Monday, January 19, 2009

Menanti Kesungguhan Nurani Obama...

Selasa besok, 20 januari 2009 pukul 22.30 WIB kita akan menyaksikan prosesi inagurasi Obama sebagai Presiden AS. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, setidaknya akan ada aksi mahasiswa yang akan dilakukan di depan Gedung Sate, Bandung untuk menyikapi pelantikan tsb.

Masyarakat dunia, khususnya Indonesia memang berhak untuk merespon peristiwa ini dengan berbagai cara pandang dengan kelebihan dan kekurangannya masing. Dan saya pun memiliki cara pandang saya sendiri terhadap presiden AS.

Kontradiktif. Itu mungkin kata pertama yang terpikir oleh saya dalam menyikapi Obama. Bukan karena ia dikabarkan menggunakan pola konvensional dalam merangkai kabinetnya, tapi lebih kepada perkataan dan perbuatannya. Memang belum banyak yang ia perbuat, dibandingkan dengan perkataannya. Namun, tetap saja sampai dengan saat ini pernyataannya tetap mengundang tanya.

Utamanya mengenai sikapnya thd kekerasan & kejahatan perang. Nampaknya tidak jauh berbeda dengan G.W Bush. Fakta yang kita peroleh: "mengurangi jumlah pasukan di Irak, namun menambah jumlah pasukan di Afganistan"; "memotong pengeluaran yang tidak perlu untuk menghadapi krisis dan mensubsidi pajak warga miskin, namun menambah anggaran untuk belanja militer; selain itu, obama juga belum membuktikan statementnya, "Restore our moral standing": hingga kini belum ada respon yang menyejukkan mengenai konflik di Palestine.

Geram sekali saya ketika dua hari yang lalu saya mendengar paparan ketua BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) yang baru saja pulang dari Timur Tengah, usai mengantar bantuan kemanusiaan dari Indonesia. Salah satu hal yang benar-benar mengusik saya adalah apa yang beliau sebut dengan "perjanjian Camp David" (Camp David Accord).

Perjanjian ini dilakukan oleh Mesir (Anwar Sadat) dan Israel (Menachem Begin) pada 17 september 1978 dengan perantara Jim Carter, Presiden AS saat itu. Hingga kini, Israel dan Mesir masih mendapatkan subsidi sekian puluh miliar dollar dari AS sebagai kompensasi demi terlaksananya perjanjian tsb (Apa sebenarnya kepentingan AS?). Sejak saat itu, hingga kini perjanjian tsb telah menyebabkan perpecahan di antara bangsa-bangsa arab. Utamanya karena sebagian besar negara Arab memandang bahwa Mesir tidak memberikan tekanan yang memadai terhadap Israel dalam menyelesaikan permasalahan dengan rakyat Palestina. (baca: http://en.wikipedia.org/wiki/Camp_David_Accords#Terms_of_the_agreements).

Kembali ke cerita ketua BSMI tadi, perjanjian ini membuat tim khusus pembawa bantuan kemanusiaan Indonesia harus berputar rumit ke Kairo (8 jam perjalanan ke Rafah), padahal perjalanan dari pelabuhan tempat tim dari Indonesia berlabuh ke Rafah (perbatasan palestina-mesir) dapat ditempuh selama 3 jam perjalanan. Di Kairo, urusan pun semakin berbelit. Wakil menteri luar negeri mesir mengatakan bahwa "karena palestina adalah wilayah jajahan, maka Anda harus meminta izin kepada 4 pihak: Mesir, Israel, PBB dan Uni Eropa!". Entah bagaimana reasoningnya, tapi yang jelas saya sudah semakin lelah mendengarnya. Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi warga Palestine.amin

Fakta-fakta di atas memberikan sebuah keraguan bagi saya (secara pribadi) mengenai realisasi slogan "Change We Can" yang ia usung. Mengingat betapa ironisnya beliau. Melalui forum ini, justru saya ingin bertanya pada Obama: "Can We Change?"

Thursday, January 15, 2009

We Will Never Stop to Support You My Brother!!


WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


picture taken from: http://palestineblogs.net

Tuesday, January 13, 2009

sebuah keprihatinan untuk Palestina..

Terus terang saya betul-betul sedang kecewa dengan berbagai pihak yang dulu saya kenal sebagai lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi yang begitu powerful..

Lihatlah bagaimana mereka bereaksi keras terhadap pengembangan nuklir Iran yang hingga kini tidak terbukti dipergunakan untuk kepentingan yang membahayakan bangsa lain..
Lihatlah bagaimana mereka bersikap terhadap Irak dengan dalih adanya pusat pemproduksi senjata biologis yang hingga kini tidak terbukti keberadaannya..
Lihat pula bagaimana mereka menggembar-gemborkan demokrasi di atas segalanya..

Namun, apa yang terjadi kini?
Setelah Israel yang kini secara terang-terangan melakukan "penjajahan" terhadap bumi palestina meluncurkan bom biologis yang sangat membahayakan warga sipil?
Setelah kaum zionis sama sekali tidak menggubris sedikit pun statement Ban-Ki Moon, sekjen PBB?
Ke mana perginya demokrasi yang diagung-agungkan, ketika hanya satu negara yang dipimpin oleh pemimpin yang tidak berprikemanusiaan berhasil menggagalkan resolusi dewan keamanan PBB yang disepakati oleh sebagian besar negara?
Mengapa nuklir Israel sama sekali tidak pernah dikritisi oleh seseorang yang kini masih bungkam dengan "Change We Can"nya?
Lalu kemana gigi runcing kalian ketika truk-truk pengirim bantuan kemanusiaan ditembaki dan telah menewaskan supir di dalamnya?
Bahkan ketika mobil Palang Merah Internasional turut diserang dan berada di bawah ancaman Israel la'natullah alaih?
Wahai Presiden Mesir... apa yang anda lakukan setelah bertubi-tubi Israel menjatuhkan bom di perbatasan negara anda di rafah beberapa ratus meter dari teritori negara anda?
Apakah anda begitu saja menerima permintaan maaf mereka setelah salah satu bom mereka jatuh ke teritori anda?
beruntung Allah masih membiarkan bom tsb tidak meledak setelah menghantam tanah air anda. Tapi apakah hal tsb menutup kemungkinan bahwa sangat mungkin bom-bom lainnya akan kembali jatuh di tanah air anda?

Wahai pemimpin Arab Saudi, mengapa Anda menolak untuk menghentikan pasokan minyak Anda ke Israel sebagai bentuk tekanan bagi mereka untuk berhenti melakukan penjajahan terhadap bumi palestina? Apakah Anda tega, minyak Anda dipergunakan oleh tank-tank dan pesawat tempur untuk menggempur saudara Anda sendiri?
Sungguh ironis, bila Anda mengirimkan bantuan kemanusiaan sementara di sisi lain Anda terus menyuplai bahan bakar bagi mesin monster Israel!

Sekarang, siapa yang patut kita sebut sebagai teroris? apakah Hamas yang secara legal formal telah memenangkan pemilu yang dirancang AS sebagai bagian dari proses demokrasi? atau Israel?

Manusiawikah andaikan negara kita, Indonesia diserang negara tetangga dengan dalih karena kita memiliki satu-satunya pusat peluncur roket sebagai sistem pertahanan kita?
Toh, Singapura, negara kecil yang jauh lebih baik perangkat pertahanannya dari kita tidak pernah mengusik kita dengan serangan militer brutal, bukan?

Semua ada aturannya. Mengapa tidak bagi Israel?

Jadi apa yang bisa kita lakukan, sahabat?

Berdoa memang menjadi salah satu hal penting yang harus senantiasa kita lakukan bagi mujahidin di sana.
Meng-Infaqkan sebagian harta kita mungkin dapat melegakan hati saudara kita di sana.
Demonstrasi damai yang dengan tulus kita lakukan semoga dapat menjadi pressure untuk membuka mata para penguasa yang kini masih tertutup..

Apalagi yang bisa kita lakukan kawan?

Mari selamatkan warga Israel dan warga Amerika dari pemimpin mereka!

Wahai pemuda, mari persiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya.. insya Allah kita akan penuhi bangsa ini dengan orang-orang berkualitas yang memiliki mental tangguh dan nurani yang tulus! amin.

BERGERAK!!

How many days I have lived?

Quote of The Day :

"Mantapkanlah diri untuk mengakui kealfaan diri saat kritikan tajam datang menyapa.. terasa berat,namun sesungguhnya meringankan!"

Label Cloud


 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips