Tuesday, December 23, 2008

Hari Ibu..

Peringatan hari Ibu tahun ini bertepatan dengan hari senin tanggal 22 desember yang lalu. Tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan hari Ibu tampak kurang begitu semarak. Namun ada satu pengalaman yang menurut saya menarik mengenai hari itu. Sesuatu yang sederhana namun bagi saya begitu luar biasa.. Menggambarkan seberkas kemuliaan hati seorang ibu.

simak ceritanya..


Hari senin pagi yang lalu, matahari tampak cukup cerah dan bersemangat. Baru tadi malam saya sampai di jakarta setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang tiga jam dari pusat kota Bandung. Jujur, bukan Hari Ibu memang yang menggerakkan saya untuk pulang, melainkan sebuah telepon mendadak dari Nurul Fikri Jakarta yang meminta saya melakukan presentasi microteaching pada hari senin pukul 10.00 di kantor Nurul Fikri di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Singkat cerita, pagi itu saya memutuskan untuk mengabulkan niat saya untuk memulai pengalaman pertama saya menyusuri jalanan jakarta dengan mengendarai motor (maklum, selama ini saya lebih banyak menghabiskan waktu & masa studi saya di luar ibukota). Ibu saya yang kebetulan pada hari yang sama memiliki kegiatan "les menjahit kebaya", meminta saya untuk mengantarnya terlebih dahulu ke tempat kursus di Pasar Minggu, sebelum saya menuju ke Mampang Prapatan. Kebetulan lagi, satu jalur sehingga saya tidak perlu bersusah payah untuk memutar kembali (haha.. tidak ada kebetulan yang kebetulan!).

Kami pun mulai berangkat.Melewati jalan Moh.Kahfi II (Sebuah jalan yang menghubungkan depok dengan jakarta) menuju ke arah Lenteng Agung. Dari sana saya mengambil jalur lurus ke arah Pasar Minggu dan belok kiri di Jalan Gereja, tepat sebelum stasiun Pasar Minggu. Akhirnya sampailah di tempat yang dimaksud. Setelah meminta doa dan restu beliau, maka saya segera pamit melajukan motor setelah sebelumnya berjanji akan kembali menjemput beliau di tempat yang sama pukul 12.00.

Alhamdulillah, berkat doa dari ibu dan kawan-kawan, presentasi microteaching berjalan dengan sangat lancar. Hanya satu feedback yang diberikan terhadap saya: "tulisan saya di papan tulis masih kurang besar". Hanya itu.. dari segi yang lain alhamdulillah penguji bilang sudah cukup baik. Saya beruntung sekali karena akumulasi jam terbang berorasi di jalanan dulu,ditambah dengan sesi-sesi sharing pelatihan yang saya lakukan di kampus benar-benar membantu saya untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Seluruh sesi microteaching plus diskusi & tanya jawab selesai sekitar pukul 11. Setelah itu, saya pun segera berkendara ke arah Pasar Minggu. Ternyata saya tiba di sana lebih awal: pukul setengah dua belas. Saat saya datang, ibu saya tampak bersama dengan dua orang teman kursusnya yang didampingi oleh seorang guru, masih belum selesai membuat pola. Maka saya memutuskan untuk masuk dan duduk sejenak, terlebih karena ruangan berAC ini terasa lebih nyaman daripada udara panas yang cukup menyengat di luar sana.

Dan obrolan santai pun berjalan. Di ruangan tersebut, saya berbincang-bincang dengan empat ibu di hari Ibu=D Mulai dari pertanyaan mengenai proses microteaching saya; sukses atau tidak, saya kuliah di mana, semakin mahalnya biaya pendidikan, cerita tentang anak salah seorang ibu yang berkuliah di ITB dan menjalani masa tahun pertamanya, bahkan sampai ke persoalan mengapa warna kulit saya sedikir berbeda dengan ibu saya=b dan masih banyak lagi.. apalagi ketika mereka tahu bahwa saya memiliki latar belakang sarjana psikologi.

Perbincangan kami tiba-tiba terhenti sejenak karena seorang ibu teringat anak perempuannya yang pergi berjalan-jalan ke Dufan (sebuah tempat wisata bermain di jakarta) bersama dengan kawan-kawannya. Beliau berkata, "kok anak saya ga telpon-telpon ya? padahal tadi saya sudah pesan sama dia untuk telpon saya kalau sudah sampai..", sambil mendekatkan telpon genggamnya ke telinga. Namun , sayang ternyata hp anaknya tidak dapat dihubungi. "HPnya ga aktif..". Saya tersenyum melihatnya. "Ya begini, kebiasaan anak-anak.. HP kok dimatikan!". Mendengar pernyataan tersebut , ibu-ibu yang lain pun berujar, "Mungkin sudah lupa Bu.. keasikan main sama teman-temannya..". Semuanya tertawa kecil. Ibu tersebut kemudian menatap saya sesaat.. "Ya beginilah.. namanya ibu-ibu bawaannya selalu khawatir kalau anak tidak ada kabarnya. Mudah-mudahan ga ada apa-apa". Setelah itu beliau kembali melanjutkan pekerjaannya.

Dalam hati saya berkata, "luar biasa para ibu ini.. selalu senantiasa memberikan yang terbaik.. mengirimkan doa yang terbaik, perhatian yang terbaik, penuh kasih sayang.. namun bagaimana sebaliknya dengan sang anak?".. hmm.. saya mencoba membayangkan kira-kira apa yang sedang dilakukan oleh anak ibu tsb tepat ketika beliau menelponnya? apakah dia tengah mengingat ibunya?=D bagaimana menurutmu kawan?

Selamat hari Ibu untukmu ibu, dari ananda yang sangat mencintaimu..!!


gambar diambil dari: http://upload.wikimedia.org

Tuesday, December 16, 2008

Insiden Pelemparan Sepatu terhadap Bush

Peristiwa ini dilakukan oleh seorang reporter berita Irak, Muntader al-Zaidi ketika Bush yang didampingi oleh Perdana Menteri Irak,Nouri al-Maliki menggelar konferensi pers 14 desember yang lalu. Tepat setelah Bush mengucapkan "khairan katsiran" (ucapan terima kasih dalam bahasa arab), satu sepatu pun melayang ke mukanya, disertai dengan ucapan : This is a gift from the Iraqis; this is the farewell kiss, you dog!”. Bush berhasil menghindar. Merasa tidak puas, selang beberapa detik kemudian Sang empunya sepatu melancarkan "serangan kedua" dan sepatu kedua pun kembali melayang disertai dengan ucapan: This is from the widows, the orphans and those who were killed in Iraq!. Untuk kedua kalinya Bush berhasil menghindar.

Berdasarkan informasi yang saya peroleh, perilaku "melempar sepatu" merupakan sebuah ekspresi yang ditunjukkan oleh orang Arab terhadap sesuatu yang sangat mereka benci. Dengan melemparkan sepatu, hal ini menyiratkan bahwa obyek sasaran mereka memiliki derajat yang lebih rendah daripada sepatu yang mereka kenakan.

Beragam respon pun mengemuka dari berbagai masyarakat di seluruh dunia. Sebagian di antaranya lebih kurang memberikan penilaian bahwa perilaku ini merupakan tindakan barbar yang tidak bermoral, sehingga patut untuk dijatuhi hukuman berat. Namun, tidak sedikit pula masyarakat dunia yang menilai perilaku ini sebagai perilaku yang wajar, positif, bahkan patut untuk diberikan penghargaan. Seperti yang dilakukan oleh Kelompok amal Wa Attassimou dibawah pimpinan putri pemimpin Libya Muammar Gaddafi, Aicha Gaddafi. Ia mengatakan, "... penghargaan keberanian karena apa yang telah dilakukannya mencerminkan kemenangan atas HAM di seluruh dunia". Tidak hanya itu, ribuan warga Irak menyerukan dibebaskannya reporter tersebut yang saat ini tengah ditahan oleh pihak keamanan Irak.

Terlepas dari prokontra mengenai benar atau salahnya perilaku tersebut, menurut saya nampaknya sudah menjadi rahasia umum bahwa Bush memiliki potensi untuk diadili sebagai seorang penjahat perang. Walaupun memang membutuhkan upaya yang serius untuk memperkarakannya ke mahkamah internasional. Nampaknya hampir tidak ada beda antara kejahatan yang dilakukan oleh Saddam Hussein dibandingkan Bush, kecuali pada satu hal: rekor jumlah korban yang satu jauh lebih banyak dari yang lain!

Ke depan, para agen intelijen AS harus benar-benar harus mulai "sedia payung sebelum hujan"; payung dalam ukuran yang agak besar mungkin akan lebih aman. Tidak menutup kemungkinan bahwa peristiwa pelemparan tsb dapat terjadi kembali di tempat lain, mengingat tidak sedikit orang yang memiliki antipati mendalam terhadap dirinya.

Bagaimana dengan SBY? Saya berharap, semoga tidak terjadi hal yang demikian. Maka, melalui tulisan ini saya sampaikan kepada para pemimpin negeri untuk lebih mawas diri dan banyak melakukan introspeksi. Agar terjalin hubungan tulus yang saling mencintai antara pemimpin dan rakyatnya, jangan pernah khianati amanah! Jadi, sederhana saja pertanyaan saya: Kapan konglomerat hitam pelaku BLBI akan benar-benar diadili & dihukum? Sudah terlalu lama rakyat menunggu. Saya pikir timpukan sepatu terlalu mahal untuk rakyat lakukan, timpukan sandal mungkin lebih tepat untuk ditujukan kepada para konglomerat hitam tersebut!

Disarikan dari : Detik News, International Herald Tribune & New York Times

Monday, December 15, 2008

"INTO THE WILD"


Here we go again.. I will recommend you another two thumbs up film to be watched. Honestly I'm not a good popular movie watcher, I prefer to watch some classical films or unpopular films that really inspired me a lot in my square room than go to the theater. haha.. Actually this movie has came to my 'must see film list" for a quite long time ago when I was still on my studying in Jatinangor. But who knows then, a man at the cinema store, reminds me to watch this film now.

Have you ever imagine about being free from all of your rush life time? This is a true story about a man, he called him self as an aesthatic voyager,who leaves his comfort zone and take a decision to start his step north toward alaska and viewing his life from another side. Living in natural world as a solitaire, trying to keep survive on-site by "the edible plants" book at his hand. Me and him, both of us, have the same age on 23, just graduated from our university. Such a nice serendipity, right?haha...

As a whole, this movie excavates the self-actualization sides of human being. Finding a freedom and respecting more to the God. Furthermore, It is a great story that tells us about how to face our own-selves and know it better. Yes indeed, it is an adolescense's things. Many lesson he possessed along the journey from one area to another, meet some foreigners and doing a very rare choice (compared with the other man on his ages). What a guts! Here I cite an example of the nice words on film which I remember and I straightly agree about it: "Happiness is real when shared". Nice view of natures supported by such a strong story, so what else to expect? U better watch it guys!

picture taken from: http://www.myglendalechurch.org/wp-content/uploads/2008/04/into-the-wild.jpg

"PUTTING THE LAST FIRST"

Misorientation seems to be a very typical problem faced by every single person who is trying his best afford to achieve the long-time goals,especially for young adults who just graduated from their colleges.Considering their transitional process in searching for the best path on life journey.


The social value has been stressed the youngman in their ages,to be responsible with their own striving for the goals.In general,there are two main types of attitudes that refer to how will they response toward the concerning situation.


Some of them are choosing to remain calm,"just follow where the water goes by",they said.The people who categorized in this first type argue that the best way to face this life is simply "putting the first first",instead of doing a deep and long time consuming of thinking about what will happen in the future time.Just do what we can do today,tomorrow will stay as tomorrow's bussineses.


Meanwhile, another type of people are prefer to spent their time planning their future with a more sequence detail.They are counting on every details,how will the situation changes through their ways to reach for the goals and how to be prepared earlier as well.Breaking their goals into several parts of smaller plans that span from the future to the present days,which organized one by one sequencely backward. In other words,they choosed to "putting the last first".


In my opinion,the later is greater than the former since human are subject to inconsistences and forgetfulness."Putting the last first" means that we are starting to depict a clear vision of our future goals before we take the very first step to make our dreams come true.It makes us sure enough that we step on the right tracks.Imagine how sad we are when we find ourselves in the future taking wrong paths long after all problems we have faced before.The large amount of energy we spent,seems to be meaningless since there will be nothing to get.Unfortunately,it will be impossible to side back to the first step we had along time ago.


Here are several key points to help us putting the last first:

1. List all your hope of dreams and how old will you be in the future time when you get every single dreams?describe it clearly,in a way that easier for your own selves to imagine.

2. Create your stepping stones strategy to get your dreams come true. Break it down into the most possible ways according to your ages.

3.According to the strategy,What should you do to starting from today?

4. Write it down to help you evaluate the processes and as a reminder for you when you forget in the middle of journey.


We are what we think,right?thus,we are the one who choose what kind of shape for our life.Make sure we know exactly what we want at the end of our ages,plan the steping stones then evaluate the consistences.Eventually,let God do the rest with the very best afford we had.It is better to arrange your time now for a single time than get ting broke on the future time. Do not procrastinate your self neglecting your life ya!


picture taken from http://z.hubpages.com/u/466673_f520.jpg

Sunday, December 07, 2008

LET'S CHANGE INDONESIA !!

"... The destruction of the social, political, and economical arena has already caused many mistakes in our society. As well as their short sightness in the relation in their community..."

It's the best part I could remembered of my first speech in front of many people about politics. Right there, on a podium, about eight years ago when I was trying to express my opinion in a junior high school speech contest.
I didn't know the reason why I choosed the topic, however it has revealed some part of the national condition today. It's still about the same topic, the same situation and the same problem we are facing: 'the political stagnancy'.

What's the one that come first to your head when you are hearing about politics? I think some of you would mentioning the negative sides instantly; corruption, dishonest, shortsightness, you named it. For you friends who's categorized in this group, sincerely I recommend "the you must see film": CHANGE!

Occasionally Keita, a rural elementary teacher who had disliked politics, dramatically became a new prime minister of japan! He had no political experienced before, or a large amount of ambitions either. However fortunately he is an idealistic young man with compassion, braveness and sincerity. One kind that's rarely found right now..

It has a really nice story to freshen up your head! So, i'm waiting for your sharing about the film to discuss=D Emptying the glass seems work as the only way for preparing us to be loaded!

Have a nice day for you guys! Ganbatte!


picture taken from: http://img108.imageshack.us/img108/6216/changepx7.jpg

Saturday, November 22, 2008

Hentikan Eksploitasi Pemuda!!

Saat ini kata 'pemuda' memang sedang naik daun. terutama menjelang tahun 2009, di mana Indonesia akan memilih nakhoda kapal selanjutnya yang akan membawa 'kapal Indonesia' selama 5 tahun ke depan. Semua mata kini melirik kepada pemuda, tidak kecuali partai-partai yang kini beramai-ramai memploklamirkan diri sebagai partainya anak muda. Bahkan beberapa 'orang tua' pun ikut-ikutan latah menyebut dirinya sebagai 'pemuda'. tapi bukan itu yang ingin saya bagi dalam tulisan ini.

Saya tertegun ketika menyaksikan sebuah "acara politik" di salah satu stasiun TV di negeri ini. Acara ini menyajikan sebuah suguhan parodi dalam setting sebuah negara yang mirip dengan sebutan bangsa kita Republik Indonesia. Parodi ini menjadi tidak lucu lagi ketika sudah terlalu vulgar menyatakan keberpihakannya kepada pihak tertentu. Ya, memang saat ini sulit bagi kita untuk menemukan media yang tulus dan murni.

Ke'tertegunan' saya berawal ketika saya melihat adik-adik saya (kalau saya boleh sebut demikian) muncul di layar kaca. Lengkap dengan jas almamater biru, tanda bahwa mereka ini seperguruan dengan saya di perguruan tinggi Unpad.
Topiknya kala itu mengusung topik populer yang bertajuk "pemimpin muda". Secara gamblang, acara ini mempromosikan (atau 'mengkampanyekan'?) seorang tokoh muda dari salah satu partai besar di negeri ini. Hanya satu, dan tidak ada tokoh lain yang ditampilkan di dalamnya.

Tokoh ini benar dipromosikan secara ekslusif!! biografi singkat beliau, foto-foto yang diiringi lantunan musik heroik, bahkan lengkap dengan Poster Foto dan Yel-Yel khusus yang dielu-elukan oleh seluruh mahasiswa yang hadir di dalam studio, termasuk adik-adik saya!
Perilaku yang terakhir ini benar-benar membuat saya benar-benar tertegun dan bingung. Mengapa? karena jenis perilaku yang terakhir ini benar-benar tabu dilakukan oleh seorang mahasiswa yang mengenakan jas almamater di tubuhnya!
Bayangkan, beberapa orang adik saya tampak bersemangat dan menampilkan senyuman terbaik mereka ketika kamera kebetulan menyorot tingkah laku mereka yang sedang memegang foto sang tokoh. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Mungkin dengan polos, tanpa banyak pikir; mereka mengikuti saja intruksi yang disampaikan oleh pengarah acara ini dan tanpa disadari mereka telah 'dieksploitasi'!
Sebuah permainan politik media dikemas untuk memberikan sebuah justifikasi bahwa "sang tokoh muda" dicitrakan sebagai tokoh yang didukung kaum muda, secara spesifik 'mahasiswa'!

Saya sama sekali tidak keberatan dengan pilihan politik apa pun yang dimiliki oleh seorang mahasiswa. Adalah hak setiap insan dewasa untuk memiliki kebebasan berpendapat dan berpolitik. Sah-sah saja bila kaum muda, menjatuhkan pilihannya dan memberikan komitmennya pada sebuah partai dengan berbagai motivasi yang mereka miliki.

Namun, apa yang ditampilkan di dalam acara ini benar-benar menyinggung etika tak tertulis yang selama ini dijaga oleh para aktivis kemahasiswaan, terutama ketika mereka menggunakan jas almamater kampus di tubuhnya. Ketika mengenakan jas almamater kampus, tabu hukumnya untuk memberikan dukungan kepada salah satu partai. Mengapa? Hal ini terkait dengan salah satu fungsi mahasiswa sebagai pelaku sosial kontrol yang senantiasa menjadi pengingat bagi para penguasa yang dinilai 'lupa diri'.Tidak pedulo apa pun backgroundnya!

Apa yang terjadi di acara ini, mungkin bukanlah kehendak dari adik-adik saya yang hadir di dalam acara tersebut. Mereka hanya menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pengarah acara. Ketika diminta menyanyi mereka menyanyi, ketika mereka diminta mengelu-elukan salah satu tokoh partai maka mereka pun mengikutinya, 'tanpa pamrih'. Tapi bagaimana dengan sang empunya pemilik acara tsb? mereka telah mendapatkan keuntungan yang luar biasa besarnya, karena politisi yang mereka usung telah mendapatkan citra positif: 'memperoleh dukungan mahasiswa'.

Apa yang terjadi dalam acara-acara semisal ini tidak mungkin terjadi bila para mahasiswa membuka diri untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan politik. Agar tidak mudah terbawa ke mana pun arus membawanya. Saya benar-benar berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali ketika seluruh elemen mahasiswa bersatu padu untuk mengoptimalkan wadah-wadah pembelajaran.

Semoga kejadian ini dapat mendorong para penggiat kemahasiswaan untuk lebih banyak memfasilitasi para mahasiswa di kampusnya untuk mendapatkan lebih banyak bekal pemahaman politik, khususnya di tengah kondisi sosial politik dewasa ini. Memang bukan perkara satu tahun, dua tahun untuk menciptakan wadah diskusi yang ramai dihadiri oleh banyak mahasiswa. Hadirkan kesederhanaan, hadirkan kelapangan dalam setiap diskusi yang dihadirkan. Kini jelas terlihat bahwa begitu banyak mahasiswa yang merindukan tempat mencari ilmu yang nyaman bukan?

Wahai kaum muda, berhentilah menjadi pengikut buta! berhenti mengelu-elukan obama, jadilah dirimu sendiri dan bawalah bangsa ini menuju titik puncak kejayaannya! bergerak!


wallahu a'lam bishshowab

gambar diambil dari http://bp1.blogger.com

Monday, November 17, 2008

catatan ringan..

ini mungkin catatan ringan saya yang pertama di blog ini (setidaknya yang saya ingat). mudah-mudahan tidak menjadi sebuah tulisan yang berat bagi Anda. Terkadang saya mencoba membaca kembali tulisan saya, mencoba mengambil jarak dari diri saya sendiri. Semoga dengan sedikit mengambil jarak dari diri saya sendiri, saya bisa lebih mengenal lebih dekat diri yang selama ini menemani hari-hari saya,hampir 23 tahun lamanya. Setidaknya itu yang saya baca dalam salah satu buku yang dulu sekali pernah saya baca.Sayang saya lupa judul dan nama pengarangnya.

tapi bukan itu inti dari pembicaraan kita hari ini. saya membaca, dan membaca kembali. dan saya menemukan bahwa tulisan saya sudah jauh lebih "rumit" dibandingkan di waktu awal saya menulis dulu. ya, mungkin karena seiring dengan berjalannya waktu saya menjadi tidak sepolos dahulu. oleh karena itu, saya ingin menghabiskan waktu kali ini dengan membuat sebuah catatan ringan. semoga=D

Bandung hari ini kembali hujan seperti biasanya. Suasana menjadi sedikit lebih segar, basah di mana-mana. Mungkin ini salah satu hal yang membuat saya cinta kota ini. Bahkan mungkin lebih daripada cinta saya kepada kota kelahiran saya di jakarta sana. Sudah cukup lama saya tidak pulang.. ah, tapi saya rasa bandung memang lebih lapang. walaupun sekarang mobil-mobil sudah semakin penuh, saya berharap bandung tidak menjadi lebih ramai. Semoga pemkot Bandung menaruh perhatian yang lebih besar mengenai pembatasan jumlah kendaraan. Menjadi contoh yang baik sesekali saya pikir tidak ada masalah=D ah, kok jadi sedikit berbau politis.
kita berganti topik saja lah. haha..

Alhamdulillah, kini saya sedang menikmati hari-hari saya sembari menunggu waktu keberangkatan saya menuju negeri sana. Bila Tuhan berkenan, saya berencana untuk meneruskan pendidikan saya di bagian bumi yang lain. Tapi saya hanya bisa berencana, mengupayakan yang terbaik. Sisanya mungkin dengan banyak bantuan dan doa dari kawan-kawan, Tuhan kan benar-benar mendengar dan mengabulkan permintaan saya.
Saya ingin menambah wawasan saya. sebagian di antaranya mungkin semacam aktualisasi diri. untuk membuat diri ini menjadi terasa lebih baik dibandingkan sebelumnya. mudah-mudahan saya bisa berbuat lebih banyak untuk sesama kelak.

Dulu, ketika masih di kampus saya sering berpikir tentang idealisme dan realita. bagaimana kita akan menjadi. Dan kini saya benar-benar baru saja memulai langkah untuk menghadapi. Semoga saja, masih tetap begitu. Semangat muda! haha..

Pada sebuah kesempatan di kelilingi kawan-kawan mahasiswa, saya pernah berbincang dengan abah iwan, salah seorang tokoh yang saya hormati, mengenai konsep tua dan muda. Beliau kurang sepakat dengan dikotomi yang saya sampaikan mengenai tua dan muda. Sampai sekarang saya masih meyakini, bahwa sebagian orang tua yang memimpin bangsa ini kehilangan semangat mudanya. Maksud saya, pikiran tua yang mereka miliki memang begitu kaya dengan wawasan dan pengalaman. Namun, di sisi lain hal ini membuat kepala mereka menjadi terlalu kompleks. kehilangan simplisitas. di sinilah kaum muda berperan. menurut saya.
Ketika sesuatu menjadi terlalu kaku dan dingin, maka saatnya kaum muda yang mengaliri dengan kehangatan. agar sedikit lebih cair=D haha..

hal-hal 'sederhana & nyata' yang dilakukan secara konsisten kelak akan menjadi 'besar & luar biasa'.. begitulah yang saya yakini.

jadi kawan, mari kembali kembali segarkan diri kita. mungkin kini kita lupa bahwa dulu kita pernah kecil. berpikir sederhana. tidak ada salahnya bukan untuk mencoba?

jadi sebenarnya ke mana arah pembicaraan ini?=D
haha..

terima kasih atas waktu yang diberikan untuk berbagi.. mohon terus ingatkan saya!

terus bergerak kawan!


salam hangat

Monday, November 10, 2008

SELAMAT HARI PAHLAWAN!

Bagi saya, peringatan Hari Pahlawan tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sedikit berbeda karena sekira 5 hari sebelumnya, orang tua saya meminta saya untuk mengosongkan jadwal kegiatan saya pada weekend jelang peringatan Hari Pahlawan. Mereka berencana untuk melakukan ziarah kubur ke kota Sumedang. Ya, ayah saya yang memang keturunan Aceh tulen, meminta saya untuk menjadi guide untuk mengantar beliau ke makam Tjoet Nyak Dhien yang terletak di jantung kota Sumedang.

Tjoet Nyak Dhien
adalah seorang pejuang wanita satu-satunya di Indonesia yang bertempur langsung secara fisik memimpin sekelompok pejuang untuk melawan Belanda. Beliau terus berjuang hingga perlahan-lahan semakin tua dan jatuh sakit. Namun, bahkan di tengah sakitnya beliau masih tetap konsisten memberikan semangat kepada para pejuang aceh di sana dalam menghadapi Belanda. Karena dianggap berbahaya dan mengancam eksistensi Belanda, maka pemerintah Belanda kala itu memutuskan untuk mengasingkan beliau ke Sumedang. Ibu Prebu (demikian beliau disapa oleh masyarakat sumedang) yang tidak bisa berkomunikasi dengan masyarakat sekitar sumedang ketika itu (karena hanya bisa berbahasa aceh), ternyata masih dapat berkontribusi dengan menjadi guru ngaji yang mengajarkan masyarakat baca tulis quran hingga menghembuskan nafas terakhir di bumi Sumedang pada tahun 1908. Tahun ini genap 100 tahun berlalu sejak peristiwa tsb berlangsung. Ketekunan, konsistensi dan ketulusan beliau dalam membantu dan mengembangkan sesama sungguh sebuah realita yang mungkin jarang sekali ditemui dewasa ini.

Perjalanan menuju sumedang memakan waktu lebih kurang 1 jam dari kawasan pendidikan Jatinangor, tempat saya menimba ilmu hingga kini mendapatkan gelar sarjana Psikologi. Di sepanjang perjalanan melewati Jatinangor tidak tampak sama sekali hiruk pikuk peringatan Hari Pahlawan di sana. Yang tampak hanyalah pemandangan rutin yang biasa terlihat setiap hari minggu pagi: Pasar Unpad (kami biasa menyebutnya dengan sebutan "PAUN"). Sebuah pasar "kagetan" yang penuh sesak dengan para pedagang yang menjajakan barang dagangannya di areal sekitar kampus Unpad Jatinangor. Sebuah fenomena kampus pinggir kota, mirip dengan fenomena yang terjadi di kampus UI depok. Melintasi Jatinangor kami terus meluncur melewati tanjung sari, kemudian melewati kelokan bukit dan jurang di cadas pangeran dan kami sampai di pintu makam sekitar pukul 11. Belum terlihat keramaian di pintu makam. Belakangan kami mengetahui dari penjaga makam bahwa rombongan Masyarakat Aceh dari jakarta, bandung dan sekitarnya menggelar acara seremonial dan silaturahim akbar di Pusat Dakwah Islam Sumedang dahulu sebelum melakukan kunjungan ke makam.

Turun dari kendaraan, kami langsung menaiki anak-anak tangga kecil dan menyusuri areal makam. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, kompleks pemakaman ini adalah kompleks pemakaman keluarga yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir para sesepuh sumedang. Setelah 5 menit berjalan, kami pun menemukan makam beliau. Tidak jauh dari makam, terdapat sebuah "meunasah"; demikian sebutan masyarakat aceh bagi sebuah langgar atau tempat ibadah yang berbentuk seperti panggung, biasa dipakai sebagai sebuah tempat masyarakat aceh bermusyawarah.

Ini kali kedua saya mengunjungi makam beliau. Terakhir saya mengunjungi makam beliau sekitar dua tahun yang lalu bersama dengan kakak dan ayah saya. Makam ini nampaknya belum diketahui oleh banyak orang. Padahal makam ini terletak tidak jauh dari pusat kota. Makam ini terletak di tingkungan pertama ke arah Taman Wisata Kampung Toga yang cukup ramai dikunjungi oleh masyarakat. Nampaknya taman wisata jauh lebih akrab di mata masyarakat dibandingkan dengan keberadaan makam salah satu pahlawan terbaik yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia.

Saya terkadang merasakan satu kesedihan yang cukup mendalam ketika menyadari bahwa waktu telah demikian lama berlalu melewati generasi demi generasi.. mengapa terasa sekali di benak saya bahwa dari generasi ke generasi kita terus menerus mengalami degradasi? degradasi moralitas, degradasi kualitas dan berbagai degradasi lainnya. Hal ini pun saya rasakan ketika awal mula saya menjalani amanah sebagai pelayan mahasiswa di kampus. Saya merasa bahwa kualitas saya, dedikasi saya, keshalehan dan ghirah saya jauh lebih rendah dibandingkan para pendahulu. Mungkin ini subjektif, tapi benar demikian yang saya rasakan.

Bukti-bukti yang semakin menguatkan perasaaan saya ini kian jelas ketika saya menyaksikan bagaimana perjuangan seorang nenek yang sudah tua renta mengangkut sebuah karung yang berkilo-kilo beratnya, naik turun tangga pasar di jogja sana. Atau bagaimana perjuangan seorang kakek yang berjalan berkilometer jaraknya, tanpa alas kaki menyusuri dinginnya udara malam Jatinangor dengan penerangan sekedarnya dari sebuah lilin minyak tanah kecil yang ia letakkan diujung tumpukan bambu yang ia bawa. Kemana perginya para kaum muda? kemana perginya cucu atau anak beliau? tertidurkah mereka? dibalik semua itu, kegigihan dan ketekunan mereka benar-benar menggetarkan hati saya. Mampukah kita, para generasi muda Indonesia meningkatkan kembali kualitas ketekunan, kegigihan dan ketulusan kita dalam bergerak, berjuang untuk sesama?

semoga, saya berdoa dengan sepenuh hati para pembaca yang budiman, kita semua menjadi generasi muda yang bersegera melakukan perbaikan kualitas diri dan mampu untuk mengembalikan kejayaan bangsa ini seperti sedia kala. amin. Bangkitlah para pemuda! bergerak!


gambar diambil dari http://salamatahari.files.wordpress.com

Sunday, October 19, 2008

BUKU BIRU..

Beberapa waktu lalu saya menemani ibu ke gramedia, salah satu toko buku terbesar di Indonesia. Saya membaca beberapa buku di antara ratusan judul buku yang tertata rapi diantara etalase yang tersedia di sana. Tapi sedikit berbeda kali ini saya mampir ke bagian buku yang berlabel "buku sosial politik terlaris".

Di sana saya menemukan sebuah buku bersampul biru yang berjudul : "PASTI BISA!"
Buku ini bertutur mengenai kisah di balik berita. Berita mengenai salah seorang yang dapat dikatakan sebagai tokoh Indonesia saat ini. Ditulis oleh seorang dekat yang menemani dari hari ke hari. Politis memang (mengingat pilpres 2009 sudah di muka) dan sangat mungkin tidak proporsional karena status penulis yang memiliki tugas untuk menampilkan citra positif sang figur. Tapi saya pikir tidak masalah, dan sah-sah saja. Kebetulan saya ingin (mencoba) melihat sisi positif beliau. Selama ini memang saya lebih banyak melihat dari sisi negatif.. sebuah konsekuensi yang timbul seiring dengan peran saya sebagai bagian dari sosial kontrol yang memang harus kritis dan konstruktif terhadap berbagai problematika bangsa.

Terlepas dari berbagai hal yang menghinggapi kepala saya ketika melihat buku ini,secara sederhana saya senang dengan buku ini. Ketertarikan saya pertama kali muncul ketika melihat kertas yang nyaman dibaca dan disertai foto-foto ekslusif di dalamnya.Selain itu, menurut saya ini termasuk buku yang tergolong cukup murah bila dibandingkan dengan buku-buku lain yang sejenis.

Terbersit bayangan, bagaimana rasanya menjadi pemimpin dari sebuah bangsa yang besar? kompleksitas di dalamnya, hari-hari yang dijalani, dsb. Terbayang betapa kompleksnya pengalaman saya sepanjang lima tahun terakhir sebagai abdi mahasiswa. Fiuh.. ternyata cukup menantang. Kalau tiada kawan-kawan yang setia & tulus ikhlas mengiringi, mungkin saya telah gagal dari dahulu. nuhun kawan!

btw kira-kira kenapa saat ini banyak orang yang berlomba menjadi presiden?
bukankah amanah itu sangat berat? ah.. semoga saja ini pertanda bahwa semakin banyak orang hebat di negeri ini. Semoga Indonesia tahun depan dapat menemukan sosok pemimpin yang amanah, shaleh, dan bekerja dengan ikhlas. amin

Apa ada yang berminat daftar menjadi the youngest next president? haha..

gambar diambil dari http://www.sulutlink.com/berita2008/buku.gif

REHAT SEJENAK...

Memberikan yang terbaik adalah salah satu hal yang menjadi kunci penting dalam hidup. Dengan mendengar kita menjadi tahu banyak hal, dengan melihat kita menjadi lebih banyak tahu, dan dengan berpikir kita menjadi tahu bahwa kita belum banyak tahu.
Inspirasi datang dari berbagai arah, tersedia untuk kita tangkap. Asalkan kita mau membuka hati dan melepaskan sejenak belenggu yang membatasi diri; keterbatasan, kemahatahuan, dan kekurangan.
Dengan berbagai nikmat yang kita rasakan, sungguh tiada berhak kita untuk tidak bersyukur. Mengapa kita tidak memilih untuk bersyukur.. seperti bersyukurnya manusia-manusia lapang, para pemimpin-pemimpin besar yang melayani dengan memberi lebih banyak lagi..

Topik ini yang akhir-akhir ini menghiasi kepala saya. Terkadang sejenak saya mencoba menerka, bagaimana hidup saya akan berakhir.. dalam kelimpahan atau sebaliknya; berakhir dalam kehampaan. Dunia dan segala isinya memang benar-benar menggoda.. membuat saya tidak mau bergerak.Menikmati kenikmatan terkadang bisa sangat membahayakan!

Alasan inilah yang membuat saya seringkali tidak dapat menolak untuk memenuhi undangan dari kawan-kawan di kampus untuk berbagi (meskipun memang tidak banyak yang bisa saya bagi). Alhamdulillah melalui perantaraan mereka, saya diberikan sebuah kesempatan untuk belajar lebih banyak. Setidaknya saya sangat bersyukur, bahwa Allah memberikan saya kesempatan yang lebih banyak untuk mengatur waktu luang dibandingkan kawan-kawan yang sedang kuliah atau sudah bekerja.

Saya mendapat kabar bahwa hari ini salah seorang tetangga saya meninggal dunia. Padahal kemarin malam beliau masih tampak sehat dan berbincang cukup lama dengan bapak saya. Namun tadi pagi saya mendapatkan kabar bahwa beliau telah meninggal dunia.. sayangnya yang saya dengar beliau meninggal sesudah menenggak minuman keras. Sebuah kebiasaan yang tampaknya gemar dilakukan oleh beberapa orang di sekitar tempat tinggal saya ketika malam tiba. Padahal saya sering melihat ia shalat berjamaah di masjid dekat rumah. Akibat peristiwa ini, putri beliau tampak stress; mengurung diri di dalam kamar. Saya berdoa semoga keluarga almarhum dikuatkan dan ditabahkan. amin

Saya teringat pada apa yang disampaikan oleh bapak kosan saya yang lama ketika kemarin saya sempatkan bersilaturahim ke tempat tinggal beliau. Beliau mengatakan bahwa ada 4 makna dari musibah yang kita alami:
1. Musibah sebagai Ujian; ujian "kenaikan tingkat" keimanan
2. Musibah sebagai Teguran; teguran karena kita lalai dalam menunaikan kewajiban kita
3. Musibah sebagai Adzab; hukuman di dunia atas kelalaian yang kita lakukan
4. Musibah sebagai Penggugur Dosa; sarana untuk bertaubat

Dengan mengacu pada 4 makna ini, maka mungkin kita dapat mencoba untuk menerka kira-kira musibah jenis apa yang menghampiri kita? sebagai bahan introspeksi bagi jiwa.

wallahu'alam

Monday, October 06, 2008

sekilas tentang LEBARAN

Kabar Baik

  • Wisata Kuliner rendang, opor, ayam gorng, ketupat, kerupuk, kue, cemilan, dsb
  • Mudik! harus siap mental dan materi, enak di rumah aja
  • Oleh-oleh dari kampung hasil berbagi dengan yang mudik=b
  • Dapet angpao tahun ini ga dapet nih.. hehe
  • Silaturahmi antarkeluarga bertukar kabar, topik tetap: udah lulus? udah kerja? kapan nikah? mm.. ya.
  • Waktunya mencari rute baru jadi supir keluarga, nambah wawasan, rute hari ini kemana ya?
  • Momen untuk memaafkan sms, pas banget untuk minta maaf tanpa perlu sebutin kesalahan kita apa=b
  • Mendengar cerita Tempo Doeloe perjuangan sesepuh, anak muda kalah semangat nih..
  • Waktunya berbagi doa alhamdulillah banyak yang ngedoain.. amiin..
  • Parsel! ga boleh nih buat pejabat=b ga sebanyak tahun sebelumnya..
  • Ziarah kubur banyak mengingat mati...
  • Ketemu anak kecil yang lucu-lucu indahnya dunia...
  • Sejenak lepas dari rutinitas santai dulu ah..


Kabar Buruk
  • Ibu-ibu ngerumpi kejelekan saudara yang lain kebiasaan ibu-ibu kalo lagi pada ngumpul..
  • Pesta petasan hobi yang ga baik, buang-buang uang
  • Kehilangan Tempat Tinggal kebakaran karena lupa matiin kompor, digusur satpol pp, pasar sengaja dibakar (bikin mall!)
  • Hitung menghitung kunjungan dia ga pernah ngunjungin kita, kita terus yang ngunjungin dia.. loh?
  • Momen untuk menghindari orang yang tidak disukai masih belum bisa maafin nih..
  • Berlebaran dalam kondisi emosi yang negatif boke, kesel, panas, efek ngerumpi, pengurus makam ga bener!
  • Banyak Foto Kampanye 'pengusir nyamuk' males bener.. adakah cara lain yang lebih menarik?
  • Akankah bertemu Ramadhan di tahun yang akan datang? semoga.. amin
  • Pulsa habis.. resiko pengangguran=b hehe..
  • Jalanan macet! tumplek di satu tempat.. aneh, kok pada ga mudik ya?=b
  • Harga tiket mahal! meraih untung sebesar-besarnya untuk kemakmuran sendiri..
  • Jalanan rusak supir taksi bertanya: "jembatan di jalur pantura udah bertahun-tahun kok ga selesai-selesai ya?"
  • Masih banyak yang ga seberuntung kita bagaimana caranya untuk memproduktifkan mereka?
  • Milis sepi ga ada berita baru, belum ada warnet di kampung=b hehe..
  • Berat badan naik? kendalikan porsi lahapan, puasa syawal aja!
  • Liburan udah abis! haha.. waktunya untuk kembali beraktivitas, kerjaan numpuk=b
  • Banyak kecelakaan supir bis ngantuk, pengendara motor bertambah
  • Lebaran nih? makian pengendara di jalan, jangan kasih jalan untuk orang lain, kurang sabar

Makna Lebaran..


Lebaran adalah salah satu hari yang paling istimewa bagi umat muslim sedunia, tidak terkecuali umat muslim di Indonesia. Lebaran bisa berarti saatnya untuk mudik di kampung halaman, sesaat menikmati keberhasilan( yang dicapai selama lebih kurang satu tahun di kota besar, tempat bekerja) dengan sanak keluarga. Lebaran juga dapat berarti sebagai saatnya untuk 'berwisata kuliner' sembari berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain, mengunjungi saudara yang (terkadang) hanya 'sempat' dikunjungi satu tahun sekali. Bagi sebagian yang lain, lebaran juga berarti baju baru.. atau waktunya untuk bermain petasan. Dan masih banyak lagi makna lebaran bagi umat muslim di Indonesia.

Kita memang tidak sedang berbicara mengenai sukses atau tidaknya puasa Ramadhan bagi setiap orang, karena hal tsb tampaknya adalah bagian yang sangat pribadi antara Tuhan dengan hambaNya. Dalam istilah psikologi, mungkin hal ini termasuk ke dalam covert behavior; sesuatu yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Yang ingin saya bagi dalam tulisan ini adalah pandangan saya yang terkait dengan overt behavior, perilaku yang tampak oleh mata kepala saya dalam konteks pengalaman dalam berlebaran. Lebaran memang unik. Saya menemukan banyak inspirasi dan fenomena yang saya pikir layak untuk kita cermati, dan kalau memungkinkan dapat kita renungi bersama.

lebaran bagi saya adalah sebuah momentum untuk mengingat kebaikan. bagaimana tidak, semenjak lebih kurang lima hari sebelum lebaran saya mulai menerima berbagai variasi sms yang intinya mengucapkan selamat idul fitri dan permohonan maaf. Mulai dari orang-orang yang saya kenal di kampus, orang-orang yang saya kenal ketika saya beraktivitas di organisasi, kawan-kawan seperjuangan, sampai dengan orang yang kurang saya kenal namun mereka tetap bersedia meluangkan sebagian waktu mereka yang sangat berharga untuk mengirimkan sms kepada saya. Seluruhnya saya upayakan untuk dibalas satu persatu..

Budaya sms di waktu lebaran ini, setidaknya mengingatkan saya akan dua hal. Yang pertama berkaitan dengan 'mengingat dan diingat', dan yang kedua berkaitan dengan 'kita dan orang-orang di sekitar kita'.

Apa kira-kira yang kawan-kawan rasakan bila kawan-kawan mendapatkan sms dari orang yang sangat kawan-kawan hormati, yang sepertinya tidak mungkin mengingat kita untuk dimasukkan ke dalam daftar list sms lebaran yang akan beliau kirimkan? tampaknya kita akan bertanya-tanya bagaimana mungkin beliau bisa mengingat kita.. sebuah perasaan senang karena merasa 'diingat'. mengapa? karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk 'diingat'. hanya sebagian orang yang dianggap penting, berarti atau bermakna yang akan beliau ingat. bukan begitu kawan? kalau demikian dapatkah berapa banyak jumlah sms yang masuk ke hp kita menjadi indikator seberapa besar makna kita bagi orang lain? atau juga sebaliknya, seberapa banyak sms yang kita kirimkan merupakan indikator seberapa besar makna orang-orang di sekitar kita bagi diri kita..

Oleh karena itulah, mendekati hari lebaran saya mulai mengingat-ingat siapa saja orang-orang yang masuk ke dalam daftar list sms lebaran. orang-orang yang telah berbagi kebaikan, mendoakan dan memiliki andil besar bagi saya untuk sampai pada hari ini. Inilah momentum bagi saya untuk mengingat kebaikan orang-orang di sekitar saya. Memang tidak bisa semua. mengingat keterbatasan pulsa juga.. bayangkan saja, untuk kawan-kawan di BEM KEMA Unpad saja ada lebih kurang 120 orang. Ga kuat.. Untuk kawan-kawan yang tidak mendapatkan sms dari saya, mohon maaf ya.. berpositif thinking bahwa sms dari saya mungkin tidak sampai =D Saya sudah mengirimkan via milis bagi kawan-kawan semua.

Sebagian orang yang saya kirimkan sms, memang tidak membalas. Tapi saya pikir tidak masalah. Mungkin mereka bermakna bagi saya, namun tidak sebaliknya. hehe.. ini pikiran buruk. ga boleh! ya, mungkin mereka sudah mengirimkan sms balasan, namun karena jaringan XL yang sering error jadi tidak sampai ke hp saya. ini yang lebih positif. alhamdulillah..

jadi, apa yang kawan-kawan lakukan ketika menerima begitu banyak sms menjelang lebaran tiba? bersyukurlah.. banyak orang yang menganggap bahwa kawan-kawan adalah orang yang sangat berarti dan bermakna bagi sang pengirim. Jangan sampai tidak menyempatkan waktu untuk membaca karena menganggap terlalu banyak.. dengan membaca setidaknya kita telah memberikan penghargaan yang cukup atas kesediaannya untuk memasukkan kita ke dalam daftar list sms di antara sekian banyak sms yang harus ia kirimkan pada hari itu!

ngomong-ngomong, berapa ya keuntungan para perusahaan penyedia jasa sms ketika lebaran tiba?

gambar diambil dari: http://www.propakistani.com

Monday, September 29, 2008

Just Check it Out: New Feature in my Blog!

Dear Friends,

i would like you to know that recently i am adding some new tools to make this blog more sociable..

So just take a look at the right side of this blog and join! it's simply and worthy!


thanks for ur time

have a nice day!

Saturday, September 27, 2008

jadi apa jawabmu wahai aktivis?

wahai kawan, izinkan saya berkisah....
hari ini seorang kawan berkata bahwa mereka tidak mengenalmu!

ia mengeluh bahwa engkau ini hanya menghabiskan waktu dengan duniamu.. dengan aksi-aksimu yang tiada berguna!
ia bilang ia melihatmu di TV..
di kampus-kampus...

dan itu sudah cukup baginya untuk menyimpulkan bahwa perjuanganmu sia-sia..

berapa banyak perjuanganmu yang mencapai tujuannya? oleh karena itu, ia merasa tidak perlu mengenalmu terlebih mengenal apa urusanmu karena tiada urusan baginya untuk mengetahui urusanmu ia berpesan padaku... kalau engkau ingin mengenalnya maka datanglah engkau kepadanya


bagaimana tanggapanmu terhadap berita ini kawan?
apa yang sebenarnya kau cari?

apakah dikenalnya dirimu itu penting bagimu?

apa yang akan engkau katakan kepadanya kawan?

apakah engkau akan berkata..

engkau salah besar wahai kawan!
perjuangan kami ini besar..

wajar kalau engkau tidak mengenalku..

karena engkau tiada pernah menyapaku..

aku sudah terlalu sibuk dengan urusanku yang besar-besar!

tiada lagi waktuku untuk mengurus orang sepertimu..
biarlah kicauanmu itu mengiringi perjalanan kami
kami ini tulus..


baiklah.. kalau begitu apakah tulusmu itu dalam bahasa?
kalau begitu, yakinkanlah aku!!

aku sama sekali tidak percaya akan bualan ketulusanmu!

mana mungkin!

kini katakanlah kepadaku, seberapa besar mimpimu?
cukupkah besar untuk menggelembungkan semangatku?

atau itu hanya cukup untukmu.. dan untuk kawan-kawanmu?

tiada sisa untuk orang-orang sepertiku.

hidup mahasiswa!

begitu teriakmu

mahasiswa yang mana?

hidup rakyat Indonesia!
rakyat Indonesia?

apakah benderamu..
yang kau kibarkan tinggi-tinggi dengan penuh kebanggaan itu mahasiswamu?
atau itu rakyatmu?
bingung aku melihat sepak terjangmu..

kau sama saja seperti para bapakmu!!

mereka bilang mereka yang terhormat..

padahal tidak sedikit orang yang melaknat

jadi, apakah kamu juga sebagai yang terhormat?
apa sudah lakumu?
jadi apa solusimu bagi kenaikan BBM yang begitu tinggi..
apa solusimu untuk negeri ini yang kelaparan?

apa solusimu akan hiruk pikuk kebosanan demokrasi?

uang itu habis, semakin banyak mengemis
jadi apa wujudmu?
kemana sebenarnya tujuanmu?
tunjukkan besarnya harapanmu.. yang realistis.. yang praktis..

tiada perlu mengawang

jadi apa jawabmu?
yakinkanlah aku!





gambar diambil dari: http://blahblagadah.blogsome.com/images/thumb-tuguRakyat_blogsome.jpg


Friday, September 26, 2008

Kesempatan Beramal!


assalamua'laikum kawan...

Di bulan ramadhan ini, saya ingin berbagi. Minimal berbagi kesempatan beramal untuk kawan-kawan sekalian. Mulai dari amal jariyah sampai amal untuk meringankan beban penderitaan terhadap sesama.

Melalui blog ini, saya ingin berbagi informasi mengenai kesempatan beramal baik yang "tepat sasaran". Insya Allah ini salah satu ikhtiar saya untuk senantiasa berusaha seoptimal mungkin untuk membantu sesama dan mengharap ridhoNya.

Bila ada kawan-kawan atau keluarga yang saat ini berniat untuk berinfaq dan menafkahkan sebagian hartanya, saya SANGAT MEREKOMEN kawan-kawan untuk mengalamatkannya ke dua alamat ini:

1. Salah seorang saudari kita di Unpad ada yang mengalami musibah kecelakaan. Motor yang ia tumpangi bersama dengan suami dan anaknya tertabrak di daerah Nagrek. Kecelakaan ini menewaskan suami dan anaknya.

Sementara, beliau (seorang perempuan, mantan aktivis unpad yang senang membantu sesama) sampai dengan saat ini masih terbaring dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Dokter mengarahkan untuk segera mengamputasi kakinya. Namun, hingga saat ini operasi masih belum dapat dilaksanakan karena terbentur biaya. Dibutuhkan dana lebih kurang 50 juta rupiah untuk melakukan operasi tsb.

bagi kawan yang ingin membantu meringankan penderitaan yang ia alami, berikut alamat rekening untuk membantunya:

Bank Bukopin Syariah Melawai, rek 7701009491 a.n Widiastuti
atau
Bank BCA, rek 6330425502 a.n Niken Ayunda Latifah


2. Di salah satu kawasan di jalan Sayang (kol.ahmad syam), terdapat sebuah masjid yang berdiri di atas sebuah tanah wakaf. Bila kita masuk ke jalan sayang melalui jalan jatinangor raya menuju dangdeur, masjid ini terletak di sebelah kanan jalan, sekitar 100 meter sebelum komplek Puri Indah. Masjid ini dikenal dengan nama "Masjid Asaakir".

Saat ini, di lahan yang masih kosong di halaman masjid tsb sedang diupayakan untuk membangun sebuah gedung Taman Pendidikan Quran. Gedung ini kelak diharapkan dapat menjadi salah satu tempat kajian Islam yang dapat digunakan oleh anak-anak di sekitar jatinangor untuk belajar mengaji, masyarakat yang ingin menimba ilmu agama untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan terbuka pula bagi mahasiswa yang ingin belajar lebih banyak tentang Islam.

Alhamdulillah saat ini, bangunannya sudah sekitar 50% selesai. Tiang beton dan 3 ruangan kelasnya sudah mulai terlihat. Namun, karena keterbatasan dana, proses pendirian gedung Taman Pendidikan Quran tsb berlangsung sangat lambat. Pembangunannya pun terpaksa dihentikan, karena belum ada dana yang memadai. Bangunan tsb belum dapat digunakan karena lantainya masih belum dapat dipergunakan. Saat ini masih sangat sedikit orang yang memperhatikan pembangunan Gedung Taman Pendidikan Quran ini.

melalui tulisan ini, saya ingin mengetuk pintu hati kawan-kawan yang ingin membantu mewujudkan rumah Allah tsb. menjadi salah satu amal jariyah bagi kita kelak.

Untuk pembangunan gedung Taman Pendidikan Quran ini, kawan-kawan bisa menyumbangkan semampu kawan-kawan. Boleh 1000 rupiah, 2000 rupiah yang kawan-kawan sisihkan dari uang jajan atau penghasilan kawan-kawan.

Namun juga tidak menutup kesempatan bagi kawan-kawan yang ingin menyumbang 1000 euro atau 2000 euro untuk memperlancar proses pembangunan gedung tsb. Jangka waktunya, TAK TERBATAS!! Pokoknya hingga pembangunan gedung tsb selesai.

Infak bisa disalurkan melalui saya.
Bila kawan-kawan berkenan untuk membantu, dapat menghubungi saya,
Reza di 0817.157.865

Proposal dapat disertakan bila kawan-kawan membutuhkannya.

sebagai catatan, saya sebenarnya bukan panitia dari pembangunan Gedung Taman Pendidikan Quran tsb. Dan sama sekali tidak menghasilkan keuntungan finansial apa pun bagi saya.
100% dana yang kawan-kawan sumbangkan, mengalir untuk biaya pembangunan gedung tsb! saya hanya berharap ini bisa menjadi sedikit bekal bagi saya di akhirat kelak.

Demi Allah, informasi ini shahih, dapat dipertanggung jawabkan dan tidak dibuat-buat.

Nah, siapa yang mau beramal? (n_n)


gambar diambil dari www.kloster-denkendorf.de/

Monday, September 22, 2008

Lintasan pikiran hari ini..


Assalamu'alaikum kawan..

Lintasan Pikiran Pertama

kawan, terhitung hari ini ramadhan tersisa 8 hari lagi.. mari manfaatkan dengan lebih optimal! akhir-akhir ini rasanya saya banyak berpikir tentang hari. tentang hari ini, hari kemarin, dan hari yang akan datang. Mungkin karena akhir2 ini banyak orang yang bertanya mengenai kesibukan. Biasanya saya jawab dengan sederhana: "sedang sibuk mencari kesibukan".. haha..

hari-hari tanpa kesibukan memang membuat kita berhitung lebih banyak ya? karena pikiran kita habis untuk berpikir mengapa hari ini terasa begitu membosankan.. mengapa kita merasa tidak produktif.. mengapa kawan yang lain terasa lebih beruntung.. dan mengapa-mengapa lainnya.

coba bandingkan dengan situasi ketika kita sedang disibukkan dengan hal-hal yang menyenangkan.tiada terasa bahwa waktu berlalu begitu cepat. bagi yang hobi dan senang main games misalnya. atau mungkin yang hobi berchatting ria.. tiada terasa satu jam, dua jam, tiga jam terlewati. nyaris tanpa keluhan yang berarti..

maka bersyukur kawan, ini waktunya untuk bergerak.. berinisiatif mencari kesibukan. Kayanya tulisan ini buat saya sendiri.. haha..

dulu ketika kecil, ketika saya sedang merasa kurang bersemangat, saya sering menulis surat untuk diri sendiri. berbicara jujur dengan diri sendiri. ujung2nya ya menyemangati diri sendiri.. haha.. bukan karena saya hidup di pelosok tak berpenghuni.. tapi rasanya nyaman sekali bila kita mampu berdialog dengan diri kita sendiri. mengalir, tanpa beban... mengambil jarak sejenak dari diri sendiri.. ah, sudah lama saya tidak menulis surat itu.


Lintasan Pikiran Kedua

sesak rasanya melihat semakin membingungkannya bangsa ini.. mulai dari peristiwa pembagian zakat di pasuruan yang menewaskan lebih dari 21 orang rakyat miskin.. aksi satpol pp sebagai abdi masyarakat yang kian jauh dari masyarakat.. pengelola arisan lebaran yang membawa kabur harapan berlebaran kaum miskin.. prokontra ruu pornografi yang nampaknya semakin tidak sehat, sampai dengan dua percal-percil sejoli anak smp di taman salman itb...

ini ramadhan bukan? bulan penuh hikmah.. bulan penuh ampunan.. bulannya kebaikan.. sedikit sekali yang memanfaatkan benar-benar bulan ini menjadi momentum taubat.. momentum untuk lebih cerdas... momentum untuk kembali kepada hati.. ingat mati..

sayangnya saya masih menjadi bagian orang yang terlalu banyak mengomentari.. belum menjadi praktisi yang melahirkan solusi.. ya, mudah2an melalui tulisan ini sedikit saya mencoba berkontribusi..


Lintasan Pikiran Ketiga


Salah seorang kawan, dengan penuh keyakinan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi peperangan besar.. 25 juta manusia indonesia akan mati!! jangan tanya kepada saya apa alasannya. karena yang empunya pendapat berpesan agar saya tidak bertanya dari mana ia mendapatkan celetukan-nya.. pokoknya begitulah.
ajaib memang. tapi bukankah sudah banyak keajaiban yang tampak dimuka bumi ini..

Tadi Hj. Irene Handono menyampaikan sesinya tentang islam dan debu-debu fitnah yang menyertainya.. mencoba meluruskan kebenaran yang nampaknya semakin jarang terlihat. Mengenai kepicikan amerika.. mengenai busuknya konspirasi-konspirasi busuk mereka.. mengenai pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan oleh presiden "Semak" dan kroni-kroninya.. Laknat Allah atas mereka.

kok isi pikiran saya isinya begini semua ya? haha...

mohon doanya agar Allah segera memasukkan saya kembali ke "jalur cepat"...

bersyukur.. introspeksi.. menggagas dan langsung saja beraksi!!


produktif!

hari ini begitu luar biasa kawan!! esok hari akan lebih luar biasa! insya Allah...



selamat menjalani hidup kawan!=D

gambar diambil dari http://onemansblog.com/wp-content/uploads/2007/08/Idea_Light_Bulb.jpg


Sunday, September 07, 2008

Justru KOSONG yang sebenarnya BERISI...!!


Tiada terasa hari ini sudah hari ke delapan bulan ramadhan.. itu artinya lebih kurang dua minggu berlalu sejak rektor memindahkan tali topi toga saya ke sebelah kanan. Jujur, memang belum banyak kemajuan berarti yang saya buat selama lebih kurang dua minggu ini.
Saya memang mengambil sebuah keputusan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan kebanyakan kawan-kawan saya yang lain. Setelah lulus dari fakultas psikologi, saya memutuskan untuk memfokuskan diri dalam mencari dan mempersiapkan diri untuk meraih beasiswa S2 ke luar negeri. Mencari pekerjaan nampaknya tidak menjadi rencana utama dalam planning saya saat ini. Namun, di tengah perjalanan awal ini saya menyadari bahwa saya membutuhkan lebih banyak kesibukan. Ya.. mungkin saya rindu kesibukan yang dulu pernah saya rasakan semasa di kampus. Hari-hari di mana saya tenggelam dalam kesibukan akademis di kampus, maupun kesibukan sosial di organisasi yang saya ikuti.

Alhamdulillah saat ini Allah masih memberikan kepada saya kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi. Saya masih diberikan kepercayaan oleh beberapa orang sahabat untuk membantu beberapa proyek sosial mereka. Setidaknya ada dua kegiatan yang saat ini saya kerjakan sebagai proyek sosial yang saya jalani, dan keduanya luar biasa.. luar biasa karena keduanya membuat saya untuk membagi fokus diri, berpikir, merencanakan, mengarahkan dan mendengar lebih banyak lagi.

Jujur saya kagum dengan kawan-kawan yang mengiringi saya dalam proyek sosial ini. kesibukan mereka tentunya lebih padat dibandingkan saya yang masih berstatus sarjana "pengangguran" ini.. haha.. tapi mereka masih mau meluangkan waktu mereka untuk berbuat bagi orang banyak. Menjadi insan penebar kebaikan.
Sebagian di antaranya bahkan berusia jauh lebih tua dibandingkan saya. tetapi tidak ada sedikit pun kesombongan yang terpancar pada diri mereka.. tiada kesan meremehkan kepada yang lebih muda. satu sama lain saling menghargai. Sebagai salah satu pj di dalam tim, tidak jarang saya memberikan arahan kepada mereka. Terlepas dari lebih banyaknya pengalaman hidup yang telah mereka alami, mereka senantiasa mendengarkan dengan seksama dan memberikan sebuah kepercayaan yang baik bagi saya yang jauh lebih muda.
Mengalami kisah ini, saya teringat ketika dulu rasulullah meminta amru bin ash yang usianya masih sangat muda untuk memimpin sebuah pasukan yang didalamnya terdapat para sahabat sekaliber abu bakar dan umar yang dikenal jauh lebih senior berpuluh-puluh tahun di atasnya.. namun demikian, tiada berat hati seorang abu bakar maupun umar untuk sami'na wa atho'na (mendengar dan taat) kepada pemimpinnya meskipun mereka menyadari sepenuhnya bahwa amru bin ash masih sangat belia ketika itu. semoga kita semua bisa menjadi seperti mereka, para sahabat. amin

Pada titik ini, saya masih harus belajar untuk lebih banyak bersyukur.. namun, terkadang saya merasa bahwa sebagai seorang yang berada di dalam fase awal peralihan (kalau boleh saya sebut demikian) pada dunia pasca kampus, perjalanan saya terasa kurang afdhol bila belum ada pekerjaan yang menghiasi hari-hari. Pekerjaan yang saya maksud adalah pekerjaan yang memberikan lembaran-lembaran hijau untuk membeli sepiring nasi=D haha.. ya. seperti pekerjaan yang dilakukan oleh kebanyakan kawan-kawan saya. Mungkin yang saya cari bukan besarnya lembaran hijau yang saya terima, namun lebih kepada pemenuhan "tugas perkembangan" bagi pemuda seusia saya. Rasa senang dan puas ketika menerima amplop di bulan pertama bekerja. Sepertinya menyenangkan. haha...

Berkaitan dengan hal tersebut, dua hari yang lalu saya tersadarkan pada dua hal. Hal yang pertama adalah bahwa "saya belum melakukan apa pun untuk mendapatkan pekerjaan tersebut". Hal yang kedua adalah: makna "kosong" bagi diri.
Hal yang terakhir ini saya dapatkan dari salah seorang kawan saya yang tidak diragukan lagi keshalehannya.
Pada sore hari, dua hari yang lalu beliau memberikan sebuah tausiyah sederhana bagi saya dan beberapa orang kawan. Meskipun tidak sepenuhnya diarahkan kepada saya, namun berhasil membuat saya merasa sangat tersindir.. kurang lebih begini kata-katanya :

"sahabat sekalian, pada masa-masa ini (masa pasca kampus).. anda berada pada titik di mana anda terlepas dari berbagai kesibukan kampus yang dulu membuat anda menjadi besar. namun perlu anda sadari bahwa tidak sedikit orang-orang yang dulu dikenal besar di kampus, mengalami kegagalan ketika melangkah ke dunia sesudah kampus. Harus anda sadari bahwa saat ini gengsi anda masih terlalu tinggi. anda ingin menjadi besar seperti apa yang anda inginkan. sementara.. pada titik ini, anda belum bisa apa-apa! anda belum memiliki kemampuan yang memadai untuk mendapatkan pekerjaan pada posisi yang tinggi. anda masih harus memulai kembali dari awal. satu-satunya solusi untuk membantu anda untuk keluar dari kondisi ini adalah dengan mengosongkan kembali diri anda. kosongkan kembali diri anda, sehingga anda siap untuk diisi kembali!"

Ucapan kawan saya ini membuat saya tersindir.. sangat tersindir. Saya kembali tersadar bahwa inilah dia hal yang selama ini belum saya sadari. Gengsi saya masih terlalu tinggi. Merasa "besar" dengan berbagai pengalaman yang saya dapatkan di kampus sehingga tanpa saya sadari, saya menolak untuk kembali mengosongkan diri. Astaghfirullah.. saya mohon ampun kepada Allah atas segala bentuk kesombongan diri. Mulai saat ini saya bertekad untuk kembali mengosongkan diri sehingga siap untuk diisi! insya Allah..

Semoga pesan ini dapat bermanfaat bagi kawan-kawan semua, terutama bagi kawan-kawan yang baru saja melepaskan "baju mahasiswa"-nya. sukses untuk Anda!

Sunday, August 31, 2008

ramadhan dan anak kecil..


alhamdulillah akhirnya ramadhan tahun ini datang juga..
malam ini adalah malam pertama umat muslim di Indonesia untuk melaksanakan shalat tarawih yang pertama. mulai besok, kita akan melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari.

saya baru saja selesai mengikuti shalat tarawih di masjid yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah.. saya datang ke masjid setelah azan isya berkumandang. saat itu masjid tsb sudah penuh jamaahnya, bahkan meluber hingga nyaris ke jalan.

Terlepas dari apakah fenomena ini akan bertahan lama atau tidak, namun saya pikir ini adalah sebuah fenomena yang hanya terjadi pada bulan Ramadhan. Sepatutnya kita bersyukur, karena meskipun konon katanya sebagian muslim Indonesia hanya sekedar "muslim KTP" (mungkin termasuk saya dan anda..) tapi ternyata masjid tetap penuh! saya pikir ini sebuah kesempatan besar bagi para dai dan ulama untuk memberikan penyegaran-penyegaran ruhani bagi kita semua yang selama ini haus akan ilmu-ilmu agama. kapan lagi jamaah sebanyak itu bisa meluangkan waktu untuk bertumpah ruah di masjid tsb?
sekarang tinggal bagaimana para pengurus atau pemerhati masjid yang harus lebih kreatif untuk mengemas ceramah pasca tarawih menjadi ceramah yang berkesan dan tidak membosankan..

ada satu fenomena lain yang juga menarik untuk kita perhatikan: "anak-anak". ya.. anak-anak inilah yang turut "meramaikan" masjid dalam arti yang sebenarnya=D ketika ada sedikit saja celah waktu menjelang dan di antara rakaat tarawih, maka mereka hampir tidak mungkin melewatinya kecuali dengan bercanda atau mengusili teman di sebelah kanan, kiri atau depannya.

bagaimana sudut pandang orang tua dalam mengamati ramainya mereka? beberapa di antara mereka ada yang berpendapat bahwa sebaiknya anak-anak yang selalu ramai di tempatkan di koridor luar masjid sehingga tidak mengganggu para jamaah yang sedang berada di dalam ruang utama masjid.
sebagian yang lain bahkan lebih tegas lagi: daripada mereka membuat ribut di masjid ketika tarawih berlangsung, maka para orang tua dianjurkan untuk tidak mengajak anak mereka yang punya potensi menjadi trouble maker ke masjid.
sementara sisanya memilih untuk tidak berkomentar dalam menyikapi fenomena ini.

kira-kira bagaimana dari sudut pandang sang anak?=D
mari kita mengingat-ingat masa kecil kita.. dulu, saya ingat betul bahwa salah satu kesenangan yang dapat saya rasakan di bulan ramadhan adalah pergi bersama kawan-kawan ke masjid untuk shalat tarawih.. mungkin boleh saya akui bahwa khusyu' atau tidaknya shalat tarawih saya itu nomor dua. yang pertama? ya bisa berkumpul dan bersenang-senang bersama kawan-kawan!
terkadang, di tengah-tengah shalat "semangat usil" datang menghampiri.. setelah itu, tergantung keadaan. bisa usil ke depan atau ke samping. seingat saya jarang mencari "obyek sasaran" ke belakang. setelah melakukan "aksi pertama" biasanya kami menanti respon dari obyek sasaran.. hehe.. nah dari situ mulailah aksi "saling usil-mengusil". tidak jarang kami sangat perhitungan terhadap balasan yang diberikan kawan kepada kami. ketika itulah kami mengenal kata "impas"! impas artinya balasan yang saya & kawan berikan dianggap setimpal. kalo keduanya berpendapat sama, mungkin keusilan pun berhenti (tanpa menutup kemungkinan terjadinya peralihan ke bentuk keusilan lainnya=b). tapi.. bila balasan yang diberikan dianggap tidak setimpal maka aksi saling membalas pun terus berlanjut. sampai kapan? sampai kami bosan=b

sesekali (bila tidak lupa), saya membawa serta buku "monitoring ibadah" yang diberikan oleh sekolah untuk ditanda tangani oleh imam tarawih. mendadak para imam menjadi artis semalam bagi kami=D
sebagai bekal untuk shalat tarawih, biasanya kami membawa uang sekedarnya. bukan untuk diinfakkan.. tapi untuk jajan!! setelah imam mengucapkan salam, maka kami segera buru-buru berlarian menuju warung terdekat. kalo sedang tidak membawa uang, biasanya saya minta nyicipin jajanan kawan yang lain=b haha..

apakah anda merasakan pengalaman yang kurang lebih sama?

jadi apa hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk menyikapi keramaian anak-anak ketika tarawih?
kalau saya jadi orang tua, sebelum berangkat saya membiasakan untuk mengingatkan dan menjelaskan untuk tidak nakal di masjid. Saya memintanya untuk shalat di sebelah saya. tapi tergantung usianya juga.. kalau usianya masih sangat kecil dan lincah, apa daya bila sesudah di tempatkan di sebelah saya kemudian ia mulai berkeliling masjid ketika saya sedang shalat. Bila waktunya tepat, dialog yang hangat tentang "mengapa kita harus tenang di masjid" harus dimulai. Mungkin yang paling penting untuk disadari adalah saya perlu bersyukur dapat memberikan pemahaman kepada anak saya mengenai ibadah & Tuhan dengan mengajaknya pergi ke masjid.
kalau saya jadi pengurus masjid, mungkin saya perlu untuk membuat sebuah program pembinaan anak-anak setiap sore hari. materinya sederhana mengenai bagaimana caranya menanamkan kesadaran kepada mereka tentang pentingnya berpuasa, mengenai adab di dalam masjid, dan keistimewaan bulan ramadhan. mungkin bisa juga memanfaatkan metode menonton film islami atau melakukan games-games yang menyenangkan. Dengan cara ini, diharapkan nanti anak-anak tsb akan saling mengingatkan bila salah satu di antara mereka ada yang "nakal" ketika tarawih. Saya pikir bila keramaian mereka sudah mulai berganti dengan suara "sstttt... jangan berisik!" di antara mereka, ini sudah merupakan kemajuan yang cukup berarti.

sistem reward juga mungkin bisa dipertimbangkan. hadiah berupa permen akan diberikan kepada anak-anak yang berhasil menjaga dirinya untuk tetap tenang selama tarawih.

ya.. mungkin belum sempurna. yang paling penting adalah kita menyikapinya dengan positif. tidak perlu marah2. . hadapi dengan senyuman=D haha...

tarawih yuk nak... =D

mungkin kawan2 ada tips lain mengenai bagaimana menghadapi "ramainya anak-anak" di kala tarawih?


nuhun..

mengapa kita memilih untuk menjadi yang biasa?

dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

sebagai manusia tentunya kita memiliki banyak kekurangan yang melekat pada diri, baik itu kita sadari atau pun tidak kita sadari.. namun, kita semua pasti tau tentunya bahwa manusia memiliki akal yang tidak dimiliki makhluk lain ciptaan-Nya.. akal ini lah (yang katanya) menjadikan manusia sebagai pemimpin di muka bumi.. tapi benarkah kita telah benar-benar menggunakannya? dengan akal inilah kita mampu membuat berbagai pilihan.. bahkan kemiskinan adalah sebuah pilihan bukan? orang-orang miskin memilih untuk "memiskinkan" dirinya.. mungkin terdengar agak sedikit frontal.. tapi inilah kenyataannya. mereka bisa saja memilih untuk berusaha lebih keras, memilih untuk bercita lebih tinggi dan keluar dari segala penderitaan yang dialaminya saat ini bukan? bukankah seharusnya Tuhan tidak pernah membebani hambanya dengan suatu beban yang tiada sanggup dipikulnya? tapi apa yang biasa kita lakukan? kita senantiasa mengeluh bahwa lingkungan, orang-orang di sekitar kita yang telah menyebabkan berbagai kerugian disekitar kita.. lalu di mana akal kita? sedih rasanya melihat diri ini belum mampu untuk menggunakan akal yang saya miliki secara optimal.. tapi seringkali hal ini hanya berupa kesadaran buta.. mengapa kita tetap bersikeras memilih untuk menjadi yang "biasa" meskipun kita tau bahwa kita bisa memilih untuk menjadi "luar biasa"? seringkali kita bermimpi untuk menjadi sukses kelak di kemudian hari, mapan dalam ekonomi, dsb.. tapi apa yang kita lakukan saat ini? masih bermalas2an persis seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang di sekeliling kita.. kita pun terkadang bermimpi untuk berbahagia di dunia dan akhirat.. tapi bagaimana wajah kita saat ini? yah.. kita masih memilih untuk menjadi biasa-biasa saja seperti yang dilakukan oleh orang-orang pada umumnya.. yah.. semoga besok masih sempat melihat dunia.. (meskipun kita tau bahwa tak ada jaminan esok masih hadir menyapa kita..) bosan aku menjadi orang biasa.. mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu lakukan? astagfirullahaladzim.. barakallahulii wa lakum...

October 29, 2006

mari kita lihat lebih dekat...

dengan namaMu aku berlindung...

pagi itu saya berjalan melintasi jalan yang biasa kulewati untuk menikmati makanan pagiku beberapa saat setelah sampai di kampus tercinta...
sepertinya bapak tukang bubur ayam sudah paham kalau aku sudah mengacungkan satu jariku.. itu artinya, bubur ayamnya satu pak..
pagi itu terasa berbeda...
tadi malam, baru saja dilaksanakan sebuah acara musik ala mahasiswa psikologi..
ramai... dan tampaknya cukup sukses untuk sebuah acara yang baru diadakan untuk pertama kalinya..
sayangnya, kini sampah berkeliaran di mana-mana...
gelas-gelas aqua bekas.. plastik-plastik.. dan lain sebagainya berlimpahan di sekitar kampus..
dan tidak ada satu pun yang peduli..
kami memang terbiasa untuk membiarkan seorang ibu yang sudah tua renta untuk membersihkan kampus kami bersama dengan 2 orang rekan mudanya..

melihat ini semua, teringat akan apa yang aku saksikan beberapa waktu yang lalu..
aku katakan pada salah seorang adik kelasku tadi malam,
pernahkah engkau meluangkan waktumu untuk dapat hadir di kampus pada pukul 6 pagi?
di sana kamu dapat menyaksikan seorang bapak dengan kacamata silindris yang tebal menyapu seluruh jalanan sekitar pakilun (istilah yang kami gunakan untuk tempat mangkal para pedagang yang ada di dekat kampus)...
sejak fajar ia bekerja...
bersama dengan istrinya, berdua ia membersihkan semuanya..
begitu datang pagi hari, ketika deru mobil mahasiswa mulai masuk melintasi parkiran kampus kami, maka area tersebut sudah bersih..
kemudian kembali kotor di sore harinya ketika kampus usai..
dibersihkan kembali pagi harinya, dikotori lagi, dan begitu seterusnya tiada pernah henti..
pernahkah kita tau berapa bayaran yang diterima oleh bapak tersebut atas kerja kerasnya tersebut?
apakah kita yakin bahwa bayaran yang ia dapatkan jauh lebih besar dibandingkan uang jajan yang kita dapatkan dari ayah dan ibu kita?

dan pagi itu, setelah sekian lama.. saya kembali melihatnya..
dengan baju batik lusuh yang sepertinya hanya satu-satunya ia miliki, ia membantu mengambilkan 2 ember air dengan sebuah kayu di pundak kanannya..
lelah tampak di raut wajahnya..
sepatunya bolong... mungkin karena terlalu lama ia kenakan...
setelah itu, ia lihat sekeliling dan melihat sebuah botol aqua yang tercecer di jalan maka ia masukkan ke dalam kotak sampah..
sungguh terharu aku melihatnya...
ingin sekali aku menanyakan padanya, "pak sudah makan belum?? mari makan bersama saya..."
namun aku hanya bisa terdiam menyaksikan kebodohanku sendiri...
aku malu untuk melakukan kebaikan, namun seringkali tidak berpikir panjang dalam melakukan keburukan...
tak terasa hidungku mulai sembab..
mataku mulai basah..
tak nafsu lagi sebenarnya aku menghabiskan bubur ayam yang berada di atas tangan kiriku...
hilang sudah laparku...
aku ini siapa?
mengapa ia harus menerima nasib seperti itu?
begitu banyak hal yang ia kerjakan.. namun hampir tidak ada yang memperhatikannya..
atau mungkin hanya sekedar untuk mengucapkan "terima kasih pak..."

tertegun aku dari kejauhan...
aku ikuti gerak-geriknya..
langkahnya terlihat gontai..
perlahan aku berdoa dalam hati...
Ya Rabb, muliakan bapak ini... muliakan bapak ini...
berikan rizki yang cukup kepadanya..
rahmati dia...
dan perlahan ia pun mulai menghilang ke kejauhan...

setelah itu aku bangkit dari dudukku dan berjalan perlahan..
tak berani kutatap mataku ke atas..
aku hanya berjalan menatap ke bawah menuju ruang kuliahku..
malu aku melihat diriku sendiri..

kumasuki ruang kuliah, dan ternyata belum ada siapa-siapa..
hanya dosenku yang sedang berbicara lewat telepon genggam yang ia miliki..
padahal ini sudah pukul 9!
bukankah kuliah hari ini mulai pukul 9?
sekitar pukul 1/2 10 barulah kami mulai perkuliahan hari itu..
hilang sudah sebenarnya semangatku..
mataku begitu ngantuk karena harus bergadang tadi malam..
absensi belum diambil..
maka aku menyediakan diri untuk mengambilnya seorang diri..
aku pikir mungkin aku bisa sejenak menghirup udara segar di luar ruangan kelas..
maka kakiku melangkah ke ruang SBP (sub bagian pendidikan)..
ternyata absensinya tidak ada..
temanku menyusulku ke ruangan itu..
kami diminta untuk membuat absen tersebut di atas secarik kertas..

aku katakan pada temanku, "aku ingin cari angin dulu.."
ternyata ia pun ingin membeli gorengan terlebih dahulu..
ketika aku terduduk...
tak sengaja kulihat seorang ibu paruh baya yang tidak asing bagiku sedang menyapu seorang diri...
maka perlahan kudekati dia..
aku meminta maaf karena acara tadi malam telah menyisakan banyak sampah berserakan di sekitar kampus..
kemudian aku pun bertanya mengapa ia hanya sendirian? ke mana rekannya yang lain yang biasa membantunya...
maka ia pun mulai bercerita..
bahwa yang lain itu malas.. kalau diingatkan, alasannya selalu sama: lupa.
padahal bila dibandingkan dengan ibu di hadapanku ini,
mereka jauh lebih muda...
seharusnya jauh lebih kuat dan sehat..
memang kita yang muda seringkali kalah pada yang tua..

maka aku pun menawarkan diri untuk membantunya menyapu teras kampus..
tanpa pikir panjang lagi, maka aku pun segera mengambil sapu lidi yang tergeletak di bawah..
pikirku, kuliah kutunda dulu...
ini jauh lebih penting dibandingkan tumpukan teori yang selalu kudapatkan di kelas tanpa pernah sempat kuterapkan dalam hidupku..
pokoknya masa bodo, pikirku..
aku mau membantu ibu ini menyapu..
temanku yang baru datang membawa gorengan, memutuskan untuk ikut membantuku menyapu teras kampus kami..
ternyata lelah juga ya?
selama ini, saya hanya bisa mengotori..
dan jarang sekali menyempatkan diri untuk membersihkannya..
baru terasa saat itu oleh ku, seperti apa rasanya menyapu teras kampusku..
butir keringat pun mulai bermunculan di keningku, dan membasahi bagian belakang baju kemejaku..
tapi aku senang...
aku tidak peduli dengan apa kata orang-orang di sekitarku..
kuluruskan niatku untuk membantu ibu ini membersihkan kampusku sendiri..
setelah itu selesai, maka aku pun pamit dan segera memasuki kelas...
maka aku pun kembali duduk di kursi itu..
sambil sesekali memejamkan mataku,
atau merebahkan kepalaku ke atas meja di hadapanku..
itulah aku=D

November 24, 2006

How many days I have lived?

Quote of The Day :

"Mantapkanlah diri untuk mengakui kealfaan diri saat kritikan tajam datang menyapa.. terasa berat,namun sesungguhnya meringankan!"

Label Cloud


 

Design by Blogger Buster | Distributed by Blogging Tips