Sunday, April 26, 2009

"Antara Roti dan Sejumput Asa" (Part 2)


"Dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya..." Qur'an Surat 5:32


Bada shalat isya tadi malam, Allah mempertemukan kami kembali..
Dan kini saya mendapati namanya: Muhammad. Kali ini ia bertutur lebih banyak.. Tentang cita, tentang keluarga,tentang hidup, tentangnya.

Mas Muhammad adalah seorang pemuda yatim piatu, lulusan salah sebuah madrasah aliyah di pemalang, jawa tengah enam tahun yang lalu. Usia kami sebaya, tahun ini menginjak usia 24 tahun. Yang membedakan kami hanyalah bahwa saya menemukannya sebagai seorang pemuda yang jauh lebih baik daripada saya. Allah memberikannya keistimewaan yang mungkin tidak diberikan kepada kebanyakan hambaNya. Keistimewaan untuk tidak pernah berputus asa.. tidak pernah mengenal kata menyerah.. dan tidak pernah berburuk sangka terhadap sang Pencipta.

Ia datang ke jakarta dan mulai mencari sesuap nasi dengan bekerja sebagai seorang tukang cuci piring di sebuah restoran milik seorang manado di Kali Malang. Bisa dikatakan bahwa ia adalah karyawan kesayangan sang pemilik restoran. Betapa tidak, sang majikan pun sampai meneteskan air mata ketika sahabat baru saya ini menyatakan bahwa ia ingin berhenti bekerja dan pulang kembali ke kampung. Mungkin sang majikan melihat satu hal yang sama dengan saya pada dirinya: Keistimewaannya! Namun, ia kini lebih jujur menceritakan kepada saya perihal alasan dibalik keputusannya untuk berhenti bekerja sebagai seorang pencuci piring. Ia risih karena kedua telapak tangannya seringkali diliputi semacam lendir yang berasal dari minyak babi. Maklum, restoran tempatnya berjualan memang memiliki sajian andalan dengan menu utama yang terbuat dari babi. Ia seringkali muntah karenanya. Ada faktor psikosomatis mungkin, mengingat babi adalah makanan yang tergolong haram bagi umat muslim.

Sejak memutuskan untuk berhenti, ia pernah merasakan kesulitan menemukan sesuatu untuk dimakan. Beliau bertutur bahwa ketika itu yang beliau lakukan adalah menyendiri ke masjid dan memperbanyak tilawah (bacaan quran).. Beliau yakin, bahwa Allah akan senantiasa mengasihi hambaNya yang dekat. Dan keajaiban pun terjadi tepat ketika perutnya sudah tidak sanggup lagi menahan lapar, dan memutuskan untuk berkunjung ke salah satu warteg terdekat. "Ah, makannya hutang dulu..", pikirnya. Namun, apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Sang empunya warteg, perantau asal lampung justru menggratiskan makanannya! sekali.. dua kali.. dan setiap kali ia datang, sang pemilik warung nasi tidak pernah meminta bayaran sepeser pun. Bahkan kini ia mengaku sudah dianggap sebagai adik sendiri oleh sang malaikat pemilik warung tersebut (Allahu yarham.. amin). Hingga suatu saat ia diperkenalkan kepada seorang pemilik usaha roti dan dipekerjakan sebagai seorang penjual roti di daerah srengseng sawah, dekat rumah tinggal saya.

Sepeda rotinya, sangatlah klasik. Sejenis dengan sepeda milik ustad oemar bakri dalam lagu bang Iwan Fals. Berwarna hitam, dengan sebuah kotak besi di belakangnya. Modal dari bos roti. Ia berjualan dua kali sehari: dari pukul 5 pagi hingga pukul 7 pagi.. kemudian dari pukul 5 sore hingga pukul 7 malam. Jaringan konsumen langganan yang telah ia miliki, membuat ia cukup bekerja selama 4 jam per hari. Sisa waktu yang tersisa inilah yang ingin ia optimalkan sebagai momen untuk belajar lebih giat menembus seleksi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Indonesia, depok. Ia membutuhkan sebuah kampus negeri, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari areanya berjualan roti, dengan biaya yang terjangkau.

Keinginannya yang terakhir inilah yang membuat saya sedikit khawatir.Terlebih di era BHP semacam ini. Namun, saya pikir tidak ada yang tidak bisa selama senantiasa giat berupaya dan berdoa! Plus, bantuan dari para aktivis mahasiswa! Inilah kombinasi strategi efektif hadapi BHP: berupaya, berdoa, plus sedikit 'pressure' dari mahasiswa=b

Namun, kenyataan yang ada semakin menantang saja.. Berdasarkan brosur yang ia dapatkan dari hasil berkunjung dua kali ke rektorat UI, saya mendapati bahwa ia tidak memenuhi syarat untuk mengikuti SPMB, UMB ataupun berbagai jalur khusus berprestasi yang ditawarkan oleh UI. Terutama terkendala karena ia sudah melebihi rentang tahun kelulusan yang diperbolehkan.Satu-satunya peluang jalur yang terbuka untuknya hanya 1: "Jalur Paralel". Baru sampai situ yang saya tahu..

Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya berharap ada kawan-kawan yang bersedia membantu Mas Muhammad untuk mewujudkan mimpinya berkuliah di UI. Terutama kawan-kawan dari UI. Adakah yang siap turun tangan untuk membantu beliau? Saya sudah mencoba menghubungi adik sepupu saya di FE UI. Beliau bilang ada kegiatan dari Dept Pengmas (Pengabdian Kepada Masyarakat) BEM FE UI yang memberikan latihan soal menghadapi ujian masuk UI bagi anak-anak SMA yang kurang mampu. Namun, sepertinya kini sudah berada di akhir program. So, I need your help guys!

Sejauh ini menurut hemat saya, yang ia butuhkan terkait dengan TIGA hal:
1) INFORMASI YANG TEPAT MENGENAI "JALUR PARALEL" yang tersedia di UI
(inc. Bagaimana prosedur & persyaratan pendaftarannya, kapan harus mendaftar dan materi apa saja yang akan diujikan dalam seleksi tes masuknya)
2) PENDAMPINGAN BELAJAR SBG PERSIAPAN MENGIKUTI TES MASUK UI
(inc.mahasiswa pendamping belajar dan soal-soal)
3) ADVOKASI KERINGANAN BIAYA STUDI
(inc. pendampingan untuk melengkapi berbagai persyaratan yang diperlukan hingga 'goal'
mendapatkan keringanan, bahkan bila memungkinkan pembebasan biaya kuliah)

sebagai info tambahan, beliau tertarik untuk kuliah di Fakultas Ekonomi (Jurusan Ilmu Ekonomi atau Akuntansi) dan Fakultas Sastra (Jurusan Sastra Inggris).

So, any suggestion? Bantu saya untuk membuktikan bahwa seorang penjual roti bisa masuk UI!

"Sungguh sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat
bagi sesamanya!"
(Alhadits)

Friday, April 24, 2009

Antara Roti dan Segenggam Asa..

Pagi ini rumah saya kedatangan tamu istimewa. Seorang pemuda yang memiliki optimisme yang luar biasa! Ia mungkin tidak seperti pemuda kebanyakan, yang terlahir ke dunia dalam kondisi serba ada. Ya.. minimal, tidak seperti kebanyakan kita (termasuk saya) yang tidak pernah berpikir panjang untuk memikirkan akan makan apa esok hari. Sorot matanya tajam, wajahnya cerah, dengan optimisme yang luar biasa! lengkaplah sudah.

Saya memang tidak terlalu banyak mengenalnya, namun pada beberapa kesempatan ketika saya mudik ke rumah, saya mendapatinya berdiri di depan pagar rumah, tersenyum menawarkan jajanannya. Saya belum pernah tau betapa istimewanya ia, hingga pagi hari ini. Ia datang ke rumah untuk meminta seberkas doa dari bapak saya. Seberkas doa sebagai dukungan moril untuk mengumpulkan butir-butir asa untuk kembali meraih mimpi besarnya: duduk di bangku kuliah sebuah perguruan tinggi ternama!

Dengan semangat ia berkata, "Saya mau pulang kampung ke Pemalang, Pak! Mau melegalisir ijazah aliyah saya! Melengkapi berkas dokumen sebagai prasyarat untuk mengikuti SPMB. Mohon doanya, pak!", sayup-sayup saya mendengar lantunan semangat lisannya di teras rumah saya. "Saya mau coba daftar di jurusan Akuntansi UI, pak! jadi siangnya saya bisa tetap jualan roti!", lanjutnya. "Kamu sebaiknya jangan di jurusan akuntansi, jadwalnya padat! kamu masuk jurusan matematika saja! supaya ilmunya bisa dipakai untuk kamu jualan!", tanggap bapak saya. "Ah, ada-ada saja.. Kalau memang dia sukanya pada akuntansi, mengapa harus dilarang?", gumam saya dalam hati.

Setelah menolak dengan halus hadiah roti yang ingin sang pemuda berikan sebagai bentuk ucapan terima kasih, bapak saya kembali masuk ke dalam rumah. Beliau tersenyum dan berkata kepada saya, "Hebat juga dia! Tukang roti tapi memiliki semangat untuk menjadi Mahasiswa UI!". Saya teringat gumaman saya dan berkata, "Kenapa dilarang masuk akuntansi UI?". Bapak saya menjawab singkat, "Dia tadi megang buku matematika! Jualan roti, sambil belajar matematika!". Ah, ada-ada saja! Menyesal tadi saya tidak ikut nimbrung ngobrol bersama sang tamu istimewa.

Saya berdoa semoga Allah mudahkan langkahnya untuk mewujudkan mimpinya dan menjadi mahasiswa yang menghadirkan kebahagiaan bagi dirinya, keluarganya dan orang-orang di sekitarnya yang bangga akannya. Seperti saya=D

Omong-omong, adakah kawan yang bisa membantunya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian SPMB? Semoga!

picture taken from: http://www.explorex.net

"MENAKAR KEKUATAN PARTAI POLITIK BESAR JELANG PILPRES 2009"

Kondisi absurd dalam geliat manuver koalisi partai-partai besar di Indonesia menuju pemilihan kursi RI-1 & RI-2 bulan Juli mendatang, merupakan waktu yang tepat bagi kita untuk mengetahui kekuatan sebenarnya dari partai-partai besar. Mengapa? Karena dalam posisi kritis seperti inilah (yang berkaitan dengan kekuasaan), keluarlah tabiat dasar sesungguhnya dari para penggerak partai!

Momentum ini adalah kesempatan yang sangat tepat (bagi masyarakat) untuk mendapatkan gambaran yang memadai mengenai KESOLIDAN SDM INTI PARTAI (baca: KESOLIDAN INTERNAL PARTAI) sekaligus KEJELASAN VISI KEKUASAAN (baca: PRIORITAS AGENDA BILA BERKUASA) dari partai-partai besar. Dua hal inilah yang menurut penulis merupakan dua indikator yang sangat signifikan dalam mengukur keterandalan sebuah partai politik dalam mewujudkan kekuasaan yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat banyak.

Hukumnya sederhana saja:

KETIDAK SOLIDAN SDM INTI PARTAI terhadap kebijakan formal partai (terlihat dari banyaknya perpecahan di dalam tubuh partai) mengindikasikan bahwa sebuah partai "BELUM SIAP UNTUK MEMIMPIN NEGERI!" mengapa? sederhana saja, bagaimana mungkin bisa optimal memberikan kebermanfaatan bagi rakyat banyak bila untuk mengatur dirinya sendiri saja belum mampu??

VISI KEKUASAAN YANG TERLALU MENGAMBANG dan TERLALU NORMATIF mengindikasikan bahwa sebuah partai tidak memiliki gagasan yang aplikatif terhadap berbagai permasalahan bangsa! Sebagai warga negara yang optimis, kita boleh saja berbaik sangka bahwa (mungkin) ada sedikit fungsionaris partai yang memiliki kompetensi untuk menyumbangkan sumbangsih gagasan yang solutif bagi bangsa, namun tidak ada pengaruhnya sama sekali bila ide dan gagasan brilian tsb hanya "membeku di kepala"! Inilah kejahiliahan model baru: kebodohan yang dikemas dalam kepala kecerdasan! Jadi bagi partai yang seperti ini, jangan salahkan bila partai anda diberi label besar-besar sebagai PARTAI YANG TIDAK KOMPETEN!

Mengacu kepada dua poin utama yang saya kemukakan di atas, marilah kita mulai melihat kondisi & realita terkini dari partai-partai besar yang ada saat ini. Inilah analisa sederhana saya menyangkut kondisi partai-partai besar dewasa ini.

Pertama, KESOLIDAN INTERNAL PARTAI. Secara umum, (hingga saat ini) saya melihat bahwa partai-partai besar belum memiliki kesolidan internal partai yang memadai!

Kita lihat bagaimana PAN (terindikasi) terpecah akibat manuver Amien Rais yang mengumpulkan fungsionaris partai tanpa persetujuan Sutrisno Bachir, kemudian GOLKAR yang semakin terlihat kurang harmonis dengan adanya "pertemuan tandingan" yang dimotori oleh Akbar Tanjung tepat ketika Rampinassus partai Golkar yang dipimpin JK berlangsung, PKB sempat diwarnai dengan perseteruan antara Muhaimin & Gusdur beberapa waktu lalu, PPP dengan perseteruan antara Suryadarma & Bachtiar Cahmsyah yang dirasionalisasi sebagai 'miskomunikasi' tingkat elite, DEMOKRAT sempat diterpa angin kurang sedap antara ketua dewan pembina dengan wakil ketua dpp, potensi ketidakharmonisan diprediksi bertambah besar seiring dengan terlalu dominannya peran ketua dewan pembina dibandingkan ketua umum partai tsb). Kesolidan PKS, meskipun tergolong sepi dari isu perpecahan internal, masih perlu diuji kembali mengingat masih beragamnya nada dari para elite kadernya dalam memberikan statement terhadap arah koalisi, sedangkan PDIP pun saya nilai memiliki potensi ketidakharmonisan mengingat adanya historis pecahan kader inti PDIP yang membuat partai baru.

Saya pikir,"ketidakharmonisan" perlu dibedakan dengan "dinamika pendapat/gagasan". Perbedaan dari kedua terminologi ini adalah pada ketepatan waktu/situasi & efeknya terhadap perbaikan partai.Artinya, dinamika pendapat yang sehat tidak akan berujung pada ketidakharmonisan hubungan antara individu partai, terlebih antara seorang significant person di dalam partai dengan significant person lainnya di dalam partai tsb, yang membawa pada penurunan kualitas partai!. Dinamika pendapat dapat terjadi pada waktu & situasi dimana individu partai berada pada sesi brainstorming atau sharing, namun bukan pada sesi pengambilan sikap final partai! Ketika sikap final partai (setelah menampung berbagai dinamika pendapat yang ada) memutuskan bahwa sikap partai adalah A, maka seluruh fungsionaris partai mampu bersikap dewasa dan mengatakan A!! itulah makna soliditas.

Kedua, KEJELASAN VISI KEKUASAAN (Prioritas Agenda bila Berkuasa). Menurut hemat saya, belum ada satu partai pun yang memberikan sosialisasi yang memadai mengenai poin ini!

Masyarakat selayaknya berhak mendapatkan porsi yang lebih memadai mengenai VISI KEKUASAAN dari partai-partai besar yang berpotensi memegang kekuasaan. Namun sekali lagi, bukan slogan atau obrolan-obrolan normatif yang mengambang!

Partai diharapkan mampu untuk memaparkan suatu gagasan yang SOLUTIF, SEDERHANA & NYATA. SOLUTIF berarti memberikan jawaban yang terukur & realistis terhadap penyelesaian masalah strategis bangsa, SEDERHANA berarti applicable dan terpaparkan dengan jelas sehingga memungkinkan terjadinya fungsi controlling yang optimal dari publik, sedangkan NYATA berarti sesuatu yang bukan bualan atau angan-angan yang berpotensi untuk segera dilupakan, langsung dapat mulai diaplikasikan sejak hari pertama berkuasa (tanpa menafikan konsep gradualitas dan kontinuitas) dan memiliki jaminan sosial terhadap terlaksananya gagasan tsb!

Selaras dengan konsep KONTRAK SOSIAL, maka sesungguhnya kekuasaan itu pada hakikatnya adalah sesuatu yang dipercayakan oleh rakyat kepada seorang pemimpin yang amanah, sehingga (kekuasaan tsb) dapat ditarik kembali bila sang pemimpin kelak mengkhianati nilai-nilai kebenaran & merugikan kepentingan masyarakat!

Di poin inilah seharusnya lembaga mahasiswa, semisal BEM SE-INDONESIA memiliki tanggung jawab besar!! Bagaimana untuk membantu mengondisikan agar rakyat bisa mengenal lebih banyak terhadap pemimpinnya. Bukan sekedar menjadi pengamat pasif yang hanya bisa memberikan statement terhadap perilaku politisi!! Lebih dari itu, BEM SE-INDONESIA diharapkan mampu untuk mewujudkan TRUST dan OPTIMISME rakyat Indonesia terhadap keberlangsungan bangsa ini ke depan! Ayo bangun dan tunjukkan geliatmu kawan!

Saya mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan momentum ini sebagai momentum untuk menemukan kembali ISLAND OF INTEGRITY (baca: Titik Awal Perbaikan) yang telah lama hilang dari dunia perpolitikan kita. Inilah waktunya untuk kembali menciptakan optimisme baru akan kondisi bangsa yang lebih baik!

Siagakan mata, telinga dan hati kita! Berdasarkan dua indikator tadi, nyatalah bahwa hingga kini PARTAI-PARTAI POLITIK BESAR TERBUKTI BELUM MAMPU MENUNJUKKAN KESIAPANNYA UNTUK MEMIMPIN NEGERI!!

Semoga tulisan ini sedikit banyak dapat menjadi alat bantu untuk menoropong absurditas kondisi perpolitikan bangsa kita secara lebih proporsional! amin.


picture taken from: http://media.photobucket.com


Meredefinisi Makna Jahiliah


"Sungguh simpul ikatan Islam akan pudar satu-persatu manakala orang di dalamnya tumbuh tanpa mengenal jahiliah!"
(Umar Ibn Khattab RA)

Bagi siapa pun yang mengenal sosok Al-Faruq (demikian julukan yang diberikan kepada Umar RA) tentunya meyakini bahwa beliau bukanlah sosok yang gemar mengumbar ucapan sembarang ucap. Terlebih karena beliau adalah seorang amirul mu'minin yang memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab atas segala perangainya, termasuk lisannya.

Ucapan beliau yang saya kutip di atas, nampaknya masih sangat relevan sebagai sebuah pengingat bagi kita dalam berinteraksi dengan kondisi kekinian umat Islam masa kini.

Dari quote tsb, sekilas kita bisa menangkap sebuah pesan penting bagi tiap insan muslim, khususnya para pemuda Islam, untuk menyadari urgensi dari "mengenal jahiliah" sebagai langkah awal untuk menahan diri dari segala bentuk kejahiliahan masa kini. Alfahmu qobla amal; pemahaman (dahulu) sebelum beramal. Benarlah perkataan salah seorang sahabat; "alangkah berbahayanya bila semangat keislaman kita yang menggebu-gebu, tidak dibingkai oleh pemahaman yang memadai!".

Apakah kiranya kesan yang muncul secara spontan dalam benak kita ketika mendengar kata "Jahiliah"? Kemungkinan besar kesan yang timbul berkisar pada kata-kata semisal: kebodohan, keterbelakangan, ketidakmampuan, ketidaktahuan, dsb. Memang kesan-kesan tsb tidak jauh dari makna bahasa "Jahil" yang berarti: bodoh. Namun, satu hal yang sangat penting untuk kita pahami bersama adalah bahwa "Jahiliah tidak selalu identik dengan kebodohan, keterbelakangan, ketidakmampuan ataupun ketidaktahuan!"

Bila kita coba mengingat kembali sosok "Tokoh-Tokoh Jahiliah" yang terekam dalam sirah, sama sekali tidak ada tanda-tanda "keterbelakangan" dalam diri mereka. Bahkan kita mendapati sebaliknya! kita mendapati mereka sebagai "orang-orang istimewa" di masanya!

Ingatkah kita dengan sosok Amr bin Hisyam yang lebih dikenal dengan nickname Abu Jahal; "Bapak Kejahiliahan"? Beliau adalah seorang pemuka yang memiliki kemampuan baca tulis (kemampuan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang kala itu), seorang hakim yang memiliki kewenangan legislasi untuk memutuskan perkara masyarakat, seorang yang dikenal dengan kelimpahan hikmah yang dimilikinya.

Demikian pula bila kita berkaca kepada sosok Fir'aun dengan kedigdayaan kerajaannya, Qarun dengan kelimpahan hartanya, Bal'am bin Ba'uraa dengan sosok kealimannya, dan lain sebagainya. Namun, terlepas dari semua keistimewaan yang mereka miliki, mereka tetap dicatat dalam sejarah sebagai para Tokoh Jahiliah! Kecerdasan, kekuasaan, keilmuan yang mereka miliki tidak serta merta menjadikan mereka sebagai orang-orang yang menyejarah sebagai "seorang yang mulia", justru sejarah mencatat mereka sebagai orang-orang yang lupa diri!

Oleh karena itu, nyatalah bahwa jahiliah tidaklah selalu tampil dalam 'kemasan' kebodohan. Bahkan kejahiliahan kini bertransformasi menjadi kejahiliahan yang dilakukan oleh orang-orang cerdik cendikia. Inilah jenis Jahiliah yang paling berbahaya! Yakni, orang-orang yang tahu, tapi tidak mau tahu. Orang-orang yang meyakini suatu kebenaran, tetapi senantiasa mencari alasan untuk tidak mengimplementasikan kebenaran tsb. Mereka menjadi menjadi jahiliah, justru setelah mereka mendapatkan ilmu yang memadai atasnya.

Oleh karena itu sahabat sekalian.. Mari kita perbaharui kembali definisi kita mengenai terminologi "Jahiliah" sehingga kita mampu bermawas diri dari segala bentuk kejahiliahan, terutama dari jenisnya yang paling berbahaya: kejahiliahan yang dibungkus dalam berbagai keistimewaan!

wallahua'lam


terinspirasi dari : "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim", Salim A.Fillah

picture taken from: http://www.bukumuslim.com/

Wednesday, April 08, 2009

Doa Kemenangan

Ya Allah, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia

Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya

Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya Allah, perbaiki hubungan antar kami

Rukunkan antar hati kami

Tunjuki kami jalan keselamatan

Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang

Jadikan kami orang muda yang menghormati orang tua

Dan orang tua yang menyayangi orang muda

Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman

Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya Allah, wahai yang memudahkan segala yang sukar

Wahai yang menyambung segala yang patah

Wahai yang menemani semua yang tersendiri

Wahai pengaman segala yang takut

Wahai pengkuat segala yang lemah

Mudah bagimu memudahkan segala yang susah

Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran

Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak

Engkau Maha Tahu dan Melihatnya

Ya Allah, kami takut kepada-Mu

Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu

Jaga kami dengan mata-Mu yang tiada tidur

Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus

Kasihi kami dengan kuadrat kuasa-Mu atas kami

Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami

Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami

Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara

Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami

Ya Allah, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang

Ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami

Ya Allah, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami

Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri

Ya Allah, jadikan kami kebanggaan hamba dan Nabi-Mu Muhammad SAW di padang masyhar nanti

Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu

Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab

Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku, ummatku

Pemimpin bagi para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan

Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera

Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

—————————————————————————————————

“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami,

dan kokohkanlah pendirian kami...” (QS. Al-Baqarah: 250)

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan

di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

(QS. Al-Baqarah : 201)

Amiin Yaa Rabbal’Alamiin********


picture taken from: http://dodiprananda.files.wordpress.com dan http://www.habibieafsyah.com

Thursday, April 02, 2009

re: too serious..


bismillah..

INTERMEZZO

wah, ada kawan yang protes kalau tulisan saya di milis terlalu panjang dan terlalu serius..=b
too long and to serious.. haha..

politik.. politik.. politik.. hidup.. politik lagi..
punten, kok belakangan ini saya jadi politikisasi gini ya..?!=b


Terima kasih atas masukannya.. insya Allah akan saya tanggapi secara proporsional=D

Gw setuju sama ungkapan pada gambar di atas: "Life is much too serious to be taken seriously..". Jangan serius gitu dong!=b Smile=D

Hidup serius! loh?=b

picture taken from http://us.st12.yimg.com

How many days I have lived?

Quote of The Day :

"Mantapkanlah diri untuk mengakui kealfaan diri saat kritikan tajam datang menyapa.. terasa berat,namun sesungguhnya meringankan!"

Label Cloud


 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips