah perginya rasa saling menghargai dan saling menghormati antara para pemimpin bangsa ini? Bukankah para pemimpin itu ibarat bintang di langit yang akan menjadi penunjuk bagi masyarakatnya yang kehilangan arah? Namun, apa yang terjadi ketika kini bintang-bintang tsb perlahan semakin pudar cahayanya dan semakin kehilangan karismanya?Tentu rakyat bangsa ini semakin bersedih hati..

Wahai para pemimpin bangsa, kembalilah kepada ranah asalmu..! yaitu menjadi pemimpin yang santun, yang mencintai rakyatnya melebihi kecintaannya kepada jabatan, harta dan kekuasaan. Kami menanti pemimpin-pemimpin baru yang mampu memberikan keteladanan yang baik dalam bersikap, kesederhanaan dalam bertutur, dan kelurusan hati dalam mengemban amanah!

Bangsa ini butuh penyegaran! Mungkin telah menjadi rahasia bersama bahwa bangsa ini sedang krisis "Negarawan yang Santun".. Tapi saya yakin.. saya, anda, dan kita masih menyimpan sebuah harapan bahwa dari sekian ratus juta penduduk bangsa ini, masih ada para pemimpin yang mampu dan tulus dalam mengemban kebesaran bangsa ini.. yang perlahan membawa bangsa ini menuju titik puncak kejayaannya! Wahai negarawan santun di manakah engkau berada? Kami kini benar-benar menantikan kehadiranmu di tahun ini!

wallahua'lam

picture taken from: http://kebumendiary.info

Tuesday, March 24, 2009

Menyikapi Golput..

Fatwa golput MUI memang kurang bijak dari segi “pemilihan bahasa”. Seharusnya tidak berbunyi, “golput itu haram!”. Tetapi, mungkin bisa disederhanakn dengan bahasa yang lebih mudah dicerna. Misalnya, “Dalam pemilu ini, jangan memilih pemimpin yang zalim. Pilihlah pemimpin yang memahami Islam sebagai solusi dan rahmat bagi bangsa kita.”, dsb. Pesannya sampai, tetapi dengan cara yang lebih santun.

Konsep Golput muncul saat zaman tirani suharto sebagai bentuk ekspresi kekecewaan para aktivis yang bosan dengan “monotonisasi politik”, dimana setiap kali pemilu sudah dapat ditebak siapa pemenangnya: Golkar. Jadi sudah tidak lagi menarik.


Namun, menurut saya sikap GOLPUT kini sudah tidak lagi relevan. Dan saya memandang sikap tsb sebagai sikap yang tidak solutif dan tidak memiliki efek jangka panjang. Sekarang pertanyaan saya adlh “kalau seandainya, sebagian besar rakyat Indo GOLPUT, apa kemudian yang akn dilakukan selanjutnya?” (tentunya ketika kondisi tsb terjadi situasi politik di Indo pasti kacau balau, karena tidak adanya kepercayaan masyarkat kepada partai politik) Namun, selanjutnya apa? REVOLUSI untuk mengganti system politik? Konsepnya seperti apa? Dan kita harus menghitung berapa banyak kemunduran yang harus terjadi bila REVOLUSI terjadi karena prinsip revolusi (yang saya pahami) adalah “hancurkan dulu bangunannya kemudian bangun kembali!”. Namun, apa yang kiranya akan terjadi ketika kondisi Negara ini sedang ricuh?Siapa yang akan menjadi korban paling banyak? Adlah keniscayaan bahwa para ahli politik akan menngeluarkan berbagai jurusnya untuk berkuasa. Namun, tentunya (dalam situasi tsb) politik berlaku tanpa adanya peraturan/hukum. Bukan begitu?


Tentunya orang-orang yang dikenal sebagai pencetus golput (selayaknya) juga memiliki metode dan kepentingannya masing-masing. Atau bahkan, mungkin ada di antara para pencetus golput tidak memiliki konsep yang memadai sebagai tindak lanjut golput! Pokoknya yang penting golput. Inikan reaktif namanya. Sebaiknya para pelopor golput ini memaparkan seperti apa langkah selanjutnya setelah golput dilancarkan. Sehingga masyarakat bisa lebih tepat dalm menyikapi anjuran golput yang mereka galakkan.


Oleh karena itu, sampai sekarang saya menganggap bahwa golput itu bukanlah sebuah keputusan yang solutif. Saya memegang prinsip yang diajarkan kaidah Islam, sesuai pemahaman saya, bahwa “menghindari kerusakan adalah lebih utama daripada mengambil manfaat”. Ketika partisipasi dalam pemilu ini masih memiliki harapan akan kondisi bangsa yang lebih baik dan memiliki setidaknya (mungkin) sedikit manfaat, mengapa harus ditinggalkan?


Saya menghormati pilihan politik setiap individu. Namun, saya mengajak kawan2 (terutama aktivis) yang berkeyakinan golput untuk meredefinisi konsep yang mereka miliki tentang bagaimana golput akan berdampak kepada kebaikan Negara dan apa langkah selanjutnya yang akn dilakukan.


Saya meyakini bahwa untuk saat ini fenomena golput tidak dapat dikurangi hingga angka nol, namun saya berharap golput tetap menjadi minoritas selama belum memenuhi dua hal yang saya sebutkan di atas tadi. Wallahua’lam.


Friday, March 13, 2009

Lingkaran Orang-Orang Besar!

Dengan nama Allah yang meninggikan atau merendahkan derajat hambaNya..


Saya baru benar-benar tersadar bahwa saya sudah cukup jauh tertinggal. Orang-orang besar atau orang-orang yang berpotensi (menjadi) besar, ternyata memiliki lingkaran sosial yang besar. Jauh lebih besar dari orang kebanyakan. Cukup sederhana memang, dan seharusnya ini suatu hal yang terdengar sangat logis dalam konteks orang-orang besar. Tapi entah mengapa, saya baru benar-benar terhenyak ketika kawan-kawan di sekitar saya yang tampak "menjadi" memiliki sirkulasi lingkungan sosial yang lebih besar dari kebanyakan orang. Dan ini membuat mereka lebih banyak menemukan "peluang", dan jalur-jalur untuk menjadi besar! Lingkaran besar ini secara natural akan menyediakan berbagai informasi yang sangat mendukungnya untuk menjadi besar.

Saya sebenarnya memperhatikan secuil fenomena yang saya lihat pada diri salah seorang kawan saya. Saya perhatikan, misalnya setiap kali ada seminar nasional ataupun diskusi-diskusi nasional maka ia akan menjadi orang pertama yang hadir di sana. Dari sana ia membangun pola pikir berdasarkan stimulus-stimulus gagasan atau loncatan-loncatan ide, dan meraih lebih banyak air untuk ia tuangkan ke dalam gelas yang ia miliki. Ia membuka dan bermain wacana dengan "sparing partner" yang kompeten, jauh melebihi masanya. Namun, perlahan ia akan mendapatkan akselarasi peningkatan yang pesat. Ibarat besi yang tertarik kuat kepada medan magnetnya. Dan tidak menutup kemungkinan, bahwa dua-tiga-empat-lima tahun kemudian ia bukan lagi menjadi sekedar "besi", namun ia berkembang menjadi "medan magnet" baru yang (mungkin) lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Sebagian orang memilih untuk menyalahkan lingkungan ketika ia merasa bahwa dirinya "tidak terfasilitasi" untuk berkembang. Ia meminta agar berbagai informasi yang penting untuk kemajuan dirinya diberikan kepadanya secara cuma-cuma, tanpa usaha ekstra. Inilah yang saya pikir membuat kebanyakan diri kita tidak mengalami kemajuan yang signifikan dari masa ke masa. "Bukankah berlian, sekalipun di dalam lumpur akan tetap menjadi berlian?", begitu lebih kurang yang disampaikan salah seorang guru saya beberapa tahun yang lalu. Namun, tentunya berlian yang cantik dan indah merupakan akumulasi dari tahapan-tahapan kerja keras, bukan?

Lingkaran yang kecil membuat kita "terlalu cepat" merasa besar.. akibatnya kurang motivasi untuk lebih baik kembali. Namun, lingkaran-lingkaran besar yang dinamis akan mengondisikan kita untuk terus merasa perlu untuk secara konsisten memperbaiki kualitas diri.

Oleh karena itu sahabat, melalui tulisan ini saya ingin mengajak kita semua, yang mungkin tanpa sadar masih puas berada dalam lingkaran yang kecil, mari keluar dan ciptakan lingkaran yang lebih besar! Hadiri majlis-majlis ilmu yang tersedia.. kembangkan orang lain.. bangun networking pembelajar sejati.. yang tidak pernah lupa mengembangkan diri sembari membangun sesama. Ubah mindset berpikir kita.. inilah saatnya untuk lebih proaktif meraih harapan dan kesempatan untuk menjadi jauh lebih besar dan jauh lebih baik! Ambillah peluang untuk terus menerus menantang diri kita untuk lebih baik. Jangan pernah takut kalah! Kita adalah pemenang yang belajar dan bangkit dari kekalahan..

"I believe (indeed) that a greatman must always be a great learner, a great teacher, as well as a great disciple!"

wallahu'alam bishshowab

picture taken from http://fun.portal.bg

Peluang ikut Pelatihan Kepemimpinan Nasional! for FREE!


Pendaftaran Training Leadership and Lifeskill Forum Indonesia Muda Angkatan VII

Training Leadership and Lifeskill Forum Indonesia Muda Angkatan VII

“Menyongsong kepemimpinan pemuda: Think Globally, Act Locally”

Apa itu Forum Indonesia Muda (FIM)?

Sebuah forum independen yang beranggotakan pemuda dan mahasiswa dari berbagai aktivitas, universitas maupun lembaga kepemudaan, dari seluruh Indonesia; dari Aceh sampai Papua dengan cita-cita bersama membangun bangsa dengan semangat kontribusi bersama. Forum ini sebagai sarana peningkatan kompetensi pemuda dan mahasiswa dalam rangka menyiapkan pemimpin masa depan dan wadah silaturahmi untuk membangun kontribusi bersama.

Siapa saja alumni Forum Indonesia Muda ?

Pemuda dan mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan latar belakang minat dan aktivitas: pendidikan, kerelawanan, pemberdayaan masyarakat, lingkungan, sosial politik ekonomi, dan lain-lain.

Ingin bergabung bersama Kami???

Persyaratan Calon Peserta :

1. CV lengkap dengan menggunakan format yang terlampir disini
2. Surat rekomendasi resmi dari organisasi (organisasi tidak dibatasi dari latar belakang tertentu; dapat berupa organisasi mahasiswa/LSM/Karang taruna/dll)
3. Sebuah Essay dengan tema “aku untuk bangsaku”, yang mencakup:

a. sebaiknya menceritakan tentang tiga hal:

  • Aktivitasku dimasyarakat (LSM, Kemahasiswaan, kelurahan, tempat ibadah, dll)
  • Visi besar untuk Indonesia dan apa yang sudah dilakukan untuk mengarah kesana
  • Ide konkrit yang bisa dilakukan untuk pengembangan wilayah/daerah sekitar tempat tinggal

b. penulisan sesuai dengan teknis:

  • Format kertas A4, huruf Arial 11pt., 1.5 spasi, batas margin atas& kiri 4 cm dan bawah& kanan 3 cm, dalam aplikasi Microsoft Word 2003.
  • Panjang essay minimal 3 halaman penuh dan maksimal 5 halaman penuh, tidak termasuk gambar atau halaman judul (bila ingin menyertakan)
  • Ketik judul essay di dalam batas margin dengan letak di tengah atas dan jarak antara judul dan teks adalah 3 spasi, huruf judul Arial 14 pt bold.
  • Nama dan instansi diketik di bagian header kanan atas pada setiap halaman essay.

Persyaratan Pendaftaran dikirimkan ke:
email: forumindonesiamuda@yahoo.co.id

Pengiriman dokumen pendaftaran paling lambat: 31 Maret 2009, pukul 18.00 WIB
Pengumuman 100 peserta terpilih: 13 April 2009
Pelatihan FIM 7: 30 April-3 Mei 2009

Contact person: Fitrasani (085220331070)
Ivan Ahda (08818112850)


Info lebih lanjut bisa buka http://forumindonesiamuda.wordpress.com atau klik aja dari "recommended sites di sebelah kanan layar blog ini" : Forum Indonesia Muda


Monday, March 09, 2009

Peluang Seminar International Gratis ke Luar Negeri!

bismillah...

Kawan-kawan, berikut ada info yang cukup menarik untuk diikuti.. terlebih bagi kawan-kawan yang tertarik dengan isu ekonomi atau kebijakan publik yang berkaitan dengan "Resesi Ekonomi Global". Kalo kawan-kawan lulus seleksi, bisa diberangkatkan ke beberapa negara loh! termasuk Amerika dan Vietnam kalo ga salah.. Persyaratannya juga ga terlalu neko-neko. APPLICATION DEADLINE: 1 APRIL 2009. Saya lagi pasang kuda2 juga nih=b kalo Singapura ga lolos, mungkin saya mau coba ikut daftar juga program ini. Mungkin kita bisa berangkat sama-sama kawan2=D Mangga di bawah ini infonya:

The 19th New Generation Seminar

"The Global Economic Crisis: Impacts and Responses in Asia"

October 4-18, 2009

Honolulu, Hawaii; Seoul, Korea; Hanoi, Vietnam

Now accepting applications for the 2009 Program. Deadline: April 1

Each year the East-West Center invites rising young leaders from the United States and Asia Pacific to participate in The New Generation Seminar (NGS), a two-week intensive educational, dialogue and study tour travel program. The program is developed around a thematic focus and provides participants with an opportunity to strengthen their understanding of Asia Pacific-U.S. developments and challenges, build a regional network and to become leaders with a more international perspective. The first week of the program is held in Hawaii. In discussions with East-West Center researchers, other experts in the Hawaii community and one another, participants are introduced to key regional policy issues such as international relations, security, economics, population, health and environment. The second week involves field travel to either the United States or Asia Pacific for exploration of the program theme.

2009 Theme: "The Global Economic Crisis: Impacts and Responses in Asia"

The world is facing what may be the first truly global economic crisis. The financial meltdown that began on Wall Street has become a crisis that reaches deep into the globally integrated financial and trading systems, posing very serious challenges for countries around the world. Asia’s vastly diverse economies have experienced the fallout in different ways, all of which are testing political, economic and social structures across the region.

The 19th New Generation Seminar will provide an opportunity for policy and decision-makers from Asia Pacific and the United States to develop a comprehensive perspective of how the financial crisis is affecting regional economies, how countries are responding nationally, and what countries are doing together. Participants will travel to Korea and Vietnam to compare the challenges and policy responses in two Asian countries representing different stages of economic development and different political systems. In Korea participants will examine how the crisis has affected a newly industrialized economy that has been one of Asia’s success stories since the 1997 Asian financial crisis. Vietnam offers a view of the impact on an emerging economy that has had the second highest growth rate in Asia for several years, but still remains a developing nation. Meetings and visits will expose participants to a wide range of perspectives from government, private sector, labor, academia, civil society and the media to better understand the causes, consequences and future implications of this unprecedented challenge to the global economy.

For full information about the NGS please download the 19th NGS Background Summary

Who Can Apply

The New Generation Seminar involves 12-14 participants aged mid-20’s to late 30’s, approximately 8-10 from Asia Pacific and 4 from the United States. The program seeks to engage “communicators” and “leaders,” those individuals who are in a position to shape and influence policy and decision-making in their countries, regions or local communities. Primarily these leaders will be involved in political processes. Past participants have included members of national, state or provincial government assemblies or ministries, young mayors or governors, city council members, up and coming members of political parties, leaders of political party youth wings, political advisers and other elected officials. The NGS also includes leaders from civil society organizations, media, business and law. The program is geared toward professionals working outside of academia.

The strongest candidates for the program will be:

· Working professionals in their mid-20s to late 30s;

· Political and community leaders or communicators with broad-based policy knowledge and influence;

· Individuals with limited opportunity for international travel;

· Fluent in English.

Candidates need not be specialists in the program theme; indeed, as stated above, we prefer candidates with broad based policy profiles who could benefit from deepening their understanding of the current economic crisis.

How to Apply

Participation in the New Generation Seminar is a competitive process. Nominations are received from a variety of U.S. and Asia Pacific organizations and qualified individuals are welcome to submit applications on their own. The applications and nominations are reviewed by an East-West Center Selection Committee, which makes the final selection of candidates.

To apply, please submit the following:

· The Application Cover Sheet (Click here to download. You may type directly into this Word document).

· A brief written statement about why you wish to participate in the 19th New Generation Seminar (not more than one typewritten double-spaced page, please). In responding please consider what you feel that you can contribute to the program and what you hope to gain from participating given your current leadership positions/roles, especially with regard to this year’s program theme.

· One-paragraph professional biography summarizing your current work and highlighting your leadership experience and those aspects of your resume you think are most important for the selection committee.

· Copy of resume to include professional and educational background.
Resume or CV should clearly indicate years and type of education, title of position held, name of employer, dates spent at each position, and most importantly a brief outline of specific responsibilities or accomplishments in each position.

· Two (2) letters of professional recommendation on official letterhead with current contact information for each person writing a recommendation.

For a printed summary of the application requirements, please download the Application Instructions and Cover Sheet.

APPLICATION DEADLINE: APRIL 1, 2009

You may send applications via:

E-MAIL: ngs@eastwestcenter.org

FAX: (808) 944-7600

POST: New Generation Seminar, East-West Seminars
East-West Center, 1601 East-West Road, Honolulu, Hawaii, 96848-1601, USA

For questions or confirmation of receipt, please contact:

TEL: (808) 944-7682

We will confirm receipt of the application within 5 working days. If you do not hear back from us, please follow up.

Applications must be received at the East-West Center by the application deadline in order to be considered.

You will be notified of the results by June 15, 2009.


info lengkap dapat dilihat di: http://www.iief.or.id (pilihan strata non-gelar)


Saya akan sangat senang sekali kalau ada di antara kawan-kawan yang berhasil lulus ikut program ini sehingga bisa lebih banyak berkontribusi bagi diri, keluarga dan masyarakat ini. Mari tumbuh bersama kawan! Sukses!


Quote of The Day :

"Mantapkanlah diri untuk mengakui kealfaan diri saat kritikan tajam datang menyapa.. terasa berat,namun sesungguhnya meringankan!"

Label Cloud


 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips