
Posting salah seorang kawan di Milis PPI Jerman ini sepertinya sangat menarik untuk ditelaah.. Rektor menghimbau Professor & Civitas Akademika utk turun ke Jalan? Ini bersejarah ini! Langsung saya taruh di kategori "Gerakan". hehe.. Selamat membaca=D
"Assalamualaikum Wr Wb
Mahasiswa turun kejalan? Biasa.. berita yang cukup sering kita dapati. Bagaimana
dengan berita rektor dan professor turun ke jalan? Ini mungkin berita yang cukup
unik dan luar biasa. Berita ini datang dari negeri rantau Belanda. Reportase ini
diawali dari status fb seorang kawan yang berkuliah di universitas tetangga (TU
Delft) yang menyatakan bahwa rektornya mengajak seluruh professor untuk
berdemonstrasi. Menarik.. Saya beri jempol (namun diri belum sepenuhnya "ngeh",
mengenai berita ini:p)
Setelah saya buka email universitas saya (Uni Erasmus Rotterdam), ternyata saya
juga mendapati tembusan email dari rektor saya yang mengajak para fakultas dan
civitas akademika untuk turun ke jalan pada tanggal 21 Januari depan di Den
Haag. Untuk menyukseskan agenda ini, Sang Rektor membolehkan pembatalan kuliah
pada hari ini. Aksi ini dilakukan berkaitan dengan rencana pemerintah Belanda
untuk memotong anggaran pendidikan sebesar 370 Juta Euro. Hal ini ditengarai
akan memiliki efek yang signifikatif pada kegiatan riset, operasi pendidikan,
dan hajat hidup civitas akademika. Berita ini juga saya temukan di weblink
universitas kota tetangga (Universitas Groningen). (buka url ini)
Sungguh menarik karena Rektor dan Professor yang sering dikiaskan dengan
ketenangan kali ini ikut turun kejalan bersama mahasiswa untuk mengekspresikan
perhatian mereka terhadap rencana pemerintah yang bertentangan dengan nurani
mereka. Untuk kasus tanah air kita, kalau boleh menyusun skala prioritas, tentu
transparansi dan asessment efektifitas penyaluran anggaran pendidikan sebesar
20% APBN menjadi prioritas utama, karena anggaran kecil yang akuntabilitas
dananya jelas sering kali lebih terasa manfaatnya dari anggaran yang besar namun
tidak akuntabel. Semoga alokasi dana sebesar itu dapat dirasa manfaat
kongkritnya bagi seluruh kalangan masyarakat. Amin.
Sekedar berbagi cerita menarik dari rantau. Jadi teringat wejangan dari suatu
buku yang saya lupa judulnya, "Bila civitas akademika dan kaum rohaniwan sudah
akrab dengan kekuasaan maka kehancuran suatu negara adalah resikonya". Bagaimana
dengan negeri kita? hehehe..;) Semoga civitas akademika dan rohaniwan di negara
kita tetap netral dan berkiblat pada kebenaran. Amin. "Semoga Tuhan meridhoi
kita untuk menghamba dan hanya tunduk pada Yang Maha Esa saja". Amin.
Wassalamualaikum Wr Wb
Meditya Wasesa"
sumber: Milis PPI Jerman, tulisan serupa dapat ditemukan juga di / http://meditya-wasesa.blogspot.com/2011/01/rektor-professor-turun-kejalan.html
Gambar berasal dari : http://i.ytimg.com/vi/3e5eUmTyxGE/0.jpg
hari ini saya kembali tersadar bahwa saya harus lebih banyak menulis, berbuat,berbagi dan menerima banyak hal.. semoga blog ini dapat menjadi sarana bagi kita semua untuk lebih berkembang.. selamat membaca!
Tuesday, January 18, 2011
Rektor & Professor Turun Kejalan
tulisan reza fathur at 2:02 AM 0 opini dari pembaca
Kategori : gerakan
Sunday, April 26, 2009
"Antara Roti dan Sejumput Asa" (Part 2)
Bada shalat isya tadi malam, Allah mempertemukan kami kembali..
Dan kini saya mendapati namanya: Muhammad. Kali ini ia bertutur lebih banyak.. Tentang cita, tentang keluarga,tentang hidup, tentangnya.
Mas Muhammad adalah seorang pemuda yatim piatu, lulusan salah sebuah madrasah aliyah di pemalang, jawa tengah enam tahun yang lalu. Usia kami sebaya, tahun ini menginjak usia 24 tahun. Yang membedakan kami hanyalah bahwa saya menemukannya sebagai seorang pemuda yang jauh lebih baik daripada saya. Allah memberikannya keistimewaan yang mungkin tidak diberikan kepada kebanyakan hambaNya. Keistimewaan untuk tidak pernah berputus asa.. tidak pernah mengenal kata menyerah.. dan tidak pernah berburuk sangka terhadap sang Pencipta.
Ia datang ke jakarta dan mulai mencari sesuap nasi dengan bekerja sebagai seorang tukang cuci piring di sebuah restoran milik seorang manado di Kali Malang. Bisa dikatakan bahwa ia adalah karyawan kesayangan sang pemilik restoran. Betapa tidak, sang majikan pun sampai meneteskan air mata ketika sahabat baru saya ini menyatakan bahwa ia ingin berhenti bekerja dan pulang kembali ke kampung. Mungkin sang majikan melihat satu hal yang sama dengan saya pada dirinya: Keistimewaannya! Namun, ia kini lebih jujur menceritakan kepada saya perihal alasan dibalik keputusannya untuk berhenti bekerja sebagai seorang pencuci piring. Ia risih karena kedua telapak tangannya seringkali diliputi semacam lendir yang berasal dari minyak babi. Maklum, restoran tempatnya berjualan memang memiliki sajian andalan dengan menu utama yang terbuat dari babi. Ia seringkali muntah karenanya. Ada faktor psikosomatis mungkin, mengingat babi adalah makanan yang tergolong haram bagi umat muslim.
Sejak memutuskan untuk berhenti, ia pernah merasakan kesulitan menemukan sesuatu untuk dimakan. Beliau bertutur bahwa ketika itu yang beliau lakukan adalah menyendiri ke masjid dan memperbanyak tilawah (bacaan quran).. Beliau yakin, bahwa Allah akan senantiasa mengasihi hambaNya yang dekat. Dan keajaiban pun terjadi tepat ketika perutnya sudah tidak sanggup lagi menahan lapar, dan memutuskan untuk berkunjung ke salah satu warteg terdekat. "Ah, makannya hutang dulu..", pikirnya. Namun, apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Sang empunya warteg, perantau asal lampung justru menggratiskan makanannya! sekali.. dua kali.. dan setiap kali ia datang, sang pemilik warung nasi tidak pernah meminta bayaran sepeser pun. Bahkan kini ia mengaku sudah dianggap sebagai adik sendiri oleh sang malaikat pemilik warung tersebut (Allahu yarham.. amin). Hingga suatu saat ia diperkenalkan kepada seorang pemilik usaha roti dan dipekerjakan sebagai seorang penjual roti di daerah srengseng sawah, dekat rumah tinggal saya.
Sepeda rotinya, sangatlah klasik. Sejenis dengan sepeda milik ustad oemar bakri dalam lagu bang Iwan Fals. Berwarna hitam, dengan sebuah kotak besi di belakangnya. Modal dari bos roti. Ia berjualan dua kali sehari: dari pukul 5 pagi hingga pukul 7 pagi.. kemudian dari pukul 5 sore hingga pukul 7 malam. Jaringan konsumen langganan yang telah ia miliki, membuat ia cukup bekerja selama 4 jam per hari. Sisa waktu yang tersisa inilah yang ingin ia optimalkan sebagai momen untuk belajar lebih giat menembus seleksi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Indonesia, depok. Ia membutuhkan sebuah kampus negeri, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari areanya berjualan roti, dengan biaya yang terjangkau.
Keinginannya yang terakhir inilah yang membuat saya sedikit khawatir.Terlebih di era BHP semacam ini. Namun, saya pikir tidak ada yang tidak bisa selama senantiasa giat berupaya dan berdoa! Plus, bantuan dari para aktivis mahasiswa! Inilah kombinasi strategi efektif hadapi BHP: berupaya, berdoa, plus sedikit 'pressure' dari mahasiswa=b
Namun, kenyataan yang ada semakin menantang saja.. Berdasarkan brosur yang ia dapatkan dari hasil berkunjung dua kali ke rektorat UI, saya mendapati bahwa ia tidak memenuhi syarat untuk mengikuti SPMB, UMB ataupun berbagai jalur khusus berprestasi yang ditawarkan oleh UI. Terutama terkendala karena ia sudah melebihi rentang tahun kelulusan yang diperbolehkan.Satu-satunya peluang jalur yang terbuka untuknya hanya 1: "Jalur Paralel". Baru sampai situ yang saya tahu..
Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya berharap ada kawan-kawan yang bersedia membantu Mas Muhammad untuk mewujudkan mimpinya berkuliah di UI. Terutama kawan-kawan dari UI. Adakah yang siap turun tangan untuk membantu beliau? Saya sudah mencoba menghubungi adik sepupu saya di FE UI. Beliau bilang ada kegiatan dari Dept Pengmas (Pengabdian Kepada Masyarakat) BEM FE UI yang memberikan latihan soal menghadapi ujian masuk UI bagi anak-anak SMA yang kurang mampu. Namun, sepertinya kini sudah berada di akhir program. So, I need your help guys!
Sejauh ini menurut hemat saya, yang ia butuhkan terkait dengan TIGA hal:
1) INFORMASI YANG TEPAT MENGENAI "JALUR PARALEL" yang tersedia di UI
(inc. Bagaimana prosedur & persyaratan pendaftarannya, kapan harus mendaftar dan materi apa saja yang akan diujikan dalam seleksi tes masuknya)
2) PENDAMPINGAN BELAJAR SBG PERSIAPAN MENGIKUTI TES MASUK UI
(inc.mahasiswa pendamping belajar dan soal-soal)
3) ADVOKASI KERINGANAN BIAYA STUDI
(inc. pendampingan untuk melengkapi berbagai persyaratan yang diperlukan hingga 'goal'
mendapatkan keringanan, bahkan bila memungkinkan pembebasan biaya kuliah)
sebagai info tambahan, beliau tertarik untuk kuliah di Fakultas Ekonomi (Jurusan Ilmu Ekonomi atau Akuntansi) dan Fakultas Sastra (Jurusan Sastra Inggris).
So, any suggestion? Bantu saya untuk membuktikan bahwa seorang penjual roti bisa masuk UI!
bagi sesamanya!"
tulisan reza fathur at 10:06 AM 0 opini dari pembaca
Kategori : gerakan
Tuesday, March 24, 2009
Menyikapi Golput..
Fatwa golput MUI memang kurang bijak dari segi “pemilihan bahasa”. Seharusnya tidak berbunyi, “golput itu haram!”. Tetapi, mungkin bisa disederhanakn dengan bahasa yang lebih mudah dicerna. Misalnya, “Dalam pemilu ini, jangan memilih pemimpin yang zalim. Pilihlah pemimpin yang memahami Islam sebagai solusi dan rahmat bagi bangsa kita.”, dsb. Pesannya sampai, tetapi dengan cara yang lebih santun.
Konsep Golput muncul saat zaman tirani suharto sebagai bentuk ekspresi kekecewaan para aktivis yang bosan dengan “monotonisasi politik”, dimana setiap kali pemilu sudah dapat ditebak siapa pemenangnya: Golkar. Jadi sudah tidak lagi menarik.
Namun, menurut saya sikap GOLPUT kini sudah tidak lagi relevan. Dan saya memandang sikap tsb sebagai sikap yang tidak solutif dan tidak memiliki efek jangka panjang. Sekarang pertanyaan saya adlh “kalau seandainya, sebagian besar rakyat Indo GOLPUT, apa kemudian yang akn dilakukan selanjutnya?” (tentunya ketika kondisi tsb terjadi situasi politik di Indo pasti kacau balau, karena tidak adanya kepercayaan masyarkat kepada partai politik) Namun, selanjutnya apa? REVOLUSI untuk mengganti system politik? Konsepnya seperti apa? Dan kita harus menghitung berapa banyak kemunduran yang harus terjadi bila REVOLUSI terjadi karena prinsip revolusi (yang saya pahami) adalah “hancurkan dulu bangunannya kemudian bangun kembali!”. Namun, apa yang kiranya akan terjadi ketika kondisi Negara ini sedang ricuh?Siapa yang akan menjadi korban paling banyak? Adlah keniscayaan bahwa para ahli politik akan menngeluarkan berbagai jurusnya untuk berkuasa. Namun, tentunya (dalam situasi tsb) politik berlaku tanpa adanya peraturan/hukum. Bukan begitu?
Tentunya orang-orang yang dikenal sebagai pencetus golput (selayaknya) juga memiliki metode dan kepentingannya masing-masing. Atau bahkan, mungkin ada di antara para pencetus golput tidak memiliki konsep yang memadai sebagai tindak lanjut golput! Pokoknya yang penting golput. Inikan reaktif namanya. Sebaiknya para pelopor golput ini memaparkan seperti apa langkah selanjutnya setelah golput dilancarkan. Sehingga masyarakat bisa lebih tepat dalm menyikapi anjuran golput yang mereka galakkan.
Oleh karena itu, sampai sekarang saya menganggap bahwa golput itu bukanlah sebuah keputusan yang solutif. Saya memegang prinsip yang diajarkan kaidah Islam, sesuai pemahaman saya, bahwa “menghindari kerusakan adalah lebih utama daripada mengambil manfaat”. Ketika partisipasi dalam pemilu ini masih memiliki harapan akan kondisi bangsa yang lebih baik dan memiliki setidaknya (mungkin) sedikit manfaat, mengapa harus ditinggalkan?
Saya menghormati pilihan politik setiap individu. Namun, saya mengajak kawan2 (terutama aktivis) yang berkeyakinan golput untuk meredefinisi konsep yang mereka miliki tentang bagaimana golput akan berdampak kepada kebaikan Negara dan apa langkah selanjutnya yang akn dilakukan.
Saya meyakini bahwa untuk saat ini fenomena golput tidak dapat dikurangi hingga angka nol, namun saya berharap golput tetap menjadi minoritas selama belum memenuhi dua hal yang saya sebutkan di atas tadi. Wallahua’lam.
tulisan reza fathur at 10:15 PM 3 opini dari pembaca
Kategori : gerakan
Friday, March 13, 2009
Peluang ikut Pelatihan Kepemimpinan Nasional! for FREE!
Pendaftaran Training Leadership and Lifeskill Forum Indonesia Muda Angkatan VII
Diterbitkan Februari 7, 2009 Essay , FIM VIITraining Leadership and Lifeskill Forum Indonesia Muda Angkatan VII
“Menyongsong kepemimpinan pemuda: Think Globally, Act Locally”
Apa itu Forum Indonesia Muda (FIM)?
Sebuah forum independen yang beranggotakan pemuda dan mahasiswa dari berbagai aktivitas, universitas maupun lembaga kepemudaan, dari seluruh Indonesia; dari Aceh sampai Papua dengan cita-cita bersama membangun bangsa dengan semangat kontribusi bersama. Forum ini sebagai sarana peningkatan kompetensi pemuda dan mahasiswa dalam rangka menyiapkan pemimpin masa depan dan wadah silaturahmi untuk membangun kontribusi bersama.
Siapa saja alumni Forum Indonesia Muda ?
Pemuda dan mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan latar belakang minat dan aktivitas: pendidikan, kerelawanan, pemberdayaan masyarakat, lingkungan, sosial politik ekonomi, dan lain-lain.
Ingin bergabung bersama Kami???
Persyaratan Calon Peserta :
1. CV lengkap dengan menggunakan format yang terlampir disini
2. Surat rekomendasi resmi dari organisasi (organisasi tidak dibatasi dari latar belakang tertentu; dapat berupa organisasi mahasiswa/LSM/Karang taruna/dll)
3. Sebuah Essay dengan tema “aku untuk bangsaku”, yang mencakup:
a. sebaiknya menceritakan tentang tiga hal:
- Aktivitasku dimasyarakat (LSM, Kemahasiswaan, kelurahan, tempat ibadah, dll)
- Visi besar untuk Indonesia dan apa yang sudah dilakukan untuk mengarah kesana
- Ide konkrit yang bisa dilakukan untuk pengembangan wilayah/daerah sekitar tempat tinggal
b. penulisan sesuai dengan teknis:
- Format kertas A4, huruf Arial 11pt., 1.5 spasi, batas margin atas& kiri 4 cm dan bawah& kanan 3 cm, dalam aplikasi Microsoft Word 2003.
- Panjang essay minimal 3 halaman penuh dan maksimal 5 halaman penuh, tidak termasuk gambar atau halaman judul (bila ingin menyertakan)
- Ketik judul essay di dalam batas margin dengan letak di tengah atas dan jarak antara judul dan teks adalah 3 spasi, huruf judul Arial 14 pt bold.
- Nama dan instansi diketik di bagian header kanan atas pada setiap halaman essay.
Persyaratan Pendaftaran dikirimkan ke:
email: forumindonesiamuda@yahoo.co.id
Pengiriman dokumen pendaftaran paling lambat: 31 Maret 2009, pukul 18.00 WIB
Pengumuman 100 peserta terpilih: 13 April 2009
Pelatihan FIM 7: 30 April-3 Mei 2009
Contact person: Fitrasani (085220331070)
Ivan Ahda (08818112850)
Info lebih lanjut bisa buka http://forumindonesiamuda.wordpress.com atau klik aja dari "recommended sites di sebelah kanan layar blog ini" : Forum Indonesia Muda
tulisan reza fathur at 1:39 AM 0 opini dari pembaca
Kategori : gerakan
Tuesday, January 13, 2009
sebuah keprihatinan untuk Palestina..
Terus terang saya betul-betul sedang kecewa dengan berbagai pihak yang dulu saya kenal sebagai lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi yang begitu powerful..
Lihatlah bagaimana mereka bereaksi keras terhadap pengembangan nuklir Iran yang hingga kini tidak terbukti dipergunakan untuk kepentingan yang membahayakan bangsa lain..
Lihatlah bagaimana mereka bersikap terhadap Irak dengan dalih adanya pusat pemproduksi senjata biologis yang hingga kini tidak terbukti keberadaannya..
Lihat pula bagaimana mereka menggembar-gemborkan demokrasi di atas segalanya..
Namun, apa yang terjadi kini?
Setelah Israel yang kini secara terang-terangan melakukan "penjajahan" terhadap bumi palestina meluncurkan bom biologis yang sangat membahayakan warga sipil?
Setelah kaum zionis sama sekali tidak menggubris sedikit pun statement Ban-Ki Moon, sekjen PBB?
Ke mana perginya demokrasi yang diagung-agungkan, ketika hanya satu negara yang dipimpin oleh pemimpin yang tidak berprikemanusiaan berhasil menggagalkan resolusi dewan keamanan PBB yang disepakati oleh sebagian besar negara?
Mengapa nuklir Israel sama sekali tidak pernah dikritisi oleh seseorang yang kini masih bungkam dengan "Change We Can"nya?
Lalu kemana gigi runcing kalian ketika truk-truk pengirim bantuan kemanusiaan ditembaki dan telah menewaskan supir di dalamnya?
Bahkan ketika mobil Palang Merah Internasional turut diserang dan berada di bawah ancaman Israel la'natullah alaih?
Wahai Presiden Mesir... apa yang anda lakukan setelah bertubi-tubi Israel menjatuhkan bom di perbatasan negara anda di rafah beberapa ratus meter dari teritori negara anda?
Apakah anda begitu saja menerima permintaan maaf mereka setelah salah satu bom mereka jatuh ke teritori anda?
beruntung Allah masih membiarkan bom tsb tidak meledak setelah menghantam tanah air anda. Tapi apakah hal tsb menutup kemungkinan bahwa sangat mungkin bom-bom lainnya akan kembali jatuh di tanah air anda?
Wahai pemimpin Arab Saudi, mengapa Anda menolak untuk menghentikan pasokan minyak Anda ke Israel sebagai bentuk tekanan bagi mereka untuk berhenti melakukan penjajahan terhadap bumi palestina? Apakah Anda tega, minyak Anda dipergunakan oleh tank-tank dan pesawat tempur untuk menggempur saudara Anda sendiri?
Sungguh ironis, bila Anda mengirimkan bantuan kemanusiaan sementara di sisi lain Anda terus menyuplai bahan bakar bagi mesin monster Israel!
Sekarang, siapa yang patut kita sebut sebagai teroris? apakah Hamas yang secara legal formal telah memenangkan pemilu yang dirancang AS sebagai bagian dari proses demokrasi? atau Israel?
Manusiawikah andaikan negara kita, Indonesia diserang negara tetangga dengan dalih karena kita memiliki satu-satunya pusat peluncur roket sebagai sistem pertahanan kita?
Toh, Singapura, negara kecil yang jauh lebih baik perangkat pertahanannya dari kita tidak pernah mengusik kita dengan serangan militer brutal, bukan?
Semua ada aturannya. Mengapa tidak bagi Israel?
Jadi apa yang bisa kita lakukan, sahabat?
Berdoa memang menjadi salah satu hal penting yang harus senantiasa kita lakukan bagi mujahidin di sana.
Meng-Infaqkan sebagian harta kita mungkin dapat melegakan hati saudara kita di sana.
Demonstrasi damai yang dengan tulus kita lakukan semoga dapat menjadi pressure untuk membuka mata para penguasa yang kini masih tertutup..
Apalagi yang bisa kita lakukan kawan?
Mari selamatkan warga Israel dan warga Amerika dari pemimpin mereka!
Wahai pemuda, mari persiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya.. insya Allah kita akan penuhi bangsa ini dengan orang-orang berkualitas yang memiliki mental tangguh dan nurani yang tulus! amin.
BERGERAK!!
tulisan reza fathur at 11:22 PM 0 opini dari pembaca
Kategori : gerakan
Saturday, November 22, 2008
Hentikan Eksploitasi Pemuda!!
Saat ini kata 'pemuda' memang sedang naik daun. terutama menjelang tahun 2009, di mana Indonesia akan memilih nakhoda kapal selanjutnya yang akan membawa 'kapal Indonesia' selama 5 tahun ke depan. Semua mata kini melirik kepada pemuda, tidak kecuali partai-partai yang kini beramai-ramai memploklamirkan diri sebagai partainya anak muda. Bahkan beberapa 'orang tua' pun ikut-ikutan latah menyebut dirinya sebagai 'pemuda'. tapi bukan itu yang ingin saya bagi dalam tulisan ini.
Saya tertegun ketika menyaksikan sebuah "acara politik" di salah satu stasiun TV di negeri ini. Acara ini menyajikan sebuah suguhan parodi dalam setting sebuah negara yang mirip dengan sebutan bangsa kita Republik Indonesia. Parodi ini menjadi tidak lucu lagi ketika sudah terlalu vulgar menyatakan keberpihakannya kepada pihak tertentu. Ya, memang saat ini sulit bagi kita untuk menemukan media yang tulus dan murni.
Ke'tertegunan' saya berawal ketika saya melihat adik-adik saya (kalau saya boleh sebut demikian) muncul di layar kaca. Lengkap dengan jas almamater biru, tanda bahwa mereka ini seperguruan dengan saya di perguruan tinggi Unpad.
Topiknya kala itu mengusung topik populer yang bertajuk "pemimpin muda". Secara gamblang, acara ini mempromosikan (atau 'mengkampanyekan'?) seorang tokoh muda dari salah satu partai besar di negeri ini. Hanya satu, dan tidak ada tokoh lain yang ditampilkan di dalamnya.
Tokoh ini benar dipromosikan secara ekslusif!! biografi singkat beliau, foto-foto yang diiringi lantunan musik heroik, bahkan lengkap dengan Poster Foto dan Yel-Yel khusus yang dielu-elukan oleh seluruh mahasiswa yang hadir di dalam studio, termasuk adik-adik saya!
Perilaku yang terakhir ini benar-benar membuat saya benar-benar tertegun dan bingung. Mengapa? karena jenis perilaku yang terakhir ini benar-benar tabu dilakukan oleh seorang mahasiswa yang mengenakan jas almamater di tubuhnya!
Bayangkan, beberapa orang adik saya tampak bersemangat dan menampilkan senyuman terbaik mereka ketika kamera kebetulan menyorot tingkah laku mereka yang sedang memegang foto sang tokoh. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Mungkin dengan polos, tanpa banyak pikir; mereka mengikuti saja intruksi yang disampaikan oleh pengarah acara ini dan tanpa disadari mereka telah 'dieksploitasi'!
Sebuah permainan politik media dikemas untuk memberikan sebuah justifikasi bahwa "sang tokoh muda" dicitrakan sebagai tokoh yang didukung kaum muda, secara spesifik 'mahasiswa'!
Saya sama sekali tidak keberatan dengan pilihan politik apa pun yang dimiliki oleh seorang mahasiswa. Adalah hak setiap insan dewasa untuk memiliki kebebasan berpendapat dan berpolitik. Sah-sah saja bila kaum muda, menjatuhkan pilihannya dan memberikan komitmennya pada sebuah partai dengan berbagai motivasi yang mereka miliki.
Namun, apa yang ditampilkan di dalam acara ini benar-benar menyinggung etika tak tertulis yang selama ini dijaga oleh para aktivis kemahasiswaan, terutama ketika mereka menggunakan jas almamater kampus di tubuhnya. Ketika mengenakan jas almamater kampus, tabu hukumnya untuk memberikan dukungan kepada salah satu partai. Mengapa? Hal ini terkait dengan salah satu fungsi mahasiswa sebagai pelaku sosial kontrol yang senantiasa menjadi pengingat bagi para penguasa yang dinilai 'lupa diri'.Tidak pedulo apa pun backgroundnya!
Apa yang terjadi di acara ini, mungkin bukanlah kehendak dari adik-adik saya yang hadir di dalam acara tersebut. Mereka hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pengarah acara. Ketika diminta menyanyi mereka menyanyi, ketika mereka diminta mengelu-elukan salah satu tokoh partai maka mereka pun mengikutinya, 'tanpa pamrih'. Tapi bagaimana dengan sang empunya pemilik acara tsb? mereka telah mendapatkan keuntungan yang luar biasa besarnya, karena politisi yang mereka usung telah mendapatkan citra positif: 'memperoleh dukungan mahasiswa'.
Apa yang terjadi dalam acara-acara semisal ini tidak mungkin terjadi bila para mahasiswa membuka diri untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan politik. Agar tidak mudah terbawa ke mana pun arus membawanya. Saya benar-benar berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali ketika seluruh elemen mahasiswa bersatu padu untuk mengoptimalkan wadah-wadah pembelajaran.
Semoga kejadian ini dapat mendorong para penggiat kemahasiswaan untuk lebih banyak memfasilitasi para mahasiswa di kampusnya untuk mendapatkan lebih banyak bekal pemahaman politik, khususnya di tengah kondisi sosial politik dewasa ini. Memang bukan perkara satu tahun, dua tahun untuk menciptakan wadah diskusi yang ramai dihadiri oleh banyak mahasiswa. Hadirkan kesederhanaan, hadirkan kelapangan dalam setiap diskusi yang dihadirkan. Kini jelas terlihat bahwa begitu banyak mahasiswa yang merindukan tempat mencari ilmu yang nyaman bukan?
Wahai kaum muda, berhentilah menjadi pengikut buta! berhenti mengelu-elukan obama, jadilah dirimu sendiri dan bawalah bangsa ini menuju titik puncak kejayaannya! bergerak!
wallahu a'lam bishshowab
gambar diambil dari http://bp1.blogger.com
tulisan reza fathur at 7:53 PM 3 opini dari pembaca
Kategori : gerakan
Sunday, August 31, 2008
opini saya tentang demonstrasi...
Yang terjadi di negeri kita malah sebaliknya. Dengan becermin pada 2005, pemerintah seolah kebakaran jenggot dengan menaikkan harga BBM konsumsi di tingkat masyarakat. Antisipasinya adalah melakukan program subsidi, itu pun berhasil dalam jangka waktu setahun.
Tangisan masyarakat yang kelaparan menyeruak di berbagai kota, inflasi beranjak naik sementara angka pengangguran mengikuti, pendidikan murah hanya jadi wacana ketika anak-anak putus sekolah mengamen di perempatan jalan. Ironis, sebagian wakil rakyat seolah menyembunyikan batang hidung mereka menandakan krisis kepercayaan terhadap mereka.
Sejalan dengan itu, gerakan mahasiswa menentang kebijakan memanas.
Klimaksnya terjadi pada demo mahasiswa pada 24 Juni 2008 di Gedung DPR, para demonstran melempari polisi dan merusak pintu gerbang DPR.
Mereka merusak sejumlah mobil. Bahkan, sebuah mobil berpelat merah dibakar di depan Kampus Atma Jaya. Insiden itu melukai 21 orang. Sebanyak 16 orang di antaranya polisi. Banyak pihak menyayangkan aksi anarkistis tersebut.
Menurut Angga, 19, mahasiswa Hubungan Internasional Unpad Bandung, menyesalkan kerusuhan demonstrasi di depan gedung DPR yang terjadi beberapa waktu lalu. Baginya, tindakan tersebut mengarah pada vandalisme, artinya perusakan sporadis yang diinginkan sekelompok orang yang mungkin bisa jadi mencari perhatian media.
"Sejatinya tuntutan mahasiswa adalah meminta respons dari pemerintah, tetapi saya tidak setuju dengan adanya perusakan dengan cara membakar mobil pelat merah," ujar Angga yang juga aktif di organisasi LMND Bandung.
Reza Fathurrahman, 23, mahasiswa Psikologi Unpad mengatakan dalam kaitannya dengan demo anarkistis, itu sebenarnya sudah di luar batas toleransi. Menurutnya, mahasiswa harus berhati-hati dengan aliansi-aliansi yang saat ini banyak didirikan tanpa ada arahan yang jelas, harus dapat memilah milah aliansi yang memang sejak awal berdiri dengan tujuan dan arahan yang jelas, jangan berpihak pada aliansi yang hanya berdiri karena momentum tertentu. "Seharusnya demo mahasiswa kembali lagi kepada tujuan yang sebenarnya, demo yang dilakukan harusnya proporsional, sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.
Mengubah paradigma
Reza mengharapkan perlu adanya perubahan paradigma. Paradigma awal pesimistis mengenai Indonesia harus perlahan-lahan diubah menjadi sebuah optimisme. Optimistis bahwa Indonesia akan maju ke arah yang lebih baik adalah pemikiran utama yang harus diterapkan pada benak setiap warga.
Selain itu, pendidikan yang lebih baik lagi harus dapat diterapkan di masyarakat. Masyarakat harus mendapatkan pendidikan yang baik sehingga mereka dapat ikut serta dalam pembangunan bangsa.
Mahasiswa memiliki potensi ketulusan untuk membangun bangsa, potensi itulah yang harus dikembangkan. Masyarakat jangan terlalu reaktif sebelum paham terhadap apa yang ingin disampaikan dari sebuah demo mahasiswa. "Pemerintah dan masyarakat jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dan menggeneralisasikan sesuatu sebagai sesuatu yang mutlak," ujar Reza.
Kedua, demo yang dilakukan harus proporsional. Sebelum melakukan aksi penyusunan konsep harus matang, bahkan the worst planning (rencana terburuk) harus disiapkan. Pelajari ilmu komunikasi massa dan propaganda dan bina jaringan dengan benar.
Sementara itu, bagi dosen sosiologi Stikom Bandung NR Ruyani Ssos Msi, perilaku demonstran yang menunjukkan sisi kekerasan adalah sebuah perilaku emosional. Artinya, individu maupun kelompok mencoba untuk menghindarkan dirinya untuk disalahkan. "Kebanyakan demonstrasi dilucuti sikap emosional individu demonstran, gejala itu yang sering muncul saat demonstrasi berujung rusuh."
Demonstrasi terimbas oleh disosiatif, artinya hubungan yang merugikan. Simak saja akibat ulah para demonstran yang berujung rusuh, secara materiil perusakan terhadap sarana dan prasarana negara hanya menimbulkan kesia-siaan.
Sejatinya, demonstrasi membutuhkan pengendali yang tepat. Petugas keamanan harus bekerja secara profesional, artinya mereka sebagai pengendali sosial. Para demonstran yang brutal diberikan efek jera pada perilaku yang tidak terpuji. Hal itu agar tidak menjadi buah simalakama. "Masyarakat menjadi bingung menilai aparat dan mahasiswa saat kerusuhan terjadi," ujar Ruyani. Huyogo, Astri/T-1
tulisan reza fathur at 12:15 AM 0 opini dari pembaca
Kategori : gerakan


