Wednesday, August 08, 2012

Lailatul Qadar: Seribu Malam, Secangkir Kopi atau Sekarung Durian


Saya tertegun menyimak pernyataan salah seorang penceramah tarawih di masjid kampus Unsyiah tadi malam, “Di bulan ini, saya sudah dapat tiga kali Lailatul Qadar”. Lailatul Qadar lumrah menjadi tajuk utama di hari-hari terakhir bulan Ramadhan. Tak terkecuali tahun ini. (Sebagian) umat muslim di Banda Aceh tampak bersiap-siap untuk meramaikan masjid dengan beritikaf bersama dengan para pemburu ‘lailatul qadar’, sementara sebagian lainnya secara konsisten sejak awal bulan bergabung dalam ‘jamaah kupi’ meramaikan sejumlah kedai kopi yang terdapat di berbagai pelosok kota.   
Kembali ke cerita Lailatul Qadar tadi, sang penceramah melanjutkan bahwa salah satu berkah ‘Lailatul Qadar’ yang beliau dapatkan berupa “kiriman buah durian dari keluarga di kampung”. Saya semakin bingung, bagaimana mungkin malam ‘Lailatul Qadar’ yang konon lebih baik dari seribu bulan menjadi sama nilainya dengan sekarung durian dari kampung. Ternyata beliau berpendapat bahwa malam ‘Lailatul Qadar’ yang diperoleh oleh setiap individu dapat berbeda-beda tergantung amal ibadahnya. Para ‘jamaah warung kupi’, misalnya, mustahil memperoleh sebuah lailatul qadar yang nilainya lebih dari secangkir kopi dan obrolan lepas malam , kecuali mulai bergegas menghentikan aktivitas malamnya di warung kopi, menahan diri untuk berhenti menonton pertandingan bola olimpiade, dan mulai menyengaja pergi ke masjid-masjid tempat itikaf digelar. Semakin rendah kualitas amalan kita, maka semakin rendah pula nilai lailatul qadar yang mungkin kita peroleh di bulan ini. Waktunya introspeksi diri, seberapa baik kualitas amalan kita di bulan Ramadhan tahun ini. Sudahkah kita menemukan kenikmatan, melarutkan diri dalam berbagai aktivitas ibadah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada sang Ilahi Rabbi. Bila dirasa belum, masih ada waktu lebih kurang sepuluh hari untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan berbagai amunisi yang diperlukan, bergabung dalam tim pemburu seribu bulan.
Sejauh-jauh kita merantau, tentu  tiada yang lebih nikmat daripada ber-ramadhan di kampung halaman sendiri. Namun demikian, para perantau tentunya insya Allah memperoleh ganjaran yang lebih atas jerih payahnya mengelola diri untuk konsisten dalam amal kebaikan, menahan rindu sejenak dari sanak famili tercinta. Semoga berkah segenap langkah kita, di mana pun kita berada. Amiin..
Tidak ada pilihan bagi kaum muslimin di Indonesia, lailatul qadar yang dipercayai oleh banyak orang memiliki probabilitas yang besar terjadi pada malam-malam ganjil, selain harus bersiap-sedia menggarap kesepuluh hari yang tersisa. Karena malam genap versi pemerintah (NU), menjadi malam ganjil versi Muhammadiyah., dan sebaliknya malam genap versi Muhammadiyah, menjadi malam ganjil versi pemerintah (NU). Jadi, bersuka citalah meramaikan sepuluh malam terakhir guna memantaskan diri tuk memperoleh sebuah malam yang betul-betul bernilai malam seribu bulan. 
Semoga dapat menjadi pengingat khususnya bagi saya pribadi, maupun sahabat sekalian para muslimin muslimat yang tengah berbenah diri, memperbaiki kualitas diri. Wallahualam bish shawab.

Salam hangat dari Banda Aceh,
22 Ramadhan 1433 H


Picture is taken from paktam9788.blogspot.com
       

2 opini dari pembaca:

jaharuddin.blogspot.com said...

sebuah pencerahan baru...
salam hangat dari Hannover....:)
jahar

Anonymous said...

patriot officer ofac interdiction software http://buysoftwareonline.co.uk/it/product-36916/TuneUp-Utilities-2012-12-0 actinic software [url=http://buysoftwareonline.co.uk/de/category-100-109/Antivirus-and-Sicherheit?page=3]metal building design software downloads[/url] siness contact management software
[url=http://buysoftwareonline.co.uk/product-37092/Mask-My-IP-2-2]Mask My IP 2.2 - Software Store[/url] super sim 16 in 1 software
[url=http://buysoftwareonline.co.uk/es/product-34599/Adobe-Dreamweaver-CS5-5][img]http://buyoem.co.uk/image/4.gif[/img][/url]

How many days I have lived?

Quote of The Day :

"Mantapkanlah diri untuk mengakui kealfaan diri saat kritikan tajam datang menyapa.. terasa berat,namun sesungguhnya meringankan!"

Label Cloud


 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips